PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Special chapter 3 ( last time we are together )



...Vote, Like dan Komentar ya ❣️...



...🍁 H A P P Y R E A D I N G 🍁...


Pagi hari terasa begitu indah dan menyejukkan hati bagi seorang pria yang kini nampak terbaring menyamping diatas ranjangnya.


manik tajamnya melembut menatap sosok kecil nan manis yang kini masih terlelap dengan mulut kecilnya yang terbuka sedikit.


dengkuran halusnya bagai melody,dan pria dewasa tampan nan gagah itu mulai terkekeh saat malaikat kecilnya terlihat mulai merengek dalam tidurnya.


"hiks....Oma....Archa mau susu! " rengekan manis dari sang putri membuat Arkansas merasa begitu hangat dalam hatinya.


sayang,ia telah melewatkan masa-masa manis pertumbuhan sang anak untuk sang istri.yah,Arkansas terpuruk bahkan sampai melupakan para buah hatinya.


"maafkan Daddy my Little Girl,Daddy akan selalu membuat Archa bahagia mulai kini sampai akhir hayat Daddy" Arkansas membelai pipi halus nan gembal Archana,dan Arshenio? bocah laki-laki tampan itu lebih memilih tidur sendiri .


gengsi katanya kalau tidur sama ayahnya,sudah besar!.


yah, Arshenio dan sifat tsundere-nya.


"Cupcake,come on wake up dear...." Arkansas membujuk lembut sembari terus mengelus rambut panjang coklat indah putrinya.


yah,meski tak lagi tidur bersama sang istri,namun bersyukur ia masih memiliki duplikat cantik sang istri dari sosok putri kecilnya.


setidaknya,rindunya terobati.


"enggghhh...opaa,Archa masih mau tidur..hiks..opaa jangan nakal ihhh" gadis kecil itu menarik selimut dan menutup seluruh tubuhnya merajuk, sungguh ia lupa dengan siapa dirinya tertidur.


masih dalam memori nya disampingnya kini masihlah Oma dan Opa-nya.


"Cupcake! do you wanna meet mommy?" Bisik Arkansas lembut sembari mengecupi pipi bulat putrinya gemas setelah menarik pelan selimut yang menutupi seluruh tubuh si kecil.


mommy?.....


what?!.....


seketika mata bulat polos itu terbuka lebar.


"Daddy? " tanya linglung Archana kecil masih belum sadar.


"yes cupcake! it's me,not your Grandpa or Grandma,now come on" kekeh Arkansas gemas kala melihat wajah bulat kecil itu melongo.


cup.....


cup....


cup.....


"hihihi...geli Daddy stop Kiss me!" gelak Archana saat pipinya tak berhenti diserang oleh bibir hangat sang ayah.


hatinya hangat dan bahagia,kini dirinya bisa merasakan kasih sayang ayahnya meski kasih ibu belum bisa ia dapatkan.


"jadi? mau bangun atau tidur lagi?" tanya Arkansas yang sudah bangkit dan berdiri di sisi ranjang king size dikamarnya itu.


Archana meletakkan telunjuk kecilnya pada dagu imutnya, gigi-gigi kelinci kecilnya terbit dengan senyum manis menatap wajah tampan ayahnya.


"Daddy?" panggil gadis itu manja.


"yes cupcake?" Arkansas menaikkan satu alisnya berusaha menahan tawa saat melihat senyum malu-malu putri kecilnya.


"Daddy...Daddy...Daddy...daddynya Archa?!" panggil gadis itu riang.


Arkansas tertawa dan menatap wajah merona sang putri gemas.


demi Tuhan andai istrinya sudah sadar,keluarga mereka akan jadi keluarga paling bahagia yang penuh berkah.


"apa my cupcake? kenapa panggil Daddy terus? mau apa hm?" tanya Arkansas terdengar begitu lembut.


sungguh,jika para bawahannya mendengar,sudah pasti mereka terkena serangan jantung,terutama kaum hawa!.


"hihihi...mau gendong,Archa mau gendong sama daddy" gadis kecil itu menunduk malu setelah selesai berkata,pipi gempalnya memerah dengan senyum tipis Arkansas melihat betapa manis tingkah putrinya.


Haphhhh...


"alright let's go to bathroom!" sentak Arkansas setelah meraih tubuh kecil putrinya dalam dekapannya.


Archana tertawa dan bertepuk tangan seolah mendapat hadiah terbaik.


ayah dan putrinya itu memasuki kamar mandi.


"Archa mau pakai sabun wangi apa? stroberi,jeruk apa wangi vanila?" Arkansas bertanya binggung melihat berbotol-botol sabun perawatan anak-anak yang sudah dibawa seorang maid semalam.


"ihhh...Daddy kalau stroberi itu wangi sampo Archa! kalau sabun mandi Archa itu wangi vanila dan kalau jeruk itu minyak esensial setelah mandi! Daddy ihhh..masa tidak tau sih?! kulit Archa itu sensitif kata Oma,kalau tidak pakai minyak esensial akan bintik-bintik merah nanti,jadi harus pakai semuanya"


Deg.......


Arkansas diam dengan wajah menyorot sendu.


dirinya adalah ayah,ayah dari gadis kecil manis yang kini menatapnya lucu.


ayah yang bahkan tak tau apapun tentang putrinya.


hatinya sakit dan menghela nafas sejenak,Arkansas mulai menghidupkan air dan mengisi bathup.


"nah...kalau punya kak Nio,Oma kasih sampo wangi apel,sabun wangi madu,dan tidak pakai esensial.karena kak Nio kulitnya tidak sensitif seperti Archa! kak Ray sendiri semua sabun dan samponya wangi coklat! Archa suka hihihi...." gadis kecil itu terus berceloteh kala sang ayah mulai memasukan tubuh kecilnya dalam bak mandi berdinding marmer.


"Maafkan Daddy ya sayang,Daddy memang bukan ayah yang baik untuk kalian" Arkansas menyendu dengan telapak tangan lembut Archana mengusap air matanya.


"no Daddy,your are the best father in the world! Daddy sangat menyayangi mommy bukan? karena sayang Daddy pada mommy,Daddy sedikit lupa pada Archa dan kakak! kata Oma ,mommy sakit dan Daddy yang merawat mommy sepanjang waktu,jadi Archa mengerti Daddy itu sangat baik dan berhati malaikat hingga dengan sepenuh hati merawat mommy...tidak apa Archa dan kakak dirawat opa dan Oma,asalkan Daddy bisa membawa kami menemui mommy suatu hari nanti" Archana kecil berucap lembut,gadis kecil penuh pengertian itu benar-benar dewasa meski masihlah seorang anak-anak.


benar,keturunan Wiguna memiliki pemikiran dan pemahaman jauh diatas anak-anak lainya.


mereka akan mengerti hanya dengan sekali penjelasan lembut dan sabar.


"jadi...Daddy harus selalu bahagia, tersenyum untuk Archa dan kakak agar mommy bisa cepat sembuh dan kita bisa piknik sama-sama" Archa kecil mengerjap polos, tersenyum dan mengecup pipi basah ayahnya dengan lembut .


hati sedingin es itu mencair,senyum bahagia terbit dan dengan cepat Arkansas mengangguk akan ucapan sang anak .


"terimakasih sayang... cupcake Daddy memang manis sekali!" Arkansas mulai meraih spon dan menuangkan sabun beraroma stoberi,meraih untaian rambut indah putrinya dan mulai mengkramasi mahkota indah itu dengan lembut .


Archana kecil meraih bebek karet dan mulai bermain dengan air berbusa didalam buthup riang.


"hihihi..Daddy gelembungnya besar!" celoteh Archana riang,Arkansas menggeleng dan meraih selang shower dan membilas rambut putrinya perlahan.


"ihhh...Daddy itu sampo kenapa dipakai sabunin Archa lagi?!" delik gadis kecil itu kesal karena sang ayah salah menuangkan sabun.


"hehehe..sorry cupcake,Daddy lupa!" kekeh Arkansas malu sendiri.


mengerucut lucu dan bibir kecil putrinya terus bergerak mendumel.


20 menit berlalu.....


"nah sekarang Daddy pakaikan cupcake baju ya!" Arkansas menggendong tubuh kecil putrinya yang masih terlilit bathrup.


"ihhh...Daddy! pakai bedak bayi sama minyak telon dulu baru pakai baju,Daddy ishhh!" Dumel gadis kecil itu merajuk.


Arkansas tergelak.


sungguh merawat anak-anak ternyata susah juga.


Archana duduk diatas kursi meja rias,menunjuk botol minyak telon, handbody bayi,vitamin rambut bayi dan terakhir bedak dan parfum bayi.


Arkansas menatap linglung....


ibunya sungguh hebat dengan semua perawatan ini!.


dengan instruksi dari Archana,Arkansas mengikuti setiap langkah menggunakan semua produk bayi itu pada putrinya.


"hmmm....wanginya,cantiknya,manisnya cupcake Daddy!" ucap Arkansas menyentil gemas hidung mungil putrinya itu .


Archana menunduk malu-malu dan tertawa riang berterima kasih atas pujian sang ayah.


"terimakasih Daddy,papi Rion juga selalu bilang begitu kalau habis mengurus mandi Archa!" ucap Archana polos.


Wajah Arkansas mendatar gelap.


sialan kembarnya itu,beraninya setan itu mengambil perannya tanpa izin!.


"kenapa bisa Archa dimandikan sama papi? bukannya hanya Oma atau mami saja?" pancing Arkansas jengkel juga mengingat kelakuan Rion.


"memang Daddy..tapi kadang-kadang papi akan membawa Archa lari ke kamar papi dan mengunci Oma dan mami,setelah itu papi yang mandikan Archa,papi bilang Oma sudah tua jadi nanti lelah mengurus Archa,dan mami harus mengurus Kakak kembar R,jadi Archa harus sama papi saja karena hanya papi yang bisa" jelas gadis kecil itu polos.


"sialan kau Rion,banyak sekali alasanmu mencuci otak putriku!" batin Arkansas geram.


apa katanya tadi,sudah tua? itu ibu mereka dan si bodoh Rion itu mengatai ibunya sendiri? benar-benar hebat!.


"Daddy bagaimana sih?! papi itu manusia bukan ular jantan! ihhh...papi kok bodoh sih,tidak bisa bedakan manusia dan hewan? Ish...ish...ish...Archa malu jadinya" gadis itu menggeleng dramatis,puas melihat wajah syok sang ayah.


"Archa!! beraniya ejek Daddy?" Arkansas mendekatkan dirinya dengan senyum jahat.


"ARKHHH...HAHAHA... AMPUN DADDY...AMPUN...KAKAK!! KAK RAYGA TOLONG ARCHA DARI SERANGAN DADDY!!" gadis itu menjerit dengan tawa putus asa akibat gelitikan di perut dan pinggang kecilnya oleh sang ayah.


BRAKHHHHH.......


BRUKHHH.....


kedua insan yang asik bercanda riang itu kaget kala dobrakan keras oleh tiga, bukan! lima orang pria berbeda usia yang datang dengan wajah panik.


"OPAAAA....PAPI....KAKAK....HIKS... ARCHA KAGET!!" gadis itu menangis keras akibat jantungnya berdebar akibat ulah Rion, Rafendra dan ketiga kakaknya.


"sudah kukatakan! kalian terlalu kekanakan!" ucap sosok laki-laki kecil berwajah datar dibelakang lima orang didepannya.


hiks...hiks...hiks...


"Daddy gendong" isak Archana menaikan kedua tangannya manja.


Arkansas menatap kelima orang didepan pintu sinis.


"sini cupcake, Daddy gendong kita turun sarapan dengan Oma" ucap Arkansas menyeringai pada wajah-wajah jengkel dihadapannya.


"picik!" jengkel sikembar R


"pria ular!"rion memandang iri.


"anak bodoh!"Rafendra berdecak kesal.


lihat saja,betapa gadis kecil itu akan lengket dulu padanya sebelum putra kurang ajarnya itu datang.dan kini,anak itu mengambil boneka kecilnya seenak hati.rafendra geram!.


"bye lozer!!!" smirk Arkansas mengejek lalu menghilang dari balik pintu lift.


"Bedebah!" amuk Rafendra.


"brengsek!" maki Rion.


"kalah lagi!" kedua R, bahu keduanya merosot lemas.


Rayga menatap kelimanya jengah,berjalan dengan white Tiger yang mengikuti dibelakang.


..........⚜️...........


Suasana ruang keluarga terasa sedikit berawan kelam.


Rafendra mendesah kala melihat sosok adik dari menantunya itu iba.


"jadi benar kamu akan pindah dan menetap di Indonesia saja Lucas? mom sebenarnya tak sampai hati membiarkan kamu hidup seorang diri tanpa Sanak saudara.terutama sejak Maya dan Bagas tiada,rianti sudah pindah dan tinggal menetap di Singapura bersama keluarga suaminya,jadi mom merasa kamu nanti akan sendirian di sana" Anggi berucap lembut penuh pengertian


Lucas,pria yang duduk dengan kaos putih tertutup jaket kulit hitam itu menunduk diam.


mendongak dan menatap seluruh keluarga sang kakak,menoleh kearah ruang bermain tak jauh dari posisinya duduk.


disana ketiga anak dari kakaknya bermain riang.


andai lili masih ada,putrinya pasti sedang bermain disana juga bersama saudarinya,Archana.


"tidak mom.....Lucas sudah memutuskan,Lucas tidak bisa disini lagi dan mengingat semua kenangan tentang lili dan keluarga Lucas yang sudah hancur! Lucas akan tinggal di Indonesia dan memulai hidup baru,dan Lucas juga sudah mengirim proposal pengajuan pindah pada Gar*da Airline untuk transfer kesana" Lucas jelas sudah bersiap sejak lama,dan pasangan Wiguna itu hanya bisa mengangguk pasrah.


"jika kau butuh bantuan,katakan pada Daddy right,jangan sungkan!" Rafendra menatap dalam wajah kuyu pria itu.


berdiri dan mulai memeluk tubuh Anggi dan terisak pelan dibahu kecil wanita tua baik hati itu.


"terimakasih mom,mom adalah sosok ibu yang selama ini Lucas inginkan" lirih Lucas kemudian menutup mata kala ciuman sayang mendarat di keningnya.


"hati-hati disana dan jaga kesehatan,jika ada waktu dan hatimu siap,kembali kesini sebelum mommy dan Daddy benar-benar pergi dan kita akan berpisah selamanya" ucap Anggi lembut.


"mom! don't speak like that!" sembur Rion seketika.


"alright... alright...semua orang akan tiada,entah kapan waktunya tak ada yang tahu,hanya Tuhan yang menyimpan rahasia itu!" ucap Anggi kesal menatap wajah mendelik putranya.


"dad...Lucas pamit,tolong jaga kesehatan" Lucas memeluk Rafendra yang menepuk punggung pria itu hangat.


"pergilah dan cari kedamaian dirimu sendiri,pintu mansion ini selalu terbuka untukmu" ucap Rafendra bijak.


dan kini,Lucas menunduk kala tatapan tajam Arkansas menghujam seluruh tubuhnya.


"kak?" cicitnya gugup.


"kau tetap adik ipar ku" Arkansas menepuk pundak Lucas dan berlalu dengan kedua tangan dikedua kantung celananya.


Lucas tersenyum dan mengangguk haru.


"nah...kau perlu pelukanku?" jenaka Rion.


"tidak terima kasih aku masih normal" tolak Lucas dramatis.


hughhhh....


"take care brother!" Rion memeluk Lucas dengan hangat.


"thanks....." jawab Lucas sendu.


kini semua anggota Wiguna sudah berdiri didepan pintu keluar Mansion.


pria didalam mobil Range Rover hitam itu melambai dengan James yang sudah bersiap mengantar.


"selamat tinggal semua,Lucas pamit"


mobil melaju pergi dengan derai air mata Anggi mengiringi.


Lucas dan kehidupannya yang kelam.


..........⚜️...........


Derap langkah kaki berlari terburu-buru di lorong, lorong sunyi itu seketika ramai oleh beberapa orang berlari dengan wajah bahagia berderai air mata.


"Boys,cepatlah!" Arkansas menggendong tubuh kecil putrinya sambil berlari meninggalkan kedua putranya dengan wajah penuh bahagia.


"anak sialan! dia lupa apa ayahnya ini sudah tua?!" Rafendra menggerutu.


mana lagi dirinya harus menggendong Arshenio yang mendadak tak ingin dengan para ayahnya yang lain.


ruang VVIP itu terasa ramai oleh puji syukur semua orang.


wanita cantik itu akhirnya membuka mata dengan semua alat medis yang sudah dilepas oleh Gabril kecuali cairan infusnya.


"mommy.....hiks....mommy!!" Isak Gadis kecil berkuncir dua itu haru.


wanita cantik dengan manik teduh itu tersenyum manis.


"putriku........."


dan ibu juga ketiga anaknya itu berpelukan haru,meski terbaring diatas ranjang,namun kebahagiaan Liora terasa hingga menembus batas hidupnya.


Arkansas,pria yang berdiri dengan air mata berlinang itu merangkul anak dan istrinya bahagia,keluarga kecil itu berpelukan dengan tangis pecah dua pangeran iblis Rayga dan Arshenio.


"kamu pulang padaku dear... terimakasih sayangku" Arkansas mengecup kening istrinya bahagia.


dirinya kembali,kembali dengan perjanjian ......


...Sayonara..... Ending...



CONGRATULATION ..........👏👏👏👏


TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG SELALU KASIH SUPPORT DAN TUNGGU UPDATE SELANJUTNYA DARI SPIN OFF MBT.


........⚜️........


spin off sudah ganti judul ya..cek profile



...LOVE YOU GUYS...


El sudah update novel lagi ya..


Kisah pertemuan antara penembak jitu yang cantik dan presiden direktur yang mendominasi..



cek profil ya guys....