PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
First step Dexter



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....🌹


⚜️ Happy Reading ⚜️


hari ini Mansion besar keluarga Wiguna tengah sepi,para pria tengah sibuk-sibuknya mengurusi pengiriman senjata api ke Rusia sedang putra sulung Rafendra sedang sibuk menghabiskan waktu bersama sang istri,jadi di Mansion hanya ada Anggi,Ara sang putri dan Freya.


hingga pagi yang tenang itu menjadi heboh karena kedatangan seorang pria muda tampan yang datang ingin bertemu tuan putri mereka,Arabela.


"jadi Tuan muda Dexter,ada hal apa anda ingin bertemu dengan putri saya?" Anggi duduk dan tersenyum ramah pada anak muda yang tengah duduk tenang dihadapannya.sungguh penolakan Ara waktu di kantin beberapa hari yang lalu membuat semangat Dexter makin membara untuk bisa mendapatkan gadis manis nan unik putri bungsu tuan besar Rafendra itu.dan karna melihat situasi yang cukup aman terkendali,Dexter bergerak cepat saat Rafendra beserta para pria penjaga Gadis itu sedang tak ada.


Disamping Anggi sudah duduk Ara dengan wajah canggung dan nampak terlihat gelisah,sungguh Dexter suka reaksi menggemaskan gadis remaja itu.ayolah dia bosan melihat para wanita yang sangat tidak tau malu dengan terang-terangan menggoda dirinya bahkan saat dia menolak mereka dengan kasar sekalipun.tapi gadis ini unik,Ara bahkan terlihat tidak terpesona pada segala yang ia miliki.wajah tampan,harta yang melimpah serta latar belakang yang sempurna sebagai pasangan hidup.sungguh fikiran Dexter sudah melayang terlalu jauh.


Dexter tersenyum lembut menatap Ara yang sudah salah tingkah karna ia perhatikan sejak awal,dan itu semua tak lepas dari pandangan jeli sang ibu.Anggi mengulas senyum misterius melihat putrinya kini sudah mulai beranjak dewasa,sudah ada pria jantan yang mulai berani melirik putri kesayangan raja Tiran Rafendra itu,dan Anggi sangat antusias melihat bagaimana Dexter akan menghadapi para iblis pria di keluarga nya.


"maaf Nyonya Veleri sa-"


"tidak....tidak..panggil mommy saja" potong Anggi cepat saat dirinya tak menyukai panggilan terlalu formal dari anak muda yang sudah dicap-nya sebagai calon menantunya itu,sungguh Anggi sudah gila! jika suaminya tau entah bagaimana Rafendra akan menghadapi kegilaan sang istri?.


"begini mom,saya kemari ingin meminta izin anda untuk mengajak Ara jalan-jalan jika boleh?" tanya Dexter halus,lihat bahkan senyum-nya sangat tampan hingga membuat Anggi meleleh gemas,ayolah pria muda ini begitu mempesona hingga ia rela bila Ara harus pergi dengan Dexter.


"hahaha...aduh kenapa minta izin begitu, pergi saja mommy tidak sekeras itu melarangmu membawa Ara jalan-jalan" balas Anggi ramah,Ara melongo.sungguh ayahnya akan mengamuk nanti jika ia pergi saat tak ada Rafendra disini dan yang mengajaknya pergi adalah seorang laki-laki! ayolah kemana akal sehat ibunya ini?.


"mom......tapi nanti dad-"


"tidak perlu cemas sayang,biar Daddy jadi urusan mom" potong Anggi cepat sembari menatap Ara tajam.


Ara.gadis itu mendesah frustasi melihat betapa antusias sang ibu menerima dexter.pria ini benar-benar punya sihir! ibunya bukan orang yang mudah menerima seorang pria yang ingin mendekati dirinya,lalu sekarang apa? Ara memicing tajam menatap curiga pada Dexter.dan pria itu justru tersenyum dengan lebar seakan tak berdosa.


"ingat Dexter,mom percayakan Ara sama kamu.jadi tolong jangan merusak kepercayaan saya, mengerti!!" suara Anggi berubah tegas dan Dexter sadar itu,pria itu mengangguk kemudian memberi sebuket bunga mawar merah pada Anggi dan sebuket mawar putih pada Liora.


"ini untuk mom sebagai tanda ketulusan saya untuk menjaga Ara,kalau begitu saya ucapkan terimakasih mom" ucap Dexter sopan.


Anggi menerima bunga itu suka cita,wanita paruh baya cantik itu kemudian melirik Ara agar segera bersiap.


sementara Ara naik kekamar ya untuk bersiap,Anggi pamit kebelakang dan tinggallah Dexter menatap ruang tamu megah mansion Wiguna itu,maniknya menatap terpesona sekaligus lucu pada figured Arabela kecil yang fotonya diapit oleh Arkansas dan Arion.


"sejak kecil kau bahkan sudah begitu manis sugar,entah keberuntungan dari mana hingga aku bisa bertemu denganmu" monolog Dexter sembari membelai bingkai foto Ara kecil.



"cantik bukan putri mommy?"


deg...


Dexter menoleh sembari menggaruk tengkuknya canggung,sumpah demi apapun pria itu benar-benar malu tertangkap basah tengah mengagumi sosok gadis kecilnya.


Anggi bertanya dengan senyum jahil diwajahnya,sungguh wanita paruh baya itu ingin sekali tertawa sekarang,namun tidak tega juga melihat wajah Dexter yang sudah merah padam.


"hehe..i...ia mom sangat...sangat cantik" balas Dexter salah tingkah.


"mom"


deg......


Dexter terpaku melihat sosok gadis manisnya turun dengan begitu cantik.



gadis itu tersenyum pada ibunya,namun sayang saat melirik Dexter.Ara tampak sedikit malu-malu.


"wah sudah siap putri mommy,sudah cepat pergi.ingat jangan terlalu malam pulangnya" peringat Anggi dengan lembut.



Dexter tak bicara apapun hanya mengangguk tidak jelas,sungguh jika wanita lain akan berdandan maksimal,tapi Ara? sungguh gaya berpakaian gadis itu begitu santai bahkan ia seperti tak berdandan sama sekali.


Greph....


"eh!!" pekik Ara kaget saat lengan Dexter tiba-tiba sudah merangkul pinggangnya.


"mom kami pergi" pamit Dexter sudah tak sabar menghabiskan waktu membawa gadis impiannya berjalan-jalan.


"baiklah,tolong jaga putri mommy" balas Anggi terkekeh gemas melihat kelakuan para anak muda itu.


setelah kepergian Dexter dan Ara,tak berselang lama sekitar 15 menit para pria muda tiba bersamaan dengan kedatangan Rafendra dan Bimo.


"selamat datang Tuan besar Rafendra,tuan Bimo dan para tuan muda" sapa Faren begitu para pria berbeda generasi itu masuk secara bersamaan.


"Dimana istri dan juga putriku Faren?" tanya Rafendra yang begitu terlihat tak sabaran melihat istri dan juga putrinya kesayangan nya.


"itu......." gugup Faren ,kepala maid mansion Wiguna itu nampak berfikir keras sembari tak berani menatap tuan besarnya itu.


"ada apa paman Faren? jawab saja pertanyaan Daddy!!" ucap Tristan yang sudah duduk damai diatas sofa ruang tamu.


"sebenarnya nona muda Arabela sedang keluar dan nyonya ada di dapur" jawab Faren cepat,matilah dia jika para iblis itu tau tuan putri mereka dibawa oleh pangeran iblis lainya.


"keluar ? dengan siapa?" tanya Bimo heran,tidak biasanya Ara keluar tanpa satupun kakaknya tau. sungguh Bimo memicing tajam menatap Faren seketika.


"JAWAB!!"


DEG....


Faren dan beberapa maid yang masih berjajar didepan pintu tersentak kaget saat suara menggelegar Rafendra terdengar mengerikan.


bahkan Anggi langsung datang dari arah dapur lantai bawah saat suara suaminya itu terdengar memenuhi mansion.


"ada-apa Rafen? mengapa kau berteriak suamiku?" tanya Anggi lembut,lihat bahkan ia masih membawa Penggiling kue ditangannya.


"kemana Ara sayang,kemana putriku?!!" tanya Rafendra tak sabaran.Anggi menghela sudah di tebak pasti kepergian Ara akan membuat suaminya kebakaran jenggot.


"Ara keluar jalan-jalan" jawab Anggi santai.


"dengan siapa mom,Diantara kami tak ada yang dikabari!!" suara James menyahut gusar.


"Dexter" jawab Anggi santai.


"APA"


"MOM BERCANDA?!!"


"ASTAGA!!"


"CANDAAN MACAM APA INI?!!"


"TIDAK....SIAL ANAK MUDA ITU?!!"


"BIMO MANA KUNCI MOBIL BIAR KUCARI ANAK MUDA KURANG AJAR ITU!! BERANINYA DIA MEMBAWA PUTRIKU!!" pekik Rafendra geram.


"rafen kembali!!" Anggi berucap berang dan saat itu juga langkah kaki pria paruh baya tampan itu berhenti.


"tapi sayang....dia membawa putriku,putri kecilku..." ucap Rafendra gusar.


"tidak.jangan macam-macam,aku yang mengizinkan Dexter membawa Ara!! awas jika kau berani melangkah dan membuat masalah,akan kukunci kau diluar dan jangan pernah tidur sekamar lagi denganku!!" tegas Anggi garang,Wajah Rafendra memucat.sungguh istrinya ini tak pernah main-main dalam berucap dan dia tak mau tidur diluar tanpa memeluk tubuh sang istri.


Anggi tersenyum puas lalu berbalik riang kembali kedapur untuk membuat makan siang.


........❇️........


Ara duduk canggung didalam mobil yang Dexter kemudikan.pria itu tersenyum lembut penuh kemenangan saat berhasil mengajak gadisnya keluar.


Greph...


Deg......


jantung Ara berdebar tak karuan saat tiba-tiba telapak tangan besar dan hangat Dexter meraih dan menggenggamnya erat.


Cup....


deg....deg....deg...


Blushhh ..


"tenang sugar,aku hanya memegang tanganmu bukannya memakanmu" goda Dexter tergelak puas melihat betapa merona nya wajah manis itu karenanya.


Kecupan pada punggung tangan Ara membuat gadis itu serasa ada ribuan kupu-kupu berterbangan menggelitik perutnya.


"jangan melihat Ara terus!! Li...lihat kedepan sana!!" ucap Ara gugup,sungguh ini hal asing yang baru pertama ia rasakan selama 18 tahun hidupnya.


"HAHAHA...rasanya melihat kedepan sulit saat disampingku ada seorang malaikat cantik duduk dan menebar bunga-bunga disekitar diriku" gelak Dexter menggoda Ara dengan senyum manis memikatnya.


deg....deg....deg...


"astaga mommy...Daddy jantung Ara kenapa? kenapa om ini mulutnya manis sekali?!! Ara harus lapor Daddy dan minta mami Zeline periksa jantung Ara? mana tau karna dekat sama om Dexter ada kena penyakit jantung?!!" batin Ara absurd.


Tukkhhhh....


"aduh!! kenapa om ketuk kening Ara sih?!! sakit tau!!" Ara mengomel kesal sembari mengusap keningnya yang baru saja disentil cukup keras oleh Dexter,pria ini benar-benar menjengkelkan.


Cup....


Deg.......


Blusssshhhh


"nah sudah tidak sakit lagi kan sugar,jangan melamun sayang dan jangan menyebutku om dalam otak cantikmu itu" ucap Dexter dengan santainya setelah mencium kening Ara seenak hati,bahkan ia tak merasa bersalah sama sekali setelah membuat jantung Ara semakin berdisko hebat dan wajah gadis itu yang sudah memerah seperti kepiting rebus.Dexter tertawa puas dalam hati,sungguh gadisnya sangat manis.


"Ara" panggil Dexter yang sudah menghentikan mobilnya disebuah restoran mewah di daerah Kawasan elit.


"i...ia" balas Ara masih berusaha mengumpulkan sisa kesadarannya akibat ulah Dexter.


"kamu cantik" ucap Dexter dengan senyum lembut nan tampan itu.


"a..apa??" Ara seketika salah tingkah sendiri.


HAHAHAHAH....


DEG...


tawa Dexter pecah seketika,pria itu memajukan tubuhnya kearah Ara.gadis itu seketika menutup mata erat dengan jantung yang sudah berdebar tidak karuan.


Klik........


"eh?!!" Ara linglung seketika saat seat belt itu terbuka dengan tawa tertahan Dexter disamping nya.


"puft..........muka kamu merah sugar? kau sakit hm?!!" goda Dexter tergelak seketika.


"atau.....kamu fikir aku akan menciummu sugar? tidak masalah!!" gelak Dexter kembali menggoda Ara.gadis itu mendelik dengan mata berkaca-kaca.sungguh ia malu dan ingin segera berlari memeluk ayahnya.


"eh...eh...eh...kok mau nangis Sugar?!! aduh...maaf sayang aku hanya menggodamu tadi" sumpah demi apapun Dexter panik saat melihat mata indah itu telah berkaca-kaca,sungguh sulit mendekati tuan putri raja Wiguna itu.


"hiks...Ara mau pulang!! Dexter jahat!! Ara mau ketemu Daddy Ara HUWAAAAAA...." nah kan,pecah sudah tangis gadis remaja manis putri kesayangan Rafendra itu.


Dexter menepuk jidatnya gusar.matilah dia!!.


"aduh bagaimana ini?!! masa kencan pertama sudah nangis begini?!! bisa mati aku jika para iblis raja Wiguna itu tau!! aduh berfikir Dexter....Berfikir!!" batin Dexter kalang-kabut.


Ting......


seketika seakan otaknya menyala terang.


Cup.......


dan saat itu juga tangis Ara berhenti dengan manik nya yang membola horor.


"Dex....Dexter cium Ara? beneran cium Ara? kenapa cium Ara?" gadis itu bertanya linglung sembari menyentuh bibirnya yang baru saja dikecup lembut oleh pria tampan itu.


Dexter tersenyum jahil lalu menyelipkan rambut Ara dibelakang telinga gadis itu.mengambil sebuah tisu dan mengelap air mata dengan lembut dan mengecup kening gadis itu sayang.


"jangan nangis Sugar,kalau kamu menangis begitu akan kucium lagi lebih ganas!! mau?!!" tanya Dexter jahil.Ara melotot dan menggeleng ribut,sungguh ia malu dicium oleh seorang pria.selama ini pria yang selalu mencium dirinya hanya Daddy ,para ayah dan juga kakak-kakaknya,dan mereka hanya mencium pipi dan keningnya saja.tidak seperti Dexter yang seenak hati mencuri ciuman bibirnya.first kiss miliknya!!.


"baiklah sekarang tunggu" Dexter segera keluar dan memutari mobil,pria itu membuka pintu samping dan mengulurkan tangannya pada Ara.


"this is we are first date" ucap Dexter lembut sembari membawa Ara masuk ke dalam salah satu restoran miliknya.


.........⚜️❇️⚜️..........


sementara itu ditempat lain.....


Minggu pagi yang cerah disambut kehebohan riang Liora yang sudah menantikan janji suami tampan nya untuk jalan-jalan.


dengan senang hati pria tampan itu mengosongkan segala jadwal sibuknya selama dua hari untuk menyenangkan sang istri tercinta.melihat wajah bahagia tanpa beban sang istri sungguh membuat hati pria itu berdebar hangat.


hari ini Arkansas memutuskan mengajak sang istri bermain di Disneyland,menikmati semua wahana yang ada tanpa gangguan siapapun termasuk adik bungsunya yang selalu menganggu acara kencan mereka dengan memaksa ingin ikut.astaga jika bukan adik perempuan satu-satunya sudah Arkansas buang adiknya itu ke samudra Atlantik!.


TBC................


see you next chapter 🤗