
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya.....🌹
...🦅...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🦅...
...🎄 H A P P Y N E W Y E A R S 🎄...
...#Healthy Hospital Flashback#...
Dokter paruh baya dengan rambut disanggul rapi itu nampak tersenyum ramah kala pasangan bak lukisan mahakarya itu kini duduk tenang dihadapannya.Sang pria terlihat begitu kaku dengan wajah dingin tak tersentuh sedang seorang bocah kecil kira-kira berusia 4-5 tahun nampak duduk dipangkuan sang pria dalam diam,bocah tampan itu begitu menggemaskan meskipun wajahnya nampak 11 12 dengan sang pria dewasa.sang wanita nampak tersenyum tak enak menatap wajah sang dokter penuh arti.
"jadi?!" lihat! pria tampan tanpa ekspresi itu bahkan tak mau repot-repot berbasa-basi dan sang wanita hanya bisa menghela nafas menatap sang dokter penuh sesal.
"khem......."dokter bername tag Carolina itu tersenyum tak masalah.lagipula pemimpin dari rumah sakit inipun sama saja dinginnya dengan pria tampan dihadapan-nya kini.
"baiklah Mr Wiguna,saya sudah diberitahu oleh kepala bagian Obstetri dan ginekologi, Dokter Zeline Prameswara Smith sudah memberi tahu saya akan kunjungan anda.baiklah mari Mrs Wiguna saya akan melakukan sedikit pemeriksaan pada anda" jelas dokter Carol ramah .
Arkansas berdiri membantu istrinya menuju sebuah brangkar untuk pemeriksaan.
"Mr bisa baringkan istri anda disini" ucap Carol profesional.
Liora berbaring dan Arkansas menggenggam tangan halus sang istri erat.entah iapun binggung mengapa ia dan istrinya justru dibawa kebagian Obstetri sedang yang ia tahu bahwa istrinya itu memang tengah kurang sehat.namun apapun itu Arkansas percaya sepenuhnya pada dokter hebat keluarga nya.
"sekarang saya akan sedikit bertanya dan Mrs Wiguna tolong jawab apapun yang saya tanyakan" jelas Carol tegas.Liora mengangguk paham.
"kapan anda terakhir kali menstruasi?" tanya Dokter Carol sembari mulai menusukkan jarum mengambil Sempel darah dari pasienya itu.
"akhhh.." pekik Liora kala jarum itu mulai masuk dan mengambil darahnya.
"tenang sayang...." bisik Arkansas lembut sembari mengelus wajah cantik Liora lembut.
"em.... sepertinya saya sudah telat bulan ini dokter" ucap Liora mengingat kembali siklus bulanannya.
Carole mengangguk dan kini menyimpan rapi Sempel darah Liora kedalam sebuah kotak alumunium steril.
dan kini setelah selesai mengambil darah, Carol kembali menuju mejanya diikuti oleh Arkansas yang memapah Istrinya.Raygan kecil duduk anteng menunggu kedua orangtuanya disebuah kursi di dekat lemari penyimpanan obat.
"begini Mr Arkansas,saya akan lakukan beberapa test untuk pastinya.saya telah mengambil Sempel darah Mrs Wiguna untuk menjalani test Hb,gula darah,skrining ,test genetik berupa test urine dan terakhir kita akan lakukan USG selama tiga periode.jika tebakan saya benar istri anda mungkin hamil! jadi rangkaian proses ini dibutuhkan,jadi selama tiga trismester anda harus rajin cek up" jelas dokter Carol ramah.
deg........
Arkansas mematung, Rayganta kecil bersorak riang dan Liora? wanita cantik itu tersenyum begitu haru mendengar setelah hampir 6 tahun lamanya mengingat usia Rayganta sekarang 5 tahun 6 bulan dan kini akhirnya ia dan suaminya bisa mendengar kabar calon bayi mereka lagi.sungguh! Arkansas sangat bahagia melebihi apapun kini.
"kau....kau benarkah dokter? jangan main-main denganku!!" sentak Arkansas masih linglung.
Carol menggeleng geli,wanita berusia 45 tahun itu mulai menulis sesuatu disebuah map entah apa.
"tapi........" Carol menjeda kalimat nya kala menatap wajah tegang Arkansas dan wajah takut Liora dihadapannya kini.bahkan Rayganta kecil sudah meloncat dari kursi menuju cepat memeluk ibunya takut.
"tapi apa Mrs Carol?" tanya Arkansas tajam.
menghela nafas sejenak dan Carol mulai merinding kala merasakan aura gelap dari saudara kembar pemilik gedung rumah sakit elit itu.
"begini...... seperti Mrs Wiguna harus sedikit berhati-hati pada kehamilan ini.bukan apa-apa kita akan tau saat pemeriksaan trismester pertama nanti.dan jangan terlalu lelah apalagi stress,dan tolong jaga pola makan anda Mrs.baiklah semua akan saya siapkan pada kunjungan kedua anda nanti!!" jelas Carol pasti.
akhirnya pasangan itu keluar dari ruang konsultasi begitu semua telah selesai dibicarakan.Rayganta terus menatap wajah ibunya dan perut rata tempat adiknya kini tumbuh.
"Aku akan jaga mommy dan adik!!" batin Raygan tegas.
"baiklah sayang.....jangan fikirkan kita akan tau saat datang satu bulan kemudian!!" seru Arkansas hangat mengecup kening istrinya perlahan diikuti Raygan yang mencuri kecupan manis di pipi sang ibu.
"Ar....jangan beri tahu mom dan Daddy dulu sampai dokter Carol memberi kepastian!" gumam Liora begitu masuk kedalam mobil.Arkansas mengangguk dan mengecup pucuk rambut Liora sayang.
...#the end#...
...........🦅...........
...# Flashback 2 tahun setelah kepergian Nixon#...
Gadis dengan kuncir kuda itu menangis sembari terduduk disebuah bar dengan deretan kelas Tequila dihadapan-nya.
ia menangis sembari melihat sebuah undangan yang ia lihat di Mansion Wiguna begitu datang ingin melapor misinya pada sang bos.
undangan yang ia ambil diam-diam dari meja tamu saat tak sengaja maniknya membaca nama yang tertera diundang tersebut.
"hiks......kau...kau benar-benar akan pergi dariku!! akuh....hiks...aku bodoh!! " Gadis itu menangis sembari meremas undangan yang tergenggam erat ditanganya.
Cristal.yah,gadis itu tau selama ini meski jarak telah membuat hatinya karam.namun Ia tau Nixon,Nixon.pria itu masih memberinya perhatian ! terkadang saat ia pulang larut dari misi dan memasuki rumah akan ada banyak masakan diatas meja.Cristal tau Nixon menyewa orang untuk menjaga dan memperhatikan dirinya dari jauh.ia tau betapa bodoh dirinya yang mengaharap cinta tak pasti ,namun Nixon tetap berusaha hingga.hari ini mungkin waktu pria itu sudah habis terbakar.
"hahahaha...hiks...hiks...sendiri lagi,seperti dahulu tanpa siapapun disini.disisiku!! hiks..kau menyedihkan Cristal kau menyedihkan!!' isaknya pilu.
sementara itu tanpa Cristal sadari,seorang pria dengan topi hitam lengkap dengan jaket kulitnya nampak menunduk mengepalkan kedua tangannya diatas meja tepat dibelakang Cristal duduk.
bar sekaligus cafe itu sungguh penuh dengan suara musik dan hilir mudik para pengunjung dengan segala aktifitas mereka.
Kriettt..........
kursi bergeser dan pria muda itu berjalan mendekat dan melepas jaketnya.
jaket kulit beraroma coklat itu kini membungkus bahu terbuka Cristal,gadis itu menegang kala sebuah lengan kekar melingkar memeluk tubuhnya dari belakang.
"hiks......" Cristal menangis,hangat tubuh itu ia rasakan lagi.
"kau...hiks..kaukah itu? hiks...lepaskan aku dan jangan seperti ini...jangan beri aku kehangatan hampa ini!" Isak Cristal sembari memberontak dengan sisa tenaganya .
"shhhhh......diamlah my Diamond,biarkan seperti ini sebentar saja dan jangan berbalik dan setelah ini mungkin kita tak akan bisa seperti ini lagi,ada seorang gadis yang menunggu diriku disana dan aku akan coba berikan hatiku padanya" bisik Nixon tepat menyapu daun telinga Cristal.Gadis itu terdiam menjerit dalam hati.apakah ini sudah benar? apakah ia salah dengan mempertahankan tembok hatinya? kini hatinya sakit dengan jiwa yang meraung penuh kerinduan.
"my Diamond,jika kau benar-benar tidak bisa menerima cintaku maka aku tak akan mengganggumu lagi,namun jika kau menerima diriku maka aku akan menunggu untuk yang terakhir kali di Bandara besok pagi.Cristal,tolong jangan lukai hatimu lagi! beri aku kesempatan" ucap Nixon lembut dan penuh kasih.
cup...........
Cristal menutup mata kala bibir hangat Nixon terasa mengecup lehernya dengan perlahan dan lembut.
"Ah....akhhh-" Cristal mengigit bibir bawahnya kala merasakan gigitan Nixon pada lehernya.
"aku mohon jadilah istriku Cristal dan aku akan tunggu jawaban darimu untuk terakhir kalinya"
Cristal berbalik cepat kala merasakan pelukan itu terlepas dan.
hatinya retak kala diluar tepat didepan pintu masuk ,pria dengan kaos putih dan topi hitam itu sudah memasuki sebuah mobil Bugatti putih dan melaju pergi tanpa berbalik.
Cristal bangkit dan berlari menyusul.cukup sudah! hancur sudah dinding tinggi yang melingkupi hatinya.
"Nixon....hiks....tunggu....berhenti!!!" Cristal berteriak pilu sembari berlari menyusul .
gadis itu panik.air matanya meleleh deras membasahi wajah cantiknya.
ia berbalik dan menuju parkiran dimana mobil SUV miliknya terparkir.
melaju kencang tak perduli malam kini disertai gerimis dan angin kencang.
sungguh ia menyesali pergi kesebuah cafebar pinggir kota seperti ini.
dan sungguh malam ini adalah malam yang benar-benar malang ,saat berbelok disebuah tikungan tajam,sebuah truk melaju kencang dari arah berlawanan dan hilang kendali hingga melanggar jalur dan keduanya bertabrakan seketika.
Brakhhhh.......
mobil SUV itu terseret hingga jatuh dijurang dimana pembatas nya hancur dihantam body truk sebelumnya.
"apa ini?" Cristal bermonolog sembari merasakan darah keluar membasahi kening dan wajah bagian kirinya.
dan mobil Cristal jatuh menghantam karang sebelum tenggelam di laut dalam nan sunyi.
semua terjadi begitu cepat dan saat gadis itu sadari,semua sudah terlambat.ia menutup mata tersenyum dan menatap bayangan ayah juga ibunya menarik tangannya saat air laut berlahan memenuhi seluruh rongga pernapasan nya.
"ini akhirnya....akhir segalanya dan maafkan aku Nixon...maafkan kakak Tristan...aku menyesal namun aku bahagia bisa bertemu ayah juga ibu" batin Cristal sebelum menutup mata membiarkan dirinya semakin tenggelam dengan dua sosok yang ia rindukan kini tersenyum mengulurkan tangan pada dirinya.cristal tak bisa menyalahkan takdir dan hanya bisa berdoa semoga kepergiannya tidak membuat siapapun bersedih nantinya.semoga!.
dan saat itu juga.
Nixon menatap sebuah titik merah dimana jaket kulit yang ia berikan pada cristal tadi telah ia pasangi detektor dan kini sinyal itu semakin lemah setelah tadi menyala merah tanda bahaya.
pagi datang.seluruh bagian jalan hingga lautan disisiri oleh para BE dengan pesawat helikopter,Drone, Speedboat bahkan penyelam.
Rafendra dan Arkansas mengerahkan seluruh kemampuannya para BE dan segala teknologi yang mereka miliki demi mencari wakil ketua Beta,Cristal.
Tristan menangis sembari ikut menyelam bersama Ryu,Marsel juga Xander.mereka memimpin tim penyelam sedang Axel,Rion,dan Arkansas sibuk dengan teknologi Drone dan sistem Sonar demi menembus lautan dan mencari jejak Cristal dengan seluruh kemampuannya.
Para ibu menangis dan berdoa di mansion menunggu kabar.
dan Nixon? pria itu mencari diam-diam meski pria itu tak tau bahwa pergerakannya diketahui oleh kepala IT BE dan sang Hades.biarlah hatinya terlalu hancur untuk berdiam diri.
seminggu berlalu dan akhirnya jenazah Cristal tak bisa ditemukan juga,hanya rongsokan mobilnya yang berhasil diangkat didaratkan tanpa sang pemilik.
Tristan menangis pilu dan selama setahun ia benar-benar terpuruk bahkan benar-benar off dari organisasi maupun kegiatan apapun yang keluarganya buat untuk menghibur dan menyemangati pemuda itu.Tristan berubah! meski terkadang tetap ceria namun siapapun tau dikeheningan malam pria manis itu menangis.
Nixon kembali ke Amerika dengan membawa luka baru yang kian merusak segala sifatnya.ia hancur tak lagi bersisa.
pernikahan batal,Nixon menjadi pria gila kerja.ia tak lagi hangat namun menjadi pria dingin tak tersentuh.
segala cara dilakukan Mathew namun semua percuma ,bahkan Nixon tak lagi menghubungi ketiga sahabatnya untuk sekedar bertanya kabar.pria itu mengubur diri didalam pekerjaannya.
...#off#...
...........🦅.............
Kini disebuah kamar mewah nan elegant dengan suasana tenang,nampak sebuah keluarga kecil nan bahagia tengah terbaring diatas ranjang dengan sang anak memeluk erat perut sang ibu dengan sang ayah yang terlihat tersenyum simpul mengusap surai halus istrinya.
"mommy..apa Lay akan jadi seolang kakak? apa Lay akan dapat adik?!!" tanya bocah tampan dengan piyama tranformer itu antusias.lihat! bocah kecil itu bahkan membuka sedikit piyama tidur sang ibu dan mencium perut rata ibunya seakan mencium adiknya disana.Liora terkekeh dan Arkansas mendengus jengah,bisa saja modus si tiran kecil ini! .
"hihihi.....geli sayang....perut mommy jangan dicium terus" kekeh Liora menarik hidung mancung putra kecilnya . Raygan terkekeh dan semakin menenggelamkan wajahnya di perut wangi sang ibu.
hingga......
drttt..........
telpon rumah di sudut kamar berdering.
Arkansas bangkit dari ranjang dan meraih gagang telepon itu.
"hm...." Arkansas berdehem singkat terlalu malas berbasa-basi saat waktu berharga bersama istri dan putranya terganggu.
"sir....ada pesan dari tuan besar Rafendra.tuan muda Axel sudah mengirim email mohon di cek" suara Dyazel terdengar jelas dan Arkansas hanya bisa menghela nafas.apa tidak bisakah mereka melihat waktu jika ingin menganggu? tidak lihatkah ini sudah malam? rasanya ingin sekali pria itu mencincang tubuh ayah serta saudara-saudaranya itu.
"hm" balas Arkansas malas dan menutup sambungan telepon begitu saja.berbalik dan menatap hangat sosok manis istrinya yang tengah menepuk punggung kecil putra mereka yang nampak tidur pulas.
"sayang.....apa Rayganta akan tidur disini lagi? aku mau makan besar lho ini sayang..." Arkansas merengek manja disambut dengusan malas istrinya.
"puasa dulu" balas Liora santai.Arkansas mendesah,ayolah juniornya sudah berkedut sejak mengingat bagaimana montoknya tubuh istrinya kala mengganti pakaian istrinya. dan malam ini apakah ia harus puasa lagi? rasanya Arkansas kini melihat putra kecilnya bagai kutukan!.
"hah.....main solo lagi terpaksa" desah Arkansas menatap jengkel wajah manis istrinya yang kini terkekeh geli.
akhirnya pria tampan berwajah suram itu memasuki kamar mandi dengan celana piyama yang sudah menggembung terasa sakit lah juniornya.
"bye Daddy....." lambaian nakal Liora terbit sebelum pintu kamar mandi itu tertutup rapat dengan wajah jengkel suaminya.
"heheheh....maaf dad kau halus kalah malam ini!!" Rayganta mengintip sejenak sebelum benar-benar tenggelam didalam pelukan hangat sang ibu tercinta.
inilah devinisi bocah licik nan picik bahkan pada ayah sendiri ia tak mau mengalah.Arkansas benar-benar sukses menciptakan iblis licik kecil dalam pernikahan nya.
...TBC...