
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya...🦅
...🦅...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🦅...
...🎄 H A P P Y N E W Y E A R S 🎄...
Liora terbaring tak sadarkan diri diatas ranjang kamar mewah utama Mansion.sungguh para maid bahkan Dyazel sangat berterima kasih pada tuan muda kecil mereka yang bisa membuat pintu area terlarang ini terbuka.
Raygan mengusap wajah ibunya sayang,dan sesekali mengusap air mata kala mengingat bagaimana ibunya tak sadarkan diri tadi.
"mommy...wake up please,i need you mommy!" bocah tampan itu berbisik lirih dan mulai ikut berbaring disamping tubuh Liora dan memeluk leher ibunya itu dengan sayang.
para maid menatap haru sosok tiran kecil yang begitu menyayangi ibunya itu.
sementara itu......
Gerbang masuk tanah pribadi Wiguna terbuka dengan gerakan panik para penjaga, bagaimana tidak? mobil Lycan Hypershot itu melaju kencang bak kesetanan.
Arkansas panik.pria tampan itu merutuki betapa luasnya dan panjangnya jalan menuju Mansion.salahkan saja Rafendra yang membangun tempat tinggal dilahan pribadi dengan jalan yang hampir sejauh 100 kilometer hanya untuk sampai dari gerbang masuk ke gerbang utama.
Ckitttt......
Brakhhhh.....
begitu mobil berhenti ia keluar dengan tergesa-gesa tak perduli lagi kaca pintu mobil sport mewah itu retak seketika.ia berlari memasuki Mansion tak perduli wajah tercengang para pekerjanya.kemana pria tenang dengan seringai keji itu? kini yang ada hanya sosok pria tampan dengan wajah panik dan ketakutan.
"****!!!" umpat pria tampan itu kala merasa lelah berlari di lorong demi lorong menuju ruang keluarga dan akhirnya setelah 10 menit ia berhasil mencapai pintu Lift.
..........🦅..........
Brakhhhh....
Raygan tersentak kaget kala mendengar suara dobrakan pintu yang sangat keras.terbukti bocah kecil yang biasanya tenang itu kini terlihat emosi kala melihat sosok ayahnya berjalan cepat dengan tatapan yang tak lepas dari sosok ibunya .
"kau gila dad? tidak bisakah kau lebih tenang?! jika mommy kaget bagaimana?!!" sembur bocah tampan itu jengkel.
"Tuan" sapa Dyazel yang kini masuk bersama Gabril.lihat wajah tanpa dosa dokter tampan itu kala menatap remeh wajah panik Arkansas! sungguh rasanya jika tak ingat saudara akan ia hancurkan wajah menjengkelkan dokter satu ini!.
"apa yang kau lihat?!! cepat periksa istriku!!" amuk Arkansas emosi.Gabril tersentak ia mengelus dadanya akibat bentakan si tiran.
"ia..ia...kau tak perlu berteriak begitu,beri sedikit waktu untukku bernafas kenapa? kau tak tau betapa jauh jarak Mansion ini dengan Healthy Hospital? hais.....ka-"
"DIAM!!"
"ASTAGA!" pekik Gabril dan Dyazel kala suara emosi Arkansas dan Rayganta bersahut bersamaan.
"papa jangan banyak bicala!! cepat peliksa mommy Layganta!!" ini lagi si bocah iblis satu,tidak bisakah bersikap layaknya bocah berusia 5 tahun normal? mendesah dan melangkah mulai menyiapkan peralatan medisnya.Gabril merasa bagai diawasi oleh malaikat maut saat ini.
".........." Gabril terdiam.pria tampan itu menatap Arkansas dan Rayganta sembari merapikan stetoskop dan memasukkannya kembali ke tas dokternya.
"huft........Ar.... sebaiknya bawa istrimu ke rumah sa-"
"Apa?!!.. ada-apa dengan istriku?! dia sakit apa Gabril?!!" tanya Arkansas panik memotong apa yang Gabril ingin ucapkan.
"di-"
"papa ini lemot cekali!! mommy itu cakit apa? cepat jawab papa!!" tambah Rayganta cepat.
Gabril melongo! pria itu mengelus kembali dada sambil bergumam.
"sabar....sabar.....ini iblis dua belum juga selesai bicara sudah main potong saja!! lama-lama ku suntik mati juga ini dua makhluk!!" batin Gabril jengkel.
"baiklah jangan potong ucapan ku dan diam!!" sentak Gabril emosi.
kedua pria tampan berbeda generasi itu mengangguk patuh dan kini Gabril akhirnya bernafas lega.
" Liora tak apa,ia hanya kelelahan.tapi........untuk hasil yang lebih pasti,pergilah ke pusat kontrol kesehatan milik mami Zeline.karena aku menemukan sesuatu yang mungkin hanya mami Zeline yang bisa pastikan .lagi pula aku bukan spesialis bagian itu" jelas Gabril sambil bangkit dan mulai menepuk bahu Arkansas penuh arti.
hening.........
Arkansas menatap Rayganta yang begitu lembut memeluk Liora.Berbagai asumsi mengambang dalam fikiranya.
"baiklah.Dyazel, katakan pada James siapkan mobil keluarga aku akan menyetir sendiri!" titah Arkansas pada kepala pelayan Mansion nya itu.
"right sir!" ucap Dyazel tegas dan berlalu cepat.
Arkansas berjalan perlahan kearah istrinya.
"sayang.......bangun Liora,kita kerumah sakit sekarang!" Arkansas menepuk pipi istrinya lembut dan Raygan sudah keluar menuju kamar berganti baju agar bisa ikut dengan ayah juga ibunya.
"engghhh....Ar...." Liora memanggil suaminya serak,kepalanya pusing dan ia sangat berat membuka mata.
Arkansas tersenyum tipis dan mulai meletakkan tangannya pada tengkuk dan bagian lutut istrinya dan mulai membawa tubuh rapuh itu menuju kamar mandi.
"hiks..... kepalaku sakit Ar...aku mau tidur" rengek Liora sembari mulai menangis.entah? Liora sendiri bingung padahal sesakit apapun ia tak pernah cengeng seperti ini.
"ia...sayang...ia...aku akan membawamu kerumah sakit ,tapi sebelum itu biar aku basuh wajah cantik istriku dulu" balas Arkansas lembut.
pria itu meraih sikat gigi dan pasta nya.
"buka mulutnya sayang.." titah Arkansas lembut.
setelah selesai menyikat gigi istrinya,Arkansas meraih sabun wajah dan mulai membersihkan wajah cantik istrinya sementara Liora duduk diatas closet dan bersandar nyaman didada bidang Arkansas sembari pria itu berdiri dan merawat istrinya dengan sabar.
meraih sebuah handuk kecil dan membasahinya .
setelah selesai membersihkan istrinya,Arkansas membawa tubuh Liora kedalam walk in closet dan mulai meraih sebuah dress simple dan mulai membuka baju istirnya untuk ia ganti.
Glek....
"sabar Kansas....sabar....istrimu lagi sakit jangan gila!!" batin Arkansas menahan gejolak menatap betapa indah tubuh istrinya yang begitu terjaga walau sudah melahirkan sekalipun.
"baby....kok rasanya gunungmu lebih besar dari terakhir kali?!!" goda Arkansas jahil sembari menoel puncak gunung merah muda merekah itu gemas.
Blushhh....
Liora merona,ia menutupi dadanya dengan cepat dengan menyilang kedua tangannya dan menatap Wajah tampan Arkansas tajam.
"jangan main-main!!" ancam Liora jengkel.
Arkansas terkekeh dan kembali melanjutkan kegiatannya memasangkan bra hitam berenda itu ditubuh istrinya dan sesekali mengecup puncak gunung ranum itu lembut .
Liora merona,meski suaminya adalah raja mesum tak tertolong.namun perlakuan manis nan hangat dari pria itu mampu membuat dirinya bahagia apapun ulah jahil yang dilakukan oleh si tiran tampan itu nantinya .
"alright....done!!" gumam Arkansas puas menatap hasil pilihannya pada penampilan Istrinya.Liora kini terlihat sangat manis dengan dress berbahan chiffon dengan model Fairy white dress itu.
Liora tersenyum dan menatap pantulan dirinya didepan cermin full body diruangan itu .
"terimakasih suamiku" gumam Liora lirih menatap sosok Arkansas yang kini sibuk mengganti kemejanya sendiri.
"Daddy....mommy.... Layganta siap!!" Liora tersenyum lembut mendengar suara ceria putra kecilnya dari balik pintu walk in closet.
Liora membuka pintu walk in closet bersama dengan Arkansas yang sudah selesai dan kini merangkul pinggang ramping Istrinya lembut.
Liora dan Arkansas saling melirik takjub melihat betapa tampan dan menggemaskan putra kecil mereka itu.
"putra mommy sangat tampan!! astaga lihatlah Ar....kalian seperti pinang dibelah dua!!" pekik Liora gemas sendiri.
bocah tampan dengan topi putih itu tersenyum riang sambil berjalan cepat mengangkat tangannya meminta digendong oleh sang ayah.Arkansas terkekeh dan terkadang bingung sendiri,sekali waktu bocah kecil hasil racikan ya itu begitu memusuhi dirinya karena memonopoli Liora dan terkadang bocah itu akan sangat manja layaknya anak normal lainnya.yah,meski Arkansas tau perilaku putranya itu memang tidak normal.
"Alright!!! now,kita akan kerumah sakit papi Rion dan periksa mommy!!" celetuk Arkansas semangat,Lihat! bahkan Rayganta kecilpun tak kalah semangat dan dengan riang mengangguk ribut sembari mengangkat kedua tangan kecilnya semangat.
"aye...aye captain!!" seru Rayganta sembari menciumi pipi Liora riang.Liora terkekeh dan bersyukur rasa peningnya sedikit berkurang melihat kehebohan kedua jagoannya.suami dan putra kecil kesayangannya.
kini mobil mewah Lamborghini urus berwarna hitam itu mulai meninggalkan area tanah pribadi Wiguna.
"Daddy....apa sakit mommy palah?" tanya Rayganta dipangkuan Liora.
"dad tidak tau boy,kita harus cek up mommy dulu baru bisa tau apa yang terjadi" balas Arkansas menjelaskan dengan sabar.Rayganta menatap wajah pucat ibunya penuh kasih,bocah tampan itu menaikkan telapak tangan kecilnya dan mengusap pipi Liora lembut .
"mommy jangan sakit ya, Layganta tidak mau mommy sakit" ucap bocah tampan itu sendu.Liora tersenyum memeluk erat putra kecilnya itu penuh haru.sungguh ia beruntung dikaruniai seorang anak yang begitu penuh kasih sayang pada orangtuanya,Liora akan terus menyayangi dan memberi arahan untuk tumbuh kembang buah hatinya itu.berharap agar Rayganta bisa tumbuh tanpa kegelapan seperti dirinya dulu dan berharap putranya tidak perlu menantang bahaya seperti jalan hidup suaminya .
perjalanan diisi dengan celetehan riang Rayganta ,menjaga agar sang ibu tidak tertidur.
...........🦅...........
Kini nampak seluruh penghuni lobby rumah sakit elit Healthy Hospital terlihat heboh kala sosok pasangan bak lukisan itu berjalan memasuki area rumah sakit dengan sang pria menggendong seorang bocah kecil nan tampan tanpa ekspresi diwajahnya.
"Brother!!" Arkansas berhenti kala mendengar suara Rion saudaranya.Liora mengangguk dan tersenyum tipis menatap wajah sumringah Rion menyambut mereka.
"mari naik ke lantai tiga,ruang dokter Carol!" jelas Rion berubah malas kala tak mendapati ekspresi apapun diwajah es kutub dihadapannya itu.
dan disinilah mereka,memasuki lift dan menuju lantai tiga dimana kini Raygan sudah turun dan memilih menggandeng tangan ibunya mengabaikan dua pria dewasa tampan dibelakang mereka.
..........🦅.........
beridiri dengan tatapan kosong memandangi sebuah jurang dihadapan-nya.Tristan,pria manis itu yang dulu begitu suka merusuh dan sumber tawa kawan-kawan serta keluarganya itu kini telah berubah.wajah babyface nya telah berubah menjadi lebih dewasa seiring waktu berlalu.
menghela nafas dan tersenyum kecut mengingat takdirnya.
"kak.apa kau bahagia meninggalkan diriku? aku hanya punya dirimu saat ayah dan ibu pergi, tapi..................." terdiam kala rasa sesak mulai menghantam jiwanya.
"tapi kau pun meninggalkanku juga kak!! A...apa salahku?!!" pria muda dengan wajah manis itu benar-benar terpukul.dihari dan tempat yang sama yang ia lakukan selalu seperti saat ini.berdiri,bersimpuh dan akhirnya menangis pilu.
Pukh.....
sebuah tepukan ringan dikedua bahunya menyadarkannya.ia mengangkat wajahnya dan melihat dikanan tubuhnya berdiri sosok pria tampan yang tengah tersenyum hangat padanya.dan dikirinya berdiri pria lainnya dengan sorot sendunya.
"Tristan.......kau sudah dewasa brother,jangan berlarut-larut dalam kesedihan ini! kami masih ada untukmu begitupun dengan para ayah dan ibu lainya" ucap pria dengan kaca mata hitam dikananya.
"maafkan Aku brother,jika saja aku bisa mendeteksi dengan cepat!" dan pria dikirinya mulai berucap sendu sembari menatap mata Tristan penuh penyesalan.
pria itu, Tristan.ia menggeleng bijak lalu berucap tegar.sudahlah dirinya bukan lagi anak bawang yang harus berfikir seperti anak remaja lagi,ia sudah 25 tahun dan waktu perlahan membawa dirinya menuju kedewasaan.
"bukan Axel.itu bukan kesalahanmu, lagipula tempat ini adalah titik buta tanpa kamera pengawas,ini adalah takdir dan inilah yang terjadi" ucapnya bijak.
ia menoleh kebelakang dan disana dapat ia lihat seluruh saudara inti berdiri di sisi mobil mereka menunggu dirinya dengan senyum hangat mereka.
"terimakasih" gumam Tristan sembari mengigit bibir bawahnya menahan haru.
"jangan bicara lagi,mari pulang hari mulai gelap" titah Arkansas dingin,yah.wajah diktator itu selalu tak berubah meski kini pria tampan itu telah memasuki kepala tiga.
..........🦅🎟️🦅..........
Seorang pria dengan kaca mata hitam dan mantel hitam berdiri tegak dengan wajah sendu didepan sebuah jurang,bahkan dibalik wajah sendu itu tak bisa menutupi perubahan yang terjadi pada dirinya.pria itu telah berubah setelah waktu berlalu 4 tahun lebih lamanya.
"aku datang my heart" gumam pria itu sendu.dibalik kaca mata hitam itu manik pria itu memerah dengan lautan kehampaan yang terus menggerogoti hatinya waktu demi waktu.
kepalanya menengadah menatap langit yang nampak mulai beranjak malam.telapak tangannya menyentuh dadanya yang terasa nyeri.sudah dirinya coba! sudah ia coba melupakan rasa sakit ini bertahun-tahun yang lalu,namun.namun wajah cantik dengan senyum tegar yang terasa kosong itu begitu membayangi setiap ingatannya.
memandangi kebawah dimana jurang gelap dengan lautan gelap terpantul dimaniknya.ia mendesah dan mulai melempar buket bunga yang ia bawa dengan hati yang kembali hancur.
"andaikan dulu aku lebih keras memaksamu,mungkin kini kita bisa hidup bersama.dan aku akan membuatmu perlahan mencintai diriku.maaf...maafkan aku" pria itu luruh dengan lutut yang menopang seluruh tubuhnya.dibibir jurang ia menangis,lagi dan lagi.
"ARKHHHH"
berteriak dan memukul kuat dadanya,hatinya sakit dan jiwanya meraung penuh kerinduan dan rasa sakit tak terpatri.
"AKU MENCINTAIMU MY CRISTAL...AKU MENCINTAIMU DAN AKU AKAN SELALU MENCINTAI DIRIMU MY BEAUTIFUL DIAMOND!!" teriaknya meraung pedih.
menunduk dan membiarkan angin malam mulai membawa rasa sakitnya jauh hingga mencapai jurang terdalam dari masa lalunya.
..........🦅...........
...TBC...
well...maaf beberapa hari tidak up,El ada urusan dan susah cari waktu dan ide cerita ini.jadi mohon kritik dan saran dari para reader El......Arigatou 🎄