
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....⭐
selamat membaca....🌹
⚜️⚜️⚜️My Beautiful Target ⚜️⚜️⚜️
Satu hari perlahan berlalu pergi....
hanya hidup seperti ini...
raga yang tidak bisa melakukan apapun...
hanya menginggat kenangan yang tersisa...
berharap ingin berharap...
waktu berganti mengubah roda takdir...
tangisan dan kenangan pahit itu...
bersandarlah dan pecamkan mata...
hatiku,jiwa dan nafasku...
hanya untuk melihat kepedihan berganti pelangi keindahan...
biarkan cintaku merengkuhmu...
mendekati jiwamu dan menggenggam bahagian untuk hari itu...
kutahu ini cinta...
biarkan raga ini menjagamu...
hanya satu hari dalam seribu tahun...
meski nafasku berakhir,cinta ini hanya milikmu..............
⚜️⚜️⚜️
"TIDAK.......WAJAHKU.....HIKS....ARRKH...."
prank.......
hancur...
Natasha mengamuk dan membanting apa saja yang terlihat oleh matanya,sedang Stefani mengangis meraung kala melihat betapa hancurnya wajah cantik yang ia bangga-banggakan kini terlihat hancur dengan luka sayatan serta kulit yang mengelupas.
"tenang sayang hiks...mami akan melakukan apa saja untuk mengembalikan wajahmu" Isak Rebecca sembari memeluk erat tubuh bergetar Natasha.
"Fani tenang ,mama akan meminta dokter terbaik untuk mengoperasi dan mengembalikan wajahmu seperti semula.mama janji sayang" bujuk Monica kepada putrinya itu.stefani terisak dengan manik mata yang memancarkan kebencian yang pekat.
"ini semua karena gadis j*lang itu mi hiks...dia ...dia mempengaruhi Arkansas untuk menyiksa kami berdua hiks...maka dari itu kami berusaha menghentikan niat jahatnya dengan mengirim pembunuh hiks..kami tidak bermaksud membunuh nya hanya menakutinya saja hiks...namun gadis kurang ajar itu justru mengadu yang tidak-tidak hiks...hingga kami disiksa seperti ini hiks...." Natasha mengadu dengan menambahkan sedikit bumbu kebohongan disana-sini.
"kau dengar mas!! putrimu sungguh tidak tau diri,kita sudah berusaha meminta maaf padanya.tapi apa?! dia malah menyakiti dan hampir membunuh putriku! mulai hari ini aku tidak Sudi kau sebut namanya didepan keluarga kita!" murka Monica berkilat nyalang.william bungkam dan tak tau harus berbuat apa saat melihat begitu murkanya Monica pada liora.
"cukup Natasha! Arkansas bukan pria bodoh yang bisa ditipu dan diprovokasi,jadi kalian jangan mengada-ada dan sebaiknya introspeksi diri jangan selalu cari masalah ! apa hukuman kalian belum cukup? papi tidak mau menyinggung keluarga besar Wiguna,cukup Natasha hentikan semua kegilaanmu! " bentak Kevin frustasi.pria itu benar-benar takut akan kekejaman yang bisa dilakukan putra Rafendra itu,bahkan pria muda itu bisa membunuh dengan mata tertutup.
"ada apa denganmu Kevin! putrimu disiksa seperti ini karena gadis tidak tau diri itu,sungguh pantas jika gadis itu hancur.bahkan kau lihat betapa keluarganya sendiri membencinya? jangan menghalangi putriku mendapatkan Arkansas,meski aku harus menjadi jahat untuk itu!" ucap Rebecca murka,Kevin terdiam mematung mendengar ucapan istrinya,apa ini? apa Rebecca gila mencoba menantang seorang Prince Wiguna ? Kevin bahkan bergidik akan apa yang akan menimpa keluarganya atas kekeraskepalaan istri dan juga putrinya.
"oh Tuhan tolong sadarkan keluargaku" batin Kevin nelangsa.
"benar,anak tidak tau diri itu harus diberi pelajaran.tapi sekarang sebaiknya kita pulihkan wajah putri-putri kita Rebecca,setelah itu kita fikirkan cara memberi pelajaran anak kurang ajar itu tanpa Arkansas ikut campur nanti" terang Monica dengan seringai liciknya.
Kevin dan William hanya bisa diam tak mampu lagi membujuk istri mereka,Kevin sudah berusaha namun Rebecca dan Natasha benar-benar keras kepala.sedang William ,pria itu dilema dengan kebimbangan yang nyata.Liora juga putrinya ,namun gadis itu sudah lama tidak menganggapnya.apa William harus mengikuti saran Monica? memberi pelajaran pada liora agar sadar siapa keluarga nya.
⚜️⚜️⚜️
sudah hampir dua hari liora,gadis manis itu berbaring lemas tanpa mau membuka kedua mata indahnya.dan pria tampan yang kini setia duduk menemani gadis itu dalam diam,sorot manik yang biasanya terlihat tajam dan tak bersahabat kini terlihat sendu dan terlihat guratan kekhawatiran dan kecemasan yang dalam.
Arkansas terduduk tegap sembari menggenggam telapak tangan halus liora,gadis manis itu membuat dunia kelam arkansas serasa jungkir balik hanya dengan tatapan teduh gadis itu.
"kak,kau kembalilah ke kantor.istirahatkan saja tubuh dan fikiranmu itu.gadismu tidak akan bangun hari ini,serum dan obat bius itu bekerja kira-kira 4 hari demi pemulihan racun grade A"Rion berucap kesal,Arkansas bahkan membebankan seluruh pekerjaannya pada Axel dan dia disini hanya duduk seperti orang bodoh menunggu hingga liora terbangun,sungguh Rion merasa putus asa atas kekeras-kepalaan saudara kembarnya itu.bahkan terakhir Axel sampai mengamuk akibat tumpukan berkas yang telah menggunung akibat ketidakpedulian bos mereka itu.Arkansas? pria tiran itu justru tidak perduli,biarkan saja para penjilat uang itu pergi,toh mereka yang butuh dirinya bukan Arkansas yang membutuhkan mereka.dasar Arkansas pria tiran Arogant !.
"Tidak! aku akan menunggu disini hingga gadisku bangun!" tegas Arkansas acuh.Rion memutar kursi duduknya menghadap Arkansas,wajah tampannya memerah menahan kesal.bersidekap dada dan menghembuskan nafas berat,Rion menatap nyalang pada Arkansas.bukan apa-apa hanya saja,tidak lucu jika seorang shadow BE pingsan karena lelah menjaga seorang gadis.sungguh Arkansas bahkan tidak tidur selama hampir 2 hari,bayangkan saja kantung matanya kini sangat mengerikan.
"oh ayolah brother! tidak separah itu hingga kau menjaganya seperti mayat hidup yang tidak tidur hampir dua hari! kumohon pulang dan istirahat sejenak jangan membuatku terkena amukan mom karna ulahmu" desah Rion frustasi,jemarinya mengacak rambutnya gemas sekaligus kesal melihat kekeraskepalan Arkansas.
"aku tahu hanya saja...aku ingin disini bersamanya menemani dirinya hingga saat terbangun akulah orang pertama yang dilihat " lirih Arkansas sembari mengecup punggung tangan liora yang terbebas dari jarum infus.
Rion terdiam beberapa saat,tidak menyangka sejauh ini perasaan saudara kembarnya itu pada gadis manis seperti putri Benedict itu.
"hm...baiklah begini saja,bawalah dia dan rawatlah di mansion tepat diruang kerjamu .bukankah disana terdapat ranjang dan ada ruang penyimpanan obat juga? bawalah dan aku akan datang memeriksa nya nanti,lagipula mommy dan dad sedang ke Jepang mengunjungi uncle lingga" terang Rion sembari menyandarkan punggungnya pada kursi kerjanya.wajahnya menengadah dan menatap atap ruang kerjanya.
"bolehkah aku membawanya ke sana?" tanya Arkansas tidak yakin.
"tentu saja,lagipula racunnya sudah bersih dan tinggal menunggu masa pemulihan berakhir" jelas Rion santai.
tanpa banyak kata lagi,Arkansas segera menghubungi Ryu dan memerintahkannya menyiapkan ambulans untuk membawa liora kemansion besar Wiguna.
⚜️⚜️⚜️
gadis itu terbaring tenang namun nampak keringat dingin mulai menghiasi wajah cantiknya.kening gadis itu mengeryit dalam
alam bawah sadar.....
seorang wanita berusia sekitar 40 tahun tengah berjalan menggandeng tangan mungil seorang gadis manis dengan senyum ceria pada wajah keduanya.
hamparan bunga tulip berjajar indah sepanjang mata memandang,wanita itu membawa gadis manis itu berjalan sembari menikmati keindahan hamparan bunga tulip sembari menikmati langit senja yang mulai memanjakan mata.
"mama ini dimana? kenapa mama baru datang sekarang,Naya kangen mama hiks....papa sudah tidak sayang Naya lagi hiks....Naya ingin ikut mama Naya benci papa hiks....." Liora mematung memandangi pasangan ibu dan anak perempuan yang wajahnya serupa dengan dirinya itu.
tes...tes....tes....
tanpa sadar Cristal bening itu telah jatuh dengan derasnya.
wanita itu tersenyum lembut sembari mengelus pucuk rambut putrinya.
"mama"gumam liora sembari mencengkram dadanya yang terasa nyeri.hatinya sakit dan jiwanya meraung menahan kerinduan.
"sayang,ini adalah tempat mama tinggal.disini mama tidak sendiri ada Oma dan opa Naya,dan Naya harus ingat .jangan benci papa sayang,papa tidak tahu apapun yang Tuhan takdirkan untuk kita.disini mama bahagia dan Naya juga harus bahagia,disana seseorang akan selalu ada untuk Naya percaya sama mama" Alisya tersenyum lembut pada putrinya yang tengah menggeleng keras padanya.
"tidak ma....Naya mau ikut mama ,papa sudah tidak ada lagi untuk Naya dan Naya benci dia! hiks......Naya kesepian ma,tolong hiks... tolong bawa Naya pergi hiks....hiks...Naya tidak sanggup lagi dalam kesepian ini ,Naya lelah ma" gadis itu terisak pedih.liora terjatuh bersimpuh dengan raungan yang menyayat hati,ingin dipeluknya tubuh sang ibu,namun tidak bisa tubuhnya menembus sosok Alisya dan tangisan pilu gadis dengan wajah seperti liora itu ,membuat liora semakin meraung pedih.
"TUHAN HIKS....SAKIT,SAKIT SEKALI HIKS....TOLONG AKU TUHAN TOLONGLAH HIKS......AARRKKHHHHH" liora berteriak sembari memukul keras dadanya,hatinya sakit dan seakan tidak cukup .pisau dan belati itu kian mengiris hatinya perlahan .
liora bangkit dan berlari mengejar bayangan sang ibu yang perlahan menghilang terbawa angin yang serasa menusuk tiap daging dan kulit dalam tubuhnya.
"MAMA.....MAMA....TOLONGLAH JANGAN TINGGALKAN NAYA MA....HIKS...BAWA NAYA PERGI HIKS...bawa Naya ma" suara teriakan liora melemah dan berganti dengan isakan kepedihan yang menyayat hati.
"mama aku ingin pulang" lirih liora dan terjatuh lemas diantara bunga tulip yang perlahan menghilang tergantikan dengan padang rumput yang diselimuti kesunyian mengiris hati.
"kau tidak sendiri ,aku bersamamu Liora Queensia Benedict.bangunlah sayang"
tangis liora berhenti saat suara maskulin namun terdengar pedih itu memanggilnya.
"siapa ? siapa sebenarnya yang telah memanggil ku? aku tidak bisa melihat semuanya gelap hiks.. siapa?" lirih liora putus asa.
alam nyata...
Arkansas terperanjat kaget saat liora meraung dan menangis dalam tidurnya, Arkansas mencelos sakit.apa yang terjadi? Arkansas menatap pedih kesakitan gadisnya.
"apa yang kau mimpikan baby? tolong bangunlah,kau menyakiti hatiku" gumam Arkansas miris,pria itu berbaring disamping liora dan merengkuh tubuh bergetar gadis itu memeluknya dan mengecup kening liora lembut.
"engghhh"
"jangan takut,aku disini bersamamu"bisik Arkansas kala liora mulai membuka matanya perlahan.manik coklat itu terbuka dengan pandangan kosong.
"kau telah sadar,akhirnya kau membuka mata indahmu baby.ada yang sakit,katakan padaku?" Arkansas langsung terbangun dan mendekatkan wajahnya demi menatap jelas ekspresi wajah liora,rasa panik dan bahagianya membuat pria tampan itu lupa segalanya.
"a...aku dimana? " tanya liora gugup saat wajah tampan Arkansas benar-benar dekat dengan wajahnya.gadis itu berusaha bangun dengan susah payah.
deg......
tubuh liora menegang kala kedua tangan Arkansas menahan bahunya dan memaksanya kembali berbaring.liora mengeryit kala melihat raut wajah penuh kelelahan pria tiran itu,ada apa? .
"kau berada di mansionku my lady,kau tertidur selama 2 hari lamanya dan ini adalah hari ke tiga"jelas Arkansas sabar.
"astaga,kepalaku sangat pusing semua terasa berputar" batin liora tanpa sadar memegang lengan Arkansas erat.pria itu dengan sabar membaringkan tubuh liora kembali dengan lembut.
"jangan banyak bergerak dulu,tubuhmu masih dalam pemulihan dan jangan keras kepala" desis Arkansas tajam saat liora berusaha bangkit dengan susah payah tadi .
deg....
"apa ini?" batin liora terkejut saat melihat kemeja putih kebesaran membungkus tubuhnya.
"ini" tunjuk liora pada kemeja yang melekat pada tubuhnya.Arkansas menyeringai penuh arti.
"itu kemejaku,aku tidak memiliki pakaian perempuan dan akhirnya kupakai kan itu padamu,bagus bukan?" tanya Arkansas dengan senyum jahilnya,hell! sejak kapan pria itu melawak, sebenarnya baju Ara ada namun sengaja saja ia ingin menjahili gadis manis yang telah membuatnya panik ketar-ketir.
"AAAAA KAU LAKI-LAKI MESUM....BERANINYA KAU MENGGANTIKAN PAKAIAN SEORANG GADIS" teriak panik liora sembari memandang bengis pada Arkansas yang justru membuat pria tampan itu terbahak gemas.sungguh lucu gadisnya ini! mata bulat coklatnya melotot memandanginya,bibir mungil yang mengerucut lucu serta wajah memerah entah karena marah atau malu? Arkansas tidak perduli selama ia bahagia.
HAHAHAHHA.....
"oh astaga hahaha...aku bercanda baby,maid yang mengganti pakaianmu hahah...kau fikir tubuhmu akan baik-baik saja jika aku yang menggantinya Hem? sudah pasti warna merah akan menghiasi kulit putih mulus itu" goda Arkansas semakin menjadi-jadi.
"ARKANSAS.........MESUM KURANG AJAR ....PERGI SANA"liora terengah-engah lelah berteriak dengan emosi menghadapi kelakuan absurd tidak terduga seorang Arkansas.liora spechless!.
"hahahaha... baiklah baby aku minta maaf,sungguh aku bahagia melihatmu telah sadar.sekarang tenang dan aku janji tidak menggoda mu lagi" ucap Arkansas dengan sisa tawanya,pria itu kemudian duduk disamping liora yang masih lemas meski bibirnya tadi berteriak dan memaki dirinya.
Arkansas membawa tubuh liora bersandar pada dadanya dan mengelus sayang rambut panjang liora sesekali mengecup kening gadis itu.liora? gadis itu menegang,meski berusaha menghindar apa daya Arkansas tidak suka ditolak dan tidak mau dibantah.
"tidurlah baby, sebentar lagi Rion akan datang dan memberimu obat" ucap Arkansas sembari terus mengusap pelan punggung liora hingga gadis itu terbuai dan mulai memejamkan mata.Arkansas tersenyum tipis dan mulai ikut terpejam sembari menghirup aroma manis tubuh gadisnya.
"sleep well my beautiful target"
TBC....