
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...🌹
🌹 Happy Reading 🌹
tiga orang gadis dengan kecantikan alami yang menguar indah berjalan dengan salah satu dari mereka duduk tenang diatas sebuah kursi roda.
"hah.....kapan kalian mengizinkanku berjalan sendiri?!!" suara kesal gadis manis bersurai coklat itu disambut kekehan geli dari kedua sahabatnya.
"Hihihi...Q!! meski kau sudah bisa berjalan lagi,tapi bukankah dokter bilang kau tidak boleh lelah? kita ini sedang jalan-jalan di sebuah mall,MALL Q.bukan sebuah minimarket" gelak Amber tak habis fikir dengan kelakuan sahabat manisnya itu.
"hais..... terserah!! habis ini kita kemana? bukannya pesanan mommy sudah kita ambil? lagipula aneh sekali,sejak kapan kalian suka jalan-jalan tidak jelas seperti ini?.dan mengapa kalian seperti menyembunyikan sesuatu? kalian mencurigakan!" Manik Liora memicing tajam,Kayra dan Amber nampak gelagapan namun tak lama kedua gadis itu hanya tersenyum cerah sambil berusaha tak terpengaruh tatapan mengintimidasi dari Liora,gadis itu tak sadar para pria disana menatap mereka lapar!.
"sudah ayo pulang,mommy Veleri sudah mengomel menunggu kita terlalu lama" ucap Amber berkelit.
"tidak....tidak...aku ingin jalan-jalan di taman kota sebentar,bukankah cuaca sangat cerah? lagipula aku sedang kesal.Arkansas,pria mesum itu sudah beberapa hari tidak memberiku kabar,entah kemana dia?!!" grutu Liora kesal,Amber dan Kayra saling melirik penuh arti kemudian tak lama mengulum senyum misterius tanpa Liora sadari.
"baiklah,tapi aku harus kembali Q.Nixon dan Kak Starla sedikit kesulitan dalam mengurus berkas GLJ jadi aku harus ke WJC meminta sekertaris Arkansas mengurusi hal itu" ucap Amber menyesal.
Liora mengangguk dan menatap Kayra intens.Kayra menghela dan tak lama tersenyum lembut.
"tak masalah ada aku bukan? kau pergilah selesaikan urusanmu atau kak Mathew akan mengamuk nanti" ucap Kayra terkekeh samar.
setelah Amber melambai dan memasuki mobil nya,gadis itu akhirnya pergi juga meninggalkan Kayra dan Liora yang sudah duduk di bangku panjang sebuah taman kota.
"Q apa kau haus? disana ada sebuah cafe,aku bisa memesankan kau jus apel?" tanya Kayra cepat saat melihat wajah Liora sedikit memerah disertai peluh yang mulai nampak.
cuaca mulai panas seiring matahari kian meninggi.
"Baiklah jus apel dengan madu dan juga......" ucap antusias Liora menggantung kala melihat senyum geli Kayra.
"ia...ia jus apel dengan madu dan juga susu creamer" kekeh Kayra geli,sahabatnya ini memang pecinta manis.
"hihihi...makasih Kayra cantik" tawa jahil Liora terdengar merdu ditelinga kayra.gadis itu terkekeh.
"sudah... lama-lama geli aku mendengar godaanmu" ucap Kayra sedikit bergidik ngeri.Tawa Liora pecah seketika,bukankah persahabatan mereka manis?.bolehkah siapapun merasa iri?.
sepergian Kayra,Liora duduk sendiri diatas kursi rodanya.menatap jauh pada beberapa anak-anak lucu yang nampak bermain bersama sembari tertawa bahagia.angin lembut menyapa wajahnya.
"wah....wah.....wah......siapa ini? haha...Natasha ternyata ada si gadis kampung cacat disini!!"
Dua orang wanita dengan pakaian ketat dan wajah make up tebal berdiri angkuh menghalangi pandangan Liora.
manik Liora yang awalnya memandang lembut kedepan seketika berubah dingin nan datar.
"Stefani....kau tidak bisa memprovokasi gadis cacat ini secara langsung! kau harusnya ingat para iblis itu" bisik Natasha pelan,wanita itu menatap gelisah wajah santai stefani.meski Natasha sangat ingin menghabisi Liora,namun ia tak bodoh berhadapan dengan gadis itu secara langsung.ia tak ingin menyinggung para Wiguna.
"hahaha...kau tenang saja Natasha,gadis cacat ini punya harga diri tinggi.ia tak akan melapor kita pada Arkansas,gadis itu tak mau dianggap lemas dan itu menguntungkan kita" balas Stefani licik.Natasha mengangguk dan tersenyum picik.
"mau apa kalian?" tanya Liora dengan wajah dingin dan intonasi suara penuh kemalasan.
Natasha mengeram,wanita itu terlihat mulai emosi saat wajah Liora benar-benar membuat dirinya merasa tak dianggap.
bughkh.........
Brakhhhh.........
Natasha tanpa sadar mendorong tubuh Liora dan seketika gadis manis itu terjatuh dari atas kursi rodanya.
"ishhh....apa maumu wanita murahan?!!" suara dingin penuh kemarahan Liora membuat tubuh Natasha bergetar sesaat.tapi tunggu? gadis ini hanya gadis cacat tidak berguna,mengapa ia harus takut? Natasha terkekeh sesaat.
deg........
manik kedua wanita itu melotot horor saat gadis yang disangka cacat tak berguna itu berdiri tegak menatap mereka nyalang.
dengan tertatih-tatih,Liora berjalan sembari menahan kesakitan luar biasa akibat hantaman pada lututnya yang terkena tanah sedikit berkerikil di taman itu.natasha mendorongnya cukup kuat!.
Greph......
"beraninya kau mendorongku!!" ucap Liora sarkas.
Liora mencekik Leher Natasha kuat,wajah gadis manis itu memerah penuh amarah.para pengunjung taman terpekik ngeri saat melihat wajah pucat pasi Natasha.
Stefani mencengkram kuat kedua telapak tangan Liora yang masih betah mencekik leher Natasha.
"APA YANG KAU LAKUKAN BIT*H?!! LEPASKAN TEMANKU??!" sembur Stefani yang kini kembali mendorong tubuh Liora hingga jatuh menghantam kursi roda yang tepat berada dibelakang tubuh gadis itu.semua orang segera menyingkir tak mau terlibat dengan dua model yang terkenal angkuh dan licik itu.kedua wanita itu kini berada di atas angin.
Liora sedikit meringis kala keningnya terantuk sandaran kaki kursi rodanya.
"KAU TIDAK SADAR HA?! KAU GADIS CACAT!! JANGAN PERNAH BERMIMPI BERSAMA ARKANSAS!! KAU TIDAK PANTAS,LIHAT ARKANSAS SEORANG RAJA DAN KAU BAGAI RAKYAT JELATA YANG MENGHARAPKAN SEBUAH BULAN DITANGANMU.SADARLAH WAHAI GADIS CACAT!!" sembur Stefani pedas.ke dua wanita itu tertawa hina menatap jijik pada sosok liora yang kini terlihat diam dengan tatapan maniknya yang kian mendingin.
gadis itu kembali bangkit dan menatap wajah mantan saudari tirinya itu,berjalan mendekat dan.
PLAK.........
Stefani jatuh tersungkur sembari menyentuh pipinya yang terasa panas disertai sudut bibir yang mengeluarkan darah.
"BANG*AT!! BERANINYA KAU MENAMPARKU!!" amuk Stefani geram.
wanita itu berdiri dibantu natasha.stefani dan Natasha melangkah cepat dan siap melayangkan tanganya menampar balik wajah manis yang selalu membuat mereka muak!.
Greph.......
deg....
kedua wanita itu menegang saat melihat sesosok gadis cantik dengan manik memerah murka.
"BEDEB*H!! BERANINYA KALIAN MENYENTUH SAHABAT KU!!" Kayra berdiri sembari mencengkram telapak tangan kedua wanita itu bersamaan.
"pergi dari sini atau kubunuh kalian!!" desis Kayra menahan sisi iblisnya.tunggu saja bagaiman gadis ini membalas nanti.
"hahahaha...papa tidak bergunamu sedang terpuruk dan kini jatuh miskin,dan kau tau.ibu bodohmu yang sudah menyatu dengan tanah itu pasti senang melihat putrinya pintar menggoda pria milik orang lain" hina Stefani ,wanita itu tidak sadar akan tatapan gelap Kayra.kedua telapak tangan Liora terkepal kuat,maniknya terpejam disertai suara nafas menderu cepat.jika kakinya tidak sakit,sudah pasti liora tak akan menahan diri membunuh wanita tidak tau diri itu.
"jaga mulut kotormu itu ja*lang!!" desis Liora tajam.
Stefani mengeram,wanita itu begitu membenci wajah manis nan tenang liora.meski marah gadis itu terlalu pandai menutupi ekspresi wajahnya.wanita itu berbalik dan melangkah pergi dengan kebencian yang teramat besar.
"perlu kubunuh mereka Q?! jika kau katakan ia,maka malam ini akan kulenyapkan mereka sekaligus.tidak perlu Arkansas turun tangan aku sendiri cukup!" geram Kayra tajam.
Liora menghela nafas meredam emosinya.
"tidak! tidak perlu,bawa saja aku kembali Kay.aku lelah" ucap Liora pelan.tak dipungkiri, kata-kata pedas Stefani begitu menusuk hatinya.apa ia sudah keterlaluan pada ayah kandungnya sendiri? walau bagaimanapun tidak ada kata mantan orang tua bukan? lantas liora harus apa?.
Kayra menatap sedih pada sosok manis sahabatnya itu.
"aku akan membalas mereka meski kau melarang sekalipun,aku janji!" batin Kayra penuh dendam.gadis itu melirik dengan wajah dingin nya.
"Kayra" panggil liora saat mobil jemputan mereka telah tiba.supir keluarga Wiguna membuka pintu sopan,pria tua itu tersenyum ramah pada calon nyonya masa depan nya itu.
"hm...kenapa Q" balas Kayra pelan.gadis itu masuk dan duduk, setelahnya Liora dituntun duduk disamping Kayra dan sang supir menaruh kursi rodanya di bagasi mobil.
"terima kasih pak Dendi" ucap Liora ramah,pria asli Indonesia itu mengangguk sopan kemudian berlalu menuju kursi kemudi.kayra menaikan pembatas kuris depan dan belakang agar mereka bisa berbicara leluasa.
"apa aku tidak pantas untuk Arkansas? apa aku akan membuatnya malu nanti?" tanya liora lirih.
Kayra meraih telapak tangan dingin liora dan menggenggamnya erat.
"jangan dengar mereka,Arkansas begitu mencintai dirimu dan rasa itu tak bisa kau beli dengan apapun! dia mencintai dirimu dan kau pun begitu,jadi tidak perlu dengar mulut kotor orang lain" ucap Kayra bijak.ayolah Kayra sendiri merasa malu mendengar ucapannya,lalu apa kabar dengan perasan Rion padanya? Kayra merasa amat menyesal pada pria tampan itu.
"jangan katakan apa yang terjadi hari ini pada siapapun Kay,aku tak ingin semua orang mencemaskan diriku" ucap Liora dengan senyum manisnya.Kayra mengangguk dan mengusap air mata yang entah kapan menghiasi pipi merona liora.
🖤🖤🖤
"kalian sudah mengecek gaun untuk acara itu?" tanya Anggi antusias pada para gadis yang kini duduk di taman belakang mansion .
para ibu ratu kini berkumpul semua bersama duduk melingkar dengan sebuah meja penuh aneka kue dan buah manis lengkap dengan minuman segar.
"hihihi.....sudah lah mom,samatha mendesain sendiri gaun yang akan kita semua kenakan.bahkan mami Selenia memanggil langsung tim dekor dari Hawai,hebat sekali!!" Ara bertepuk tangan heboh sambil menatap wajah geli Selenia yang baru saja tiba bersama suaminya Xavier.
Mansion mewah Xavier kini dipenuhi para wanita berbeda generasi.wajah para wanita itu begitu berbinar dan antusias.
"sayang,benar kamu dan Putra es Kaasan berhubungan?" Yura bertanya pada gadis cantik yang menatapnya malu-malu.
"em....Angel tidak tau,Ryu selalu lembut tapi terkadang dingin.Angel jadi kesal sendiri padanya" ucap Angel malu-malu,Yura tertawa senang melihat pilihan putra tunggalnya itu.
"jangan lama-lama pacaran sayang,cepatlah minta Ryu menikahi kamu.kaasan tidak mau kalah dari Veleri dalam menimang cucu" goda Yura pada model cantik itu.para wanita tertawa melihat antusiasme Yura menyambut angel dan lihatlah wajah merona gadis itu.
"Amber,bagaimana Axel? bukankah putra mami tampan? yah...meski terkadang menjengkelkan tapi dia pria yang cukup romantis bukan?" kali ini suara Zenit terdengar riang,wanita paruh baya itu menatap wajah merona malu Amber, puas! satu kata dibenak seorang dokter Zenit.calon putranya benar-benar luar biasa.selain cerdas,Amber juga mampu menandingi kemampuan senjata Axel dan itu cukup membuat zenit senang.
Amber sedikit termenung sebelum menjawab.
"Axel....dia...dia pria yang tampan Tante" ucap Amber sedikit gugup,ayolah melihat sosok ibu dari seorang Axel begitu anggun membuat kepercayaan diri Amber sedikit jatuh.
"hahahaha...jangan malu-malu sayang,mami senang kalau kalian benar-benar serius berhubungan" ucap Zenit santai.
"hah....bagaimana denganmu sayang,kata Tristan. Gabril masih kikuk dalam mendekatimu ? maaf ya Daisy,putra Tante itu hanya tau tentang racun dan sains,kalau soal percintaan dia nol besar! jadi maklum ya " ucap Zeline menatap wajah kikuk gadis incaran putranya itu.
"hahahaha...ia tante,Gabril memang pria yang sedikit kaku dan tidak bisa menggombal seperti James,jadi Daisy paham tidak masalah Tante" ucap Daisy tertawa geli.tanpa sadar wajah malu Alika sebagai ibu dari James si playboy yang sudah kelas kakap.
"haha...kau dengar Alika,sebaiknya cepatlah mencarikan gadis untuk putra nakal mu itu" gelak Zoya sembari bertos ria dengan Anggi.Alika berdecak kesal namun tak bisa membantah juga.
"Daisy,dimana Jessy mengapa ia tak ikut kemari? bukankah kau bilang kliniknya akan tutup cepat?" tanya Amber pada Daisy yang sibuk dengan cup cake nya.
"entahlah,dia bilang akan datang tapi tidak tau juga mengapa lama" jawab Daisy santai.
"siapa Jessy?" tanya Zoya,karna semua gadis disini adalah milik inti BE jadi ia tahu siapa mereka semua,tapi Jessy cukup asing baginya.
"sahabat kami Tante,dia seorang dokter hewan dan memiliki sebuah klinik perawatan hewan cukup besar di daerah Birmingham" jelas Angel sopan.
"wah...hebat sekali kalau seperti itu" puji Selenia takjub.
"ya sudah kita segera sudahi saja rapat kita hari ini,takut Liora tahu saat pulang tak ada kami di mansion" ucap Anggi yang diangguki Ara.
"ingat saat para putra kita pulang semua harus sudah selesai atau Arkansas akan menyemburkan lahar panas pada kita nanti" gelak Selenia tertawa geli sendiri.
semua terkekeh dan mengangguk cepat.
hening.....
semua telah pulang....
"honey, ngomong-ngomong soal cinta.kapan Xander akan membawa gadis nya pada kita? ayolah dia bahkan kalah oleh Arkansas keponakan dingin mu itu" desah Xavier frustasi.
"entahlah,anak satu itu begitu tertutup soal hubungan nya dengan wanita.tunggu sajalah" ucap Selenia lelah.
"semoga Xander cepat mengikuti langkah Arkansas" gumam Selenia lirih.
TBC.........