
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komen ya.....β
selamat membaca....πΉ
πΏπΏπΏmy beautiful target πΏπΏπΏ
dapat kubaca fikiranmu dan kutahu kisahmu...
kumengerti yang sedang kau hadapi...
sungguh suatu jalan yang sulit dan aku turut menyesal....
namun kutahu akan tiba saatnya...
jangan menyerah karena ku tahu kau pasti menang...
dalam nama cinta...
kutahu ini bukanlah jalan yang mudah...
saat kau siap beranjak dan hatimu siap terbuka...
jangan ragu karena hatiku telah memilihmu...
π€π€π€
seorang gadis manis tengah menghela nafas berat kala wajah tampan Axel terlihat sangat menjengkelkan kini menatapnya dengan senyum geli mengejek disana.
"kenapa kau masih disini!? sudah kukatakan aku tidak akan ikut terlibat proyek apapun bersama bos mesum dan gilamu itu !!" kesal liora menghadapi sifat keras kepala dan pemaksa seorang Arkansas.dan kini Axel,tangan kanan pria itu justru datang dengan perintah mutlak dari pria tiran itu.Liora mendesah frustasi.
"tolonglah Q,sekali ini saja kakak mohon padamu.proyek ini sangat besar bahkan kita bisa melihat langsung tambang berlian aset kerajaan bisnis Wiguna" kali ini Mathew bahkan ikut andil membujuk sang adik.axel diam saja,namun percayalah senyum mengejek diwajahnya benar-benar membuat liora kesal.
"kau tahu Mr Anderson,aku bersumpah jika bukan adikmu yang bertanggung jawab dalam proyek ini.maka bos kami tidak akan menandatangani kontrak proposal mu" Axel menyilang kedua kakinya angkuh sembari bersandar pada sofa dengan wajah tenang .tidak bos tidak bawahan mereka sama saja membuat liora darah tinggi .
"tenanglah Mr Axelio,saya akan berusaha membujuk Liora untuk memegang proyek ini" bujuk Mathew penuh keyakinan.
liora bangkit dan berlalu pergi dari ruang kantor sang kakak dengan wajah kesal luar biasa.bahkan tanpa sadar gadis manis itu menghentakkan kakinya sambil terus mengomel menyumpah serapahi pria diktator namun sayangnya memiliki wajah rupawan memikat.setiap pasang mata yang memandang gadis itu terkekeh pelan,sungguh wajah manisnya sangat lucu dengan semburat merah penuh amarah.
dari jarak tidak terlalu jauh,pria tampan itu berjalan bahkan tanpa suara mengikuti langkah kaki liora . Arkansas tersenyum tipis ,sungguh gadisnya sangat manis.
semakin dekat dan semakin dekat.
greph......
rambut panjang coklat indah itu tergerai saat Arkansas dengan cepat menarik ikat rambut gadis itu,hingga leher putih jenjangnya kini tertutup sempurna oleh helaian rambut panjang gadis itu.
liora berbalik sembari jemarinya menyentuhnya rambut belakangnya.
deg.....
manik mereka bertemu dengan Arkansas memandang intens wajah liora yang semakin cantik dengan rambut panjang brown yang menguarkan aroma manis mawar dan Vanila.
"jangan perlihatkan leher jenjangmu pada orang lain!" titah Arkansas tegas sembari berjalan semakin dekat hingga kini tubuhnya mengukung tubuh liora dengan sebelah tangannya membelai rambut panjang liora lembut.
"a...apa yang kau lakukan?!! mengapa kau mengambil ikat rambutku?" liora tersadar dan segera memekik geram sembari menatap balik manik hazel Arkansas .meski takut,namun kelakuan gila Arkansas membuat gadis itu mulai kehilangan kesabarannya.fokus dengan amarahnya,liora tidak menyadari kini jemari kokoh Arkansas telah berada di leher jenjang nya .jemari itu membelai pelan seakan menggoda kulit putih nan sensitif itu hingga tanpa sadar tubuh liora merinding dan menegang kaku dengan desiran aneh seakan menggelitik perut dan hatinya.manik hazel tajam itu mengunci tatapan mata liora.
Tsk......
manik liora membulat kala liontin Rubi miliknya kini telah berada ditangan pria tiran itu.
"ka... kalungku" gumam liora kaku.kalung berharga pemberian sang ibu kini berada di genggaman Arkansas.dan kini pria itu dengan santainya menyimpan kalung itu kedalam jas Armani nya.
cup.....
"akan kukembalikan kalung ini jika kau menjadi gadis manis yang penurut" smirk Arkansas dan berlalu pergi begitu saja setelah mengecup kening liora lembut dan melenggang pergi dengan kekehan penuh kemenangan.
"baj*ngan !!!! kau mencuri kalungku....kembali kesini dan akan kubunuh kau Arrgghh....." teriak liora frustasi.sementara Arkansas telah berlalu dengan wajah datar seakan tidak terjadi apapun.
π€π€π€
disini,diruang kerja Mathew Liora telah berkumpul bersama Amber,Nixon dan tak lama kedatangan Arkansas bersama Axel dan Tristan yang melangkah masuk dengan wajah acuh seakan tak berdosa membuat darah tinggi Liora menjadi-jadi.
Amber,gadis itu bangkit dan berjalan cepat ingin menghampiri liora dengan sejuta tanda tanya di otaknya,Arkansas dan liora ada apa dengan mereka? .sayang,begitu amber mendekat dan hendak menarik tangan liora . Arkansas dengan sigap menarik tubuh gadis itu dan mendorong tubuh Tristan pada amber hingga gadis itu menubruk tubuh kokoh Tristan saat tanpa sengaja kaki jahil Axel menyandungnya.
Bwahahahah....
Nixon terbahak melihat amber menimpa tubuh Tristan dan liora mematung saat tubuh Arkansas kembali memeluknya.dasar modus!.
semburat merah mewarnai pipi amber kala melihat senyuman manis Tristan ,aroma bayi sangat terasa kala Amber menghirup wangi pria itu.
"sampai kapan kau mau menimpa tubuh kawanku nona? kau tidak mau turun?" kekeh Axel melihat wajah memerah Amber yang terlihat manis dimatanya.mengoda gadis ini lucu juga pikirnya.
Tristan terdiam binggung,kenapa gadis ini betah sekali berada diatas tubuhnya dan melihatnya tanpa berkedip? apa wajahnya terlihat aneh? pikir si babyface yang memang tidak peka akan perempuan.
"bagaimana dengan perjalanan besok,apa Q akan ikut? menurut pengamatan ku cukup aku dan amber saja ,Q tidak perlu ikut lagipula ini kita akan menuju London" terang Nixon angkat bicara.
"kau benar ak-" seketika liora bungkam saat Arkansas menunjukkan liontinya disela jasnya.
"pergi !! kita semua akan pergi,bahkan aku akan ikut turun tangan" tegas Arkansas datar.sungguh, Arkansas benar-benar membuat liora jengkel.lagipula dia adalah seorang bos,cukup menunjuk bawahanya saja ini justru malah memutuskan seenak hatinya saja.siapa yang mengajak si tiran tampan ini? tidak ada.
liora melirik tajam pada wajah yang seakan tidak berdosa pria tampan itu.Arkansas menatapnya balik dengan smirk menyebalkan andalannya.
"dasar pria gila"batin liora ingin sekali membuang arkansas ke samudra Atlantik.
"jangan khawatir Miss liora,kami akan mengurus semua .anda cukup duduk manis saja " ucap Axel ramah.
"kita akan berangkat pukul berapa dan kapan?" tanya Nixon menatap wajah Axel yang tengah sibuk dengan tabletnya.
"lebih bagus kita berangkat sore hari ,jadi aku masih bisa menyapa ranjang awanku " gumam Tristan sembari menguap akibat membantu Ryu semalam mengecek stock senjata di markas rahasia BE di pinggiran kota new York.
"pukul 6 pagi, berkumpul di gerbang GLJ" ucap Arkansas santai tidak perduli wajah syok semua orang.hell, jam 6 pagi di new York masih sangat gelap dengan udara dingin menusuk.benar-benar pria tiran pemaksa!
"APA!!!KAU BUNUH SAJA AKU BOS!!! TIDAK!!! KASUR EMPUK KU!!" pekik Tristan nelangsa.nixon tersentak kaget dan amber seketika menutup kedua telinganya.
Tristan rasanya ingin menangis sekarang,dengan wajah nelangsa yang membuat liora tanpa sadar merasa iba sekaligus lucu.Axel berdecak jengkel,tidak bisakah si tiran ini memikirkan waktu yang lebih masuk akal.lagipula tambang mereka tidak akan lari jika berangkat sedikit lebih siang.
"benar ,itu masih terlalu pagi .balok es apa kau gila?" tanya liora dengan nada mengejek dan menyebut Arkansas sebagai balok es.axel terkikik ada juga yang berani menghina sang bos.
"tidak,ikuti perintahku dan aku tidak ingin bantahan!!" titah Arkansas dengan wajah tenang namun ingin rasanya liora mencakar wajah tampan menjengkelkan itu.
"memangnya kenapa kau harus ikut,tanpamu pun semua bisa kutangani bersama Nixon dan Amber" kesal liora mendelik menatap wajah Arkansas yang santai tak bergeming.
keduanya saling melemparkan tatapan tajam .liora memandang arkansas jengkel dan pria itu balik menatapnya dengan seringai mengejek sangat menyebalkan Dimata liora.
"menjamin keselamatan semua orang di bawahku adalah tanggungjawab ku sebagai seorang pemimpin,maka dari itu kehadiranku adalah mutlak.kau mengertikan my lady!" tekan Arkansas tajam.
"Halah...si bos bilang saja mau nempel terus sama Miss liora,biasanya juga kami ini yang susah kesana kemari.kapan coba si es ini mau repot-repot bertanggung jawab sama bawahan.dasar modus" maki Axel dalam hati.
"kenapa kalian berdua masih disini dan menatapku seperti orang bodoh!! pergi dan siapkan semua sekarang dan kalian ikut juga" perintah Arkansas sembari menunjuk Amber dan Nixon agar mengikuti langkah Axel dan Tristan yang sudah berlalu sembari mengomel dan menyumpahi sikap diktator pria tiran itu.begini amat nasib bawahan yang tertindas!!. bolehkah Mathew tertawa melihat kelakuan kurang ajar pemaksa Arkansas dan kemarahan sang adik manisnya.
"kau berangkat bersamaku" titah Arkansas tegas.
"dan jangan membantahku" liora bungkam saat pria itu dengan santainya melangkah pergi setelah menyela ucapan penolakan liora yang hanya sampai diujung lidah tanpa bisa dikeluarkan.
TBC....
maaf semoga suka ya π