
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...⭐
Happy Reading...🌹
pria tampan dengan wajah dingin tanpa ekspresi itu tengah menyecap wine yang terasa sedikit pahit membakar tenggorokannya.Arkansas duduk diatas kap mobilnya santai sembari menatap pria malang yang kini tersungkur lemah dengan tubuh terikat sembari meringis menahan sakit.pria itu perduli? tidak!.
"kau sampah buangan tidak berguna!" sarkas Arkansas dengan seringai remeh diwajah adonisnya.pria itu,Hansen.ia mengangkat wajahnya menatap nyalang pada sosok Arkansas yang terlihat begitu angkuh dan Arogant duduk santai diatas mobil sport mahalnya.mata Hazel gelap itu terlihat dingin nan mengerikan.
"PEMBUNUH!! KAU IBLIS JAHANAM!!" maki Hansen sembari menatap penuh dendam pada Arkansas.pria itu,pria yang telah membunuh kekasihnya,masih ingat dengan maid yang dibunuh Arkansas saat Ara tidak sengaja tertumpah sup panas? ah...lupakan.
Ryu menyeringai dan Axel menggeleng iba,pria ini apa begitu Bodoh? sudah tau akan mati,tapi masih begitu sombong .Rion sibuk menenangkan Tristan yang sudah merajuk kesal akibat luka melintang merusak wajah manisnya.jika pria itu kembali dan menangis di hadapi ibu suri,maka habis mereka akan terkena ceramah rohani siang malam akibat tak bisa menjaga si bungsu.poor BE.
"pembunuh? hahahaha.....ini bukan membunuh,tapi bermain cantik.kau tau mengapa aku dijuluki shadow?" Arkansas terkekeh remeh dengan tangan yang memutar gelas wine ya santai.bangun dan berjalan angkuh sembari sepatu kulitnya menginjak perut Hansen kuat.
"ARKH..... BEDEBAH!!" pekik Hansen kesakitan,sungguh tubuhnya seakan remuk .pria itu benar-benar membenci putra Wiguna itu sampai mati.
"kalian semua hanya tau bagaimana melenyapkan nyawa,tapi aku.aku membunuh tanpa jejak dan siapapun yang masuk dalam bayanganku harus mati,aku membunuh bukan hanya untuk melihat musuhku mati,tapi.....aku membunuh untuk memuaskan dahagaku akan darah segar yang mengalir akibat berani memberontak padaku!! dan....kau salah satu dari mereka hahah...lucu bukan?" Hansen bergidik,pria ini.Arkansas adalah pria berhati iblis,manusia gila yang senang mempermainkan nyawa orang lain.tapi Hansen sudah kepalang basah,pria itu tetap memberi reaksi perlawanan.
"CIH....TAK SELAMANYA KAU DIATAS ANGIN,SUATU SAAT KAU AKAN MENEMUI AJALMU DAN SAAT ITU SEMUA KEJAHATAN YANG KAU ANGGAP SEMPURNA AKAN HANCUR!!" pekik Hansen emosi,darahnya mendidih melihat seringai remeh Arkansas padanya,pria itu benar-benar tak perduli.
HAHAHA.......
Prok....Prok....
tawa Arkansas pecah sembari bertepuk tangan heboh.
"kau dengar apa yang pria bodoh itu katakan Rion? kejahatan? hahahaha.....lucu sekali! lantas apa yang kalian semua perbuat selama ini disebut apa?" tawa remeh Axel menyahut ucapan Hansen, lama-lama telinganya panas juga mendengar ucapan bodoh Hansen.
sudut bibir Arkansas berkedut,pria tampan itu mulai melirik Ryu yang sudah siap menghidupkan mobil sport Buggati berwarna hitam itu dengan seringai sadis di wajahnya..
"bawa dia!!" titah Arkansas
"TIDAK!! LEPASKAN AKU!! IBLIS KAU IBLIS!!" Hansen memberontak kala tubuhnya diseret paksa oleh dua orang elit BE.
Duakh.....
Brakh.....
Tristan geram dan dengan sadis menendang perut Hansen kuat hingga pria itu terhempas dengan darah keluar dari mulutnya.siapa suruh membuat wajah manisnya rusak?.ingatkan Tristan saat pulang nanti meminta Gabril mengoprasi wajahnya.
tubuh Hansen menghantam body mobil Jeep milik anggota BE dan pria itu terbatuk hingga mengeluarkan darah.
uhuk.....
tes....tes....tes....
dikelilingi para iblis jahanam yang dipimpin oleh perwujudan Hades ini sungguh membuat Hansen memohon mati dengan cepat,namun sayang Arkansas tidak sebaik itu.kini mereka ada dipinggiran kota, tepat disebuah arena lintasan balap liar yang telah kosong tanpa siapapun selain mereka.
tab....tab....tab
langkah kaki Arkansas terdengar mendekat dan.
Greph......
pria itu mencekik hingga tubuh Hansen tergelantung diudara akibat betapa kuat pria itu mengangkatnya.wajah Hansen memucat dengan nafas tersendat-sendat.
kedua tangan pria itu mencengkram lengan Arkansas kuat,sungguh ia merasa pasokan udaranya semakin menipis dan cekikan pada lehernya tidak main-main.
"le..epaskan a..akh..aku" pinta Hansen lemas.
Arkansas menaikkan sebelah alisnya sembari terkekeh remeh,pria itu begitu menikmati momen Antara hidup dan mati musuhnya.darahnya mendidih dengan letupan europhoria luar biasa.
"kau...akh...pem...pembunuh..." ucap Hansen lirih,dadanya sesak dan kepalanya terasa sakit luar biasa.dia butuh oksigen mengisi otak dan paru-parunya kembali atau dia akan mati.
"ck...aku bukan pembunuh,aku hanya membantumu menemui Tuhan dengan cepat dan setelah itu mengirim berita kematianmu pada rekanmu,kau harusnya berterima kasih" ucap Arkansas santai, tenang.ketenangan dengan membawa nyawa seseorang ditangannya benar-benar terlihat mengerikan
"kau pria gila, pembunuh berdarah dingin!!" meski nafasnya sudah hampir habis,Hansen masih dikuasai amarah tanpa bisa lagi berfikir panjang.
"kuterima pujianmu,dan mari akan kuantar kau menemui tuhanmu dengan mobil sport tercepat yang kupunya,bagus bukan?" gelak Arkansas tersenyum sangat lembut,tapi percayalah senyuman itu adalah kunci kematian bagi Hansen.
Brem.......Brem........
Buggati itu telah tiba disamping Arkansas.Ryu keluar dan melempar smirk buasnya menatap tubuh Hansen.
"kalian pastikan membuat perut Alpha,Tiger dan piranha dimarkas kenyang,bawa mayat mereka sebagai sampel Gabril dan berikan tubuh kotor itu sebagai santapan peliharaan ku!!" titah Arkansas sadis,Ryu mengangguk dengan tepukan tangan heboh Tristan.
Arkansas menyeringai dan menatap tajam wajah saudara kembarnya itu.
"jika kau tidak tega,ganti saja kela*inmu menjadi wanita!!" ejek Arkansas pedas,Axel terbahak dengan Tristan yang meringis ngilu mendengar ucapan mutiara sang bos.Mulutnya benar-benar wasabi.
"BEDEBAH!!" maki Rion jengkel.Arkansas mengangkat bahu acuh tak perduli.
Tubuh Hansen diikat dibelakang body mobil dengan seutas tali tambang,tubuh pria itu terlilit kencang dengan punggung menghadap aspal.
Brem....Brem.....Buuum..........
"ARKKKKHHHH..............."Hansen menjerit kala tubuh bagian belakangnya terseret aspal dan kulitnya benar-benar koyak dengan darah yang sudah bercetak sepanjang jalan.Arkansas mengemudikan mobil itu dengan kecepatan tinggi tanpa perduli teriakan kesakitan Hansen dan ringisan ngilu para anggotanya.iblis bukan?.
Arkansas memutari Arena sebanyak Dua putaran,pada putaran terakhir suara Hansen sudah tak terdengar lagi.pria itu tewas dengan tubuh koyak mengerikan.
Hoek....Hoek..
Tristan mual dan muntah hebat, penyiksaan sang bos benar-benar membuat perut nya mual dan pusing.
Puk...puk... puk...
Rion dengan sabar menepuk punggung si bungsu dan memijit tengkuk Tristan sabar.sungguh dia sendiripun ingin muntah namun jika ia lemas seperti Tristan,sudah dipastikan Arkansas akan semakin menertawakan nya nanti.
Drone milik Axel telah kembali setelah tadi terbang berputar mengikuti mobil Arkansas dan Vidio yang didapat Benar-benar bagus dan Axel terkekeh puas.sedang Ryu sendiri sibuk membersihkan katana miliknya dari noda merah yang berbau amis itu.
🖤🖤🖤
ruang luas dengan sofa dan segala jenis furnitur mewah itu terdengar riuh.Delapan orang pria paruh baya yang masih terlihat tampan dengan kharisma masing-masing terlihat tak termakan usia.mantan para inti dan sang Leader Blood Eagle itu terlihat duduk sembari menatap layar proyektor yang sedang menampilkan apa yang sedang para putra mereka lakukan.
"kau lihat,putramu sungguh mengerikan Rafendra! wah....aku bahkan tidak habis fikir,bagaimana kau mendidik iblis muda itu hahaha..." tawa Xavier yang kini menyesap cocktail nya.
"hm...kau lihat Bahkan Arion disuruh ganti kelamin oleh nya! hahahaha...putra sulung mu itu sadis sekali bos!" tawa Lingga.
Bugh..... Bugh....Bugh...
Lingga kini bahkan menepuk heboh punggung Bimo yang sedang sibuk dengan keyboard laptop ditangannya.bimo berdecih dan pria itu menggeram jengkel.
"heh Shinchan!! bisa tidak ingat umur?!! kau mau membuat tulang punggungku patah hah!!" maki Bimo jengkel.Lingga mengangkat bahu tidak perduli.
"kau lihat bagaimana putramu menangis karena wajahnya tergores pisau? hahahaha..oh Thomas si Tristan itu harusnya jadi anak perempuan saja" gelak Marvel terpingkal-pingkal.
"Tidak....Tidak...bagaimana dengan putramu Lingga,bukankah dia tidak mirip seperti dirimu? lihat bagaimana dia menggunakan katana itu membelah tubuh manusia? ku fikir putramu dan Thomas tertukar hahah...aduh jika aku melihat kepribadian mereka.kurasa saat mengidam si Yura bukannya membayangkan wajahmu,tapi si Rafendra hahaha...aduh...aduh sakit perutku hahah" tawa Alex membahana penuh penistaan,sungguh Lingga melongo geram.enak saja si Alex ini kalau bicara!.
"hais...aku bingung dengan putraku,dia bukanya menggantikan diriku menjadi ketua Beta,ini justru beralih mengambil tugas Dr Charles.sayang sekali ilmuan gila itu telah tiada" gumam Bimo menatap layar yang bahkan tak ada satupun bayangan putra tunggalnya itu,Gabril.pria itu justru terobsesi dengan racun dan sains!.
"Sudahlah putraku bahkan hanya duduk dibalik kemudi" desah Jeremi nelangsa,putranya benar-benar bikin sakit kepala.James hanya tau menggoda wanita dan poker saja,bahkan jika disuruh menembak.maka dengan senyum miris Jeremi akan mengangguk mengiyakan kebodohan putranya itu yang bahkan kalah dari seorang gadis bernama Amber.
"kau dulu sama saja bodoh!! siapa yang langsung kejang saat melihat Rafendra menyayat tubuh Dewi?hahahaha...Jeremi...Jeremi ,jalan jam 3 pagi saja kau mengeluh" ejek Lingga dengan wajah tanpa dosanya.
"hei bodoh!! jika kau dan otak pencurimu tidak macam-macam mencuri dompet dan kunci mobilku,sudah pasti aku tidak akan sesial itu" maki Jeremi sengit.Marvel,Xavier,Alex,Bimo bahkan Rafendra hanya menatap bosan perdebatan sengit tak ingat usia lingga dan Jeremi.sungguh masa muda yang indah bukan?.
"Rafendra,kudengar putra es bermulut wasabi mu sudah bertemu dengan pawangnya? siapa? apakah secantik istrimu saat muda dulu?" tanya Xavier beruntun.
Rafendra mengulas senyum penuh misteri.
"bukan hanya Arkansas.kau Lingga,Alex,Bimo.bersiaplah juga" seringai Rafendra penuh Arti.dan percayalah wajah Lingga,Alex dan juga Bimo nampaknya terkejut penuh tanda tanya.
jangan tanya mengapa? Rafendra tau segala yang berkaitan dengan keluarga nya jika Arkansas memiliki mata dewa,maka sang ayah adalah dewa itu sendiri.mata dan telinga mantan leader BE itu sudah menyebar di seluruh Eropa,dimana pun orang-orang terdekatnya berada.rafendra tau tanpa ada yang bisa tersembunyi.
sementara itu....
" tau tidak calon menantu Veleri itu adalah gadis paling manis yang pernah aku lihat,sungguh wajahnya tidak kalah dari Arabela!!" heboh Zenit yang tengah sibuk memotong melon didapur mansion Wiguna.
"yang benar kamu?!! astaga...jadi iri,kalian tau James bahkan sampai sekarang belum mau membawa gadis manapun kerumah.anak itu sudah jadi playboy cap kadal!! sungguh darah tinggiku naik!!" kesal Alika ibu dari James dan istri dari Jeremi Russel.
"Alika...Alika...jangankan James,putraku Ryu saja masih melajang, putra kita itu semua berwajah tampan.tapi bahkan sampai umur mereka sudah hampir 25 tahun,masih saja kelakuannya seperti anak remaja.entah kapan aku menimang cucu" desah Yura frustasi,wanita berdarah Jepang itu terlihat kesal dengan wajah bertekuk jengkel.
"hahaha...berdoa saja para putra kita tak segila suami kita dulu,jika seperti itu siapa juga gadis yang mau berhubungan dengan para mafia psikopat seperti mereka,aku saja sampai menangis memikirkan nasib putraku yang sampai sekarang masih betah berpacaran dengan komputer-komputer nya" gelak Zenit,wanita itu bahkan tertawa lepas sembari terkekeh geli mengingat wajah kesal putranya.
"ck...ck...ck...kak,Xander saja yang lebih tua dari mereka masih lajang! sudahlah biarkan saja mereka mencari calon istri sendiri.dari pada pusing tidak jelas lebih baik siapkan camilan untuk suami kita,entah apa yang kak Rafendra lakukan dengan teman-temannya didalam sana!" ucap Selenia yang kini sibuk dengan jus jeruk ditangannya.
"hm,kuharap keluarga kita bisa selalu harmonis seperti ini" ucap Anggi sembari tersenyum manis.namun disana,Zoya terdiam dengan wajah sendu dan fikiran Merawang entah kemana.
"Yah,jika saja Rebecca tidak terlalu memanjakan Natasha.kurasa hatiku tidak akan gelisah seperti ini" batin Zoya menatap wajah cantik nan lembut Anggi.Zoya tidak akan pernah memihak Rebecca jika adik iparnya itu sudah jauh keluar dari jalan yang benar.
TBC........