
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya......🌹
PS: semua nama,tempat dan tokoh hanya karakter fiktif yang El tulis berdasarkan imajinasi El seorang.beberapa tempat dan negara hanya nama karangan,jadi mohon mengerti.
jika telah membaca mohon tinggalkan jejak dan silent reader,jejak tidak bayar jadi jangan pelit ya 😋
⚜️ Happy Reading ⚜️
Pagi ini Liora telah siap berangkat ke Indonesia demi melihat keadaan ayah kandungnya itu,didepan pintu telah berdiri Rafendra dan Anggi untuk mengantar kepergian putra dan menantu mereka itu.
Rafendra menatap penuh arti wajah dingin Arkansas dan Anggi kini memeluk erat tubuh Liora sayang.
"sayang,mommy senang kamu mendengar nasihat mom.bicaralah pelan-pelan dan cobalah lupakan masa lalu,mommy yakin hatimu akan tenang nanti" ujar Anggi membelai lembut wajah sendu Liora,ia hanya berharap Liora bisa lebih berbesar hati.
"ia mom,terima kasih dan kami berangkat" Liora tersenyum lembut kemudian melepas perlahan pelukan mereka,gadis itu menoleh pada Rafendra yang tengah memberikan senyum tipis padanya.
"dad,mom kami pergi" ucap Arkansas yang telah merangkul pinggang Liora dan akhirnya keduanya melangkah masuk kedalam mobil Alphard hitam yang telah menunggu James didalamnya.
mobil akhirnya melaju menjauhi mansion dengan lambaian sedih Anggi mengiringi mereka.
"sudah sayang ayo masuk,berharap saja semua baik-baik saja" ucap Rafendra menarik lembut tangan sang istri.
..........⚜️⚜️⚜️............
"hei James,apa benar kita akan langsung ke Indonesia bersama bos untuk melihat ayah kandung kakak ipar Liora?" Tristan bertanya sembari melirik kaca spion dimana Arkansas tengah merangkul tubuh Liora dengan gadis itu yang bersandar nyaman pada tubuh pria itu.
"hm...kurasa kita berdua akan ikut,lagipula yang lain tengah sibuk disini sudahlah diam saja" jawab James malas.
mobil akhirnya masuk kesebuah landasan pesawat pribadi,sebuah pesawat jet hitam telah menunggu untuk segera berangkat.Arkansas menggendong ala bridal tubuh Liora dan masuk kedalam pesawat dengan James dan Tristan yang sudah sibuk memberi instruksi pada para pramugari dan co-pilot disana.
pesawat lepas landas kala pemilik telah duduk dengan tenang,James telah duduk sebagai pilot membawa pesawat itu mengudara meninggalkan London.
.............⚜️⚜️.............
seorang remaja laki-laki tengah duduk termenung ditaman sebuah rumah sakit,wajahnya terlihat lelah dengan jejak-jejak air mata yang masih membekas.
" *lu*k,maafkan kami.sungguh ayahmu........kami sudah tak bisa lagi berbuat apapun untuk penyakitnya,hanya...hanya tinggal menunggu waktu saat tubuh ayahmu benar-benar menyerah.kangker itu sudah menggerogoti habis seluruh sel dalam tubuhnya,maafkan kami"
tes.....tes.....tes...
"papa" pria remaja itu berguman dengan air mata yang kembali mengalir deras,sungguh perkataan dokter yang merawat ayahnya terus berputar menyakitkan di kepalanya.
pria 16 tahun itu menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya,membiarkan air mata mengalir tumpah demi mengurangi rasa sakit pada hatinya.mengapa? mengapa Tuhan begitu tega melihat hidup keluarganya hancur?. tubuhnya bergetar,para suster dan pasien yang berlalu lalang menatapnya iba.mereka tau pria remaja itu.sudah 5 bulan ia dirumah sakit ini mengurusi ayahnya seorang diri,ibunya telah pergi bersama kakak perempuannya.mereka meninggalkan dirinya dengan beban yang begitu berat.
dan kakak tirinya,putri kandung dari istri pertama sang ayah telah pergi dengan luka yang diberikan oleh ayah dan juga ibunya.Lukas,yah Lukas adik tiri Liora.putra Monika dan William.
"a..apa yang harus aku lakukan? mengapa semua hancur seperti ini? papa....hiks...aku tidak sanggup dengan semua ini hiks...." tangisan lirih mulai terdengar,taman mulai sepi karena langit telah berubah gelap.Senja telah datang bersama dengan angin dingin yang menusuk kulit.
"Luc"
Lukas menoleh dan menatap sendu seorang suster yang memanggilnya iba.
"ada-apa suster Rina?" Tanya Lukas pelan,sungguh rasanya ia tak punya tenaga lagi melakukan apapun .
"masuklah,angin malam akan membuatmu sakit" ucap suster yang bernama Rina itu iba.sungguh ia telah melihat selama 5 bulan terakhir bagaiman remaja laki-laki itu berjuang seorang diri mengurus ayahnya.
Lukas menggeleng lemah,pria itu menatap suster Rina kecut.
"tak apa suster, sebentar lagi" Lukas menjawab lirih.akhirya suster wanita itu masuk dengan berat hati meninggalkan Lukas seorang diri.
"lagipula aku sudah sakit suster,hatiku sudah sakit" gumam Lukas sendu.
waktu terus bergulir,langit kini terlihat begitu gelap tanpa bintang kala angin dingin berhembus.
Lukas masih betah duduk ditemani sepi tak ada lagi seorang yang terlihat kala malam semakin pekat.
hembusan nafas berat terus terdengar disertai air mata penuh kehampaan dari wajah putra William itu.
seorang wanita cantik melihat sosok Lukas dari kejauhan,wanita cantik itupun menangis dalam diam ditengah pelukan hangat suaminya.Liora menangis,ia sudah berdiri di ujung koridor sejak satu jam yang lalu.yah,begitu pesawat landing.Liora memaksa Arkansas agar mengantarkannya menuju rumah sakit tempat ayahnya dirawat.
entahlah,mungkin inilah arti dari kedatangan almarhum ibunya dulu.mimpi yang meminta dia agar tak lagi menyimpan kebencian untuk William,ayah kandungnya sendiri.
tes.....tes....tes.....
"kenapa? kenapa berakhir seperti ini? kenapa pria jahat itu harus sakit?!! dia harus membayar karma perbuatannya bukan dengan sakit seperti ini,kenapa?!! kenapa?!!" Liora memukul keras dada Arkansas bertubi-tubi,hatinya sakit dan wajah dingin nya tak lagi dapat menyembunyikan luka dan kesedihan itu.Arkansas diam membiarkan sang istri meluapkan semua rasa sakit,amarah serta penderitaan terpendam nya selama ini.
"tenanglah sayang,semua akan baik-baik saja aku akan selalu disamping mu.menemani dirimu apapun yang terjadi" Arkansas berucap lembut menarik tubuh rapuh istri cantiknya,memeluk dan mengecup pipi Liora yang kini basah dipenuhi air mata.
"kamu mau kita ke mansion kakek Bagas dan nenek Maya dulu sayang? tenangkan hati dan pikiranmu disana ya" Arkansas membujuk istrinya lembut,sungguh keadaan Liora kini begitu miris dengan mata bengkak dan wajah memerah sendu.
Liora melirik Lukas yang telah bangkit dan berlalu pergi meninggalkan taman,rintik hujan mulai jatuh membasahi bumi.Liora melepas pelukan Arkansas dan mengikuti langkah adik tirinya itu dalam diam.Arkansas menghela nafas panjang dan mengikuti langkah Liora sang istri dari belakang.
miris............
Liora mengigit bibir bawahnya kuat kala melihat ruang rawat sang ayah.hanya ruang perawatan kelas ekonomi dan ada beberapa pasien lain disana .
kemana uang yang Liora kirim selama ini untuk kehidupan ayah dan juga Lukas? pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar dalam otaknya.
Arkansas menatap semua dalam diam,pria itu merogoh ponsel dalam saku celananya.
" halo bos ada-apa? kami baru saja tiba di mansion kakek Bagas" suara Tristan terdengar jelas ditelinga Arkansas.
"minta James mengurus beberapa hal.katakan tentang William padanya" ucap Arkansas dingin.suara pria itu benar mengerikan dan terdengar menahan emosi.
"ba...baiklah bos,tapi apa ada masalah? mengapa nada suaramu mengerikan begitu bos?" tanya Tristan yang mulai takut.
Tut..........
Arkansas mematikan cepat tanpa mau repot menggubris pertanyaan Tristan,dipastikan kawannya itu akan memakinya disana
Liora menatap sendu dari balik kaca pintu ruang rawat William,manik wanita itu telah benar-benar memerah dan seorang dokter entah sejak kapan berada disampingnya menatapnya heran.
"nona,anda ingin menjenguk seseorang?mengapa tidak masuk?" dokter muda itu bertanya heran menatap wajah cantik wanita dihadapannya itu,Arkansas menatap dokter itu dingin lalu merangkul sang istri posesif.
"ti...tidak !! maaf dokter kami permisi" Liora menjawab gugup,sungguh lamunannya membuatnya tak sadar akan keberadaan dokter disamping nya itu.
Liora segera berlalu menarik lembut tangan suaminya tergesa-gesa,sungguh hatinya belum siap.
Dokter itu merasa sedikit merinding kala tatapan tajam pria disamping wanita cantik itu begitu tajam dingin dan menusuk.
"aneh" gumam dokter itu seorang diri.dan akhirnya pria muda itu masuk dan mulai menjalankan tugasnya memeriksa setiap pasien yang ada.
.........⚜️⚜️.........
"apa yang sebenarnya terjadi ?? aku harus mencari tahu semua ini!! ada yang tidak beres,aku tak suka wanitaku menangis pilu seperti ini!!' batin Arkansas menatap sendu wajah Liora yang kini benar-benar kacau.Liora bahkan kini memukul dadanya sendiri kala hatinya begitu sakit berdenyut nyeri.
rasa sakit ini membunuhnya.
mobil berhenti dan menepi.
Greph.....
"sudah sayang berhenti menyakiti dirimu sendiri,kau harus tau semua yang terjadi pada setiap manusia adalah bibit yang akhirnya mereka tuai setelah hidup bertahun-tahun.kau menyayanginya jauh dari lubuk hatimu yang terdalam,jadi berhentilah dan kita lalui semua ini bersama" Arkansas berujar dengan pelukan hangat menenangkan sisi rapuh sang istri kini,Tubun Liora bergetar hebat dengan air mata deras yang kini membasahi kemeja yang Arkansas kenakan.
"aku tak bisa hiks....aku tak bisa melihatnya seperti ini......hiks...aku tak tau apapun!! dan...dan aku tak akan membiarkanya pergi begitu saja setelah semua dosanya hiks...mengapa dia begitu mudah menyakiti hatiku kembali!!' Isak Liora yang begitu pedih.Arkansas menghela nafas,pria itu menghidupkan kembali mobilnya dan membawa istrinya kesuatu tempat dan mengurungkan niatnya kembali ke mansion Bagas.
"kita akan tau!! aku pastikan kamu mengetahui apapun yang mengganjal hatimu sayang,aku berjanji!!" Gumam Arkansas yang menatap sedih wajah lelah istrinya.
.............⚜️⚜️............
disinilah mereka,disebuah rumah mewah berlantai dua bergaya kontemporer.
Arkansas menekan bel pada sudut pintu.tak lama seorang wanita berpakaian pelayan membuka pintu,wanita itu menatap intens wajah tampan Arkansas yang sayangnya begitu dingin tanpa ekspresi.
"kau!! berapa lama lagi kau akan diam dan membiarkan tamu tuanmu menunggu!!" Arkansas mulai geram,sungguh wanita yang sepertinya seorang pelayan ini benar-benar membuat kesabaran habis.
wanita itu tersentak dan mulai bertanya gugup.
"ma..maaf tuan,anda mencari siapa?" tanya asisten rumah tangga itu gugup.
"Dokter Andara Delington!! " jawab Arkansas menatap tajam wajah ketakutan wanita itu.
Liora mengeryit.dokter ? siapa? mengapa suaminya membawanya ke rumah ini? siapa itu pria bernama Andara Delington? Liora akhirnya memilih diam membiarkan suaminya bertindak.
"si..silahkan masuk tuan,saya akan panggilan majikan saya" Arkansas masuk begitu saja menggandeng tangan mungil Liora dan duduk angkuh di ruang tamu Kediaman mewah itu.
seorang pria datang menemui Arkansas dan Liora,pria tampan yang terlihat berusia sekitar 20 tahunan.
"selamat malam Tuan,ada yang bisa saya bantu? " tanya pria muda itu ramah setelah asisten rumah tangga nya meletakkan tiga cangkir teh hijau di atas meja.
"saya datang mencari dokter Andara" ucap Arkansas to the point. pria muda itu mengangguk dan mempersilahkan kedua tamunya minum sejenak.
"maaf,boleh saya tau anda berdua ini siapa?"Pria itu bertanya kembali ramah,Liora menatap frustasi wajah datar suaminya.percuma meminta Arkansas beramah-tamah,sungguh tamu tak beretika.lihatlah Arkansas bahkan tak mau ambil pusing pertanyaan tuan rumah.
"maaf,saya Liora Queensia Wiguna dan ini suami saya Arkansas Dimitri Leander Wiguna kami kemari karena......." Liora nampak diam berfikir,dia saja tak tau mengapa suaminya membawa mereka kemari.
"ARKANSAS!! OH MY GOD!! KAU CEO AR SECURITY SISTEM AND PROTOKOL ITU?!!ASTAGA DEMI TUHAN !! MIMPI APA AKU BISA MELIHAT LANGSUNG RAJA BISNIS WJC KINGDOM INI!!' pria muda itu terpekik heboh sendiri,Liora melongo menatap reaksi berlebihan pria muda dihadapannya itu,sedang Arkansas hanya merotasi matanya malas.
"dimana dokter Andara Delington!!" tanya Arkansas mulai tak sabaran.
"oh.... kakak!! dia masih dirumah sakit,sebentar lagi akan pulang,dia biasanya pulang pukul-"
tingtong.......
pria itu berhenti bicara kala suara bel terdengar.
seorang pria muda dengan jas putih masuk dengan seorang asisten rumah tangga yang berjalan dibelakangnya.
"Aron kakak pulang!! loh..ada tamu,kalian?!!" pria berjas putih itu menatap sosok Liora kaget.
Arkansas berdecak,yah.dunia memang sempit.
"Dokter Andara Delington?!!" tanya Arkansas tajam.
mengabaikan reaksi tak bersahabat Pria yang ditemui di rumah sakit,pria dengan jas dokter itu duduk disamping pria yang lebih muda darinya dan menatap ramah sosok manis Liora.
"kak ini Tuan Arkansas Dimitri Leander Wiguna dan istrinya Liora Queensia Wiguna mereka mencarimu" ucap Aron,yah pria muda itu adalah adik dari Andara sang dokter muda.
"mencari kakak? ada masalah apa?" dokter itu bertanya binggung.yah,ia tau Arkansas pria miliuner yang namanya selalu ada di majalah bisnis manapun sepanjang berita informasi kenaikan bursa saham.
"William Alexander"
hening.........
semua mata kini menatap wajah tampan nan dingin Arkansas.
"Aron kau masuk dan istirahat lah" Andara mengintruksikan sang adik segera meninggalkan mereka bertiga.
" anda ini siapanya pasien saya?" tanya Andara kini terlihat begitu serius.
"istri saya adalah putri dari tuan William,putri dari mendiang istri pertama pria itu dan sisanya Anda tak perlu tau.cukup jelaskan saja apa yang ingin saya katakan!!" ucap Arkansas tegas.
Andara menghela nafas dan menatap wajah sendu Liora intens.
"dia sekarat,hidupnya tak akan lama"
Andara berucap sendu,kepala pria itu menunduk kala melihat setetes air mata jatuh dari sosok manis dihadapannya itu.
"a...apa maksudnya itu?" Liora bertanya lirih.
"penangananya terlambat,tuan William sudah menderita penyakit inti selama dua tahun terakhir,namun baru 5 bulan terakhir ia mendapat perawatan.itupun tidak memadai,pihak keluarga kesulitan membayar biaya rumah sakit sedang tuan William hanya ada Lukas putranya yang bahkan belum bisa mencari uang sendiri.saya sudah berusaha sedikit membantu namun tetap saja semua sudah sangat terlambat" jelas Andara berucap sendu.
Deg.........
bohong.......
semua bohong......
jantung Liora seperti tertimpa batu besar berton-ton beratnya,ia ingat.Lukas datang padanya beberapa bulan yang lalu,dan ia ingat semua harta warisan Milik Ayahnya begitu banyak dan cukup jika hanya untuk biaya berobat,ditambah ia menstranfer yang begitu banyak pada Lukas sebagai biaya tambahan.lalu kemana uang itu semua?.
tangan Liora terkepal erat.hatinya bergemuruh dengan luapan emosi yang entah datang bagaimana ?.
"Mrs Wiguna.saya hanya ingin memberi tahu,tuan william.dia sudah menyerah pada hidupnya dan.......saya hanya berharap anda akan segera menemui dirinya dan berbicara,beberapa kali saya mendapati dia mengucapkan nama Naya dalam tidurnya,dan saya berfikir mungkin itu adalah anda"
Liora menutup matanya yang terus mengalirkan Cristal bening itu tanpa henti,Arkansas memeluk sang istri berusaha memberi kekuatan.
terkadang perbuatan orang tua memang mampu menyakiti seorang anak,disadari atau tidak namun apapun yang terjadi dimasa lalu akan menjadi sebuah kenangan yang entah berbuah manis atau pahit.
TBC......
bijak dengan memberi support pada El.