PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
dua sisi



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...โญ


Happy Reading...๐ŸŒน


ini bukan kisah tentang sebuah hati yang patah......


sebuah doa untuk yang telah pergi.....


wajah cerah yang terlihat samar.....


kau akan mendengar suaraku.....


dimana saat aku bisa berteriak dengan keras....


ini hidupku....


ini kisahku....


namun kau tinggalkan aku tuk selamanya...


sekarang atau untuk selamanya...


hatiku sepertinya buku usang yang terlupakan...


esok hari yang terasa berat....


aku akan membuka mata dan tersenyum cerah...


takdir baik bukan keberuntungan...


namun berusahalah...


........๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€.........



Rion,pria tampan dengan ekspresi wajah dingin itu berjalan masuk kedalam kamar pribadinya.maniknya menatap sosok cantik yang kini terbaring lemah diatas ranjangnya,raut wajahnya melembut dan kini melangkah perlahan mendekati sang gadis.


berdiri tegap disamping ranjang Kayra yang masih tertidur damai dengan wajah polos tanpa umpatan atau makian yang biasanya Rion dengar,pria itu tersenyum lembut namun kedua tangannya terkepal kuat.sosok pemimpin yang menembak menculik liora dan menembak Kayra adalah satu.mereka orang yang dikotrol oleh satu orang yang sama,jika para tikusnya telah dihabisi oleh Arkansas dan sang ayah.maka kepala tikus itu belum masuk jerat yang sesungguhnya.Rion tau saudara kembarnya sedang menyiapkan rencana pemusnah massal dan Rion harus sabar menunggu untuk ikut terjun bersama.


"engghhh" suara lenguhan seorang gadis terdengar pelan,manik indah nan sayu itu terbuka perlahan.maniknya memindai keadaan dan mengeryit binggung kala semua berwarna coklat gelap dan terdapat sebuah selang infus ditangan kirinya.mencoba bangkit dengan perlahan,namun rasa nyeri pada perut dan kaki serta tanganya membuat gadis itu menghela nafas.ingatannya berputar kala tubuhnya tertembak dan berakhir didalam pelukan seorang pria yang menatapnya tajam penuh kemarahan.


"sudah sadar Amor,butuh sesuatu hm?" Rion segera bertanya cepat begitu lega saat manik indah itu terbuka dan menatapnya sayu.suara lembut Arion tertangkap jelas ditelinga Kayra dan gadis itu merasa hatinya mulai menghangat.mengeleng pelan dan tersenyum tipis,gadis itu hanya diam.


Rion berjalan cepat dan memberi segelas air dan langsung diminum perlahan oleh Kayra,sungguh tenggorokannya terasa kering.


"kenapa menyelamatkanku? meski aku telah bersikap kasar padamu? mengapa kau begitu baik?" tanya Kayra lirih setelah selesai meneguk air membasahi tenggorokan nya.


"kenapa bertanya? semua yang kulakukan hanya untukmu. just only for you,you know i love you jika kau tak mengerti juga let my say, teamo" tegas Rion pada kalimat terakhirnya,Kayra menegang kaku menatap tak percaya pada sosok gagah dihadapannya itu.


"jangan anggap semua pria itu sama,huft....istirahatlah.sebentar perawat masuk dan memberimu obat,aku pergi" Kayra menatap sendu sosok Rion yang terlihat begitu dingin saat berbicara padanya tadi,meski pria itu bilang mencintai dirinya.namun sungguh Kayra merasa sakit mendengar nada dingin dan wajah tanpa ekspresi pria itu,kemana pria jenaka mesum nan frontal itu? Kayra tanpa sadar meneteskan air matanya tanpa tau mengapa.


hening.....


Kayra menatap jarum infus dilenganya miris,tak lama jantung gadis itu berdebar panik.


"Q" lirih dari bibir tipis pucat Kayra terdengar,gadis itu tertunduk dalam dengan tangan terkepal kuat.


"jika terjadi sesuatu padamu,aku akan membunuh diriku sendiri!!" ucap Kayra dengan pandangan tajam penuh dendam.


.........โšœ๏ธ๐ŸŒนโšœ๏ธ..........


disebuah rumah mewah berlantai dua,didalam sebuah kamar bercat putih dengan sebuah bingkai foto ukuran besar sepasang suami istri,seorang pria berwajah manis namun terlihat sendu nampak memandangi frame itu dengan air mata mengalir deras.rumah sepi yang begitu gelap hanya menyisakan seorang pria rapuh dibalik senyum cerahnya.


tes.....tes.....tes.....


air mata itu mengalir deras tanpa suara,tubuh bergetar dengan telapak tangan yang mencengkram kaos dadanya.


berjalan perlahan menuju sebuah meja besar yang telah diberi tiga buah lilin besar,satu buah cake coklat dengan sebuah lilin pasangan pengantin dan sebuah frame kecil pasangan yang terlihat begitu bahagia dengan seorang bayi laki-laki yang terlihat manis dengan pipi tembem dan wajah memerahnya.Tristan terkekeh miris menghapus air matanya kasar.


"Ayah,Ibu selamat hari peringatan pernikahan yang ke 20........."terdiam sejenak dengan mata terpejam dan helaan nafas berat .


"bagaimana kabar ayah dan ibu? hah.....jika saja ayah dan ibu memiliki makam, Tristan akan selalu datang berkunjung.sungguh aku merindukan kalian,ta...tapi maaf aku tak bisa melakukan itu,to...tolong maafkan aku Ayah,ibu hiks......"isakan pedih itu akhirnya lolos sudah.mengigit bibir keras dan tertunduk dalam,pria periang dan ceria itu menangis terisak bergetar hebat.


"hiks......lelaki tak boleh menangis hiks...tapi...tapi Tristan tak sanggup menahan ini semua,sakit yah....sakit sekali...ibu luka ini sakit tapi tak berdarah....apa yang harus aku lakukan? i miss you so much! hiks....rasa ini begitu menyakitkan" lirihnya pedih, Tristan jatuh bersimpuh menutup wajah sembabnya dengan kedua telapak tangan dan menangis lepas.


Tristan,pria manis itu bangkit dan berjalan perlahan menuju ranjang king size dikamarnya.berbaring dengan tubuh meringkuk seperti janin menangis dalam diam.


Klek.......


pintu kamar nya terbuka perlahan dengan sepasang paruh baya masuk menatap sosok itu sendu.Sang wanita berjalan perlahan menaiki ranjang yang bahkan tidak Tristan sadari.


deg........


Tristan tersentak saat sebuah usapan lembut mendarat mengelus pucuk kepalanya perlahan.


"menagislah sayang,mommy disini.kami bersamamu boys,tabahlah Tristan kau anak yang kuat" usapan lembut dengan ucapan penuh kasih sayang membuat pria manis itu mengangkat wajah dan menatap sendu wajah Anggi,yah.Rafendra dan Anggi datang menemui Tristan,walau bagaimanapun Anggi tau setiap tahun pada hari,tanggal dan bulan ini Tristan akan jatuh mengingat kematian kedua orang tua nya.


"hiks...maaf mom,dad.tak pantas Tristan menangis seperti ini,maaf...maafkan aku" lirih Tristan kalap,pria manis itu menatap wajah kaku Rafendra dan Anggi bergantinya . Rafendra menghela nafas dan berjalan perlahan ke arah putra mendiang Thomas itu.telapak tanganya terangkat perlahan dan menghapus sisa air mata di wajah manis Tristan,sungguh Rafendra begitu menyesal tak dapat menemukan jasad Thomas saat kecelakaan.thomas saat itu berkemudi kalap begitu mendengar sang istri kolaps dirumah sakit.dan sampai saat ini jasad pria itu tak dapat ditemukan begitu mobilnya jatuh ke dasar jurang.dan sang istri yang saat itu terbangun dari operasinya langsung berlari mencari keberadaan sang suami hingga naas tanpa pikir panjang wanita itu ikut melompat dan sampai kini tak dapat ditemukan.


"dengan nak,Daddy tidak suka melihat mu menangis seperti anak perempuan!! laki-laki harus kuat tahan banting.ayahmu tidak akan suka melihat putranya terpuruk seperti ini dan ibumu akan menangis di alam sana jika kau terus seperti ini.dengar Daddy! tabahkan hati dan cerialah,wajahmu jelek jika menangis seperti ini" ucap Rafendra santai tanpa beban.Anggi mendelik dan memukul lengan suaminya keras, apa-apaan suaminya ini .bukannya membujuk ini malah mengejek!.


Tristan terkekeh pelan namun tak lama tersenyum lebar,pria itu bangkit dan memeluk tubuh Anggi erat. Rafendra mendengus kesal ,jika saja situasinya sedang baik.sudah dipotong kedua tangan bocah gesrek itu,sungguh Kesempatan dalam kesempitan sekali si babyface ini.


"terima kasih mommy,kau wanita tercinta dihati Tristan" riang Tristan tak sadar wajah geram Rafendra,dasar anak setan! Rafendra berdecih dan bangkit berlalu keluar dengan perasaan dongkol,tau gini ia tak mau repot mengiyakan permintaan sang istri mendatangi kediaman Thomas.


"sayang ikut mommy kemansion yuks, mom ada bikin rainbow cake bersama Freya dan Ara tadi.dan ada seporsi besar dengan sundae ice cream untuk kamu, sekarang ikut mommy ya" ucap Anggi lembut,wanita cantik dengan hati keibuan itu mengusap sayang wajah Tristan dan terkekeh kala Tristan mengangguk girang.


"tidak! biarkan saja dia menangis disini,aku tidak suka kamu memanjakan dia dibandingkan suamimu ini sayang!! sudah kita pulang saja" ucap Rafendra sarkas,pria paruh baya itu menatap Tristan bagai musuh bebuyutan.sungguh apapun menyangkut Anggi , Rafendra tak akan rela berbagi bahkan dengan kedua putranya sekalipun.


Tristan merengut dan semakin memeluk erat tubuh Anggi,berbalik dan menatap manja ibu angkatnya itu.


"Daddy jahat mom,masa Tristan belum jawab sudah di ketusin seperti itu!!" adu Tristan dramatis,sungguh wajah kaku yang terlihat jengkel itu membuat pria manis itu ingin tertawa tapi sungguh ia masih sayang nyawa,jadi lebih baik aman dengan berlindung pada sang ibu Ratu.


"sudah Rafen....jangan seperti itu,kasihan putraku merajuk!!" kesal Anggi pada kecemburuan suaminya itu.Rafendra mendelik dan menatap garang wajah polos-polos Dajjal Tristan.sungguh sabar dimana itu? Rafendra mencari setengah mati.


"putramu itu twin devil!! bukan anak 5 tahun ini!!" ucap Rafendra kesal.Tristan terkekeh pelan sembari menatap wajah Rafendra mengejek,beruntunglah ada sang ibu jika tidak bisa hilang kepalanya itu.


"bicara lagi,tidur diluar saja biar dicium nyamuk!!" lama-lama Anggi kesal juga melihat sikap kekanakan suaminya itu, Rafendra mengangguk lemah dari pada ribut lebih baik cari aman,mana mau dia tidur tanpa pelukan sang istri.sungguh bagai minum kopi tanpa gula,pahit!!.


"ia...ia..terserah sajalah " Rafendra melangkah pergi dengan berat hati,sudahlah yang penting istri senang.


"ayo sayang,James sudah nunggu itu dibawah" Anggi menarik lembut tangan Tristan dan membawanya turun menemui suami dan James dibawah.


"wow....sudah dapat berapa ember air mata Tan?!!" ejek James kala mendapati mata bengkak sahabatnya itu.tristan merengut dan memeluk manja lengan ramping Anggi . Rafendra mengelus dada sabar percuma marah bisa-bisa sang istri mengamuk padanya nanti.james tergelak,meski mengejek,sungguh pria bercat rambut pirang itu mencemaskan keadaan kawan bungsunya itu.walau bagaimanapun kini mereka telah menjadi keluarga besar dengan dekapan kasih sayang para ibu dan perlindungan para ayah.James hanya berharap semua tetap baik dan bahagia selalu ada.


"mommy James bodoh ya" ucap Tristan sembari menggeleng iba.Anggi terkekeh ringan kemudian menatap tanya wajah manis Tristan,sungguh Anggi sangat menyayangi pria manis ini.


"kenapa bodoh Tristan?" tanya Anggi begitu mereka sudah duduk nyaman didalam mobil Alphard hitam milik Rafendra.


"mana ada nangis sampai satu ember penuh air matanya" celetuk Tristan santai.


"wah.....kau menangis satu ember penuh air mata kak Tristan?" Tristan menoleh cepat kedepan dan lihatlah wajah polos menjengkelkan Ara.


"ck...ck...ck...itu perumpamaan Tristan! boleh tidak ku uninstal anak ini sayang?!" kesal Rafendra yang terus terabaikan oleh Anggi akibat Tristan yang terus memeluk manja lengan sang istri.


Tristan terdiam nampak berfikir keras,tak lama menggeleng ribut menatap Anggi dengan manik bulat bening itu.menggemaskan!


"jangan Daddy,nanti kalau Tristan dihapus kasihan mommy tidak punya putra manis seperti Tristan.belum lagi bos Tiran kan kasihan tidak punya adik imut seperti aku dan Ara akan kehilangan kakak menggemaskan tiada dua seperti aku,benarkan mommy" manja Tristan dibalas tawa lepas Anggi dan Ara sedang James sudah berlagak ingin muntah sedang Rafendra sudah melotot gemas.sungguh menghadapi Tristan lebih menguras kesabaran dibanding Menghadapi keras kepala Arkansas.


TBC.....