PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Nasib Dexter.



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya......🌹



⚜️ Happy Reading ⚜️


"aduh....brengs*k pelan-pelan kenapa?!! kau ini sedang mengobati manusia bukan robot !!" sembur Marsel pada Rion yang tengah mengobati luka-luka pada tubuhnya.


Rion berdecak dan tak lama tangannya menekan kuat kapas yang ia pakai membersihkan luka pada tubuh Marsel.


"ARKHHH.....BEDEBAH KAU INI NIAT TIDAK MENGOBATIKU?!!" pekik Marsel kesakitan.


"kau laki-laki bukan?!! seorang pria berteriak seperti seorang wanita!! ganti gender sana!!" sinis Rion pusing juga menghadapi Marsel.


"laki-laki lah bodoh!! kau mau lihat pusaka milikku?!!!" sarkas Marsel jengkel.


Plakkkk.......


"AWWWWW.....BEDEBAH!!" umpat Marsel saat punggungnya yang terluka di pukul Xander kuat.


"mulut bocor James jangan kau tiru!!" ucap Xander geram.


"heh kenapa kau bawa-bawa namaku?!!" Timpal James kesal.


"fikir sendiri,itupun jika kau masih punya otak!!" sungut Ryu,mulut pedasnya ikut menyambung.


yah,para pria tampan itu tengah berkumpul di ruang istirahat markas sembari mengobati luka mereka,dan Dexter.pria itu dibawa oleh Gabril ke laboratorium riset demi mengobati luka-luka nya yang cukup parah.


Ceklek.....


para pria tampan itu langsung menoleh kala mendengar pintu terbuka,ayolah saat para inti tengah berkumpul di ruang istirahat mereka,tak ada satu orangpun yang boleh masuk kecuali mereka memberi izin.


DEG....


mereka semua,para pria itu melotot horor kala melihat kekasih mereka datang dengan menatap mereka tajam dan bengis.


Glek.........


Ryu menelan saliva susah payah saat menatap Angel yang datang dengan manik memerah, sepertinya gadisnya itu akan segera menangis.


"bangun dan ikut kami!!" titah Jessy menatap Marsel tanpa iba,meski tidak dipungkiri manik gadis itu bergetar.


akhirnya setelah memakai kembali pakaian mereka setelah dioles obat oleh Rion.Ryu,Marsel,Xander bangun dengan perasaan tak enak mengikuti gadis mereka.


Rion menatap Kayra intens,gadis itu menghela nafas kemudian berbalik pergi diikuti Rion dari belakang.


"James,bunda Alika memanggilmu.bunda datang!!" tekan Liora bengis.James menegang,apa bundanya tau mereka menyiksa Dexter? sungguh Matilah dia.


"Tristan kau dipanggil mommy,ada dessert baru yang mommy buat.pergilah" ucap Liora mengusir halus Tristan.Pria itu dengan polos mengangguk riang lalu berlalu pergi.


"sudah puas main-main suamiku?!!" tanya Liora tajam,wanita cantik itu tersenyum manis pada wajah tenang Arkansas,dan pria itu justru tertawa seakan tak berdosa.


"hahaha..belum sayang,aku saja belum ikut bermain jadi bagaimana mau puas sayang.oh!! bagaimana kalau kita bermain diatas ranjang?!!" Goda Arkansas dengan senyum jahilnya.


pria itu berjalan mendekat dengan senyum penuh rencana dan menyebalkan diwajahnya.Liora bergidik,pria itu menjilat bibirnya sendiri dengan wajah lapar itu.


"mau...mau apa??! men...menjauh!! ini...ini terlalu dekat!!AR.........!!!" pekik Liora kala lengan kokoh Pria itu menyambar tubuhnya dan menggendong nya keatas sofa disana.


"sistem otomatis close!!" titah Arkansas tanpa melepas tatapan memburunya pada sang istri.


Glek......


Liora menelan saliva nya bergidik,sungguh predator.


"yes my boss"


suara sistem terdengar dengan semua pintu dan jendela otomatis tertutup rapat.


"time to eat baby!!"


pria itu mendekat cepat lalu.


"ARRRRR...." pekik Liora syok kala blues nya sudah koyak akibat ulah nakal suaminya itu.


cup......


" aaahhhhhhhh....don't do this!!" Liora bisa gila bila Arkansas terus meminta makan dari tubuhnya.dadanya terasa geli luar biasa saat pria nakal itu kembali berulah.


"aku lapar sayang!! sudah diam dan biarkan aku merasakan penghasil susu untuk anakku nanti!!" ucap Arkansas serak.


dan terjadilah,keduanya terhanyut didalam ruang sepi nan tamaram itu.Arkansas menggempur tubuh sang istri dengan lembut tak seperti saat pertama kali saat ia kalap dulu.


sementara itu...........


"Kak...kak Dexter...hiks" Ara berlari masuk dengan isakan tangis lepas begitu saja.Gadis itu berdiri lemah disamping tempat tidur Dexter yang kini dirawat Gabril.tubuh pria itu penuh luka hasil Beatle dengan para kakak nya.


air mata gadis itu mengalir deras melihat hasil perbuatan para kakaknya pada pria tampan itu.


Ara melihat luka bekas cambukan,tebasan pedang bahkan memar biru pada tubuh Dexter ,tangan mungil nan halus itu bergetar menyentuh luka-luka yang telah diperban sebagian oleh Gabril.


Ara menatap Gabril dengan air mata berderai.Gabril menghela nafas,sungguh Luka paling parah diberikan oleh Ryu dan juga dirinya.tapi Gabril tak menyesal,demi adik perempuan mereka,akan mereka lakukan apapun demi bahagia Ara.


"hiks....kak Gabril hiks...kenapa ? kenapa begitu kejam?!! hiks...kenapa kalian menghukum Kak Dexter seperti ini?!!" isak Ara pedih.


"Ara,aku tak apa sungguh!! inilah lelaki,jika kami tak bertarung,siapa yang tau kekuatan masing-masing? dan aku tak masalah akan ini,kamu jangan menangis sugar.ini hanya luka kecil" bujuk Dexter menatap lembut pada Ara,Gabril berdecih samar.


"dasar cari muka si buaya buntung ini!!" batin Gabril jengkel sendiri.


Dexter melirik Gabril sesaat,senyum liciknya terukir samar.


"mengerjai pria iblis ini sepertinya menyenangkan !!" batin Dexter tersenyum penuh Arti.


"AWWWWW...issshhhh" Dexter meringis keras saat tangan halus Ara tak sengaja menyentuh luka pada lengannya yang tadi terkena senjata Tristan.


"mana...mana yang sakit kak hiks...maaf...maafkan Ara.." panik Ara dengan tangisan yang mulai terdengar keras.


gadis itu meniup dengan polos lengan Dexter dengan air mata yang masih setia mengalir,Dexter tersenyum lembut dengan ide-ide jahilnya.


"Ara disini sangat sakit,bisakah kamu meniupnya?" pinta Dexter memelas sambil menunjuk luka pada pipi kiri hantaman Xander sebelumnya.sungguh? orang bodoh juga tau luka seperti itu tak akan sembuh hanya dengan di tiup saja.sungguh kemana otak Dexter itu bekerja? apa sebegitu ingin dia mendapat perhatian Ara hingga berucap bodoh seperti itu? sangat kasihan.


Blushhh....


sial!!


kuping Dexter memerah melihat wajah menggemaskan dengan mata berkaca-kaca itu sangat dekat dengan wajahnya.Dexter bahkan dapat menghirup aroma manis pada rambut Ara yang jatuh menjuntai saat gadis itu menunduk,nafas lembut gadis itu menerpa wajahnya saat Ara meniup luka lebam pada wajahnya.


Ara yang polos sungguh tidak menyadari betapa pria itu tersiksa saat bibir Ara tepat didepan wajahnya.


Gabril merotasi matanya malas,sungguh ia ingin memotong kepala dengan otak busuk pria itu.sabar,hanya sabar yang bisa dilakukan Gabril kini.


"Ter...terlalu dekat" Gumam Dexter yang kini sibuk memalingkan wajahnya yang sudah memerah seperti seorang gadis.


"kak Dexter kenapa? kakak demam?" tanya Ara sambil meletakkan telapak tangannya diatas dahi pria tampan itu.


deg....deg.....deg....


"sialan!!! kau jantung sialan,berhentilah berulah dan membuat diriku menjadi gila!!" batin Dexter kalang-kabut sendiri.


"jangan sentuh!! sudah..sudahlah Ara sekarang aku tak apa" gugup Dexter saat merasa sengatan Listrik akibat sentuhan Ara.


"siapa yang memukuli kakak seperti ini?!!" tanya Ara tajam.


"apa kak Kansas?" tanya Ara kembali dengan suara samar.


"bukan kakak!!"


deg.....


Ara dan Dexter menoleh pada pintu masuk,disana Arkansas masuk bersama Liora yang kini melempar senyum manisnya pada sang adik ipar.


Dexter berdecih saat suara maskulin santai itu terdengar bagai tak berbuat dosa.Gabril berdecak saat melihat tatapan acuh tak perduli sang bos tiran.


Liora memutar bola matanya jengah,memang bukan suaminya itu yang turun tangan menghajar Dexter hingga babak belur,namun para iblis kaki tangan tiran itulah yang bekerja atas perintah nya,jadi dari mana Arkansas bisa berkata bukan dirinya? benar-benar cuci tangan,lempar batu sembunyi tangan.


"hiks...kakak bohong!! pasti itu perbuatan kalian!! " pekik Ara kesal.


Greph.....


Arkansas memeluk tubuh sang adik sayang,pria itu membelai rambut Ara lembut dan tersenyum begitu hangat menatap sang adik.


"kamu tau siapa keluarga kita kan sayang? kamu tidak butuh laki-laki lembek yang hanya bermodal harta untuk mendekatimu,kamu dan kami butuh pria dengan semua kekuatan yang ada demi melindungi dirimu.kami tak akan selalu ada untuk kamu Ara,jika kami tak berada disampingmu,setidaknya ada seorang pria yang mampu melindungi dirimu.dia tidak hanya harus kuat secara finansial,namun mental dan fisik pun harus mumpuni.kakak mau kami mendapat pria yang bisa melebihi Daddy dan para kakakmu dalam menjagamu kelak.semua yang kami lakukan hanya demi melindungi dan membuat kamu bahagia,paham Ara!!" jelas Arkansas sabar.pria itu membuang sisi Arogan dan diktatornya demi memberi pengertian pada sang adik,Liora tersenyum haru melihat bagaimana suami nya itu begitu sabar menghadapi sisi remaja Ara dan dia bersyukur untuk itu.


Dexter tersenyum tipis dan mengangguk samar atas apa yang Arkansas ucapkan.dibalik sisi Iblis tiran dan diktator itu ada hati yang begitu lembut dan hangat untuk orang-orang yang ia kasihi,sungguh rasa kagum Dexter pada Arkansas semakin besar.dan ia berjanji akan mebuktikan dirinya pantas dihadapan Rafendra dan Arkansas untuk Ara.


Akhirnya Ara membantu Gabril memberi perban pada luka-luka Dexter dan Arkansas yang sudah kembali kemansion utama bersama sang istri.


............❇️⚜️❇️............


Kini seluruh keluarga besar Wiguna beserta para kawan-kawan mereka berkumpul.bahkan para gadis dan menantu nyonya Wiguna dipaksa menonton oleh sang tiran.


Rafendra duduk memeluk sang istri dikanan dan putrinya dikiri.Bimo duduk bersama sang istri Zeline dan ada Gabril disamping mereka merangkul Daisy.Disofa lain,Lingga duduk anteng dengan memeluk tubuh Yura dari samping dan disebrang mereka ada Ryu yang kini duduk memeluk Angel setelah adegan drama mereka kemarin.lalu ada Jeremi dan Alika sang istri yang memaksa putra mereka James duduk ditengah dengan tenang.Marvel dan Zoya yang menatap wajah Marsel yang kini tengah dicueki oleh Jessy lalu ada Xavier dan Selenia yang duduk mengapit Samantha dengan Xander yang merangkul Starla di pojok ruangan.lalu ada Alex yang merangkul Zenit di sebelah Zoya. Axel sibuk memasang kamera di empat penjuru demi mengabadikan pertarungan berdarah sang tiran duel dengan calon kekasih Ara adik kecil mereka.


"wah...tak kusangka akan melihat langsung bagaimana putra iblismu membantai anak orang hahahaha..." gelak Alex yang diikuti tawa membahana Lingga dan Jeremi.para ibu menatap iba wajah murung Anggi dan wajah pias Ara.


"hahahaha..hei Alex!! putramu bahkan lebih gila lagi,untuk apa dia menyiarkannya langsung ?!! otak anak-anak ini kufikir sudah tumpul hahaha....entah bagaimana reaksi keluarga besar Wishnutama jika melihat ini nanti hahaha....aduh sial perutku keram!!" Xavier tergelak lepas sambil memegangi perutnya yang terasa nyeri,Marvel terkekeh sambil mengusap air mata disudut matanya.inilah para orang tua tak punya akhlak! mereka bukanya melerai,ini justru dijadikan layaknya tontonan bioskop dan lihatlah para ibu yang menggeleng miris melihat kegilaan para suami mereka.


Kayra menatap jengah Tristan yang sedari awal sibuk bersorak heboh dengan semangkuk besar popcorn dan soda.


Rion terkekeh tidak mau ikut turun jika tangan kematian sendiri sudah ambil bagian.pria itu hanya duduk sambil mengusap rambut sang adik.


Liora mendesah frustasi melihat Beatle tak seimbang ini.


"WUHUUUU....ASIK...ARA..FREYA...SAMANTHA LIHAT....LIHAT....BUKANKAH INI SERU!!" pekik Tristan girang,sungguh miris anak ini!.


Ara mendelik kesal melihat Tristan,sedang Freya sudah menggeleng iba dan Samantha yang masa bodoh.biarlah pria manis itu bahagia dengan dunianya sendiri.


"BAIKLAH HADIRIN KELUARGAKU YANG TERHORMAT!! SAYA AXEL SEBAGAI PEMBAWA ACARA-"


"WUHUUUU...TURUN KAU AXEL!! JANGAN BANYAK MENYE-MENYE KAU DISANA!!"suara laknat James terdengar menjengkelkan. ucapan Axel seketika terputus saat sorakan serta teriakan laknat teman-teman nya terdengar ricuh meminta dirinya turun.sialan!!.diakan hanya mau menjadi MC.


Axel mendesah melihat tawa nista sang ayah Alex dan senyum mengejek sang ibu Zenit.apa tidak ada manusia berhati baik disini?.


"ia...ia...dasar kutil badak!!" maki Axel jengkel.


"baiklah,mari sambut tuan muda Wishnutama,Dexter!" ucap Axel cepat.


Dexter masuk dengan pakaian bela diri taekwondo melekat pada tubuhnya.


prok......prok......prok...


tepukan tangan Tristan dan Ara terdengar heboh dan percayalah para pria disana mendengus gusar melihat itu.


"hei Ara,apa kau bodoh!! laki-laki itu sudah sekarat dan untuk apa kau bertepuk tangan begitu?!!" tanya Tristan binggung.


"hehe..kata kak Dexter dia tak apa,lagipula kalau Ara lihat-lihat lagi,bukankah kak Dexter sangat tampan ?!! hihihi...Ara berharap semoga kak Kansas jangan terlalu serius!!" terang Ara sedikit cerah kala Melihat lambaian Dexter padanya tadi.


Kayra bergidik,Arkansas bahkan akan membuat Dexter tewas jika dia mau.


"Ara" panggil Kayra hingga gadis itu menoleh diikuti Freya dan Samantha yang merasa penasaran akan raut wajah Kayra kini.


"apa kak?" tanya Ara polos.


"kau sudah gila!!" Desah Kayra miris.Rafendra tergelak mendengar ucapan frustasi calon menantunya itu,Anggi mengangguk miris dengan gelak tawa semua orang kini.


Ara berbalik menyembunyikan wajah malunya dalam pelukan sang ayah.jatuh cinta memang rumitkah?.


"BAIKLAH MARI SAMBUT PANGERAN HADES KITA!! BOS ARKANSAS!!" pekik Axel semangat.


deg.....


Liora merasa jantungnya berpacu saat pria tampan itu masuk dengan pakaian taekwondo yang terasa begitu memikat Dimata Liora.


"Let's fight!!"


TBC.....


masih semangat?? semoga kalian tidak jenuh ya guys😊