
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya.....🌹
...💠...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...💠...
pasangan itu baru saja turun dari mobil Lamborghini Urus didepan sebuah rumah sakit elit yang sangat terkenal dikalangan para sosialita high class.sepanjang langkah mereka melangkah,hanya ada tatapan penuh minat dan rasa kagum akan sosok bak pasangan dari surga itu.yah,lelakinya terlihat begitu tampan dengan aura dingin tak tersentuh.dengan kemeja hitam digulung sesiku serta celana kain senada dilengkapi dengan sebuah jam tangan rolex mewah menjadikan sosok pria itu begitu bagaikan lukisan yang hanya bisa dipandang namun tak bisa disentuh meski dalam mimpi.
pria tampan itu tengah merangkul posesif seorang wanita cantik berwajah sangat manis dengan dress berwarna putih menjadikannya layaknya sebuah lukisan rapuh yang terlihat sangat cantik.
"Ar...... kira-kira dokter Carol akan marah tidak ya kita lupa cek up bulan lalu? hah.....aku merasa gugup!" Liora bertanya samar sembari terus merapatkan diri pada suaminya itu.
"takut apa? ada aku suamimu,bahkan raja setan pun takut padaku!" sombong Arkansas dengan wajah sedatar jalan tol itu.
Liora mencibir
"ia takut, bagaimana tidak takut kau sendiri adalah setannya!!" batin Liora jengkel.
"sudah jangan cemberut,wajahmu akan menua 10 tahun jika merengut begitu.jelek!!" Arkansas sungguh tak tahan menggoda istrinya itu,melihat wajah jengkel menggemaskan dari istrinya sungguh membuat seluruh beban Arkansas menguap entah kemana.
"aku? jelek? wah....ya sudah memangnya kenapa kalau aku jelek?!!" sembur Liora jengkel,sial memang itu mulut tiran satu! tidak tau apa wanita hamil itu sensitif? dasar tidak peka!.
"ya baguslah kalau kamu jelek sayang!" jawab Arkansas santai sembari menahan sudut bibirnya yang berkedut menahan tawa.
"kenapa begitu?!!" desis Liora tajam.
"karena kecantikanmu hanya untukku,dan orang lain tidak boleh melihat itu selain aku! kau jelek juga tak apa dimataku!" balas Arkansas santai.
Blushhh...
setan demit!!
kenapa pria ini mulutnya manis sekali?.....
Liora mengigit bibir bawahnya gemas,dan Arkansas melihat itu.
"jangan gigit sendiri,berikan padaku.aku bahkan bisa lebih mampu memuaskan bibirmu sayang....." smirk jahil Arkansas terbit menjengkelkan,sungguh para wanita yang melihat itu akan menjerit mendamba akan pesona sang tiran.namun bagi Liora itu adalah tanda bahaya!.
"mesum!!!" bisik Liora mencubit gemas pinggang kokoh suaminya,namun sayang! tidak ada lemak yang bisa ia dapat ,hanya ada otot keras yang bahkan tak akan berasa meski ia mencubitnya.
"ck...mesum...mesum begini juga kamu menjerit dan mendesah kan namaku diatas ranjang!!" balas Arkansas jenaka.
double kill.....
demi setan demit seluruh alam,mengapa si Tiran ini begitu Frontal? lihat! bahkan para suster yang lewat didekat mereka sudah memerah dari leher hingga ujung telinga.
"diam!! tutup mulut busuk mu itu!" kesal Liora,Arkansas mengangkat bahu acuh dan kini mereka sudah berada didepan pintu ruang praktek dokter Carolina.
"mana ada mulut busuk yang selalu membuatmu terus meminta akan sentuhan panas dari mulut ini!' balas Arkansas santai sebelum membuka pintu bahkan tanpa mengetuk,inilah makhluk paling tak berakhlak di dunia!.
"ARKANSAS!!!" liora berteriak dengan suara tertahan penuh kesal.
"yes baby!!" balas Arkansas santai.
dokter Carolina menatap binggung pasangan yang sedang saling melemparkan tatapan bara api disana.sang pria tersenyum penuh kemenangan dan sang wanita memerah entah malu atau marah? sudahlah bukan urusannya juga.
"selamat datang Mr dan Mrs Wiguna!!" sapa Carol memecah suasana akward itu.
"silahkan duduk" Carol mulai membuka dokumen cek up Liora sebelumnya.
"don't be mad baby...setelah ini jalan-jalan mau?!" senyum tampan Arkansas terbit mempesona.Liora terhanyut dan tanpa sadar mengangguk antusias,see? membujuk Liora begitu mudah bukan?.
"senyum untukku mana?" ucap Arkansas lembut.
Liora terkekeh dan menutup wajahnya malu-malu kucing.Carol melongo,apa ia tengah menonton berbuah tayangan romansa disini? wah,dokter paruh baya itu spechless!.
..........💠...........
sudah lebih dari satu bulan lamanya,Erika dan keluarga besar Susan mencari tau penyebab kematian tragis dari disainer muda itu.dan kini,entah bagaimana mereka bisa menemukan titik terang setelah berminggu-minggu mencari.
hari ini di Gedung WJC Grup pusat,Rion tengah menggantikan Arkansas sementara bersama Axel.smirk kedua pria tampan itu begitu dingin nan mengerikan.
"heh....tak kusangka bos memintaku melepas pengawasan untuk ini? well... ngomong-ngomong si kecil iblis itu mengerikan juga kalau kuingat-ingat!!" ucap Axel sembari mengusap wajah ngeri melihat kembali tayangan cctv hasil rampokannya.
"hahahah...kau ini bicara apa Xel? iblis tiran tentu saja keturunannya juga sama saja!!"gelak Rion tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah ngeri Axel.
"jadi kita main-main?!" tanya Axel memastikan.
"tentu saja,aku mau lihat mereka bisa apa?!" seringai Rion semakin lebar kala melihat sebuah mobil sedan berhenti didepan pintu masuk gedung diikuti sebuah mobil SUV putih dibelakangnya.
"well.....waktunya bermain!!" smirk Rion dingin.
Axel terkekeh dan mulai kembali mengurusi pekerjaan yang sudah menunggu segunung dihadapan-nya.
dilain sisi..........
Brakh.......
Erika membanting pintu mobilnya berbalik dan berjalan masuk kedalam gedung megah perusahaan raja bisnis Wiguna itu.
langkahnya begitu kasar dan kilatan kemarahan terlintas dimatanya kala membaca tulisan Wiguna Jaya Corporation tepat di atas gedung.berjalan diikuti kedua orang tua Susan dan seorang pria dibelangkang nya.sunnguh penghinaan yang dilakukan para menantu Wiguna masih berbekas diingatkannya hingga ia mengambil langkah membalas saat ini atau tidak sama sekali.
para karyawan menatap mereka heran kala melihat gelagat mencurigakan dari Erika dan keluarga susan itu.
"NONA!!" pekik Salah satu resepsionis kala melihat Erika sudah akan memasuki lift khusus para petinggi.
hingga.....
"Jangan halangi mereka,hanya tahan pasangan paruh baya itu dan katakan pada keamanan biarkan saja!!"
suara tegas itu terdengar dari telpon khusus di meja resepsionis,para wanita itu tau suara siapa itu,yah.Axel sang kepala Bagian IT.
Erika dan Baron.yah,Baron kakak dari Susan.
keduanya memasuki Lift.Erika bersandar pada dinding lift dan memukul dadanya yang terasa sakit! sungguh sampai mana sebenarnya kekuasaan dari para Wiguna itu? mereka bahkan bisa membakar seluruh gedung rumah sakit dan membunuh banyak orang tanpa terjerat hukum! Baron menepuk punggung Erika menenangkan,dan semua itu tak lepas dari mata elang seorang Axel!.
"terlalu drama!" cibir Axel yang tengah menatap layar komputernya seakan melihat sebuah tayangan picisan disana,bahkan apa yang ditonton Axel juga kini ditonton oleh Rion dan yang mereka tidak sadar adalah mata ketiga yang kini terlihat begitu gelap penuh haus darah.
"Erika kau baik-baik saja?" Baron bertanya cemas,bukan apa-apa! hanya saja mereka kini adalah aliansi yang harus tetap kuat demi mencapai tujuan masing-masing.
Erika menatap tajam Baron.
keduanya keluar dengan cepat saat memasuki lantai khusus CEO,lantai ini benar-benar tenang dengan karpet merah yang terbentang dari mulai Lift hingga sebuah pintu diujung lorong dengan kayu Mahoni dicat berwarna Coklat gelap dengan ukiran rumit membingkainya.
...Chief executive officer...
yah,Erika tau Rion berada disini menggantikan pekerjaan Arkansas sementara,wanita itu menatap tajam pintu besar mahoni megah dihadapan-nya itu .
"Erika,kau harus bisa menjalankan tugasmu!!" peringat Baron menepuk bahu Erika tegas.wanita itu mendengus, tentu saja! jika cinta tak dapat maka setidaknya ia harus membuat Wiguna terkena scandal!.
mengambil nafas sesaat dan tanpa permisi.
Brakhhhh........
pintu besar mahoni itu terbuka keras dengan pemandangan mempesona Rion yang tengah sibuk menandatangani beberapa berkas.
Erika menelan saliva gugup,sial! jantungnya tidak bisa bekerja sama! mengapa pria ini begitu tampan? Erika Tidak boleh lemah!.
Rion menengadah dan menatap dingin sosok wanita tak tau malu itu.namun sedetik kemudian entah mengapa senyum manis terbit diwajah tampan itu.Erika sesat tertegun.
"Erika? ada-apa?" suara Rion begitu lembut dan membuat getar hati Erika semakin menjadi.
Greph.....
Erika menoleh kaget saat genggaman tangan Baron mencengkram kuat lengannya.
"jangan lupa tujuan! ingat,orang tuaku tertahan dibawah dan orang tuamu diambang batas!!" bisik Baron geram.
Erika membanting sebuah DVD keatas meja kerja Rion.
"sejauh mana keluargamu terlibat dalam semua kemalangan kami?! kalian telah membunuh Susan!!!" nafas Erika mulai memburu.
Rion terkekeh,pria itu menghempaskan punggungnya pada kursi kebesaran CEO itu.ia melirik DVD dihadapan-nya tanpa minat dan akhirnya melirik kedua orang dihadapannya bosan.
senyum manis itu hilang berganti dengan senyuman dingin menusuk tulang.
"apa ini? kau bertanya sesuatu yang aku bahkan tak tau" balas Rion santai.Erika kehabisan kata-kata dan Baron mengeram murka.sial! adiknya tewas dan pria itu justru terlihat santai.
"Mr Wiguna kau-"
"kau memanggilku Mr Wiguna,apa kau bicara dengan ayahku?!" gelak Rion mengejek.
Baron murka,sial! hatinya semakin panas ingin mencabik wajah sombong putra Wiguna itu!.
"Tuan muda Rion.Cd itu berisi rekaman bahwa orang dari Wiguna lah yang telah membakar gedung! dan salah seorang dari mereka membunuh Susan,apa kau fikir kami akan diam saja?!!" amuk Baron menunjuk pada wajah tenang Rion.
"bahkan kalian memperkerjakan seorang anak kecil!!' cibir Erika mulai mencoba menyulut.
Rion mengangguk mengerti,tapi sungguh dalam hati ia bertepuk tangan akan kerja bersih Rayganta! jika bukan Axel maka belum tentu mereka akan tau bahwa itu adalah si iblis kecil Rayganta.dan jika bukan perintah Arkansas maka belum tentu Hacker Pihak Erika bisa menembus jala pengaman dari Axel.
"lantas? apa urusannya denganku? lagipula.....mereka mati atau hidup bukan urusan kami" balas Rion acuh.
Erika tersenyum kecut.
"aku mencintaimu dan kamu menyebabkan kematian orang-orang ku?! betapa mengerikannya keluargamu!" hardik Erika nanar.
Rion mengangguk acuh dan menatap Erika dingin.
" aku tidak bisa selalu mengawasi perbuatan keluargaku,lagipula kau yang memulai maka jangan salahkan kami pada akhirnya.lagipula kalian hancurpun bukan urusanku!" balas Rion acuh.
sakit......
Erika jatuh menangis sudah.kata-kata dingin nan kejam Rion sungguh merobek hatinya.
"KAU JAHAT RION!! KELUARGAMU MEMBUNUH BANYAK ORANG DAN KAU PUN MEMBUNUH HATIKU...KAU TAK PERDULI!!" pekik Erika sakit hati.
"apa perduliku?" kekeh Rion dingin.
bosan! drama ini sungguh membuat Axel menguap diruang kontrol.
Baron berlari dan menarik keras kemeja Rion emosi.pembunuh berdarah dingin!.Baron memaki.
"dalam setiap kemalangan kami beberapa waktu belakangan ini karena ulah kalian bukan?! " cerca Erika menghapus air matanya kasar.
"hm.... memang!" balas Rion dan selanjutnya sebuah pukulan keras menghantam wajahnya.
Bugh.......
nafas Baron memburu,Rion terkekeh mengusap darah disudut bibirnya.
"lumayan........kau tau? kau harusnya tak lakukan itu,karena apa........?!" Rion menyerigai dengan duduk kembali menyilangkan kedua kakinya angkuh.
"Mati!" tubuh Erika dan Baron menegang,disana.diruang kontrol Axel terbahak tak perduli wajah pucat para tenaga IT bawahanya melihat sosok kembar sang tiran.
"hei...kurasa kepala IT sudah gila!!"
"kuharap besok kita masih bisa bernafas!!"
"berani sekali kedua orang itu!!"
"aku hanya bersyukur diruang CEO bukan bos Arkansas! jika tidak,sudah pasti gedung ini akan terguncang oleh amarahnya"
para tenaga IT mulai berbisik dan Axel masa bodoh selama ada tontonan seru didepannya.
"katakan apa lagi yang kalian lakukan?!!" Erika kembali bersuara setelah bangkit perlahan .
Rion terkekeh.
"banyak sekali selain kematian Susan! semuanya......kebangkrutan butikmu,pengalihan saham pamanmu,gagalnya pencalonan kembali ayahmu....yah, banyak lagi" ucap Rion santai
Tubuh Erika limbung kembali.
"racun ibuku?" tanya Erika nanar.
"hm...itu juga" balas Rion santai.
deg......
Erika mencengkram erat ujung dress-nya.
"sekarang...pergilah aku banyak pekerjaan selain mengurusi tikus pengganggu!!" ejek Rion dengan smirk penuh kasih palsu.
Erika melirik Baron memberi isyarat umpan mereka telah selesai,sebuah alat perekam sudah kembali disimpan baik oleh Erika dan tanpa pamit mereka berbalik pergi.
"bodoh!!" cibir Rion menatap dingin pintu yang telah tertutup.
bip....
"bagaimana?" Rion bertanya ketika suara mesin penghubung ruang CEO berbunyi kepusat kontrol.
"hahahaha...not bad!! mereka terlalu bodoh,mereka fikir tengah berurusan dengan siapa?! sungguh aku hampir mati tertawa disini!!" Axel berucap geli dengan tatapan horor para pekerja IT lainya.
" bagus!!" balas Rion dan setelah itu sistem terputus.
dan tak akan pernah terbayangkan oleh Erika maupun baron sekutunya,bahkan apa yang mereka rencanakan tak mampu menembus kecepatan mata seorang Axel.
yah sebelum masuk gedung,cctv telah merekam gerakan cepat Erika saat memasukkan sebuah perekam yang telah ia setting sebelum memasuki gedung dan seorang Axel sudah sangat basi dengan permainan amatiran seperti itu.maka mari lihat kejutan apa yang akan terjadi!.
dan dilain tempat.
laptop menyala didalam sebuah kamar bercat hitam itu membuat senyum dingin seorang anak laki-laki tampan itu terbit mengerikan.
"hm...papi Axel hebat! tapi bahkan papi sendiri tak akan pernah tau apa yang sedang kulakukan!!" yah,Rayganta meretas serves PC seorang Rion sebelum Axel memasuki sistem penghubung sebelumya,dan yah! Rayganta berhasil mengetahui apa yang terjadi tanpa repot bertanya pada orang dewasa,anak ini mengerikan!.
"mainan baru!!" gumam Si kecil Lucifer mengerikan .
...TBC...