PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
what i want



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya.......✌️



...💠...


...H A P P Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...💠...


Wanita dengan wajah tertutup masker itu mengerjap penuh kagum pada sosok tampan yang mengenakan stelan putih layaknya seorang pangeran dari negri dongeng.


Dena mencubit pipinya sendiri menyakinkan bahwa benar gadis yatim piatu jelek itu benar-benar mendapat durian runtuh.


pria itu terlihat bukan dari kalangan biasa.wajah tampannya begitu bersih tak bernoda,kulitnya bersih mengalahkan kulit para gadis,autfit yang pria itu kenakan semua bermerk terkenal dan bunga mawar pink 100 tangkai itu bukanlah perkara murah! dan hal yang paling membuat dirinya iri pada Sakura adalah,sebuah mobil Porsche yang terparkir tepat didepan rumah sakit milik pria itu,Dena benar-benar merasakan jantungnya berdebar kencang melihat pria muda yang begitu tampan!.



Tristan tersenyum manis dan menoleh saat ia merasakan tatapan panas yang seakan mampu membakar tubuhnya.


dan saat itu juga,senyum manisnya berubah menjadi senyum dingin yang tak sampai kematanya.


mau apa wanita genit itu menatap dirinya begitu intens? sungguh Tristan bergidik!.


"mau kucongkel matamu?!" hardik Tristan kesal.lihat,sakura bahkan tidak menatapnya seperti tatapan wanita genit itu padanya.sungguh Tristan lebih suka jika yang menatap dirinya adalah sakura,dan bukanya nenek lampir yang baru turun dari gunung setan!.


nasib orang tampan!.


Sakura tersenyum nanar,menatap Pria penolong dirinya ada disini. apa dirinya memiliki kesalahan hingga pria itu sampai mencarinya ke rumah sakit? sakura menatap wajah Tampan Tristan hampa.


"siapa kau?! ada urusan apa kau masuk ke aula khusus staf rumah sakit?! jangan mengacau!!" Hardik Ferdinan geram.


Tristan tertawa,sungguh suara tawanya saja bak melody merdu pengantar tidur.para staf wanita meleleh belum lagi sosoknya yang begitu ideal berdiri gagah dengan balutan aura berwarna putih bak seorang pangeran.


"aku? mengacau? kau mau lihat bagaimana aku mengacau?" Tristan tersenyum miring,satu alisnya terangkat angkuh dan sungguh.lama mengikuti para iblis dengan sang raja neraka Hades,membuat aura Tristan tanpa sadar ikut menghitam!


Ferdinand terkekeh remeh,ia tak menyangka anak muda didepannya ini begitu angkuh! selama ia hidup,sudah banyak ia temui berbagai manusia dengan tingkat karakter berbeda,semua tergantung latar belakang dan finansial seseorang.dan yah,pemuda didepannya ini tak pernah ia lihat sebelumnya dan itu sudah cukup membuat Ferdinand berfikir bahwa pria muda didepannya ini hanyalah seseorang yang pandai membual! yah, sayangnya Ferdinand tidak tau.orang-orang seperti apa yang ia anggap remeh itu.


"kau fikir aku takut?!! PERGI DARI SINI DASAR PRIA KURANG AJAR!!" maki Ferdinan geram,dokter paruh baya itu menatap nyalang bergantinya antara sakura dan Tristan,dan nafasnya memburu emosi.


"well......sepertinya ular tua itu sudah mendesis sakura! baiklah sebaiknya ikut aku,kau pasti lapar bukan? ini sudah waktunya makan siang,dan well....ternyata menghadapi ular tua yang marah cukup memakan waktu juga!!" Tristan terkekeh dengan ejekan yang sungguh lancar keluar dari mulutnya.


"KAU.....!!" tunjuk Ferdinan emosi.ia bersiap melangkah untuk memukul pria muda tidak tau aturan itu,namun Tristan mulai menyerigai dingin dan Sorot mata ramahnya berganti dingin saat menoleh menatap pria paruh baya itu.


"jangan memancing jika kailmu tak cukup kuat! aku mengingatkanmu!!"


Brrrrrrrr.....


hawa dingin segera mencengkram semua orang saat sebuah Barettha berwarna hitam bergaris emas keluar dari dalam jas putih tristan.mata Ferdinand terbelalak,Pria itu bersenjata api!.mundur,ia mundur tak mau mati konyol saat tatapan pria muda itu tak main-main lagi.


"sakura!" panggil Tristan samar.


gadis yang terlihat linglung itu tanpa sadar menjawab lirih.


"ia" Tersenyum dan Tristan mengusap pipi putih sakura lembut.


"pergilah ambil tasmu,kita makan diluar!" ucap Tristan dengan daun telinga yang sukses memerah.


"ayolah.....kumohon katakan ia sakura!!" batin Tristan cemas menanti jawaban dari sosok cantik yang tengah menatapnya intens.


Deg........Deg......Deg.......


"aduh sial!! jantung jangan murahan beginilah,belum juga di iakan sudah pada disko!!" Tristan mengigit bibir bawahnya menunggu jawaban gadis cantik itu.


sakura menatap wajah tampan itu diam,sudut bibirnya berkedut saat ia dapat melihat dari leher hingga daun telinga Tristan memerah,apa ini? tak ia sangka,pria itu reaksinya seperti seorang gadis.


sementara itu,Dena menatap kearah sakura penuh kebencian.dan Ferdinan mengepalkan kedua tangannya erat dirinya seakan tak punya harga diri disini,pria itu mengganggapnya tak kasat mata! penghinaan ini akan ia balas,lihat saja nanti.


mengangguk lirih dan sakura berbalik tanpa perduli teriakan murka Ferdinan.


"SAKURA!! SAKURA,APA KAU FIKIR RUMAH SAKIT INI PUNYA KELUARGAMU!! BERHENTI DAN MINTA MAAF SEKARANG!!" Ferdinan memekik geram.


Dena meraih tubuh ayahnya dan menepuk lengan pria paruh baya itu lembut dan mencoba tersenyum menenangkan.


"ayah... tenang! kita bisa membalas gadis sombong itu nanti! kini biarkan pria itu pergi dulu dan saat besok kita akan beri sakura pelajaran!!" Dena berbisik licik dan Ferdinan tersenyum miring mendengar rencana putrinya.yah,masih ada hari esok!.


Tristan mengikuti langkah sakura bak anak itik yang sangat manis,lihatlah senyum manis melebihi madu yang terus terpancar dari wajahnya.


para staf bahkan penghuni rumah sakit yang lewat didekat pria muda itu berhenti bahkan hanya untuk sekedar menikmati ciptaan Tuhan yang begitu manis itu.


oh....andai mereka bertemu dengan sang Hades dan pada prajurit nya yang lain? entah!.


klik..........


sakura membuka pintu ruang konsultasi dan masuk kemudian .


"Tristan.....mengapa kau mengikutiku?" sakura bertanya binggung melihat kelakuan ajaib bak anak itik mengikuti induknya itu.Tristan sangat aneh untuk ukuran pria tampan dengan pemuja cinta bertebaran dimana-mana!.


"hm...itu...itu...aku mau tanya boleh?"


damn!!


so cute!!.....


sakura hampir saja meraih pipi putih Tristan dan menariknya gemas! oh astaga,mengapa ada pria dewasa yang begitu manis saat bertanya malu-malu seperti itu? sakura menarik nafas panjang.


"uhuk...uhuk...."


sakura terbatuk menetralkan desiran aneh yang menghantam hatinya.


melanjutkan.


"boleh,tanya apa?" sakura membalas lembut dengan senyum hangat.


damn!!


ingin sekali Tristan melompat karena begitu bahagia,sungguh the best day ever! yah,meski belum ada pengakuan apapun!.


"itu...itu...apa kita akan Ken...kencan!!" Tristan menatap wajah sakura dengan mata berkedip lucu.


Deg.........


sakura menutup mata,ia belum siap! dan ucapan Tristan sungguh terlalu mendadak.


ia binggung......


penuh dilema.....


dan sakura takut.....


melihat keterdiaman sakura,Jantung Tristan entah mengapa seperti dihantam sebuah batu besar,entah? belum,belum pernah ia rasakan ini sebelum.


mengambil nafas sejenak dan mulai berfikir cepat.


sakura menengadah, menatap Tristan yang jauh lebih tinggi darinya.


mendesah dan tersenyum tipis,sakura mengangguk samar.tak akan baik jika ia langsung menolak seorang pria yang sudah baik menolong saat mereka saja adalah orang asing yang baru saja bertemu.


orang asing? entahlah! seakan ada suatu hal yang memaksa mereka untuk nyaman satu sama lain,meski ini adalah hal yang sangat tak wajar bagi seorang yang bahkan belum kenal lama!.


Tristan yang semula mendung kini berubah secerah mentari pagi! dan yah,senyum itu menular pada sakura dan senyum gadis itu cukup membuat jantung Tristan seakan hendak melompat!.


klise!! tapi itulah kenyataannya.


............💠............


sakura tercengang saat matanya menatap kearah salah satu mobil diantara jejeran mobil yang terparkir rapi dihalaman rumah sakit.


"sakura....ayo!!" Tristan memanggil dokter cantik itu gemas saat melihat sakura yang hanya berdiri diam terpaku.


"apa...apa benar aku akan naik mobil mahal itu?" sakura membatin ragu-ragu.



melangkah mendekati mobil mahal mewah yang terparkir cantik disana,lihat bahkan kawan-kawannya sesama staf rumah sakit tercengang! mereka belum pernah melihat mobil semahal itu berada di halaman rumah sakit mereka!.


"Tristan ini...ini benar mobil kamu?!" sakura bertanya linglung sambil menunjuk mobil yang baru dibeli oleh Tristan pagi tadi.


"hm...baru ku beli belum 24 jam ini" jawab Tristan santai.


Duar......


kaki Sakura lemas seketika! mobil baru dan ia akan naik itu? sebenarnya berapa banyak kekayaan pria itu? sakura sibuk menjelajah fikiranya sendiri.


Greph.....


"please my lady !!" Tristan tersenyum lembut dan membuka pintu.


"eh..?" Sakura memekik kaget saat telapak tangannya diraih lembut dan tubuhnya dibawa masuk kedalam mobil yang aroma barunya masih terasa dan lihat! bahkan pelastik yang membungkus kursi masih terlihat disana.


dan disana,mata seorang wanita nampak memerah penuh kebencian dan kecemburuan.mengapa? mengapa gadis rendahan yang hanya beruntung bisa menjadi seorang dokter itu bisa mendapatkan pria sebaik pria muda kaya raya itu? Dena meremas ujung dress nya penuh kemarahan .


dan akhirnya mobil mewah itu melaju pergi.


...........💠...........


"kau lihat? bukankah gadis yang uncle Tristan kejar sangat cantik?!! wah...betapa tidak beruntung kakak cantik itu berurusan dengan bayi besar seperti uncle Tristan!!"


suara Raino kecil terdengar ditengah besar ruangan bermain di Mansion Wiguna itu.


Axel mendengus jengkel, mengapa ia sampai bisa terjebak dalam akal licik si Kembar R dan mengapa juga ia harus termakan tipuan Rayganta hingga berakhir diruang anak-anak dan memata-matai Tristan coba?.


yah,kini Axel yang malang harus rela melakukan kegiatan ilegal meretas seluruh cctv jalan raya di California sekitar tempat dimana gadis yang Cristal katakan itu bekerja.dan yah,kini ia bisa melihat apa yang Tristan lakukan mulai dari ia saat membeli mobil dengan black card hasil rampokan dari dompet Rion dan yah,yang pasti pria dengan setumpuk credits card no limit itu tidak akan menyadari hal itu sampai ada yang memberitahukan pada Rion hal itu.sungguh,Tristan sudah gila!.


benar,pria bungsu itu memang memiliki beberapa credits card.namun dasarnya manusia pelit bin perhitungan! selama bisa dapat gratisan mengapa ia harus pakai uang nya sendiri,selama masih bisa memakai credits card saudaranya mengapa harus pakai card-nya sendiri? yah,Tristan dan akal bulusnya!.


"come on kids!! papi masih banyak pekerjaan daripada harus memata-matai paman kalian itu!! ayolah boys!!" Axel mengiba,ia menatap wajah iblis-iblis kecil itu sabar.


"ck...papi ini pelit sekali!! jika saja jangkauan Rayganta sudah sehebat papi,Kami juga tidak akan minta papi membantu!!" Diego mendengus jengah,papinya satu ini sungguh Menyebalkan dan banyak alasan.


"ia papi pelit! acella bilangin mommy baru tau rasa!!" si gadis kecil putri Axel sendiri ikut-ikutan memarahi ayahnya itu.axel mendengus,dasar anak-anak iblis! astaga,apakah pria itu lupa bahwa dua diantara iblis kecil itu juga anaknya? lucu!.


"papi diam saja,bantu anak sendiri pelit!!" nah,ini lagi satu mulut kecil wasabi putra Gabril ikut menyahut.


Axel pening! ia seperti dikerumuni musuh dengan senjata melebihi tajam pedang!


Axel menutup kedua telinganya dan tertawa sinting menghadapi kelakuan anak-anak pasukan iblis itu .sungguh ia bisa gila!.


"papi...sana...sana...jalan St Louis!" jerit Alarik heboh.


"papi...cctv kearah St Maria!!" Xain berteriak heboh.


"Sana papi...sana..sana....!!" si kembar R berteriak keras saat mobil Porsche berbelok menuju pusat istana kuliner .


"yah.... disana cctv-nya sedikit!!" Ryuga mendesah sedih.


"PAPI....MASUK RESTORAN!! UNCLE MASUK RESTORAN!!" Acela kecil menarik tangan kiri Axel semangat dan super heboh mengalahkan supporter sepakbola.


"PAPI.....KAKAK ITU CANTIK!!!" nah ini lagi Alarik malah ikut-ikutan menarik lengan kanan Axel.


jadi Axel yang malang tertarik kiri dan kanan oleh kedua putra kembarnya sendiri.


Rayganta menggeleng menatap iba wajah hijau salah satu ayahya itu.


"DIAM!!!!" jerit Axel habis sudah kesabarannya menghadapi kelakuan anak-anak turunan setan bin jin kiprit itu.


PRANKKKK.....


semua menoleh saat suara pecahan piring terdengar hingga.


"AXEL!!! KAU KIRA INI HUTAN?!!"


baiklah siaga satu.Amber yang membawa sepiring Brownies coklat kukus berteriak geram saat kaget akibat teriakan Axel suaminya dan naas piring kue malang itu jatuh sudah.


wajah Axel memutih.ia melirik ke arah anak-anak yang sialnya justru sibuk sendiri seakan tak berdosa.lempar batu sembunyi tangan! semua kemarahan ibu mereka harus ayahnya sendiri yang menanggung.poor Axel!.


"bersihkan!!"sembur Amber jengkel.


"hah? apa...??" Axel mengorek telinganya,barang kali ia salah dengar tadi.


"hah...? hah...?....ambil sapu dan pel lantai ini!!ingat semua salahmu sampai kue untuk anak-anakku jatuh semua,sekarang cepat bersihkan,Axel!!" ucap amber tajam.Pria tampan dengan kacamata bening berbingkai biru gelap itu menghela nafas pasrah.habis sudah, jika menikahi wanita segalak seorang Amber Kimberly.


anak-anak menahan tawa saat melihat bagaimana ibu mereka menindas ayah malang mereka itu.axel, seorang pria yang dikenal kejam dalam mematai-matai musuh dan dikenal sebagai mata dewa yang tak bisa dibohongi kini ditindas habis oleh istrinya sendiri.benar-benar ajaib! para iblis kecil itu terkekeh geli sendiri.


"nah...itu sapu yang bersih,pakai pengki( serok sampah) dengan benar!!" titah Amber samberi bertolak pinggang menatap puas suaminya yang tengah menyapu seluruh kue yang sudah jatuh kelantai.axel mendesah !


"beginilah nasib mencintai titisan singa betina!!" batin Axel melirik kesal anak-anak nakal yang sibuk menahan tawa,minus Rayganta yang masa bodoh dengan dunianya sendiri.


"nah...habis menyapu jangan lupa di pel ya sayang lantainya!!" amber berucap manis,sangat manis hingga Axel bergidik ngeri sendiri.


istrinya sangat sadis!


"baiklah yang mulia ratu!!" desis Axel jengkel.Amber terkekeh dan.


cup.......


"MAMIII.....!!!" anak-anak menjerit sambil menutup mata Acela dari kelakuan absurd ibu mereka itu.


Axel mematung,senyum bodohnya terbit lebar saat bibir basah nan hangat amber menyapu bibirnya.


"jangan manyun! jelek" Amber terkikik dan melenggang pergi setelah mencabut akal sehat Axel seenak jidat.


"papi gila senyum terus!!"


"papi kesurupan setan nya Anabelle!!"


"bukan Anabelle!! chucky!!"


"hah....Alarik harus cari orang tua baru yang waras!!"


krik...krik....krik....


dasar anak kurang ajar!!......


Axel melotot melihat raut tak berdosa si Alarik.


...TBC...