PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
stay with me



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....⭐


selamat membaca.....🌹



⚜️⚜️⚜️My Beautiful Target ⚜️⚜️⚜️


"damn!" umpat Arkansas kesal saat maniknya terus berurusan dengan segunung dokumen yang dengan kurang ajarnya diberikan Axel padanya,dan pria itu Axel? justru melenggang pergi bersama Rion entah kemana .


berjam-jam sudah pria tampan itu terduduk dengan fikiran frustasi mengingat gadisnya tengah tertidur lelap didalam kamar miliknya dan ia justru malah terdampar disini ,dikantornya dengan dokumen yang sudah menggunung tinggi , arkansas mendesah mengingat gadisnya ia tinggalkan seorang diri dimansion mewah miliknya.


"kapan ini semua selesai?" tanya Arkansas pada dirinya sendiri,pria itu memijit keningnya yang terasa pening dan mulai mengatur nafasnya yang memburu akibat menahan amarah entah pada siapa?.


drtt....drtt....drtt...


bunyi ponselnya mengagetkan pria itu.Arkansas tersentak dan seketika mengeram marah.


"breng*ek!" umpat Arkansas kembali ,diraihnya ponsel disamping laptop nya dan langsung tanpa basa-basi membentak sang penelpon.


"APA!!"


"wah....santai bos jangan mengamuk dulu,ini nona lio-" seketika ucapan Tristan terbungkam kala Arkansas langsung memotongnya tidak sabaran.


"bicara yang jelas!! mau ku jahit sekalian mulutmu itu hah? kenapa dengan gadisku?!" sungguh Tristan rasanya ingin menangis akibat sikap bossy arogant arkansas.


"ck sabar lah bos,mau bicara sudah dipotong ,ya tidak jadi bi-"


"CEPAT!!" oh Tuhan berikan Tristan stock kesabaran yang banyak demi menghadapi si tiran diktator ini!.


"ck ia...ia Miss liora pergi keluar saat seseorang menelfon nya tadi.dan kami melihat sepertinya wajah nona liora tampak menahan amarah bos" jelas Tristan dengan hati-hati takut memancing amukan si iblis Hades itu.


Arkansas menggeram.


"siapa yang mengantar?" tanya pria itu dengan nada suara tidak enak,datar dan dingin.


"em...James bos" jawab Tristan gugup,God! Arkansas sudah dalam mode sengol bacok!.


Tut............


Prank......


ponsel itu sudah tergeletak dalam keadaan hancur.


"kau sungguh menguji kesabaranku my lady,sudah keperingatkan untuk jangan keluar saat kau masih sakit.tapi kau tidak mendengarkan ku! baiklah mari lihat hukuman apa yang akan kuberikan" smirk Arkansas terlihat mengerikan.


Arkansas langsung bangkit dan menyambar jas serta kunci mobilnya.berjalan dengan langkah berat dan tatapan tajam meninggalkan gedung WJC Group.pria itu harus pergi sebelum ia menghancurkan gedung kantor keluarga nya sendiri.frustasi,marah dan rasa cemas telah menenggelamkan akal sehatnya.



Arkansas pergi dengan memacu mobil Ferarri Italian spidernya bak seorang raja jalanan.salah satu dari koleksi mobil sportnya itu melaju membelah jalanan secepat yang mobil itu bisa,fikiran kalut membuat pria tiran itu menggila.


🖤🖤🖤


Liora terduduk dengan wajah datarnya menatap pasangan paruh baya yang kini menatapnya dengan ekspresi yang berbeda-beda.


"dasar kamu anak tidak tau diri!! kenapa,setelah kamu hidup bergelimang harta kau berani memperlakukan keluargamu seperti ini hah?! teganya kau merusak wajah putriku!" maki Monika dengan deraian air mata menatap wajah tenang liora,apa ini? mereka meminta dirinya datang dan kini tanpa tau apa-apa mereka justru memakinya? hell ! liora merasa mantan keluarga nya ini sungguh menggelikan.


"kau sedang bermimpi nyonya Monika? sejak kapan aku bertemu putrimu dan merusak wajahnya? kalau mau bikin drama jangan repot-repot menarik diriku ikut serta" ucap liora dengan nada geli dan tatapan mengejek nya.monika geram dan mulai mengatur siasat dalam otaknya.


"oh aku tau,apa kau sudah menjadi peliharaan tuan muda Wiguna itu? hingga kau bisa dengan mudah memintanya merusak wajah cantik putriku? wah ...tidak ku sangka bakat menggoda ibumu menurun padamu" sinis Monika menatap puas wajah memerah Liora,gadis itu memejamkan matanya menahan rasa panas yang mulai menyerang akibat ucapan hinaan ibu tirinya itu,dan apa ini? ayahnya itu ,William hanya diam saja menatapnya dengan pandangan kecewa.entahkah liora sendiri tidak mengerti kini apa lagi drama yang mereka mainkan.gadis itu terlalu lelah dengan semua kebohongan yang mereka mainkan.


"jaga mulut mu itu nyonya, sebelum aku merobeknya!" desis liora tajam,percuma ia menatap William .pria paruh baya itu hanya bisa diam seribu bahasa.


"kenapa? memang benarkan ibumu itu hanya wanita murahan yang tidak setia.dia berani bermain saat statusnya adalah istri seseorang" ejek Monika semakin menjadi-jadi.


"kau senang bukan melihat wajah Stefani rusak,hingga tiada pria lagi yang akan mau menatapnya? kau gadis licik dengan wajah polos penuh kepura-puraan" hina Monika penuh dendam.


Plak........


habis sudah....


liora tanpa ekspresi menampar keras wajah ibu tirinya itu,nafas gadis itu memburu dengan manik mata nyalang yang penuh amarah.


"NAYA!! BERANI SEKALI KAU MENAMPAR IBU TIRIMU SAAT DISINI KAULAH YANG BERSALAH" suara William meninggi.pria itu tidak sadar kembali menabur pupuk kebencian dihati liora yang semulanya mulai lirih kini mekar kembali,gadis itu menutup mata mendengar bentakan William padanya.liora tersenyum sinis dan tak lama tertawa hampa.


"hahahaha...kau menelfon kemari hanya untuk ini? untuk melihat drama baru istrimu? apa kau tidak waras tuan William?! dan satu lagi namaku liora bukan Naya nama sampah itu sudah kubuang 5 tahun yang lalu!" tawa liora terdengar menyakitkan.gadis itu rasa pesan mendiang sang ibu lewat mimpinya sangat lucu,bagaimana bisa ia memaafkan ayah bodohnya ini?. liora merasa dunia seakan menertawakannya.


"jaga ucapanmu Naya,apa tidak bisa kau memaafkan papa? sebegitu bencinya kami pada mama tirimu hingga dengan tega kau biarkan putra Wiguna itu menyiksa dan menghancurkan wajah saudari tirimu!" ucap William serak menahan amarah.sungguh entah mengapa bayangan penghianatan Alisya dulu membuat William benar-benar merasakan kebencian pada putri kandungnya sendiri,entah mengapa wajah manis liora benar-benar seperti copi-an wajah mendiang Alisya dulu saat remaja,dan William benci itu.


"cih.....kau menuduhku atas kerusakan wajah Stefani yang bahkan aku sendiri tak tau apa dan bagaimana? kau menggelikan sekali tuan !" ucap Liora menahan rasa sakit dihatinya.


plak.....


"cukup! sikapmu semakin kurang ajar,boleh saja kau tidak menganggap aku sebagai ayahmu,tapi sikapmu ini benar-benar diluar batas.kurasa Alisya benar-benar ibu yang buruk" murka William berapi-api ,Monika tersenyum sinis .wanita picik itu benar-benar puas melihat wajah kepedihan liora,meski gadis itu tetap berwajah datar namun sorot matanya tak mampu menipu.liora tersakiti,gadis itu menahan semuanya seorang diri.


"SUDAH CUKUP!! BERANINYA KAU MELAYANGKAN TANGANMU PADAKU,BAGUS ! BAGUS SEKALI MENGAPA PUTRIMU ITU TIDAK MATI SEKALIAN!! SETELAH ITU KAU BISA MENYALAHKAN KU KEMBALI,KAU ...KAU ORANG TUA PALING MENYEDIHKAN DIDUNIA INI!!" pekik liora emosi,gadis itu bahkan tidak mampu lagi mengeluarkan air matanya,terlalu sakit.hatinya terlalu sakit hingga air mata bahkan terlalu malu untuk menampakkan diri.


liora berdiri dan berjalan keluar dari rumah yang ditempati oleh William dan Monika selama mengurus Stefani di London.


Daun pintu itu dibanting keras hingga beberapa bingkai foto jatuh dan pecah.william mematung sembari menatap telapak tangannya yang bergetar.


"sudah mas,semua ini belum cukup dibanding nasib malang putriku Stefani! dan ingat sebelum anak itu berlutut dan meminta maaf aku tidak akan melepaskan nya begitu saja" Monika melangkah memasuki kamar setelah menatap William tegas.pria itu menghela nafas dan mengangguk samar.


sementara James kalang-kabut saat liora memasuki mobil dan membawa pergi mobil itu tanpa menunggu James yang bahkan belum naik .


"mam*us!! bisa dibantai bos ini kalau begini" ucap James sembari mengacak rambutnya frustasi menatap mobil yang telah jauh pergi, meninggalkan dirinya dan kebodohanya yang asik dengan ponselnya tak menyadari kedatangan calon ratu sang bos berwajah malaikat namun berhati iblis.


⚜️⚜️⚜️



mobil Toyota Corolla itu melaju kencang menyalip setiap kendaraan yang ada,gadis itu menyetir dengan beringas tak perduli umpatan setiap orang yang terkejut atas kecepatan mobil mewah itu melaju,liora tak perduli meski ia akan menyebabkan kecelakaan nantinya,fikiran-nya kalut dengan wajah memerah menahan amarah yang kini membumbung tinggi.


"ARKKHH.....MAMA!! MENGAPA KAU MEMBIARKANKU BERNASIB SEPERTI INI?! KENAPA SEMUA INI MENIMPA DIRIKU? APA SALAHNYA AKU MA?! TAPI PERCAYALAH AKU AKAN MENJALANINYA DENGAN CARAKU AKU BERSUMPAH TIDAK AKAN LEMAH HANYA KARNA INI!!" teriak liora sembari semakin menaikan kecepatan mobilnya membiarkan angin menerpa wajahnya,aroma laut dengan kicauan burung menemani dirinya.


"God Damn,what are you doing liora? please stop right now!!" suara Arkansas terdengar mengerikan saat mobilnya tiba-tiba sudah mengapit mobil liora,gadis itu tersentak kaget,namun tak perduli dan semakin menginjak pedal gas dan melaju tanpa perduli aura mengerikan yang dikeluarkan oleh Arkansas,mobil mereka saling beradu dengan kecepatan luar biasa membuat takut para pengendara lainya.Arkansas,pria itu tanpa banyak kata lagi segera menyalip mobil liora saat kecepatan gadis itu sedikit menurun dan .


CKIT....


liora Segera menginjak rem saat mobil Arkansas tepat berada didepannya .


Brakh.....


pria itu keluar dengan kemarahan yang luar biasa,membanting pintu mobilnya dan berjalan mendekati sang lady.


Entah mengapa liora merasakan tubuhnya bergetar ketakutan melihat aura iblis pekat yang arkansas keluarkan.gadis itu mengunci pintu mobilnya dan menutup matanya menggunakan telapak tangannya.


tes...tes...tes...


tanpa diminta air mata itu mengalir dengan deras.


Grep.....


liora mematung dengan manik yang melotot tak berkedip saat kini tubuhnya tiba-tiba ditarik keluar dan mendarat dengan mulus kedalam dekapan hangat Arkansas.meski nafas pria itu memburu,namun percayalah pelukan itu sangat hangat dan penuh kelembutan.


"kenapa kau lakukan itu? kenapa kau melanggar ucapanku? apa kau mau membunuhku perlahan?" pertanyaan beruntun penuh kecemasan Arkansas membuat liora diam seribu bahasa.


"ikut aku" pria itu menarik tangan liora memasuki mobilnya dan tanpa liora bisa berkata apa-apa,sebuah Baretha dengan moncong telah mengarah pada mobil Toyota yang tadi ia kendarai.


Dor......


Duar..........


mobil itu meledak dengan Arkansas yang menembak tepat pada tangki bensin.liora menegang dengan tubuh bergetar serta tangan yang menutup kedua telinganya serta mata yang terpejam kuat.apa ini? pria itu membakar mobilnya sendiri?.liora terlalu terkejut atas apa yang baru saja terjadi.


api membumbung tinggi dengan aroma bensin yang tercium kuat,dan anehnya tidak ada seorangpun yang terlihat datang meski suara ledakan itu sangat keras memekakkan telinga.


"kali ini mobil itu jadi korban,setelahnya bahkan siapapun yang memberi izin padamu untuk keluar.akan aku habisi!" mutlak ancaman bernada perintah tegas tak terbantah membuat liora seketika merasa dunianya runtuh.Arkansas bukan malaikat namun iblis berparas malaikat.


"dengarkan aku! luka,sakit dan beban yang kau rasakan kini.aku bersumpah akan membuat mereka merasakannya berkali-kali lipat! jadi diam dan lihat saja bagaimana Guardian mu akan menumpahkan darah bagi mereka yang telah menyakitimu"tegas Arkansas sembari mengecup bibir Liora singkat,hanya kecupan hangat penuh kasih.liora terdiam dan tanpa sadar mengangguk samar dengan tetesan air mata yang mengalir perlahan.



"jangan menangis aku tidak suka itu!" Arkansas mengusap air mata liora lembut setelah itu mengecup kedua mata gadis itu,dan liora hanya bisa menutup mata dengan debaran jantung yang menggila.


"please! jangan seperti ini lagi dan tetaplah bersama ku,stay with me " lirih Arkansas,sungguh ia hampir saja tewas saat melihat bagaimana liora menyetir tadi.


"terimakasih" balas liora lirih.


⚜️⚜️⚜️


"kau yakin tidak tertarik dengan gadis yang bernama Amber itu? dia lumayan cantik lah Xel" goda Gabril yang kini sedang berjalan bersama Axel menuju ruang Arsip untuk menyalin sebuah laporan tes Racun terbaru dari Rion dan Axel ,pria itu ikut karena membutuhkan beberapa laporan lama dari ruang Arsip.


"tidak tahu,sudah diamlan sejak kapan kau menjadi James yang selalu meributkan hal yang tidak penting?" kesal Axel melihat tatapan menyelidik dari Gabril.kawan yang biasanya kalem ini entah mengapa mendadak menjadi banyak bicara.


Gabril memutar manik matanya malas,Axel ini gengsinya tinggi sekali.


"Amber itu cantik dan dia sniper yang cukup hebat.tidak perlu jual mahal Xel,nanti direbut orang mati kau!" kesal Gabril menatap wajah biasa saja Axel,padahal dia tahu bahwa sahabatnya ini tertarik namun gengsinya terlalu tinggi.


"kau saja,jangan mengajakku,gadis itu terlalu bar-bar.bisa-bisa habis setiap hari aku dihajar olehnya.lagi pula jadi perempuan tidak ada manis-manisnya sama sekali" grutu Axel mengingat setiap bertemu dengan Amber ,mereka pasti bertengkar.


"sudah sampai,aku akan ke ruang arsip bagian timur.laporan kantor ada di bagian barat kau cari saja sendiri" ucap Gabril dan melenggang meninggalkan Axel yang tengah mendengus kesal.


"*aduh itu mrs salsa,laporannya ada di rak ke dua dari atas.ambillah anda bahkan lebih tinggi dari saya"


"aduh nona Amber,saya juga tidak sampai.dokumen itu letaknya terlalu tinggi"


"aduh ini sedang buru-buru Mr Mathew membutuhkan kiriman email nya sekarang*"


suara berisik disebrang rak tempat Axel berdiri membuat pria itu mendesah jengkel.ribur sekali dengan suara gaduh dan debatan tidak bermutu.


TBC.....


besok El sambung panjang banget😋