
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya...🦅
...🦅 H A P P Y R E A D I N G 🦅...
...🎄...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...N...
...E...
...W...
...Y...
...E...
...A...
...R...
...S...
...🎄...
...........🦅............
Sydney,Kediaman Algarian.
disebuah vila mewah di tepi pantai,seorang pria berdiri menatap hamparan lautan luas dengan manik menerawang jauh.tubuh atletis berbalut kemeja putih itu meraih sebuah Liontin dengan sebuah foto gadis cantik dengan senyum tipis disana.
menghela nafas dan membawa Bandul Liontin itu kearah bibirnya.mengecup dengan perlahan dan penuh perasaan.sampai detik ini ia percaya bahwa cintanya belum pergi dan ia masih menyimpan harapan meski pria itu tau itu hanya membawa luka baru setiap detiknya.
"kau dimana my Diamond?.......jika kau benar-benar telah pergi maka aku hanya....hanya berharap bisa melihat lagi sosokmu apapun keadaanya.dan jika kau benar-benar telah tiada,izinkan aku melihat makammu" desah Nixon sendu,yah.pria itu Nixon! pria yang sama masih terpukul sejak dua tahun yang lalu.
ceklek........
"Mr Nix...." pintu terbuka dan seorang butler masuk menyapa.
"ada-apa Diego?" balas Nixon pelan.
"anda sudah terlambat berangkat ke kantor tuan,Tuan Mathew sudah menghubungi sedari tadi" jelas Diego sopan.
Nixon mendesah dan menyimpan kembali Liontin itu kedalam saku celana kainya.berbalik dan memakai jasnya ,yah.Nixon tetap punya kehidupan yang harus dia jalani ditengah usahanya mencari Cristal.
..........🦅...........
Bremmmm.........
Sebuah motor sport Honda tengah melaju membelah jalanan kota London.malam ini masih pukul 19.00,James yang baru saja selesai mengantar pasokan peluru dikantor pemerintah distrik militer bersama Ryu dan beberapa anggota delta lainya kini memilih pergi ke Galaxy Club milik salah satu papanya Alex.Ryu tentu saja sudah pulang menemui istri dan putra tercintanya sedang para anggota lebih memilih kembali ke markas.James butuh asupan nutrisi mengatasi kelelahan otak dan tubuhnya.
drttt......
ponselnya bergetar dan pria itu menepikan sepeda motornya.
my Mrs bos caling.....
"ada-apa Liora?" James menjawab cepat sebelum makhluk tiran itu menyemburnya karena membuat istri seorang tiran menunggu lama.
"James aku minta tolong , Samantha bilang Freya kerja lembur dibutik dan dia minta tolong seseorang menjemput Freya di disana.tolong ya James soalnya Tristan sedang keluar bersama Rayganta ketaman hiburan" nampak suara Liora terdengar jelas ditengah samar suara Arkansas yang entah sedang apa disana.
"baiklah Li,jam berapa harus kujemput dia?" James bertanya cepat kala telinganya mulai panas mendengar suara ambigu dari seberang.
"ah....Ar....nanti....akhh...nanti dulu!!!...ia..ia James,jam 21.00 jangan lupa ok!!"
Tut...........
James melongo! pria itu mendengus kala tau apa yang si tiran diktator itu tengah lakukan bersama Liora disana.
menatap Jam rolex hitam yang melingkar sempurna ditanganya.James terkekeh melihat masih ada dua jam kurang untuk menjemput Freya dibutik Samantha.
dan akhirnya kembali melajukan motornya menuju club malam terbesar di ibukota London itu.
..........🦅...........
Liora menatap tajam pria tampan mesum dihadapinya itu , setelah menutup sambungan telepon kini Liora dengan kesal memukul tangan nakal suaminya yang tiada henti bergerilya menyentuh tubuhnya dimana-mana.
"Ar!! jangan seperti ini kenapa sih?!! ini dibalkon, bagaimana jika ada yang melihat ?!! kamu ya benar-benar!!" sembur Liora jengkel.wanita itu mengancing kembali piyamanya yang kancing depannya sudah terbuka tiga deret.dan kini dadanya sukses kedinginan akibat udara malam yang langsung menembus bra hitam berenda yang kini ia pakai.
Arkansas terkekeh,lengan kekarnya kini melingkar posesif pada pinggang ramping istrinya cantiknya itu.menarik tubuh indah Liora semakin menempel padanya ,ayolah mumpung setan kecil sedang tidak ada jadi kesempatan tidak boleh disia-siakan!.
"Ar....ahhhh......ber....akhhh henti!!" pekik Liora kala lehernya digigit gemas oleh tiran tampan itu.sial! kissmark nya sangat jelas dan ini entah kapan bisa hilang.
Kini kedua manik sayu Liora menatap intens manik tajam sekelam malam dihadapan-nya tanpa berkedip.entah? pesona seorang Wiguna benar-benar tidak bisa ditolak!.
dan entah sejak kapan,kini tubuh Liora sudah terbaring pasrah diatas tubuh atletis Arkansas suaminya.perut dengan delapan otot bak roti sobek itu kini terpampang indah dihadapannya .
"suka hm?" goda Arkansas jahil.Liora mengangguk lucu tak sadar apa yang sudah ia lakukan.tangan halusnya terangkat dan menyentuh lembut perut dan dada kokoh suaminya.
"grrrr....sayang jangan main-main!!" geram Arkansas menahan gejolak kabut hasratnya .
Arkansas meraih kedua tangan istrinya dan menguncinya diatas kepala wanita itu .satu tanganya menahan tangan istrinya dan satu lagi bergerak cepat membuka kancing piyama Liora.pasrah! Liora diam dan membiarkan sang dominan bekerja.
cup...........
menutup mata kala bibir hangat itu menyentuh bibirnya.Arkansas melesat cepat mengeksplore seluruh sudut mulut istrinya.
Liora tersentak kala merasakan sesuatu yang keras menusuk perutnya.
"hah....hah......" nafas Liora tersengal-sengal kala ciuman panas itu terlepas.Arkansas belum puas,sungguh wangi tubuh istrinya benar-benar membuatnya lupa diri.
cup...........
"ahh............." Liora mendongak membiarkan Arkansas bermain puas mengecupi setiap jengkal leher jenjangnya.
takh.............
cup..........
Liora mengerang panjang kala mulut lihai suaminya bermain panjang dan lambat diatas puncak gunungnya.
hingga......
jleb.....
"ARKHHHH......."
dasar jari kurang ajar!
Liora memekik sakit kala Arkansas seenaknya saja menusuk inti tubuhnya dengan tiga jari tangannya.
"maaf sayang....." ucap Arkansas santai tanpa beban.
hingga.....
astaga!!!
dan kini,rudal besar itu sudah terpampang lagi dihadapannya.meski sudah pernah merasakan,tetap saja Liora akan selalu bergidik membayangkan tubuhnya akan terbelah dua karena pusaka itu.
"time to eat!!" bisik Arkansas menyerigai.
Liora tak berkutik,wanita itu pasrah kala mulai menerima ciuman lembut bak pengantar tidur diatas dadanya.
"nikmati sayang....aku sudah bosan menunggu karena iblis kecilmu itu" bisik Arkansas santai.Liora merotasi bola matanya malas dan menarik rambut lebat suaminya jengkel.
"kalau kau lupa iblis itu adalah buatanmu!!' balas Liora sarkas.Arkansas terkekeh dan menarik gemas hidung mancung istrinya.
"welcome tuan muda Rayganta,anda ingin masuk?" suara sistem terdengar dan Liora tanpa iba mendorong tubuh suaminya hingga terjungkal tak siap.
"MOMMY......LAY MAU TIDUR DISINI,LAY MASUK YA!!" suara laknat si kecil Rayganta terdengar dari sistem informasi.
"damn!!" sembur Arkansas jengkel.Liora sudah berjalan panik kekamar mandi dan Arkansas dengan dongkol memakai kembali celananya.
anak sial!!
Arkansas terus memaki jengkel,pria itu sudah panas dingin membayangkan juniornya masuk dan menerobos inti sang istri menciptakan desahan dan jeritan merdu istrinya.dan semua itu harus hancur karena hadirnya setan kecil tidak tau waktu ini.
bip......
pintu terbuka dan Rayganta melenggang masuk dengan sebuah cotton candy besar ditanganya.rupanya bocah satu itu sudah pulang dari bersenang-senang di taman hiburan.
"dad....what wrong with you?" tanya Rayganta santai,yah.pelafalan bocah itu sudah baik sekarang,meski terkadang masih cadel.
Arkansas mendengus dan membuang muka memilih meraih laptopnya dan memeriksa pekerjaan yang tertunda.
Rayganta mengangkat bahu acuh dan melompat naik keatas ranjang.
"where is my mommy?" tanya Rayganta menatap aneh wajah masam ayahnya itu.
"tanya saja pada tembok sana!!" balas Arkansas jengkel.
"are you crazy dad? tembok tidak punya mulut untuk bicara, hell...kurasa kau salah minum obat dad" balas Rayganta cuek, lihat betapa santai bocah itu memakan kembang gula tanpa menghiraukan wajah mendung sang ayah.
"kau sudah membuat dad gagal menyapa calon adikmu!!' sentak Arkansas emosi juga lama-lama.
"really? bisakah dad mengajakku juga untuk menyapa calon adikku?!!' ucap Rayganta polos dan antusias.Arkansas mendesah tak tau lagi bagaimana cara menghadapi bocah kurang ajar satu ini.sungguh rasanya ini karma karena dulupun ia dan Rion sama saja kurang ajarnya pada Rafendra ayahnya itu .
"huft......." Arkansas menghela nafas meredam emosinya,pria itu menutup laptop berbaring dan memunggungi putra kecilnya itu.Rayganta mengangkat satu alisnya binggung.ada-apa dengan ayahnya itu?
ceklek.........
Rayganta menoleh dan mendapati ibunya baru saja keluar dari kamar mandi dengan sebuah bathrope yang membalut tubuh sempurna sang ibu.
"mommy....mengapa mandi malam-malam?!! kata Oma mandi malam itu tidak baik untuk kesehatan" ucap Rayganta tajam menatap wajah ibunya dengan manik bulat dan jernih itu garang.Liora terkekeh sungguh wajah marah putranya sangat imut.
"maaf sayang.....mommy tidak akan ulangi lagi " jawab Liora lembut.
Haphhhh......
Raygan meloncat dari atas ranjang dan kini naik cepat dikursi rias sang ibu .
" mom Ray akan mengeringkan rambut mommy" ucap bocah tampan itu meraih hair dryer dan mulai meraih lembut rambut panjang ibunya.
"tidak usah sayang.... pergilah tidur bersama Daddy" tolak Liora halus.Rayganta menggeleng pelan dan berucap santai.
" tidak mau,disana baunya aneh"
deg.....
Arkansas menoleh cepat bersamaan dengan Liora yang kini menatapnya canggung.
mendesah dan kini menatap sekilas tajam pada wajah seakan tak berdosa Arkansas,Liora merutuki mengapa putranya itu begitu cerdas? malu! sungguh ia tak punya muka jika sampai Raygan tau apa yang baru saja kedua orangtuanya lakukan .
"Raygan mau bobo sama mommy lagi?" Liora bertanya mengalihkan.Rayganta menggeleng dan membiarkan sang ibu meraih hair dryer dan mematikan benda itu setelah rambutnya telah kering sempurna.
melompat turun dan kini Raygan mengkode sang ibu agar menunduk.
cup........
"night mommy....." bocah tampan itu mengecup pipi Liora lembut dan mulai berjalan menuju pintu keluar.
Liora tersenyum lembut dan melambai hangat pada putra kecilnya itu.
"night Daddy"
bip........
Arkansas akhirnya tersenyum juga meski sangat tipis,menatap kearah pintu dimana sosok mungil tampan itu telah hilang kembali ke kamarnya sendiri .
"baby.... lanjutkan ya?" ucap Arkansas memelas.
"no!!" balas Liora kesal.
mendesah dan kini terpaksa bangun kala Liora dengan kesal meraih sprai dan memasang dengan yang baru.
setelah selesai menggantikan kain sprai,Liora berbaring dan Arkansas yang memeluk tubuhnya erat.
Liora bersandar nyaman diatas lengan kekar suaminya dan pria tampan itu membelai sayang rambut panjang istrinya dengan kecupan hangat mendarat dikening mulus Liora.
"besok saja ya dad......Mommy sangat mengantuk kini" manja Liora pada suaminya itu,tangan halusnya terulur dan mengusap rahang tegas suaminya penuh kasih.Arkansas terkekeh dan mengangguk pasrah pada akhirnya.
"baiklah sayang.....apapun untukmu" balas Arkansas sayang.
malam semakin larut dan keduanya akhirnya tidur menyapa mimpi hingga fajar datang mengganti.
..........🦅...........
Freya berdiri didepan pintu masuk butik besar sekaligus studio foto milik Samantha.malam semakin larut dan ia kedinginan kini.gadis cantik dengan blazer putih itu menyesali mengapa baterai ponselnya malah mati saat darurat seperti ini.yah,memang saat kuliahnya selesai ia memutuskan menyewa sebuah gedung apartemen dipusat kota yang dekat dengan butik tempatnya bekerja.sungguh Freya tak enak jika harus tinggal lama dimansion Wiguna saat Ara maupun Tristan sudah tak tinggal disana lagi.meski Tristan sering menginap,namun semenjak kepergian Cristal.pria babyface itu lebih sering kembali ke kediaman mendiang orangtuanya.dan disinilah Freya bekerja sebagai salah satu Disainer busana yang bekerja bersama Samantha memperbesar butik keluarganya.
melirik jam tangan Dior yang melingkar ditanganya.pukul tujuh yang lalu Liora sudah memberi kabar bahwa James yang akan menjemput dirinya pukul 9 tepat.namun ini sudah lebih dari 30 menit dari waktu yang liora katakan,dan dimana James?.
Freya sudah mengigil,ditambah lagi kini hampir benar-benar sepi kala toko-toko dan outlet disepanjang jalan mulai tutup.
Freya memutuskan berjalan mencari taksi daripada ia harus menunggu tak pasti.
"hai cantik!!!"
deg.......
tubuh gadis itu menegang kala empat orang pria berpenampilan berantakan dengan aroma alkohol tercium jelas oleh Freya mendekat.
"tidak....!!'
Freya bergumam dan memutar badan panik dan berlari saat itu juga,masa bodoh meski ia tak tau harus kemana.
"hiks....James!!" freya mulai menangis kala tangan salah satu pria asing itu menarik surai panjangnya dari belakang.
Freya memberontak kala keempat pria asing itu kini memegangi kedua tangannya kencang.sungguh bila sampai hidupnya rusak karena ini,Freya tak sanggup hidup lagi!.
Duakh.......
freya menyikut keras pria sebelas kanannya dan menendang keras pria yang memegang tangan kirinya.
gadis itu kembali berlari sekuat tenaga,air mata bercucuran dan batinya terus berdoa memohon.sungguh ia tak sanggup dan memilih mati jika para pria itu berhasil menangkap dirinya.
para pria itu mengeram emosi.
"berhenti bit*h dan layani kami!!!" pria itu berteriak sembari berlari mengejar Freya,gadis itu sudah membuang asal sepatu hills nya dan tanpa alas kaki ia berlari tak ingin tertangkap atau mati.
"BERHNETILAH MANIS...MAKA KAMI AKAN MEMPERLAKUKAN KAMU DENGAN LEMBUT!!" pria yang menarik tangan kanannya berteriak dengan wajah penuh kabut nafsu dan sumpah demi apapun freya lebih memilih mati jika sampai ia tertangkap.
gadis itu tanpa tau arah karena panik kini justru berlari kearah sebuah gang sempit dan sungguh ia merutuki keadaanya kini.
"tolong...hiks...tolong lepaskan aku" Freya mengiba dan kini ia memeluk erat tubuhnya sendiri.
"hahahaha...kau kira kami bodoh menyia-nyiakan bunga segar seperti dirimu?!!" pria dengan tato tengkorak di leher kirinya tertawa puas sembari menatap lapar seluruh tubuh Freya.Freya tersentak saat Mundur dan kakinya menyentuh sebuah botol yang berada tepat didepannya.
duakh......
Sebuah botol beer itu melayang menghantam kening pria bertato itu.
"BRENGSEK!!!!" amuk Pria itu kalap.
dan saat itu freya merutuki keadaan sepi malam itu.
...TBC...