PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
punishment



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...⭐



selamat membaca....🌹


dua orang wanita paruh baya tengah terduduk disebuah ruang santai keluarga yang terlihat mewah dan tenang.keduanya menampakkan ekspresi wajah yang tidak bisa diartikan oleh sekejap mata.wanita paruh baya dengan darah Korea Inggris itu nampak terlihat berkilat penuh dendam dan wanita paruh baya yang duduk didepan wanita itu nampak tenang dan sebisa mungkin mengulas senyum.


Anggi baru saja beberapa jam yang lalu kembali dari Jepang bersama suaminya.mereka baru tiba di mansion utama Wiguna namun belum sempat beristirahat sejenak,Rebecca .yah,ibu dari Natasha itu sudah duduk sembari menunggu dengan ekspresi wajah berat penuh emosi.Rafendra sebenarnya sudah tau apa yang telah terjadi,namun tidak dengan sang istri.pria itu sebelum nya ingin duduk dan menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri,namun melihat isyarat dari wajah serius sang istri pria itu lebih memilih masuk ke kamar mereka dan berganti pakaian terlebih dahulu.dan lihatlah bagaimana pria itu akan turun tangan jika sang istri merasa tidak nyaman.



"apa kabar Rebecca? wah....sudah lama ya kita tidak bertemu,bagaimana keadaan suamimu Kevin dan Natasha?" tanya Anggi ramah.meski ia tidak mengerti ada apa dengan saudari angkatnya itu,namun Anggi akan berusaha bersikap setenang mungkin.


"apa kabar kau bilang?!! APA KAU TIDAK TAU APA YANG SUDAH DIALAMI PUTRIKU,VELERI?!! " desisan tajam Rebecca berbicara dengan nada tinggi penuh emosi.melihat wajah tenang Anggi membuat emosi Rebecca bertambah pekat.anggi tersentak kaget mendapati Rebecca yang biasanya tenang kini berteriak penuh amarah didepannya.anggi binggung dan mencoba tenang.


" tenang dulu , sebenarnya ada apa dengan putrimu? mengapa kau berteriak marah padaku Rebecca,disini aku tidak mengerti akar masalahmu?" Anggi masih bisa mengontrol diri dan berusaha tidak ikut emosi ,bisa jadi masalah besar jika Rafendra ikut keluar dan mengamuk lalu melukai Rebecca.walau bagaimanapun mereka adalah saudari.



Rebecca berdecih sinis dan mengeluarkan sebuah amplop coklat pada Anggi dengan cara melemparnya ke atas meja.nafas wanita itu memburu dengan wajah memerah penuh amarah.Rebecca tidak akan pernah memaafkan Arkansas sampai pria tampan itu bersujud dan menerima perasaan putrinya.egois! ia benar,namun Rebecca akan melakukan apapun demi putrinya.anak satu-satunya setelah Kean putra pertama mereka dengan Kevin tiada akibat sakit saat berusia 2 tahun.


"apa maksudmu memberiku amplop ini ? bisakah kau tidak terlalu terbakar emosi dan menjelaskan dengan tenang?" tanya Anggi mulai ikut emosi saat tatapan mata Rebecca begitu menghina dan terus memojokkannya.


"LIHAT SAJA ITU DAN JANGAN BANYAK BICARA!! KAU BENAR-BENAR IBU YANG TIDAK BISA MENDIDIK ANAK!!" pekik Rebecca semakin menjadi.wanita itu menunjuk tepat wajah cantik Anggi dengan penuh dendam dan amarah yang berapi-api.


deg......


manik Anggi melotot horor dan menegang kaku saat melihat foto-foto mengenaskan Natasha.tubuh yang penuh luka cambuk serta luka akibat senjata api yang menembus kulitnya,bahkan wajah yang rusak parah .Anggi terbelalak dan tak dapat berkata-kata.ada apa ini ? Anggi tak sadar mengigit bibir bawahnya sembari menatap Rebecca penuh tanya.


"PUTRAMU MENYIKSA PUTRIKU KARNA SEORANG GADIS JAL*NG!! HAHAH...BEGITU HINA SELERA PUTRAMU ITU,BAGAIMANA BISA DIA MENOLAK SEORANG MODEL SEKELAS PUTRIKU HANYA DEMI SEORANG GADIS DENGAN KELUARGA BERANTAKAN!! GADIS YANG BAHKAN DITINGGALKAN OLEH AYAHNYA AKIBAT IBU YANG BERSIKAP MURAHAN MENGGODA PRIA SANA-SINI.BAGAIMANA BISA KAU MENDIDIK PUTRAMU MENJADI PRIA BODOH YANG BISA TERGODA OLEH GADIS JAL*NG?!!!"teriak Rebecca berapi-api.senyum hinanya begitu membuat darah nyonya Wiguna itu mendidih.anggi menutup mata dan mengatur nafasnya yang mulai berat.para pelayan dan penjaga yang tak sengaja mendengar teriakan Rebecca hanya bisa menatap iba wanita bodoh itu,bagaimana bisa Rebecca memaki seorang ratu Wiguna didalam istana Wiguna itu sendiri.habislah kau Rebecca jika para raja dan pangeran Wiguna itu turun tangan.


telapak tangan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik nan anggun semakin bertambahnya usia itu mengepal.



"Cukup!! kau sudah cukup berbicara padaku!! kau fikir siapa dirimu berani mempertanyakan pilihan putraku, seorang putra dari keluarga besar Wiguna tidak butuh pendapat orang lain atas pilihannya.kau bilang gadis putraku jal*ng? lalu bagaimana dengan putrimu sendiri?!! kau memanjakan Natasha membabi buta tanpa bisa melihat seperti apa sebenarnya kehidupan Natasha,kau tidak berhak bertanya padaku!!" balas Anggi sengit,sudah cukup Anggi bukanlah wanita yang sabar terutama atas apapun yang berkaitan dengan keluarga kecilnya.putra-putrinya adalah hal mutlak bagi Anggi,wanita itu tau betapa bertanggung jawab nya keturunan para Wiguna dan Anggi tidak akan pernah mempertanyakan keputusan anak-anaknya.


"hahahaha....lihat? kau bahkan melupakan bagaiman kebaikan keluargaku dulu demi membela gadis penggoda itu!! kau harusnya bisa meyakinkan Arkansas untuk menerima Natasha!! tidak bisakah kau membalas budi pada keluarga kami dengan membujuk Arkansas menerima dan menikahi putriku?!!" tawa sumbang Rebecca saat mendapati betapa dingin dan tidak bersahabat wajah Anggi,sama seperti pertama kali mereka bertemu dulu.rebecca bergetar, dalam hatinya mengutuk aura bengis yang ada pada semua keluarga Wiguna bahkan pada Anggi sekalipun.


"kau tidak berhak menginterupsi istriku agar memaksa putraku menerima putri rusakmu itu! kau fikir keluarga ku akan menerima barang rusak seperti putrimu? beruntung keluarga besar Houston tidak buta sepertimu dan angkat tangan tak ikut campur.kau fikir putraku orang bodoh yang mau saja menerima barang rusak?!!"suara pernyataan Rafendra yang baru saja datang benar-benar pedas menohok.rebecca bungkam dan menggeleng tak terima.


"kau jangan selalu membela putramu Rafendra!! kau lihat sendiri bagaimana Arkansas menyiksa putriku!!" pekik Rebecca geram.Rafendra menyeringai sinis dan duduk santai merangkul pinggang ramping sang istri.


"putraku adalah pria dengan jalan fikiran yang kau sendiri tidak akan mengerti.kau fikir bagaimana putraku yang tenang dan sedingin es itu akan turun tangan hanya untuk menyiksa seorang wanita? kau tidak lupakan pada pedoman para pria Wiguna? siapapun yang mengusik milik kami,akan kami bantai tanpa ampun.pemakaman atau rumah sakit? dan kau harusnya bersyukur rumah sakit adalah tempat putrimu berakhir!! jadi pergilah dari sini dan jangan membuatku ikut campur pada akhirnya!!"Ucap Rafendra tajam,pria itu nampak tenang namun siapapun dapat melihat betapa gelap dan dinginnya aura pria itu,bahkan Anggi sang istri sekalipun merasa merinding dengan aura suaminya itu.


"baik aku pergi,tapi aku tak akan pernah membiarkan gadis Jal*ng itu menang!! jika Natasha menderita,maka gadis itupun akan merasakan yang sama!! aku bersumpah!!" tegas Rebecca meski jantungnya rasanya berdebar ketakutan saat tatapan mata Rafendra begitu tajam.demi putrinya Rebecca siap menjadi antagonis dalam kisah ini.


Anggi diam menatap kepergian Rebecca , sementara Rafendra kembali santai dengan jari jemari yang sibuk bermain mengusap rambut sang istri .


cup.......


"jangan melamun sayang,tenanglah Arkansas itu putraku .dia pria yang akan menjaga miliknya seperti aku yang menjaga dirimu,milikku,wanita Milik Rafendra.istri dan ratu Wiguna!!"bisik Rafendra lembut sembari membelai pipi sang istri yang tadi sempat dikecup olehnya.anggi memerah malu,suaminya ini semakin tua semakin mesum menjadi.lihat betapa malunya Anggi saat para maid dan penjaga mencuri lirik sembari terkekeh geli melihat kelakuan majikan mereka.anggi pusing akan kelakuan sang suami yang benar-benar luar biasa.bahkan tak jarang para putra-putri mereka akan mencibir penuh protesan saat kedua paruh baya itu justru beromantis ria tak kenal tempat.


"ihhh... Rafendra jangan cium-cium terus,malu dilihat orang lain" gemas Anggi saat bibir nakal Rafendra terus bermain disekitar wajah hingga lehernya.


"biar saja,memangnya aku perduli.sayang mari kekamar buat adik untuk Ara" goda Rafendra sembari menyambar bibir istrinya sensual.


"DADDY.....MOMMY JANGAN MESUM DISINI....." Anggi menutup wajahnya dan berlari masuk ke kamar saat suara teriakan cempreng Ara membuat wajahnya memerah malu.dasar suami tidak ada akhlak!.


HAHAHAHHA...


"pengganggu,huft....untung kalian anak Daddy" kesal Rafendra dan berjalan angkuh menyusul sang istri.


"dasar Daddy mesum" ejek Ara dibalas tawa membahana Rion .kedua kakak beradik itu bertos ria sebelum Rion merangkul sang adik dan keluar dari mansion menuju butik Samantha.sedang pria itu sendiri memiliki urusan lainya nanti.


🖤🖤🖤


Pria tampan itu melangkahkan kakinya dengan tenang disertai wajah angkuh penuh rencana bengis.Arkansas,senyum ? bukan! lebih tepatnya menyeringai bengis kala memasuki sebuah gedung yang nampak begitu suram dengan aroma anyir menyeruak dimana-mana.tapi,pria itu harus melihat bagaimana anggotanya menangani hal yang telah menganggu tidur gadisnya.


Arkansas berjalan diiringi Ryu dan Axel dibelakang nya.


kriet........


pintu besi itu terbuka dengan pemandangan langsung pada ruangan remang dan juga pengap.


"bos" ucap James yang tengah berbincang dengan beberapa anggota yang lain.Arkansas terdiam sembari menatap seorang wanita paruh baya yang kini terduduk dengan tangan dan kaki yang telah terikat kuat dengan seutas kabel listrik.mulut wanita itu terlakban dengan mata tertutup kain hitam.wanita berusia sepantaran dengan ibunya itu terus berontak dan berusaha mengeluarkan suara meski sia-sia akibat lakban yang menutup mulutnya .seringai sinis Arkansas semakin terlihat bengis dan pria itu segera berjalan santai menuju kursi kebesarannya.melihat layaknya menonton sebuah pertunjukkan menarik.


"sudah lama aku menunggu saat ini! sudah lama tanganku begitu gatal ingin mengeluarkan darah dari tubuh penuh dosa itu dan sayangnya,aku terlalu malas mengotori tanganku" desah Arkansas frustasi,namun sungguh nada bicaranya terdengar jenaka meski tak dapat menampik bulu kuduk setiap orang disana seketika meremang ketakutan.bahkan para inti BE sekalipun.


tubuh wanita paruh baya itu sudah gemetar ketakutan saat dengan kasar Tristan melepas penutup matanya.


srakh......


"ARKH..."


dan James dengan tidak berperasaan membuka lakban itu hingga ringisan kesakitan wanita itu terdengar.


"payah,ini baru lakban yang kulepas! bagaimana jika organ tubuhmu yang terlepas? kau pasti menjerit seperti orang gila? hehehe....dasar wanita tua tidak tau diri!!" gelak James bertos ria bersama Tristan,Arkansas menyeringai sedang Ryu dan Axel tersenyum tipis,sudah biasa.bermain sebentar sebelum eksekusi!.


"SIAPA KALIAN?!! MENGAPA MENYEKAP KU SEPERTI INI?!! PERGI DAN LEPASKAN AKU,DASAR KALIAN KURANG AJAR!!" maki Monika berang,yah.wanita itu adalah ibu dari Stefani yang dengan berani mencari masalah dengan milik Arkansas dan pria itu tidak akan tinggal diam.sementara di kursi lainya,William masih belum sadar akibat obat bius yang disuntikkan Tristan pada mereka tadi.


"bangunkan pria tua tidak tau diri itu,biar dia melihat seperti apa istrinya akan ku jadikan mainanku!!" santai Arkansas dengan intonasi dingin mencekam.Ryu mengangguk dan membawa seember air.


Byur.........


dengan tidak berperasaan ,putra lingga itu menyiram tubuh William kasar dan menyeringai kala korban mainan sang bos terbangun dengan nafas terengah-engah dan terbatuk akibat air yang memasuki saluran pernafasan nya.


uhuk...uhuk...uhuk....


William segera tersentak kala mendengar suara teriakan kesakitan sang istri.pria paruh baya itu terbelalak kala seorang pria dengan tubuh tegap dan tatapan tajam duduk angkuh diatas sebuah kursi berwarna gold dengan seorang pria yang berjalan sembari membawa cambuk yang terbuat dari kulit dan berujung tajam.dan mulai mencambuk istrinya.


Ctar.......


"ARKH....."


ctar......


"hen...hentikan ARKH.....lepas....lepaskan aku...hah...hah..." teriakan kesakitan disertai nafas yang memburu serta darah yang mulai mengalir dari luka cambukan yang terus diberikan Tristan membuat William mencelos dan berusaha bangkit menolong sang istri, beruntung tubuhnya sudah bebas.


William binggung,siapa para pria tampan yang tengah menyiksa mereka,William tak mengenal mereka semua kecuali seorang pria muda yang duduk bak seorang raja disana.apa william atau keluarganya pernah menyinggung mereka? William terus bertanya dalam hati.


siapa yang tidak mengenal Arkansas seorang Milyuner muda,putra dari seorang raja bisnis dan triliuner Rafendra Wiguna.Arkansas CEO dari perusahaan teknologi keamanan raksasa yang kini produksinya telah merajai pasar global dan telah dipakai oleh hampir semua sistem departemen baik pemerintah dan swasta.pria muda ini benar-benar kaya raya dan juga incaran para gadis dan wanita lajang di seluruh Eropa bahkan Amerika.


"ck...ck...ck sungguh ibu tiri yang malang,baiklah mari kita mulai saja.Tristan mulai!!" titah Arkansas dengan seringai bengisnya.


Tristan suka ini,sisi iblisnya bangkit dengan Axel yang telah mengeluarkan mainan pria manis itu dari dalam sebuah koper.manik Tristan berbinar kala melihat jejeran belati tajam penuh racun itu.Arkansas benar-benar telah merasuki jiwa Tristan,menyiksa korban menjadi mainan wajib para inti BE.disini,tidak ada kata maaf kecuali sang tiran bertitah.


TBC.......


see you next chapter 🤗