PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Langkah dan godaan



Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak Vote, Like dan Komentar ya



...🌴...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🌴...


Helikopter dengan peredam suara berteknologi tinggi itu melayang rendah di sebuah hutan tak jauh dari lokasi sebuah Mansion yang terletak di tengah hamparan pohon-pohon kelapa tinggi menjulang.


"lebih rendah sedikit bodoh! kau ingin kami semua mati patah tulang hah?!" baiklah suara jengkel sosok pria dengan rompi berwarna hijau gelap terdengar diantara jejeran pria tampan yang kini terlihat berwajah dingin.


"diamlah bedebah! kau tidak lihat aku sedang menyesuaikan ketinggian agar sistem baru rancangan Axel ini bekerja maksimal!!" baiklah sang pilot mulai mengamuk.


yah,James dan Gabriel kini tengah adu mulut.


otak James yang tengah panas dan mulut Gabriel yang benar-benar lemas jika menyangkut hal yang bukan tentang medis.


"bos!! kenapa kita tidak bawa tim Beta atau beberapa tim elit coba? aku tau kita para inti saja cukup jika bermain cantik,tapi bukankah akan menghemat banyak waktu dan tenaga jika anggota kita ikut turun?" Nixon sang inti baru mendesah protes.


"come on dude! ini tidak akan lama,aku dan papi Bimo sudah mempelajari setiap sisi tempat itu dan dengan rencana boss Ar,semua akan berjalan cepat" Axel akhirnya bersuara setelah pusing melihat kelakuan akward para saudaranya.


hening....


semua akhirnya mulai memakai rompi anti peluru dan mulai mempersiapkan senjata begitu posisi helikopter mereka akan segera mendarat.


"ingat,serang diam-diam dan bereskan dengan cepat" Arkansas memperingatkan begitu tangga helikopter sudah diturunkan oleh James sang pilot.


Arion turun pertama diikuti Ryu,Axel, Gabriel dan terakhir,dengan tubuh tertutup jubah hitam dan rompi anti peluru melindungi seluruh tubuhnya,Arkansas turun terakhir dengan James yang sudah mematikan mesin helikopter mereka.


"Alex...kau pergi dengan Rion ke timur"kedua pria itu mengangguk akan instruksi sang leader.


"Ryu kau bersama James ambil sisi Utara" tegas Arkansas .


Ryu dan James mengangguk lalu bergerak cepat menuju sisi yang menjadi bagian mereka.


"Gabriel kau bersama Nixon ambil sisi selatan" titah Arkansas pada dua terkahir yang tersisa.


"dan aku....hahaha...betapa lucunya" Arkansas terkekeh dingin menuju arah barat mansion.


keenam pria tampan inti dari BE itu turun dan berakhir menyebar ke seluruh area mansion musuh dalam langkah keheningan dengan senjata yang sudah siap bekerja mengambil tumbal,lagi!.


mereka tau ada banyak jebakan dan laser yang siap memotong tubuh mereka jika salah langkah,namun jangan remehkan kemampuan Axel dan Nixon yang sudah meretas semua penghalang dengan halus hingga tak ada satupun musuh mereka menyadari.


berhubung Arkansas akan mampir dan memberi pelajaran pada manusia yang berani menyentuh orang-orangnya.


disisi


Rion dan Axel....


kedua pria itu bersembunyi dibalik pilar saat melihat beberapa pria dengan lambang tato sama berjalan berpatroli.


Rion nampak jengkel saat tubuhnya tadi ditarik paksa bersembunyi oleh Axel,entah apa yang ada dipikiran ketua Beta itu hingga menarik diri untuk bersembunyi?.


"kenapa kita sembunyi bodoh?! kita habisi saja mereka lalu semua akan selesai!!" amuk Rion jengkel.


sungguh,sudah ia rasakan kedua senjata Dessert Eagle yang tersimpan apik dibalik rompinya sudah bergetar meminta tumbal!.


"sabar bedebah! kita akan habisi mereka,tapi dengan halus jangan bersuara" maki Axel jengkel juga dia lama-lama akan sifat terburu-buru seorang Rion.


"baiklah cepat!! kau jangan seperti pria tua yang sudah tak memiliki stamina!" cibir Rion puas menatap wajah tercengang Axel.


"bedebah ini!!" batin Axel ingin sekali ia mencabik-cabik mulut lemas saudaranya satu itu.


dan disisi Ryu, James.......


Katana itu terseret dengan wajah sadis seorang Ryu.


ditaman sisi utara yang naasnya mereka tertangkap dengan mudah akibat mulut James yang terlalu berisik mengomel saat jalur mereka terlalu banyak ranjau.


dan berakhir penjaga menemukan mereka dengan cepat.


James terbahak dengan wajah yang tak sinhkron akan situasi mereka yang sudah terkepung.


"wah...wah...wah....Ryu, sebenarnya aku tengah malas memakai Baretha kesayangan untuk pertemuan pembuka ini.bagaimana jika kau saja yang habisi mereka? well....lagipula nasib malang mereka bertemu katana dewa Yama! Ryu...aku menonton saja bolehkan?" ucap James mulai duduk sambil dengan santai mengeluarkan coklat kacang buatan sang istri dari balik saku rompinya.


"BEDEBAH!! KAU MEMPERMAINKAN KAMI?!!" salah satu penjaga dengan kemeja kotak-kotak meraung kala melihat reaksi santai kedua pria inti BE itu.


"hais...diamlah kau pria busuk!! aku ini sudah berbaik hati meminta Ryu membunuh kalian ,kau tau? sekali tebas katanya itu kalian akan m-"


SLASHHH


Duakhhhhh....


James melongo melihat Ryu yang bergerak cepat menebas lima penjaga yang menghadang mereka dengan sekali tebas.


ucapannya terhenti kala sebuah kepala menggelinding dibawah kakinya....


"kyaaaa...aduh Ryu baby darling...kalau mau bunuh bilang-bilang kenapa? lihat James yang tampan ini kan terkejut!" baiklah ingin sekali Ryu menebas kepala salah satu saudaranya itu,betapa berisik!.


"jangan kau keluarkan dramamu padaku,jijik!" sarkasme Ryu setelah mengelap darah yang menciprat pada wajahnya dengan jengkel.


James terbahak,sungguh menggoda Ryu si muka tembok sungguh mengasyikkan .


yah,setidaknya menganggu Ryu lebih baik dari mencoba menggoda Arkansas si pria minim emosi.


"cepat singkirkan mayat-mayat ini sebelum ada penjaga lain yang datang" perintah Ryu cepat.James mengangguk dan bergerak cepat menyeret dua mayat disusul oleh Ryu kemudian.


sementara disisi Nixon dan Gabriel.


Pustttttt...


takshhhh.....


jarum-jarum beracun menancap cepat dan menumbangkan beberapa penjaga yang berpatroli.


"wah...aku baru tau ada senjata yang tidak hanya memakai peluru sebagai amunisi" decak kagum Nixon akan senjata layaknya busur panah yang dibawa Gabriel.


"hehehe aku seorang dokter,dan senjata milikku itu modifikasi" kekeh Gabriel bangga pada dirinya sendiri.


"ini kuberi kau satu,cara pakainya sama saja dengan pistol hanya saja bentuknya ini sedikit menyerupai panah lontar" Gabril memberi senjata serupa miliknya hanya berbeda warna pada Nixon.


Nixon menerimanya,keduanya menyerigai melihat tetesan cairan berwarna hitam yang menetes dari ujung jarum senjata mereka.


"satu tusukan dan mereka akan tewas" Gabril tertawa psikopat.


jiwa dokter gila meraung......


dan disisi Arkansas.....


pria tampan dengan tubuh tegap serta aura tirani itu tidak dipilih tanpa alasan oleh para inti terdahulu BE.


bahkan diantara para pembunuh gila keturunan Wiguna Family,Arkansas adalah simbol nyata dari pembunuh gila yang sebenarnya,bergerak cepat dan mengambil nyawa manusia lain tanpa penyesalan.


langkah demi langkah dirinya ambil tanpa banyak hambatan,setiap maniknya menampakkan pergerakkan asing.maka,Dua buah Dessert Eagle berwarna emas yang telah dimodifikasi dikedua tangan-nya akan memindai Korban dan sekali tembak dengan peredam suara,maka korban malang itu akan jatuh tanpa tau siapa yang sudah merenggut hidupnya.


taph....taph....taph......


hening...


hanya suara langkahnya yang terdengar dikeheningan malam.


sebuah seringai dingin tercetak di bibirnya kala melihat dua penjaga berwajah datar yang berjaga didepan pintu.


malam ini,sedikit bermain ala seorang Arkansas tidak masalah bukan? .


sethhhh....


pistol kesayangan kembali masuk dan tergantikan dengan dua buah belati runcing yang kini terselip apik dibawah lengan kemejanya.


taph......taph....


"Berhenti disana! siapa kau?' salah seorang penjaga bertanya kala sosok Arkansas tak terlihat jelas di bawah lampu remang-remang lorong.


kedua penjaga itu saling mengkode hingga tanpa sadar.


Brakhhhhh........


Bresshhhhhhh


"Terlalu lama" dingin Arkansas yang entah sejak kapan telah menyayat putus urat nadi di leher kedua penjaga itu dalam satu gerakan cepat tanpa suara.


darah memuncrat dan tergenang kala tubuh kedua penjaga itu tumbang dengan cairan kental beraroma amis itu memenuhi lantai disekitar tubuh mereka.


Ceklek............


gerakan pelan dan lambat.....


pintu terbuka menampilkan target yang tengah tertidur dengan aroma alkohol menyeruak di seluruh ruangan.


hanya ada dua botol wiski dan Arkansas tau,pria itu tak akan tumbang hanya dengan dua botol wiski.


WUSHHHH.....


satu gerakan cepat dan kini sebuah belati membayang tepat di leher Alfonso.


pria itu terbangun,membuka mata lantas duduk perlahan dengan belati yang membayang dilehernya siap memisahkan kepalanya kapan saja.


"hahaha...kejutan yang luar biasa tuan muda pertama Wiguna" Alfonso terbahak kala sorot mata dingin Arkansas terasa membakar punggungnya.


Sethhhh...


tes......tes....tes....


"darahmu berbau busuk!" Arkansas berucap dingin setelah menyayat sedikit kulit leher Alfonso.


sosok Arkansas Menjauh dan duduk layaknya bos menatap bawahan pada sebuah sofa single didalam kamar Alfonso.


"hahahaha....kau lebih busuk dariku Wiguna! hahaha...beraninya kau menerobos wilayah ku!" tawa penuh dendam Alfonso terdengar mengerikan mengisi langit-langit kamar.


"well..apa aku perduli? baiklah tak perlu basa-basi,kau begitu kekeh mengatakan aku sebagai pembunuh adikmu,matamu yang mana melihatku membunuh gadis itu?" baiklah masalah mulai memasuki udara panas dan kedua leader itu mulai menguarkan aura membunuh mereka.


brakhhhhh......


srakhhhhhh....


Sethhhh....


belati Arkansas maju menekan leher Alfonso saat pria itu mengamuk dan menarik kerah kemejanya hingga tubuh Arkansas mau tak mau berdiri akibat gerakan kuat lawannya itu.


"Alfonso Pedro ,i think you must check your brain first before accusing me !" cibir Arkansas santai tak terpengaruh akan aura membunuh yang begitu kuat oleh Alfonso.


jika saja orang lain,mungkin mereka akan pingsan dan menjerit memohon ampun akan kelangsungan hidup mereka.


ini Arkansas dan mereka memiliki aura bengis yang hampir serupa.


"aku tak pernah membunuh adikmu itu,dan peluru yang kau temukan di jasab adikmu itu tidak membuktikan bahwa aku atau anggotaku adalah pembunuh dari adikmu! sungguh,apa kau bodoh hingga harus aku beritahu? kau menyebabkan 30 anggotaku luka parah dan ....." jeda sejenak sebelum Arkansas memindai wajah geram tak percaya Alfonso.


"30 ! aku harus melihat anggotaku dirawat di rumah sakit,sebagai gantinya.....aku merenggut 60 orang bawahanmu dibawah senjata buas para inti organisasiku" bisik Arkansas puas akan wajah murka Alfonso.


Bughhhh......


hahahaha......


Tawa iblis Arkansas pecah saat sudut bibirnya koyak dan berdarah.


"kau bedebah bodoh!!" cibir Arkansas santai sembari mengusap darah disudut bibirnya dengan ibu jari.


hingga....


WUSHHHH .....


Alfonso berlari cepat meraih sebilah pedang yang tergantung di sudut dindingnya.


Arkansas terkekeh dan dengan cepat meraih salah satu dari koleksi pedang di kamar Alfonso.


ini lebih disebut sebagai gudang senjata tajam daripada sebuah kamar tidur.


Sringgggggg.....


Tringghhhhh...


Srashhhhhhh


keduanya beradu dengan paha kiri Alfonso yang tersabet ujung pedang Arkansas dan beruntung tubuh Arkansas terlapisi rompi hingga tubuhnya terlindung dari sayatan bringas Alfonso.


manik Alfonso memerah gelap melihat raut wajah santai Arkansas yang terus menampik serangannya.


"BEDEBAH!! LEPAS ROMPI SIALAN ITU DAN HADAPI AKU SECARA JANTAN!" Raung Alfonso tersulut emosi.


"hahaha...maaf saja,pria kesepian sepertimu tidak akan mengerti betapa berharganya tubuhku...kau tau?aku punya seorang istri yang cantik yang menungguku pulang,seorang putra yang akan mewarisi kekuasaan ku dan dua orang calon bayi kecil yang tumbuh diperut istriku.kau? apa yang kau punya ?" Arkansas tertawa sembari terus melemparkan ejekan pahit yang memang adalah kenyataan dihidup seorang Alfonso.


"hahaha kau benar.. bagaimana jika semua itu aku lenyapkan?" tawa sumbang Alfonso terdengar bagai angin lalu.


Arkansas menatap datar pada pria yang kini tengah menahan tebasan pedangnya yang mengarah langsung pada Alfonso.


"ck...ck...ck...gunakan otakmu dan carilah kebenarannya sendiri,dan kuperingatkan jangan main-main dengan keluargaku,aku tak akan sungkan bahkan untuk menarikmu langsung dari neraka!!" ancam Arkansas Setelah berhasil menusuk perut Alfonso dengan pedangnya.


uhukkkk........


darah keluar dari mulut Alfonso yang kini menatap kepergian Arkansas.


"gunakan otakmu dan carilah kebenarannya sendiri!"


perkataan Arkansas terus terngiang hingga kegelapan menyapa Alfonso yang terjatuh dengan fikiran mulai terpengaruh oleh ucapan sang leader BE itu.


.........🌴..........


James merinding ngeri kala sosok wanita dengan lingerie seksi berjalan mendekat kearahnya.


"ohhh...ini pasti tuan Ryu dan tuan James?" wanita itu bersuara dengan nada centil menggoda.


Ryu mendecih dan menarik katana dari perut seorang pria yang baru saja ia tikam.


"ihhh... menjijikkan!! menjauh dariku dasar kau muka plastik dada silikon!!" James meraung sembari berjalan menjauh dari sosok wanita yang terus saja mendekatinya.


mengapa hanya dia?


karena Ryu yang terlihat begitu mengerikan dengan darah disekujur pakaian serta wajahnya.


James lebih baik karena ia adalah pembunuh jarak jauh.


"oh..ayolah tuan James! bukankah kau sangat suka dengan para wanita seperti diriku? kau ingat Sintya? bukankah dulu kau selalu menjadi pelanggannya? aku dan dia adalah teman! mari bermain tuan James,kuyakin kau pasti puas" wanita yang James tak perduli siapa itu terus membual.


"ck..ck..ck..menjauh!! tubuhmu itu bau spe*ma!! sinis James menatap cemoh wajah kaku wanita itu.


sungguh betapa wanita di hadapanya ini bertingkah,bahkan jika ia menari bu*il sekalipun James tak akan tergoda seperti saat ia lajang dulu.kini dihati dan fikiran james hanya ada nama dan sosok istrinya Freya!.


"sebaiknya kau pergi dari sini atau nasibmu akan sama seperti pria yang baru saja kau layani,bit*h!!" sarkasme Ryu benar-benar pedas.


"hahaha...sejak kapan kau pandai menghina wanita,Ryu?" James tergelak akan raut wajah ingin muntah Ryu.


"sejak angel adalah satu-satunya sosok wanita dihidupku,dan makhluk berjenis sama tak masuk hitungan" ucap Ryu santai.


BWAHAHAHA......


"lawakmu Ryu!!!" James terpingkal-pingkal akan sifat bucin seorang Ryu.


sementara wanita itu,Barbara hanya bisa mengepal tinjunya menahan luapan emosi yang tengah menggerogoti.


Naya,Angel, Daisy dan Jessy !.


nama-nama yang tak akan pernah Barbara atau Stefani lupakan.


...TBC...