
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya.....🌹
...🦂...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🦂...
...kau begitu sempurna...
...dimataku kau begitu indah...
...kau membuat dririku akan selalu memujamu...
...disetiap langkahku...
...ku akan selalu memikirkan dirimu...
...tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu...
...hanya bersamamu ku akan bahagia...
...kau adalah darahku...
...kau adalah jantungku...
...kau adalah hidupku,lengkapi diriku...
...oh sayangku...
...kau begitu sempurna...
...genggamlah tanganku...
...saat dirimu lemah dan terjatuh...
...kupeluk dirimu dan hapus semua gelapmu...
...kesempurnaan cinta kita...
..........🔱..........
Malam sunyi mendadak ramai dengan hiruk pikuk kepanikan oleh para maid,penjaga,Rion dan Kayra,bahkan James yang terbangun panik begitu mendengar Alarm merah tingkat Satu dari arah kamar sang Hades.ada-apa? semua orang bertanya-tanya.bahkan Rion langsung menghubungi Kedua orang tuanya agar segera pulang dan tidak jadi menginap dimansion Houston.
"astaga sebenarnya ada-apa dengan Alarm merah tingkat satu yang kau sebut itu Rion? kenapa panik begitu?!" Kayra bertanya kesal,bahkan ia yang semula tidur tanpa sehelai benangpun dipaksa Rion memakai asal kemeja pria itu agar lekas keluar dan menuju kamar sang Hades.
"sudah sayang,kamu pergilah kekamar Liora dan aku akan kebawah menunggu mommy! sial !! ada-apa sebenarnya didalam sana?!!" rutuk Rion panik.benar,dimansion ada tiga tanda Alarm bahaya untuk segala jenis kepanikan.
Alarm pertama tingkat 3,peringatan untuk jam kerja para maid dan penjaga.Alarm kedua berisi tanda ada penyusup yang mencoba memasuki wilayah Wiguna tanpa izin dan alarm terakhir,Alarm tingkat satu.Alarm yang menandai peringatan bahaya yang biasanya mengacu pada penyusup dengan skill hebat yang berhasil menerobos.dan yang tidak habis Rion fikir adalah,orang bodoh mana yang berani menerobos langsung kamar iblis Hades itu? baiklah Rion akan bertepuk tangan keras jika bisa mengetahui manusia mana yang berani adu nyali berhadapan dengan saudara kembarnya itu.
Ckittttt...........
suara ban mobil yang berhenti keras terdengar hingga menyentak kepanikan semua orang.Disana Rafendra keluar dengan meraih tangan sang istri dan entah mengapa keluarga Houston juga mengikuti,disana ada Marvel,Zoya dan Marsel yang nampak setengah sadar.mau tertawa namun ini bukan waktunya,jadi Rion bergerak cepat mendatangi sang ibu.
"ada-apa Rion?! mengapa Alarm level satu sampai menyala?!!" sembur Rafendra dengan wajah gelapnya.sungguh,jika ada yang berani menerobos wilayah kekuasaannya.pria Lucifer itu akan membantainya hingga habis,jangan lihat usia yang tidak muda lagi,namun lihatlah kekejaman yang masih mengakar kuat!.
mengabaikan emosi suaminya,Anggi yang sudah merasakan firasat saat sore melihat menantunya itu tentu kini terserang panik.maka dari itu ia sengaja mengajak para ibu tinggal menunggu Zeline saja.
"Rion...mana? dimana Liora?!!" tanya Anggi panik.
"sabar mom.Liora ada dikamar bersama Arkansas" jawab Rion sabar.
akhirnya Rafendra beserta seluruh keluarganya memasuki Lift dengan terburu-buru,entah ? namun raut wajah panik Anggi berdampak pada mental semua orang.
sementara itu.....
Kayra berjalan mondar-mandir didepan pintu Arkansas.sungguh,ia tak bisa mendengar apapun karena kamar itu memang kedap suara Kayra panik,air matanya menetes tanpa sadar.entah mengapa namun nama Liora langsung terlintas dibenaknya.
taphhhh.... taphhhh... taphhhh....
langkah suara berat yang ramai dan tergesa-gesa mendekat.Kayra menoleh dan langsung memeluk tubuh Rion begitu pria itu berlari cepat kearahnya meninggalkan para orangtuanya dan Marsel serta James dibelangkang.
"kenapa honey? kenapa iblis manisku menangis?" tanya Rion sembari mengerling jahil pada sosok Istrinya itu.Kayra diam malas meladeni jika Rion sudah mode jahil begini.
"sudahlah honey...itu mom sudah datang" bujuk Rion kasihan juga melihat wajah sembab istrinya,sungguh ibu hamil memang susah dimengerti.
"Rafendra cepat sound voice dan suruh Arkansas mengaktifkan pembuka pintu otomatis!!" titah Anggi cepat, Rafendra mengangguk paham dan mulai membuka bokx sound di tengah pintu kamar.
Klik........
"welcome Mr Wiguna,there are orders ?"
" tell your boss,open the lock door!!" balas Rafendra cepat.
"alright Mr Wiguna,please wait a second!"
..........🔱...........
"AAAAAAAA...AR.....SAKIT.....HIKS....ADUH.....EENGGHHH" jerit Liora kesakitan.wajahnya sudah penuh air mata dan juga keringat dingin yang menghiasi wajah pucat nya .
"ishhh...ia sayang...ia,aku tau sakit tapi tolong jangan Jambak rambutku seperti ini" ringis Arkansas sembari menahan rasa sakit pada kulit kepalanya,sungguh saat tersentak bangun akibat ringisan sakit Liora.dan entah mengapa tiba-tiba istrinya itu menarik kaos dan kini malah rambutnya juga jadi korban.
"hiks....sakit tau!! my little baby...tolong kalau mau hukum ,hukum Daddy saja jangan mommy...aduh!!" Arkansas meringis akan dumelan istrinya.apa calon pewarisnya sudah akan keluar? bukankah menurut dokter kandungan bahwa istrinya akan jebol dua Minggu lagi? sungguh Arkansas benar-benar binggung.
" boss Mr Wiguna and Mrs Wiguna wants you to unlock the system lock door" suara sistem pengingat terdengar,Arkansas tersentak dan langsung sadar dengan cepat.
"system open the door!!" titah Arkansas cepat,sungguh kini kepalanya pening akibat teriakan serta jambakan sang istri.
" Alright boss"
tak menunggu lama para keluarga segera masuk dan melongo melihat posisi Arkansas yang tengah mendapati penyiksaan fisik oleh Liora dan sungguh itu sangat lucu!.
"ASTAGA...BABY HADES INI!! ASTAGA SAYANG..KELUARLAH...MOMMY TIDAK KUAT JIKA TERUS BEGINI....DASAR ARKANSAS BODOH!!"Arkansas meringis,sungguh amukan Liora begitu pedasnya hingga telinga pria itu terasa berdengung panas.
"astaga sayang...apa sudah mau keluar?!!" panik Anggi dan segera tak lama kemudian Zeline telah tiba.
"wah..sudah pembukaan !!" girang Zeline sembari segera memasang sarung tangan medis.
"mami!! apa kau gila?!! kau akan membuat Liora melahirkan disini?!!" sembur Marsel ngeri.
"KELUAR!!!" tiba-tiba Arkansas yang tersadar akan keberadaan pria lain selain dirinya segera mengamuk,sungguh istrinya akan melahirkan dan mereka para saudaranya dengan bodoh justru masuk begitu saja,apa mereka fikir ini tontonan ? dasar kurang ajar! Arkansas geram.
"wah...ini benar mau jebol disini?!!" tanya Tristan yang entah sejak kapan sudah ada bersama Ara dan kini kedua bungsu itu justru melongo tanpa berkedip.sialan!! Arkansas geram.
"KELUAR...ATAU ANAKKU YANG TIDAK MAU KELAUR NANTI!!ASTAGA... LAMA-LAMA AKU BISA GILA!!" amuk Arkansas dengan aura membunuh yang pekat.akhirnya Kayra menarik Rion,James, Tristan,Marsel juga Ara dan Freya keluar dulu.
Blammmm....
pintu tertutup sendiri setelah mereka keluar dan kini hanya tersisa para orang tua dan pasangan Arkansas Liora.
"Daddy.apa kau tak dengar? kubilang keluar!!" sembur Arkansas kala melihat Liora menunduk sembari meringis malu meski rasanya ia mau mati kini.
"ck...baiklah mommy dan mami Zoya keluar bersama Daddy dan papi,kau disini akan dibantu Mami Zeline!" putus Anggi tak rela.
"tunggu Veleri! " pekik Zeline Sebelum Anggi keluar.
Anggi berbalik dan melihat Zeline yang nampak sibuk mempersiapkan persalinan.
"kenapa Zeline? ada yang bisa aku lakukan?" tanya Anggi cepat.
"tolong siapkan baskom dengan air hangat,handuk bersih dan juga atur suhu ruangan ini!!" jelas Zeline cepat.anggi mengangguk paham dan berlalu cepat.
"baiklah sayang..dengarkan mami! tarik nafas dan buang perlahan,atur ritme dan mengejanlah dorong bayimu keluar!!" intrupsi Zeline pada Liora.
"engghhh...akhh...hah..hah...engghhh...ayolah sayang bantu mom!!" gumam Liora sembari berusaha mengejan kuat.Arkansas bungkam,maniknya memerah dan bibirnya bergetar melihat kesakitan yang istrinya alami.
Grepphhh..
deg.....
lamunan Arkansas terputus oleh pegangan tangan Liora yang semakin erat dan kini wanita cantik pemilik hatinya tengah menatapnya dengan mata berkaca-kaca.tidak bisa! sebagai pria ia harus kuat demi memberi dorongan sang istri,apa jadinya jika ia menagis juga? laki-laki harus kuat.
"berjuang sayang...kuatlah demi bayi kita! ayo sayang tarik nafas dan buang perlahan!!" intrupsi Arkansas lembut,Ia mengelap keringat didahi Liora lembut dan mengecup sayang pipi istrinya.
Liora tersenyum dan menatap kearah atap dan saat itu,senyumnya terbit kala melihat sosok ayah dan juga ibunya.
"putri mama....berusahalah nak,buat cucu mama lahir dan menatap dunia!" sosok itu berbisik kini berdiri tepat disamping Liora.
"ayah selalu mendoakan dirimu nak,cucu ayah akan jadi seorang yang dipuja" kini suara ayahnya terdengar samar.
"apa begini sakit yang mama rasakan saat melahirkan aku ma? hiks... Terimakasih ma..terima kasih sudah menjadi pahlawan dihidup dan hati Liora!" batin Liora menangis pilu merasakan kini apa yang ibunya pernah rasakan.
" berjuang lah putri ku"
wush........
bayangan putih itu hilang bersama rasa sakit yang semakin menjadi.
"AKH........YA TUHAN" jerit Liora dengan air mata berlinang.
"tahan sayang...ayo terus! mami sudah lihat kepala bayinya!!" pekik Zeline bahagia.
" ya Tuhan kusebut namamu dan tolonglah aku" batin Liora terus berusaha membuat anaknya bisa melihat dunia.
Arkansas terus disisi Liora dan menggenggam tangan istrinya sembari memberi terus dukungan semangat yang tiada henti.
hingga.....
oekkkkkkk.......
tangis bayi laki-laki itu terdengar keras bahkan hingga keluar kamar.Arkansas terdiam mematung dengan manik yang kini terlihat memerah pekat.
tes....
"i..itu...itu anakku...putraku....?" tanya Arkansas tergagap,Liora menghela nafas lega dan tersenyum lembut menatap bayi mungil yang kini berada di tangan Zeline.
" sayang...lihat...lihat itu bayi kita!! astaga kau...kau berhasil istriku!! terimakasih..aku...aku mencintaimu...aku mencintai kalian!!" Arkansas meraih tubuh lemah Liora dan memeluk dengan penuh cinta sosok yang sudah membuat hidupnya menjadi sempurna.seorang suami dan kini ia adalah seorang ayah dari sosok bayi laki-laki mungil yang kini terlahir sempurna kedunia.
sementara itu....
Rafendra,Anggi, Rion,Kayra dan seluruh keluarga yang kini hadir lengkap dengan para inti mematung linglung kala suara tangis asing tertangkap Indra mereka.
"itu...itu keponakanku?!!" suara Rion terdengar gugup dan dibalas anggukan patah-patah oleh para inti dan para orang tua.
"hahahaha....sayang...cucu pertama kita...dia..dia sudah lahir...kalian dengar...dengar betapa keras suara tangisnya!!" gelak Rafendra bangga.
"mom...."
semua orang menoleh cepat kala suara Arkansas terdengar.
deg....
hell!!
Arkansas keluar dengan wujud yang benar-benar berantakan ,inikah definisi manusia yang baru keluar dari rumah sakit jiwa.
rambut acak-acakan,kaos terdapat cipratan darah,wajah yang penuh bekas cakaran dan yang paling menyediakan adalah,ia kini tersenyum cerah dengan wajah berbinar bak anak kecil yang baru diberi permen!. spechless,semua orang tak dapat berkata-kata.
"mom....bayi kami lahir mom... laki-laki dan dia sangat manis dan tampan!! " ucap Arkansas dengan senyum penuh kebahagiaan dan rasa bangga luar biasa.
"ck...aku yakin bayiku dan Kayra nanti akan lebih tampan!!" ucap Rion santai.Arkansas masa bodoh,ia menarik tangan sang ibu masuk mengabaikan reaksi linglung keluarganya.
"mom...masuklah bersama para ibu Ar ...dan lihatlah mahakarya luar biasa dariku!!" ucap Arkansas bangga,sungguh senyum sombongnya sangat menyebalkan Dimata para saudara inti BE,ingin mereka menggilas saja wajah ponggah itu.namun sayang nyawa mereka hanya satu!.
Plak....
"aduh....mom....kenapa kau malah menampar wajahku?!!" dumel Arkansas sangat out of caracter sekali,Rion melongo takjub dengan smirk iblisnya Rafendra melihat perubahan putra sulungnya itu.ini baru satu bagaimana jika istri putranya itu melahirkan kembar seperti dirinya dulu? Rafendra geli sendiri jika melihat kelakuan Arkansas kini,iblis Hades itu telah menjelma menjadi hello Kitty!.
"kau ini....mom tau kau tengah senang...tapi tidak bisakah kau sedikit normal?!! mommy malu melihat tatapan geli para penjaga dan maid yang menatapmu!! dasar anak ini!!" omel Anggi jengkel.
Arkansas berdecak kesal,sungguh penghancur suasana sekali ibunya ini!.
"mom......" Anggi tersenyum lebar kala melihat sosok Menantunya yang kini berbaring lemah dan tengah berusaha melempar senyum manis padanya.
Anggi mendekat dan melirik Zeline yang sudah selesai membersihkan cucu pertamanya itu,senyum haru terukir indah diwajahnya.
"oh...tuhan...cucu dan menantuku sangat luar biasa! kau hebat sayang,mom bangga padamu!!" Anggi berucap syukur dan mengelus pucuk rambut menantunya itu.
kini semua telah masuk dan berdecak kagum melihat bayi mungil nan tampan dengan wajah polos tengah tertidur digendongan Zeline.
"mami boleh Liora gendong bayi Lio?" Liora bertanya Lirih sembari menatap penuh harap pada zeline.ibu dari Gabril itu mengangguk dan tersenyum lembut memberikan bayi kecil yang baru terlahir kedunia pada ibunya .
"ini sayang...gendonglah dengan hati-hati" ucap Zeline pada liora.
ditengah semua itu,para inti menatap geli penampilan Arkansas kini.
"khem...." Ryu berdehem keras menyadarkan semua orang.
"apa?!!" Ucap Arkansas tajam saat melihat tatapan semua kawan sekaligus saudaranya itu.
"hei...lihatlah dirimu brother!! kau seperti gembel dengan wajah dan penampilan berantakan itu.setidaknya pergilah bersihkan dirimu kau itu seorang pemimpin,jangan buat kami malu!!" ucap Rion pedas.
hening......
semua mata kini tertuju pada Arkansas yang berdiri salah tingkah,sial! terlalu bahagia membuatnya tak sadar akan keadaan dirinya kini.
Blam.....
pintu kamar mandi tertutup keras saat Arkansas masuk dengan langkah cepat dan tergesa menahan malu.sungguh malam yang gila!.
...TBC...