PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Berita tak terduga



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....🌹


baiklah semua,karena banyak yang minta El sesi Dexter & Arabela.so,El akan kasih dan harap kasih vote like dan komentar banyak-banyak ya😘


yang silent reader El doakan moga ponselnya hilang 👹


let's start ......


...🦂...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🦂...


...mencintaimu adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan untuk pria yang hidup dengan linangan darah dan dosa...



.............🔱..............



Siang ini cuaca terasa sangat panas,seorang gadis remaja manis dengan stripped long dress melekat indah membalut tubuhnya kini tengah mendumel kesal sembari keluar dari kelas prof Martin.yah,Ara merutuk segala jenis mata kuliahnya hari ini.disampingnya Freya berjalan gontai tidak punya tenaga lagi mengurusi grutuan Ara pada profesor killer mereka itu.


"sudah panas,profesor Martin segala ceramah lama sekali! apa dia tidak kasihan sama mahasiswa nya yang pada hampir tuli semua!!" omel Ara sepanjang jalan.


"sudahlah Ara...kita kekantin saja dulu,aku butuh nutrisi setelah berperang dengan segala tugas itu!!" desah Freya melas.


sungguh Ara sangat manis dan bahkan tidak sadar akan segala tatapan intens setiap lelaki yang bertemu dengannya disepanjang jalan.bahkan ia tidak sadar betapa menggemaskan dirinya dengan wajah kesal itu.


hingga....


Brukhhhh......


tubuh Ara terpental dan sukses jatuh dengan bok*ng mendarat di tanah.


"aduh...hais.....kenapa Ara selalu sial hari ini?!!bikin kesal saja!!" dumel Ara yang tengah dibantu Freya berdiri.


"Ara...kamu tidak apa? astaga sampai kotor begini dress belakangnya!!" pekik Freya horor,sumpah jika para iblis itu tau adik mereka jatuh dan meringis seperti saat ini,Freya yakin dirinya akan jadi tumbal nanti!.sial.


"heh...kalau jalan itu pakai mata,kamu tau tidak pakaian saya itu mahal dan kamu sudah mengotorinya dengan noda cofee yang tumpah karena kecerobohanmu!!" sembur si penabrak emosi.


Ara mendongak.


deg.....


wanita itu tertegun melihat wajah manis Ara.benar, Arabela.si most wanted girl in Oxford.wanita itu mengeram akan kecantikan Ara.


"loh.... Freya,bukanya jalan pakai kaki? kok dia bilang jalan pakai mata? dia tidak gilakan Frey?" bisik Ara polos,entah? Freya terkikik mendengar ucapan saudaranya itu.


"kurang ajar ya kamu!! sudah tidak minta maaf justru kamu malah menghina saya!! dasar gadis murahan!!" sembur wanita itu emosi.


Freya berdecak,sial jika mata-mata Rafendra sampai melapor bisa kena gilas dia! Freya maju dan menarik Ara dibelakang tubuhnya,sungguh Freya ini tidak sadar apa bahwa tubuh mereka sama-sama mungil? bolehkah Ara tertawa melihat tingkah saudari nya itu?.


"eh cabe kiloan,dengar ya Tante Mona! yang jalan dan menabrak Ara itu kamu.buat apa suruh Ara minta maaf ke kamu,waras dong!!" sembur Freya sarkas.para mahasiswa mulai melirik pertikaian sengit ketiga gadis itu.


"jal*ng beraninya kau!!Mona mengangkat tangannya hendak menampar Freya hingga.


"Eh...Mr Martin!!" seru Ara sembari menunduk sopan ,Mona seketika berbalik dan dengan langkah seribu Ara menarik Freya berlari menjauh sembari tertawa lepas melihat wajah panik Mona.


"haha...sorry Mona...belajar dulu agar tidak tertipu!!" pekik Ara riang dari jauh.Mona menatap nyalang sosok Ara dan menatap tajam para mahasiswa yang sibuk menahan tawa melihat kebodohannya.


"Ara...awas kau,suatu saat akan kubuat kau malu!!" desis Mona emosi.


Kantin.........


Ara menggandeng tangan Freya yang masih mengomel akibat tidak sempat mencakar muka Mona tadi.



kini kedua gadis manis itu mulai mencari tempat duduk kala melihat para mahasiswa mulai ramai memasuki kantin.


"Ara,kamu cari tempat duduk dan aku akan ke stand pesan makanan dulu.kamu mau aku pesankan apa?" Freya bertanya cepat.


"samakan sajalah aku sudah lapar nih Frey!!" ucap Ara santai.


Akhirnya keduanya berpisah.Ara berjalan menuju meja yang terletak sedikit jauh dari pintu masuk.


"disini saja" gumam Ara riang.


sembari menunggu Freya,Ara mulai meraih ponselnya dan membaca pesan dari Dexter kekasihnya.


From : DexterKing


To : My Love Ara


amor...setelah kuliah jangan lupa makan yang benar,aku nanti akan ada kejutan untukmu dan jangan merindukanku.


my Love Arabela Queenara Wishnutama 🌹


Ara tak kuasa menahan senyumnya melihat pesan singkat dari Dexter.Arabela Queennara Wishnutama? sungguh sangat manis.


"hihihi...kok Dexter jadi manis begini? Ara bisa meleleh nanti hihihi...Ara malu!!" monolog Ara geli.hingga seseorang datang dan menyapanya.


"hai...boleh aku duduk disini? meja lain sudah penuh" Ara mendongak kala suara bass seorang pria mengagetkannya.dalam keadaan linglung Ara tidak sadar mengangguk saja.


"kamu Arabela bukan? mahasiswi jurusan management?" pria itu bertanya ramah sembari tersenyum sangat manis pada Ara.


hening.....


Ara diam dan menatap curiga pada pria yang lumayan tampan dihadapannya.


"haha...jangan melihatku seperti itu,aku bisa salah paham nanti.oh ya, perkenalkan aku Samuel dari jurusan kedokteran" Samuel mengulurkan tangan pada Ara dan tak lupa dengan wajah yang tetap mengulas senyum manis yang bahkan memikat hampir seluruh kaum hawa di Kantin itu.


" gila...si Samuel gerak cepat!!"


"aduh...baby Ara jangan tergoda!!"


" Samuel sukanya sama yang bening-bening!!"


"gadis penggoda!!"


"cantikan juga aku!!"


"Bla...bla..bla..."


telinga Ara sungguh berdengung kala mendengar bisikan-bisikan setan para penghuni kantin itu,mau tolak juga tidak mungkin karena Samuel sudah duduk didepannya.jadi Ara pasrah sajalah!.


"wow...ada apa ini si ketua mahasiswa duduk disini?" Freya berucap heboh sembari membawa nampak berisi makanan dan minuman pesanannya.


"tempat lain sudah penuh!!" jawab Samuel santai.Freya berdecak,ia tahu itu hanya alasan.siapa disini yang tidak tau sudah berapa lama si most wanted boy itu naksir pada Ara? sungguh Freya kasihan melihat Samuel,jika saja pria itu tau Ara sudah ada yang punya.memang hubungan Ara dan Dexter tidak terumbar jelas pada publik dan Freya juga tak tau alasannya apa?.


"Ara...aku pesankan Spagetty meetball tidak apakan?" tanya Freya pada Ara yang mulai mengambil piringnya.Ara mengangguk tak masalah.


hening.....


"tidak,lihat kamu makan saja aku sudah kenyang.kamu manis"ucap Samuel tanpa sadar memajukan tubuhnya dan mengusap sudut bibir Ara yang terlihat sedikit saus spaghetti yang tertinggal.


uhuk........


Ara sukses tersedak bola daging yang tengah ia kunyah,gadis itu menunduk sembari memukul dadanya pelan,.freya menggeleng iba hingga suasana kantin yang semula ramai kini terasa sepi bagai tak ada penghuninya .


"itu Mr Wishnutama bukan? ya Tuhan...tampan sekali!!"


"Mr Dexter wajahnya dingin sekali!!"


"aaaaa...itu dua yang dibelakangnya juga tampan!!"


"itu..itu..pria itu manis sekali!!"


"wah...mimpi apa bisa lihat kumpulan pria tampan hari ini!"


"Amour!! kenapa menunduk?!!"


deg.....


Ara mendongak perlahan kala sebuah tangan kekar mencubit dagunya lembut dan membawa wajahnya terangkat hingga ia dapat melihat sosok itu dengan jelas.


Dexter! pria itu kini berdiri sembari bersidekap dada dan tersenyum lembut kemudian.


"DEXTER!!" pekik Ara dan langsung bangkit memeluk tubuh Dexter riang.


hingga....


"AKHHHH....!!"


Ara menoleh cepat keasal suara teriakan kesakitan dari samping tak jauh dari posisi Dexter.


"don't look!!" peringat Dexter tegas.


semua kini menatap si pria berwajah manis yang tengah mematahkan tangan Samuel dengan santainya.


"well...kau tau james, beruntung kita datang cepat.jika tidak entah apa lagi yang pria tidak tau diri ini buat pada adik kita!!" ujar Tristan santai,lihat! bahkan ia tersenyum dengan entengnya kala membuat seseorang tergelatak dengan tangan yang patah.


James duduk santai sembari meneguk segelas cup ice cofee cream entah milik siapa,ia mengangguk santai membiarkan Tristan membereskan si penggoda adiknya.



"don't touch my mine or your going to die!!" desis Dexter sembari menoleh tajam menatap Samuel dingin.


pria itu meringis menahan sakit sembari menatap benci sosok pria tampan yang tengah merangkul Ara .dan kedua pria yang mengaku sebagai kakak dari Ara itu nampak menatapnya datar sembari duduk dan menikmati minuman dingin yang dibawa oleh freya.siapa mereka? Samuel terus bertanya dalam hati.sakit! hatinya sangat sakit melihat gadis yang selama ini ia idamkan sudah dimiliki oleh orang lain,terutama pria itu jauh diatas lebih dari dirinya.samuel tau pasti siapa itu Dexter,pria miliarder yang baru saja memindahkan kerajaan bisnis Ws Tama,Corp ke Inggris dan seorang pria dengan sejuta pesona yang mampu memikat Wanita manapun.apakah ia harus mundur? Samuel merasa patah hati saat untuk pertama kalinya gadis yang ia inginkan tak bisa ia dapatkan.


dan kini,gadis itu sudah dirangkul Dexter keluar dari kantin dan meninggalkan kedua pria iblis itu bersama Freya yang masih mencoba mengerti situasi.


"James kami pergi!!" ucap Dexter begitu hampir melewati pintu keluar.


"hm...jaga Ara atau kau mati !!" pekik James tegas.


...........🔱............



setelah mengantar Ara pulang dan berganti baju,kini Dexter membawa Ara dengan mobilnya entah kemana.


suasana didalam mobil BMW i8 itu terasa sunyi,hanya ada deru nafas kesal Dexter dan Ara yang menunduk tak mengerti apa salahnya.


"dimana dia sentuh?!!" tanya Dexter dingin.


"disini" cicit Ara takut,sungguh kini Dexter terlihat menakutkan dengan sorot mata dinginya.dexter melihat jari mungil Ara menunjuk sudut bibirnya dan hal itu sukses membuatnya mengeram emosi.


Cup........


deg.....


blushhh........


wajah Ara sukses merona dengan wajah memanas seluruhnya


Dexter mengecup dan menjilati sudut bibir Ara dan segera kembali ke posisi duduknya semula dengan santainya tanpa perduli wajah linglung malu-malu Ara.


"kenapa Dexter cium Ara?" tanya Ara yang mulai sadar.


"kau milikku Amour! hanya aku yang bisa menyentuhmu!!" tegas Dexter tajam.


grephhh....


"Dexter......!!" pekik Ara saat mobil berhenti dan tiba-tiba tubuhnya diangkat dan kini duduk mudah diatas pangkuan pria itu.


mobil kembali melaju dengan Ara yang duduk menghadap Dexter dan pria itu menarik kepalanya agar Ara bersandar padanya.


"diam..." ucap Dexter dengan suara serak penuh arti.


pria itu mengemudi dengan dagu yang bertumpu pada pucuk kepala Ara dan sesekali terpejam menghirup aroma manis lavender dari tubuh gadisnya.


"kamu harum Amour...dan hanya aku yang boleh menghirup aroma manis tubuhmu"


"kamu cantik dan hanya aku yang boleh menikmati kecantikan itu"


"kamu bunga dan hanya aku yang boleh memetik dirimu"


Ara spechless,pipinya merona dan sukses berdebar kencang mendengar kata-kata manis dari bibir pria triplek yang tengah memangku dirinya.


"Ara...aku mencintaimu jangan lirik pria lain!!" ucap Dexter begitu mobil terasa berhenti.ia memeluk tubuh Ara erat dan menenggelamkan wajahnya diceruk leher gadis itu dan mengecup leher jenjang mulus itu lembut.


Ara diam.ia melingkarkan lengannya dipinggang Dexter dan balas memeluk pria itu erat.keduanya saling tenggelam merasakan degupan jantung masing-masing,biarlah waktu membuai mereka dengan cinta mekar yang tumbuh subur.


"em....Amor" Dexter memanggil lembut gadis manis yang asik sendiri dengan kegiatan memutar jari diatas kancing kemejanya.


"hm...." balas Ara pelan.ia mendongak dan menatap wajah tampan Dexter dalam diam.


wajah tampan dengan alis hitam,mata biru dengan sorot dalam bagai lautan samudra tak berdasar,hidung kokoh dan mancung sempurna,bibir cerah yang selalu mengulas seringai jahil kepada nya dan tubuh atletis yang tak kalah dari para kakak-kakaknya.


"sudah puas mengamati wajahku amor?" ucap Dexter geli.Ara tersenyum dan menurunkan kembali wajahnya yang sedari tadi sibuk mengamati pria tampan itu.


pria itu membuka pintu mobil dan memutar membuka pintu bagian sisi Ara.


"my Princess" Dexter mengulurkan tangannya dan disambut Ara dengan senyum manis diwajahnya.


cup......


Blushhh...


"ya Tuhan Dexter tidak bisakah berhenti buat jantung Ara berdebar kencang?!! malunya!!" batin Ara absurd kala dexter mengecup punggung tangan gadis itu lembut dan meraih pinggang berjalan memasuki kawasan taman kota.


Dexter membawa Ara duduk disebuah kursi panjang dibawah pohon rindang ditaman itu,didepan mereka ramai anak-anak kecil yang sibuk bermain riang gembira tertawa tanpa beban,Ara tersenyum dan bersender nyaman dipundak Dexter.



"kita akan menikah secepatnya,setelah kamu menyelesaikan sarjana S1 dan setelah itu kamu akan menyandang gelar Nyonya muda Wishnutama! kedua orang tuaku tak lama akan datang melamar mu untukku" ucap Dexter mantap.


Ara menutup mata dan mendengar ucapan Dexter dengan senyum penuh kebahagiaan,mereka akan menikah dan Ara sudah menunggu hal itu.


"ia...apapun yang Dexter katakan,Ara akan ikut" ucap Ara antusias.


cup......


"terima kasih amor,kau adalah gadis yang akan kucinta seumur hidupku" ucap Dexter lembut dan membelai sayang pipi Ara dengan jemari kokohnya.


"hm...Ara juga mencintai Dexter" senyum pria itu mengembang dan kini keduanya duduk dalam diam menikmati senja yang menyapa dengan angin sejuk dan daun-daun yang jatuh menguning.


cinta itu adalah hal terindah yang bisa dirasakan manusia,terkadang memang sulit menemukan.namun jika sudah merasakan akan sangat luar biasa,jika masih ada maka perjuangkan.


...TBC...