
...Vote, Like dan Komentar ya ❣️...
...🌴...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🌴...
Desahan kesal terdengar cukup keras dari sosok kepala keluarga yang kini duduk di kursi pemimpin tengah ruang makan.
ruang makan dengan warna dominasi putih keperakan itu kini terlihat sedikit beraura berat.
Sementara itu,dua pasang mata anak laki-laki menatap curiga pada tiga pria asing yang kini terlihat duduk di meja makan mereka.
sosok Raider berdecak kala seorang pria dengan kemeja putih dan beberapa lebam di wajahnya itu terus menatap sang ibu.
"Hei paman! matamu itu mau kucongkel? jangan melihat mamiku seperti kau akan menelannya saat itu juga!" Raider menyerigai kala isi hatinya disampaikan secara kasar oleh Raino.
Raino dengan mulut keran bocornya!.
anak laki-laki yang akan langsung menyembur jika ada yang mengusik penglihatannya.
Fredrik tersentak dari lamunan surganya.
melirik anak laki-laki berwajah tampan dengan penampilan badboy itu dengan Canggung.
"dan kau......jauhkan tatapan kotormu dari ibuku!" suara tanpa riak terdengar dari sosok yang sedari tadi diam mengamati.
seorang anak laki-laki tampan,sangat tampan dengan alis hitam tebal nan rapi, bulu mata cukup panjang,hidung mancung,bibir tipis dan kulit sedikit coklat gandum dengan rambut hitam bak jelaga.
putra sulung Arkansas itu menatap tajam pada sosok Alfonso yang sedari awal masuk terus mencuri pandang pada ibunya.
sebuah Revolver dinaikan keatas meja tepat disamping piring berisi waffle dengan aura tegas penuh ancaman.
"jauhkan pandanganmu dari istri ayahku, ibuku atau revolver dengan peluru penuh ini akan kutembakkan dikepalamu,paman!"
Glekkkkkk.....
Fredrik dan Samuel melirik dengan Saliva tertelan sulit.
Raider dan Raino merinding horor dengan Rafendra yang menyerigai penuh kepuasaan.
tak masalah jika ia tak bisa berlaku kasar pada tamu kurang ajar seperti SantosDominiq itu didepan istrinya yang tidak tau apa-apa, namun jika para cucu buasnya yang bertindak tidak masalah bukan? lagipula sama saja!.
Alfonso tertawa sumbang melihat betapa buas tatapan mata dingin anak laki-laki bernama Rayganta itu.
"hahaha maafkan cucu kami tuan Dominic,mereka memang tidak suka dengan orang asing" Anggi tertawa canggung melihat betapa tidak sopan anak-anak putranya itu.
Alfonso menggeleng formal.
cari muka sedikit tidak masalah bukan?.
Alfonso tersenyum mengejek melihat betapa baiknya sang nyonya besar.
"tidak masalah nyonya,kami paham anak-anak" ujar Samuel sopan.
"paham anak-anak? cih.. bagaimana tidak paham, organisasi kalian itu adalah profesional dalam penjualan anak-anak dan wanita muda!"
Uhukkkk...........
Alfonso,Samuel dan Fredrik tersedak hebat sementara Rafendra dan Rayganta saling melirik bengis dengan wajah binggung Twin R.
para wanita menatap heran, ada-apa dengan pada pria ini?.
"hehehe..kami sudah berhenti dalam bagian itu tuan Wiguna" kekehan canggung dengan jawaban sedikit kesal terdengar dari sosok Fredrik.
"memang aku perduli?" Jawab Rafendra malas.
Anggi dan kedua menantunya hanya menggeleng lelah.
mau sarapan saja harus bertengkar dulu! kekanakan.
"sudah...sudah...kalian bisik-bisik nanti saja,sekarang makan dengan tenang!" hardik Anggi jengkel juga dirinya lama-lama.
kini meja sudah terisi lengkap menu hidangan ringan untuk santap pagi.
"Liora,Kayra mulai hidangkan nak" Anggi berucap lembut.
kedua menantunya mengangguk dengan senyum manis.
anggi meraih piring suaminya dan mulai bertanya.
"Rafen?" Anggi bertanya tersenyum lembut menatap wajah tampan suaminya itu.
"nasi go-"
"jangan mom!" kayra memutus ucapan ayah mertuanya dengan cepat,pria tua itu melotot jengkel.
"kenapa kay?" binggung Anggi.
"dad,makan sandwich saja ya.nasi goreng sedikit berminyak dengan kolesterol ayah harus jaga kesehatan.makan sandwich saja lebih sehat! maid memanggang roti itu tanpa minyak hanya buter rendah lemak" kayra mengambil sepotong sandwich dan meletakkan dimasing-masing piring Anggi dan Rafendra dengan lembut.
kedua pasangan itu saling melirik dengan senyum tipis penuh kasih.
benar,menantu mereka yang sudah layaknya bak putri mereka sendiri begitu perhatian menjaga dan memantau kondisi kesehatan tubuh tua mereka.
Anggi dan Rafendra sangat bahagia cukup dengan tindakan kecil yang membawa arti besar.
Rafendra menatap sandwich diantara piring dengan senyum tipis hampir tak terlihat.
hingga...
"benar Granpha,ingat sudah tua keriputnya nanti bertambah kalau makan makanan anak muda!" Raino berceletuk santai tak perduli senyum Rafendra menghilang digantikan wajah jengkel menatap anak nakal satu itu.
apa perlu menegaskan bahwa dirinya sudah tua? anak setan ini!.
Rafendra mengelus dada sabar.
"anak-anak mau apa sayang?" Liora bertanya lembut hingga.
"Lio,beri tamu ayah kalian dulu" Anggi mengintrupsi menantu sulungnya dengan suara halus.
Liora mengangguk.
"tuan?" Liora binggung ingin memanggil apa,lagipula ia tak tau siapa nama para tamu ayah mertuanya itu.
"Alfonso nona" senyum Alfonso merekah kala tangan lembut putih dan lentik itu terulur meraih piringnya.
bukankah rasanya seperti dilayani istri?.
astaga jantung Alfonso ketar-ketir layaknya genderang bertabuh keras.
"baiklah tuan Alfonso,tapi tolong panggil saya Mrs,saya sudah menikah" Liora tertawa memberi tahu akan status yang bukan lagi seorang gadis hingga dipanggil nona.
senyum bahagia Alfonso luntur dan meski ia tau kenyataan,namun rasanya tetap saja menyakitkan.
senyum paksa akhirnya terbit meski hatinya memaki.
"Apa saja Mrs asal bukan waffle,itu terlalu manis dan saya tidak terlalu suka manis" jawab Alfonso lirih.
senyum Liora bagai racun yang selalu menyadarkan dirinya bahwa wanita cantik itu adalah istri orang!.
"baiklah, bagaimana denganmu nasi goreng seafood?" tanya Liora lembut.
Alfonso mengangguk dengan senyum kecut yang ditangkap mata sinis Rafendra.
sepiring nasi goreng tersaji.
"nah..tuan ini ingin apa sebagai menu?" Kayra meraih piring Fredrik.pria itu tersenyum lebar,sangat lebar hingga mungkin mulutnya itu bisa sobek kapan saja.
Raino mencibir jengkel.
sungguh mereka lapar dan ibu cantik mereka justru mengurus pria-pria dewasa itu,apa para pria itu tidak bisa mengambil makan sendiri? .
ketiganya melihat wajah kalem nenek mereka.penyebab ibu mereka harus melayani orang asing dari putra mereka sendiri terlebih dahulu!.
inhale exhale......
"kamu"
KRIK.....
KRIK.....
KRIK....
suasana mendadak hening akibat jawaban Fredrik atas pertanyaan Kayra.
"kau mau di Gilas ayah kami paman?!" raider mendengus dingin.
"hehe..ma..maaf...maksud saya nasi goreng saja..ia..ia nasi goreng!" Fredrik gelagapan,Sial dia keceplosan!.
kayra tertawa geli.
pria ini cukup lucu dan aneh,lihatlah wajah lebam dengan daun telinga memerah itu!.
kayra jadi ingat suaminya yang kadal mesum namun baperan!.
apa kabar pria raja hatinya itu?.
"hahaha..anda lawak juga ternyata tuan?" gelak Kayra sembari menggeleng geli.
sial.....
kenapa hatinya jadi berdisko begini?
Fredrik kehilangan akal sehat seketika.
Samuel terkekeh miris melihat kelakuan bos serta kawannya itu.
"baiklah Ray sayang,kamu mau mommy ambilkan yang mana?" Liora bertanya saat wajah puteranya terlihat mendung.
"sandwich mom" jawab anak itu tidak semangat.
Liora terkekeh dan mengacak surai lembut putra tampannya dengan sayang.
Arshenio dan Archana sudah dibawa oleh Nanny keruang bermain setelah selesai menyusui pada Liora sebelumnya,dan kini waktu sarapan dimulai saat semua piring telah terisi.
hingga......
"apa kau sudah bangkrut hingga menumpang makan di mansionku?"
Deg....
suara dingin dengan kata-kata tajam itu sukses membuat kegiatan terhenti.
ketiga anak laki-laki itu berbalik dan mata mereka membola melihat dua pria dewasa tampan dengan wajah hampir serupa berjalan keluar dari lift.
"PAPI.......!" raider berseru bahagia melihat kedatangan ayahnya itu.
BRUKHHHH....
Raino sudah heboh dengan berlari menuju sang ayah hingga kursi tempat ia duduk terjatuh keras akibat anak itu yang tiba-tiba melompat turun .
Hap..........
Rion merentangkan tangan memeluk putra keduanya dengan hangat.
sungguh! bagaimanapun mereka suka saling menjahili di rumah,tetap saja saat berjauhan rasa rindu akan tetap ada.
"honey....tidak sambut suami pulang HM?" Rion Menaik turun alisnya jahil.
Grephhhh......
"rindu....." kaura memeluk tubuh tegap Rion dengan manja.
ayolah......
istri mana yang tidak merindukan suami yang pergi meski tak cukup lama,hanya 3-4 hari.
Rayganta mendengus saat sosok malaikat kecilnya sudah berada di gendongan kuat sang ayah.
yah,lantai anak ada di bawah sebelum ruang makan.
"dear...." Arkansas memanggil kala melihat manik indah itu berkaca menatap dirinya penuh kerinduan.
Grephhh.....
Arkansas memeluk lembut tubuh sang istri juga putrinya dengan penuh kasih.
oh sungguh demi Tuhan kedua bidadari surga ini begitu ia rindukan!.
"hiks....aku merindukanmu,Suamiku"
Deg.......
darah Arkansas berdesir.......
suamiku.....
suamiku.....
merindukanmu,suamiku.......
oh Tuhan rasanya ia bisa menggenggam seluruh dunia lewat mata indah makhluk ciptaan Tuhan yang begitu beruntung dirinya telah ia jadikan istri.
"dear...don't cry my Love" bisik Arkansas lembut mencium kening halus istrinya.
cup.......
Liora menutup mata dengan senyum manis meresapi sentuhan hangat raja diatas hatinya.
sungguh,masalah yang ia hadapi selama ketidak hadiran Arkansas sudah cukup membuat hatinya merapuh.
ia merindukan sentuhan hangat kasih sayang pria itu, suaminya!.
Rafendra makan dengan tenang layaknya menonton drama yang begitu menarik melebihi kepuasan dari membunuh!.
pasangan putra dan menantunya yang manis,serta dua orang pria yang sudah puas memakan cuka!.
sakit hati......
cemburu......
kasat mata......
Rafendra tiba-tiba terbahak hingga mengagetkan semua orang atas sikap tidak Rafendra sekali itu.out of character sekali!.
"well... welcome home son!" Rafendra menyapa tanpa berdiri dan kembali melanjutkan makan paginya yang menyenangkan.
bahagia diatas derita!
itulah seorang Rafendra Wiguna!.
"jadi?" Rion kembali memfokuskan atensi pada tiga pria perusak matanya itu.
kayra sudah menunduk malu menangis dan memeluk suami mesumnya tadi,ia mendorong kejam tubuh Rion sebelum kembali duduk menyeret Raino dengan paksa.
Rion menggeleng,istri manisnya sungguh jual mahal!.
Arkansas merangkul Liora kembali duduk,dan pria itu mengusap wajah basah istrinya dengan sapu tangan dan mencium pipi putrinya dengan gemas setelahnya.
Arshenio dipangku oleh Rafendra begitu nanny menyerahkan balita itu .
"jadi benar-benar bengkrut heh?" Ejek Arkansas dengan tawa pecah Rafendra setelahnya.
ketiga pria itu hanya menatap jengah dengan wajah masam.
mengapa dua iblis itu harus kembali dengan cepat?!.
hati menolak dengan senyum nelangsa.
malaikat cantik itu sudah milik pangeran Hades!.
hingga...
"Rafen?! makan!"
"Rion mau mom sumpal mulutmu!makan jangan gaduh!"
"Arkansas! mommy peringatan,jangan menghina orang lagi,makan!"
Glek....
baiklah ibu ratu sudah mengamuk,diam dan makan saja dengan tenang.
kedua menantu Wiguna hanya terkekeh geli,benar! ibu mertua mereka tetaplah pawang sejati.
.......🌴.......
Dysabel menatap pada sebuah figuran sebuah keluarga di ruang tamu.
PRANKKKKK.....
"IBLIS JA*ANG PENIPU!! PEMBUNUH....HIKS....KAMU BODOH PAH,KAMU BODOH!" figura itu hancur menghantam dinginnya lantai.
Dysabel menangis dengan kebencian yang membakar hati.
"benar...hiks....aku harus bantu kak Stefani untuk menuntut balas! aku harus bisa memberikan Liora padanya,wanita keji itu harus membayar dosa-dosanya!" Isak Dyasabel dengan wajah penuh kebencian.
"apa maksudmu?!"
Deg.........
Dysabel mematung saat suara familiar itu memasuki pendengarannya.
"pa...papah!!" Dysabel mendadak merasa takut melihat wajah gelap Lucas.
pria itu entah sejak kapan sudah kembali dan kini seragam pilotnya sudah terpasang apik.
benar!
membiarkan para bawahan Rafendra dan Arkansas turun membantu bersama para bodyguard yang ia sewa,Lucas tetap harus bertugas demi keluarganya.
namun apa yang ia dengar saat memasuki ruang tamu?.
boom waktu yang meledak entah bagaimana!.
"apa maksudmu?! Stefani sudah mati! dia bukan saudariku dan meski ia hidup sekalipun,jangan pernah menyebut nama Medusa itu dirumah ini, apalagi dihadapanku! balas dendam? langkahi dulu mayatku, Dysabel!" Lucas yang sabar dan ramah menghilang.
mata tajam menekan sosok Dysabel dengan kemarahan dan kebencian yang telah tersulut,emosi yang sudah terkubur bertahun-tahun lalu kini terbakar kembali.
"sudah cukup pah! hiks...wanita itu harus mati agar putri kita kembali hiks....." Dysabel jatuh memeluk paha Lucas dengan putus asa.
Deg.................
Tubuh Lucas mematung,jiwanya seakan ditarik paksa.
apakah putri kecilnya di ambil oleh Stefani?.
tapi bagaimana itu bisa terjadi?.
setelah bertahun-tahun hilang lost tanpa jejak seakan ditelan bumi,lalu mengapa wanita itu tiba-tiba menculik anaknya?.
Lucas merasa masam dan murka dalam hati.
"bangun!"
Lucas menatap figura hancur diatas lantai dengan kosong.
Dysabel menggeleng keras,ia takut melihat Lucas yang seperti ini!.
"hiks...tidak....tolong sekali ini saja biarkan kak Stefani melepaskan putri kita,hiks...tolong biarkan Stefani membalas kekejian Liora itu...hiks tolong lili pah! dia...hiks..dia masih kecil dan dia pasti menangis! bagaimana jika dia haus dan tidak ada yang mengurus bayi kecil kita hiks...." Dysabel meraung mencengkram celana kain putih Lucas yang berdiri diam dengan tatapan kosong.
"Jangan pernah menyakiti kakakku dan anak-anaknya,aku akan bicarakan ini dengan kakak ipar dan kuharap kau jangan berbuat macam-macam" Lucas menjawab dingin dan menyentak tubuh Dysabel dari kakinya.
Dysabel menatap kosong keputusan Lucas dan pria itu akhirnya pergi dengan punggung yang terlihat rapuh.
"hiks.....hiks.....lili harus kembali meski Archana harus mati!" Dysabel menghapus kadar air matanya dan bangkit bersiap.
...⚜️...
...TBC...