
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komen ya..⭐
happy reading...🌹
⚜️⚜️⚜️my beautiful target ⚜️⚜️⚜️
Castle Combe,Wiltshire south west England....
#flasback on#
sebuah pesawat pribadi mendarat sempurna di bandara internasional England.6 orang pria tampan turun bersama 2 orang gadis cantik dari sana.
"pokoknya aku tidak mau semobil dengan mu.aku akan semobil bersama Q dan Nixon titik" ucap gadis berambut hitam terkuncir rapi itu menatap Liora memohon.
"aku juga tidak ingin terpisah dari kalian" lirih liora menatap Arkansas sekilas.
"Xel,dalam 20 menit bawa kemari mini bus dengan fasilitas lengkap segera" perintah mutlak Arkansas dan ditanggapi dengan wajah melongo Axel.apa-apan si tiran ini,memang bos kurang ajar memang.
meski Axel bisa melakukan apapun secepat kedipan mata tapi tetap saja,Axel baru saja menginjakkan kaki setelah berjam-jam duduk diatas pesawat,dan kini dengan santainya si tiran main perintah asal cepat harus ada.poor Axel.
tak lama,dengan gerak cepat tim delta dan koneksi serta nama besar seorang Wiguna,mini bus mewah dengan fasilitas bak hotel itu telah terparkir dengan rapi didepan mereka semua.liora melongo melihat betapa besar dampak kekuasaan Arkansas .semua beres sekali perintah diturunkan.
" tidak ada perotesan lagi dan cepat masuk" Segera mereka semua menaiki mini bus tak mau membuat si tiran mengamuk dan membuat pusing kepala.
akhirnya mobil mewah itu kembali ke markas dan mereka menuju daerah tambang hanya dengan sebuah mini bus yang diisi anggota inti BE bersama liora,amber serta Nixon.
# flashback off#
sebuah mini bus dengan fasilitas mewah nampak melaju perlahan ditengah jalanan tenang dan sejuknya suasana pinggiran kota Inggris itu.
"kenapa dari jet mewah kita semua malah menaiki bus ini sih?? meski bis ini sangat mewah tapi ini sangat tidak nyaman saat aku harus duduk bersebelahan dengan pria tengil sepertimu"grutuan seorang gadis berkuncir kuda terus saja terdengar kesal sejak tiba di tanah ratu Elizabeth itu.
"sudahlah Amber,duduk dan tenang sedikit.percuma kau marah-marah lagi pula saat sang rajanya berbicara kau bisa apa" sindir Nixon menatap wajah tenang Arkansas yang kini duduk sambil berpura-pura memejamkan mata disamping Liora yang tengah terduduk gelisah.
"tapi aku tidak suka duduk disamping pria gila ini" frustasi menatap wajah tampan Axel.
"memangnya aku senang duduk bersama gadis cerewet seperti mu?" balik Axel sengit.sementara percayalah didalam hati si mata dewa itu tengah terpingkal-pingkal melihat wajah manis amber.
"suka hati kau saja,dasar pria gila" balas Amber pasrah.
"bagus,sekarang duduk diam atau bibir cerewetmu itu akan aku cium" smirk Menyebalkan Axel dibalas pelototan bengis amber.
"coba saja dan akan ku tembak otak mesummu itu"ucap Amber pelan seakan berbisik ,tapi percayalah Axel tengah menarik senyum tipis berpura-pura tidak mendengar apapun dan kembali sibuk dengan tabletnya.
Nixon dan Tristan sedang asik tertidur ria dibangku belakang tepat didepan bangku Arkansas dan liora duduk. sedang James sedang fokus menyetir ditemani Ryu didepan.
sementara itu di bangku pojok mini bus.....
liora tengah melirik wajah tenang Arkansas yang dengan santainya mengambil tempat Nixon dan duduk disampingnya dengan tenang.
"mengapa si mesum ini duduk disampingku ?!"batin liora melirik pria tampan disampingnya frustasi.sementara itu Arkansas pun melirik dengan senyum tipis diwajahnya,tentu saja liora tidak bisa melihat senyum itu .bukan senyum tetapi lebih tepatnya smirk puas arkansas.
kini Arkansas duduk dengan tenang sembari menutup mata dan melipat kedua tangannya didepan dada,menyilangkan kedua kakinya dan menyeringai penuh arti saat tahu bahwa gadis disampingnya tengah diam-diam melirik frustasi kepadanya.
Dush......
mini bus itu tiba-tiba berhenti dengan terdengar makian kesal James .
"sial ban nya bocor!! hei semua kita harus turun dan segera mencari tempat berteduh,kurasa langit tampak tidak bersahabat hari ini.sungguh sial!!" maki James kesal sembari menendang kaki Ryu agar bangun.
"bisa tidak kau tidak menggila di depanku?!! lama-lama kutebas juga kepala kosong mu itu" maki Ryu kesal.james mendengus dan menepikan mini bus mereka.
semua tengah sibuk mempersiapkan diri segera turun,berbeda lagi dengan si tiran tampan.pria itu masih terlihat tenang tidak terusik mendengar keributan para sahabatnya.dan liora kini merasa bingung ,bagaimana caranya keluar mengikuti Nixon dan Amber? sementara jalan nya ditutup oleh tubuh atletis Arkansas yang masih duduk diam seakan tertidur.
"Mr AR,sepertinya kita harus turun"ucap liora pelan,sungguh berada didekat Arkansas si tiran tampan ini membuatnya merasa gugup,entah kemana keberanian dulu?.
"Mr Ar" panggil liora frustasi sementara pria itu masih betah menutup kedua matanya seakan tidak perduli.liora menunduk dan tanpa sadar mendekatkan wajahnya memperhatikan wajah tampan Arkansas yang terpejam tak bergeming.
alis tebal hitam yang terlukis sempurna,manik tajam yang mampu membuat bulu kuduk meremang tak berkutik,hidung mancung yang terpahat apik,serta bibir tipis yang selalu menyeringai dan selalu mengeluarkan kata-kata manis dan frontal.wajah liora memerah serta telapak tangan yang bergetar tak mampu menyentuh tubuh tegap sempurna itu,bahkan untuk membangunkan iblis tiran itu liora tidak berani.
bus sudah kosong hanya tinggal mereka berdua bersama Tristan yang masih sibuk mengumpulkan nyawanya.akhirmya liora dengan semua keberanian nya menyentuh pundak lebar nan kokoh Arkansas,berharap pria itu terbangun .
"Mr Ar bangun kita harus turun" ucap liora sembari menggigit bibir bawahnya gugup.
Deg.....
manik setajam elang itu terbuka dan tepat menatap manik coklat liora.menusuk hingga liora terdiam kaku.liora mundur dan membalik wajahnya menatap jendela disamping tempat duduknya,sungguh tatapan tajam itu membuat jantungnya berdebar tak sehat dan wajahnya seketika terasa panas.
liora tak mau berlama-lama,gadis itu segera berjinjit ingin meraih tas laptop dan ranselnya dari atas tempat penyimpanan barang.
"ck...kenapa tinggi sekali!! apa mereka sengaja ingin mengejek tinggi tubuhku" liora menggerutu kesal tanpa sadar Arkansas yang terkekeh pelan dibelangkang.
tangan kokoh itu terulur meraih tas dan ransel liora,posisinya liora tepat terhimpit tubuh Arkansas dan body bus.punggung Liora tepat menempel di dada bidang pria itu kini tiada jarak diantara mereka.bahkan liora dapat merasakan hembusan nafas beraroma mint segar menerpa pucuk rambutnya.jantung liora bergetar dengan europhoria luar biasa.
Blush....
arkansas menarik senyum tipis saat wajah gadisnya kini memerah .
"manis" batin Arkansas gemas.
"kalau tidak bisa ,mintalah padaku .kau tahu tubuhmu pendek seperti gadis kecil berusia 15 tahun" ejek Arkansas dengan seringai Menyebalkan diwajahnya.
"siapa yang kau sebut pendek,dasar pria mesum gila!!" liora seketika emosi saat Pria tinggi itu menyenggol masalah tinggi badannya.yah,liora tahu tubuhnya memang mungil,tapi tidak perlu juga hal itu diperjelas oleh pria tampan namun bermulut pedas itu.liora jengkel dan pria itu justru terlihat senang.
"benarkah,lihat tubuhmu saja hanya setinggi daguku" ejek Arkansas semakin menjadi-jadi.
"sini biar aku saja dasar tiang listrik!!" kesal liora dan berusaha meraih tas ranselnya.namun pria itu justru mempermainkannya dengan mengangkat tangannya setinggi mungkin.
grep...
Deg....
tubuh mungil liora kini didekap lembut oleh arkansas,dan tangan pria itu kini bertengger manis memeluk pinggang ramping gadis itu.
deg.....
deg....
deg....
"oh Tuhan....pria ini gila !!! selamatkan jantungku" batin liora,kini ia justru tanpa sadar menatap wajah tampan Arkansas inten tak berkedip dengan wajah sudah memerah sempurna hingga ke telinga.Arkansas semakin melebarkan seringainya.
"manis dan sangat cantik" batin Arkansas tak kalah berdebar dapat menatap puas wajah manis gadisnya sedekat itu.
Cup....
bibir pria itu mengecup tepat bibir manis liora dan terkekeh geli melihat wajah melongo gadis itu.
"eh"
liora menatap linglung wajah Arkansas yang sedang berusaha mati-matian menahan tawanya.
"aku tahu kau terpesona pada ketampanan ku baby,tetapi jangan seperti itu juga melihatku.bagaimana jika ada lalat yang masuk kau pasti tersedak" kekeh Arkansas dan berlalu begitu saja meninggalkan liora yang masih berusaha mencerna kejadian yang baru saja terjadi.
5 minutes later.....
"ARKANSAS...........MESUM KURANG AJAR!!!"pekik liora emosi sekaligus malu.bagaimana tidak,Ia tertangkap basah sedang memandangi wajah tampan Arkansas bahkan tanpa berkedip,bahkan saat pria tiran itu mencium bibirnya pun liora tidak sadar.sungguh memalukan!.liora ingin menangis rasanya.
Duak.......
dengan tidak berperasaan,Arkansas memberikan tas dan ransel liora pada James .dan kini pria itu mengangga dengan kepala menggeleng tak percaya akan kelakuan sang bos.
"bawa ini" ucap Arkansas dan berlalu begitu saja bersama Tristan turun.
"bisa tidak lembut sedikit bos!! asal perintah saja ini si tiran bengis!!" kesal,jengkel dan pasrah.james rasanya mulai menua akibat terlalu sering marah-marah.
"wah......segarnya udara pedesaan" girang Tristan melompat dari dalam bus dan berteriak lepas.
liora nampak berjalan linglung dan tidak fokus.fikirannya terus terbayang kejadian dimana Arkansas dengan tiba-tiba mencium bibirnya dan berlalu seakan tak terjadi apapun.apa maksudnya ini ? liora kebingungan.
berjalan pelan menuruni tangga bus,hingga tanpa sadar gadis itu tersandung kakinya sendiri.
"AAKH" pekik liora dan segera menutup mata bersiap jatuh menghantam tanah.
greph.....
"eh...kok tidak sakit?" gumam liora pelan.bukannya sakit,kini tubuhnya seakan menimpa sesuatu yang hangat dan keras.
tubuh maskulin dengan dada bidang itu terpampang jelas didepan mata liora.
arkansas memeluk tubuhnya dan kini pria itu menatapnya tajam tepat seakan menembus kedalam manik gadis itu.wajah mereka sangat dekat dan liora berdebar kembali dengan wajah yang semakin memerah.dengan cepat gadis itu mendorong tubuh kekar Arkansas dan mengambil jarak sebelum jantungnya meledak karena debaran luar biasa.
"khem...ma....maaf a...aku tidak sengaja"gugup liora dan dibalas deheman pelan pria itu.
"jangan suka melamun,kau akan membuat dirimu terluka nanti" tegas Arkansas tidak suka saat melihat liora hampir saja terjatuh tadi,bagaimana jika ia tidak menangkap tubuh gadis itu tadi? pasti gadis ceroboh itu akan terluka,dan Arkansas tidak suka itu.
"bos kita harus bergegas mencari penginapan.hujan sebentar lagi turun" Ryu mengingatkan kala melihat awan hitam telah menghiasi langit.
"hm..." Arkansas segera berlalu bersama Ryu dan Axel menuju desa terdekat diikuti liora,amber,Nixon ,Tristan dan James yang berjalan dibelangkang.
TBC...
besok El sambung semoga suka ya🥀
tolong jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca....jangan menjadi silent reader yang hanya membaca tanpa meninggalkan support for US🥀