
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya.........
...🦂...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🦂...
...maniknya seindah rembulan...
...tubuhnya seharum kelopak bunga...
...tawanya bak melodi indah pengantar tidur...
...dan siapa yang percaya?...
...dia istriku...
...dunia menatap iri...
...dan aku tau,aku telah diberkati...
...kata mereka Bulan sulit diraih...
...namun bagiku,dialah sang rembulan...
...cinta rumit yang telah terurai indah...
...dan kita berkencan lagi...
...tak bisa dipercaya...
...kelopak mawar harum itu...
...kini jadi milikku...
...jalani hidup dengan jari terjalin erat...
...dan kita telah merajut cinta...
...dia indah,hanya untukku...
...kudekapmu dengan erat...
...keluar dengan senyum manis merekah...
...aku memegang kendali dunia...
...saat terbangun disamping nya...
...sangat bahagia kala dia milikku...
...untuk melihat...
...bahwa aku telah menangkan hatinya...
...aku tak akan melupakan ini...
...kita akan berlalu...
...saat kita terlihat nikmatnya...
...saat cinta kita menyatu...
............🔱............
Ara berjalan riang memasuki sebuah perusahaan besar dengan membawa satu set rantang susun.senyum manisnya bertengger lebar kala melihat betapa sibuk orang-orang berlalu lalang.yah,meski perusahaan Ws.tama Corp tidak sebesar perusahaan WJC Group milik keluarganya,namun tidak bisa dipungkiri bahwa Ara benar-benar kagum mengingat Dexter masih terlampau muda mengurusi perusahaan super sibuk seperti ini.
"permisi" Ara menyapa sopan dua orang resepsionis yang berdiri sembari sibuk bercermin dan menepuk alas bedak pada wajah kedua wanita itu.Ara mengeryit,apa tepung diwajah mereka kurang tebal? tanpa sadar Ara terkekeh pelan.
"apa? eh...anak kecil jangan main disini,pergi sana !!" usir salah satu dari wanita itu sinis.Ara berdecak, apa-apaan wanita ini? sudah tidak ramah.buat emosi saja.
"anak kecil bedakmu!! jangan sembarang ya,saya itu tamu!!" sembur Ara kesal.
"ada perlu apa kamu? jangan cari masalah disini!!" wanita satunya lagi berucap setelah menyimpan kembali cermin dan bedaknya.
" cari Dexter,dimana ruangannya?" tanya Ara dengan nada malas luar biasa.kedua wanita itu melotot horor,jika saja kedua bola mata itu bisa keluar? Ara akan ambil dan beri makan pada demon.sungguh pagi-pagi buat kesal saja.
"wah...lihat jal*ng kecil ini!! kamu itu lebih baik pergi dari sini,bukan sekali ini ada perempuan datang mencari Mr Wishnutama.sudah tidak sopan kamu ya!! sekarang pergi atau saya suruh security seret kamu keluar!!" ucap wanita dengan pakaian ketat melekuk itu sinis.
"kamu tidak tau siapa saya? mau kamu dipecat dari sini dan tidak bisa mencari pekerjaan dimanapun?!!" balas Ara sengit,maaf saja ia bukan gadis lembek yang akan tunduk pada orang lain.terlebih ajaran ibu serta kedua kakak ipar pawang iblisnya,jadi apa yang harus ara takuti? saat apa yang semua orang takuti tinggal satu atap dengan ya? well,Ara terkekeh sendiri.
" wah...lihat jal*ng kecil tidak tau diri ini?!!" desis wanita itu emosi.
hening.....
suara keras wanita itu membuat segala kegiatan di lobby Ws.tama Corp itu terhenti.kini semua mata tertuju pada Ara.
Gadis cantik dengan rambut indah terkepang dua itu diam,sorot matanya berubah dingin dan perlahan Ara melangkah mendekat .
PLAK........
Wanita resepsionis itu melongo kala wajahnya kini sudah menoleh kesamping akibat tamparan keras yang diberikan Ara.
gadis itu menatap wanita resepsionis itu dengan manik memerah menahan amarah dan tangis,sungguh seumur hidup tiada satu orangpun yang berani menghina dirinya.dan kini wanita menor itu sudah memulainya.
hening.......
dan saat itu,sebuah suara dingin dengan intonasi berat nan tajam menyadarkan semua orang dan membuat udara disekitar menjadi dingin seakan mampu menguliti mereka.
"mulutmu sangat busuk sebusuk wangi parfum murah yang kamu pakai,berani sekali kau menghina seorang putri dari Wiguna!!"
Taphhh.....Taphhhh...
langkah berat terdengar kala suara sepatu pantofel mahal itu beradu dengan lantai keramik disana.
Greph.....
Pria itu menarik dan memeluk tubuh Ara lembut.Ara berbalik dan balas memeluk tubuh pria dengan aroma maskulin dan tubuh atletis berbalut Armani hitam elegant itu erat.
"Ara kenapa tidak bilang mau kemari? kakak akan senang pergi dengan Ara jika tau" pria dengan senyum hangat itu mengecup kening Ara lembut dan mengelus rambut panjang adiknya itu sayang.
"ya mana Ara tau kakak akan kemari!!" balas Ara sembari menatap wajah tampan kakaknya itu hangat.
"Ara,bilang sama kakak.wanita badut itu sudah buat apa sampai adik manis kakak ini mau menangis seperti ini?" sekarang suara lembut seorang wanita cantik dengan dress putih ibu hamil berbicara,ia menatap Ara lembut dan sesekali melirik wajah angkuh suaminya.
"dia katain Ara jal*ng kecil" cicit Ara mengadu.
wajah sang pria mengeras dan wajah wanitanya berubah dingin.berani sekali wanita murahan itu menghina adik mereka! rupanya cari mati.
Ara mengangguk riang dan mengecup pipi kakak dan kakak iparnya itu senang.melambai dan berjalan riang meninggalkan lobby yang kini terasa mencekam dengan hawa dingin hingga ke titik beku.tak ada yang berani beranjak dan tak ada yang berani bersuara.
Arkansas.dan Liora,pasangan iblis itu menatap dingin sosok dua wanita yang sudah mengigil ketakutan dari balik meja resepsionis.
bagaimana Arkansas dan istrinya bisa ada di kantor Dexter? tentu saja karena Ws.tama Corp sedang membicarakan pemasangan kontrol keamanan pada seluruh gedung dibawah naungan Wishnutama oleh sistem keamanan AR SECURITY,dan oleh karena itu disinilah Arkansas sekarang ditemani Liora sang istri.
"Ar...aku akan tunggu dimobil ya,dan urus dua Medusa kurang ajar ini cepat" ucap Liora dengan suara jenaka dan terkesan begitu lembut melelehkan hati,tapi siapapun tau makna tersirat dari ucapan sang nyonya muda Wiguna itu,mati!.
cup.....
satu kecupan manis dibibir Liora dan wanita cantik itu pun berlalu dengan wajah dingin dan kejam itu.
hening.....
"am...ampuni kami tuan Muda Wiguna,sungguh kami tidak tau jika itu nona muda wiguna.ji..jika kami tau kami akan menjaga ucapan kami" ucap salah seorang wanita itu dengan keringat dingin mulai menghiasi keningnya.
"ck...jadi,kalian tetap akan bersikap kurang ajar seperti ini meski itu bukan pada adikku?" skak mat,kedua wanita itu bungkam tak mampu berucap.suara berat dengan tatapan tajam itu benar-benar membuat mereka kehilangan tenaga,bahkan untuk kembali bersuara.
"kemasi barang kalian dan tinggalkan perusahaan ini!!" ucap Arkansas santai.
"tidak!! anda...anda tidak bisa memecat kami seenaknya,ini bukan gedung WJC dan kami bukan karyawan anda!!" tolak wanita itu panik.
"kau membuang waktuku!!"ucap Arkansas jengah,hingga.
Dor..............
"ARKHHHH"
jerit panik seketika pecah disaat Dessert Eagle milik Arkansas sudah berbicara,wanita itu berani membantah ucapannya dan seketika itu pria tiran yang terkenal kejam itu langsung diam dengan senjata api miliknya yang berbicara.
"berani membantahku maka matilah!!" ucap Arkansas dingin dan tanpa ekspresi,maniknya menyorot tajam pada semua karyawan Dexter dan seketika semua orang paham bahwa Arkansas tak ingin banyak bicara.berbalik dan semua berlari cepat menuju ketempat mereka bekerja,sedang mayat malang wanita tadi segera diurus oleh bodyguard yang mengawal Liora sedari tadi.
"urus wanita itu,beri uang banyak pada keluarganya.jangan membuatku repot!! dan kau" tunjuk Arkansas pada wanita rekan dari resepsionis itu dingin.wanita itu jatuh bergetar ketakutan dan hanya bisa mengangguk pasrah.
"tutup mulutmu dan pergi dari sini kau dipecat!!" titah Arkansas bengis.
pergi dengan wajah pucat pasi namun,belum sempat menyentuh handle pintu keluar.
Dor...........
tubuh wanita itu ambruk dengan punggung berlubang.Arkansas tak membiarkan orang yang menyakiti keluarganya hidup.
dan akhirnya semua orang Benar-benar tau,bahwa rumor iblis tanpa belas kasih itu benar dan nyata.menyerigai dan menyimpan kembali Dessert Eagle itu dibalik rompi dan akhirnya keluar dengan wajah biasa saja seakan tak ada yang terjadi.
"kenapa lama?" tanya Liora begitu Arkansas masuk dan melempar senyum manis padanya.
"cium dulu baru tanya sayang...lihat baby,mommy sangat jahat pada Daddy!!" adu Arkansas sembari mengelus sayang perut buncit Istrinya.Liora merotasi bola matanya malas dan seketika ide jahil terlintas dibenaknya.
"Daddy mau kiss?" tanya Liora dengan senyum manis memikatnya,Arkansas meleleh sungguh ingin sekali ia memakan istrinya itu.
mengangguk dan menunjuk bibirnya sendiri dengan kerlingan mata jahilnya,Liora mencibir jengkel.
"tutup mata!!" titah Liora tegas.
"kenapa harus tutup mata?" tanya Arkansas curiga.
"mau atau tidak?!!" tekan Liora tajam.
"huft...ia...ia" jawab Arkansas pasrah.
menutup mata dan menunggu.Liora terkekeh samar lalu perlahan membuka pintu mobil dan pindah ke kursi penumpang.
Arkansas mengeryit binggung kala merasa sudah cukup lama menutup mata namun tak ada apapun terasa pada bibirnya.
"sayang......" panggil Arkansas pelan,tak ada sahutan.akhirnya dengan pasrah ia membuka mata dan melotot horor kala tak melihat siapapun duduk disampingnya dan lebih horor lagi kala mendengar hembusan nafas samar dari jok belakang mobilnya.
menoleh dan berdecak kesal kala melihat istrinya malah tertidur pulas bak seorang malaikat tanpa dosa disana.sabar! Arkansas mengelus dada sabar.
sudahlah terpaksa ia merelakan satu ciuman tak jadi untuk hari ini.
"huft...kenapa istriku begitu menggemaskan? yah,walau sesekali begitu menjengkelkan namun apalah arti jika cinta sudah berbicara" gumam Arkansas lalu membuka pintu mobilnya keluar dan menyuruh salah satu anggota nya mengemudikan mobilnya sedang dia akan duduk dibelakang menemani istrinya.
duduk dan menarik lembut tubuh mungil sang istri dan membawanya tertidur di pangkuan sang tiran dengan posisi menyamping.Liora benar-benar tertidur damai kala dada bidang sekeras baja itu menjadi bantalnya.cinta itu buta!.
"sleep well my love"
cup......
"Mansion" ucap Arkansas tegas.anggota delta itu mengangguk patuh lalu mulai melajukan mobil Alphard itu perlahan.
Arkansas mengecup kening Liora sayang dan mengelus punggung istrinya lembut .dengan mobil mulai melaju menuju Mansion.
.............🔱.............
"Dexter....." panggil Ara lembut begitu pintu ruang CEO itu terbuka sedikit.prianya begitu tampan dengan wajah serius mengurusi berkas-berkas menumpuk di mejanya.
pria tampan dengan manik biru cerah itu mengangkat wajahnya dari tumpukan berkas dan langsung tersenyum lebar begitu melihat sosok manis calon istrinya.
"kamu datang Amor? sini sayang masuk!!" ucap Dexter senang.
gadis cantik itu tersenyum lembut dan mulai melangkah mendekati Dexter yang sudah bangkit dari kursi tahtanya.
"kenapa tidak bilang mau kesini?" tanya Dexter lembut.
Greph...
"kyaaaa...jangan begini,Ara kaget tau!!" sembur Ara jengkel kala Dexter tiba-tiba menarik tubuhnya dan mendudukkan dirinya dipangkuan pria itu.
cup...
"jawab pertanyaan ku dulu Amor!!" ucap Dexter tegas setelah satu kecupan manis mendarat di kening mulus ara.menghela nafas dan kini Ara malah bermain dengan memutarkan jarinya pada kancing kemeja putih dexter.pria tampan itu terkekeh melihat wajah manis kekasihnya.
"kenapa hm?" tanya Dexter lembut.ara mendongak dan menatap wajah tampan Dexter intens.
"tadi ara mau ajak Dexter makan siang dengan bekal yang sudah Ara masak sama mommy"ucap Ara pelan.Dexter mengeryit,makan siang? lalu mana bekalnya,sungguh Ara masuk tadi tidak membawa apapun.
"lalu makanannya mana Amor?" tanya Dexter binggung.
"Ara lupa,tadi tertinggal dimeja resepsionis menor itu dan Ara tidak mau kembali kesana mengambilnya!!" ucap Ara dengan nada suara emosi yang tertahan.Dexter mengeryit lalu meraih laptop diatas mejanya dan mulai mengutak-atik disana hingga keluarlah Vidio cctv beberapa waktu yang lalu.rahang Dexter mengeras dan tak lama maniknya melotot horor kala melihat bagaimana Calon kakak iparnya itu membunuh orang dengan begitu santai.menunduk gugup pada Ara dan seketika bernafas lega kala gadis manisnya justru tertidur disana.hari yang berat untuk seorang tuan putri Wiguna.
Dexter bangkit perlahan sembari menggendong Ara ala koala dimana gadis manis itu justru semakin memeluk erat lehernya dan bersandar di bahu kokoh Dexter.
membuka pintu kamar pribadi miliknya dan menidurkan Ara diatas ranjang Queensize dan perlahan menyelimuti ara dengan lembut .tidak masalah masih ada beberapa jam untuk masuk waktu makan siang dan Dexter bisa mengajak Ara makan di restoran nanti.
"huft....tidur yang nyenyak amor dan mimpi indah" bisik Dexter lembut.
cup....
cup....
cup....
cup........
pria tampan berdarah Rusia Indonesia itu menunduk dan mengecup kening,kedua pipi dan berakhir dengan kecupan lama pada bibir merekah semerah Cerry ara.
setelah mengatur suhu ruangan agar sejuk dan menyamankan tidur Ara,Dexter keluar dan melanjutkan pekerjaan cepat agar bisa menghabiskan waktu bersama pujaan hatinya.
"ngeri sekali Arkansas itu,dia membunuh orang seperti membunuh nyamuk!! hah...tidak kusangka bisa jatuh cinta pada adik dari Iblis Hades itu!!" gumam Dexter tersenyum geli.
"Mungkin didalam Wiguna hanya Mommy Veleri dan Ara saja yang normal,bahkan kedua kakak ipar Ara saja begitu mengerikan .huft.....mengingatnya membuatku ingin tertawa dan menangis sekaligus!" Dexter menyugar rambutnya dengan kekehan geli yang terdengar renyah dari mulutnya.benar-benar memasuki keluarga Wiguna seperti masuk kesarang para predator pembunuh.
Rafendra calon ayah mertuanya adalah sang Lucifer,Arkansas si putra mahkota adalah sang Hades.Arion meski sedikit jenaka namun ia adalah sosok yang diam-diam sama mematikannya dengan sang Hades.Liora dan Kayra? yang satu adalah gadis pembobol sistem keamanan perusahaan lain,yang satu psikopat pembunuh berdarah dingin dan terakhir,calon ibu mertuanya yang suka menjadikan nyawa orang lain sebagai sasaran latihan tembak.jadi coba katakan kurang dramatis apa lagi kehidupan Dexter sebagai calon dari tuan putri Wiguna itu?.poor Dexter.
...TBC...
see you next chapter 🤗...love you all