
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....🌹
...💞 Happy Reading 💞...
Liora tersenyum cerah begitu melihat Arkansas yang berjalan mendekat sembari menenteng sebuah tas plastik ditangannya.
"maaf ya sayang aku lama" ucap Arkansas sesal.Liora menggeleng dan tersenyum cerah lalu berujar riang.
"tidak lama,kamu beli apa?" tanya Liora lembut.Arkansas membelai sayang wajah sang istri yang terlihat jelas masih memerah.pria itu berjongkok dan mulai mengeluarkan salep dan kain kasa dari dalam plastik.
"kamu beli itu? wah ....suamiku perhatian sekali!!" ucap Liora dengan senyum menggoda jahil diwajahnya.Arkansas terkekeh dan menarik lembut hidung istrinya gemas.
"perhatian sama istri tidak apa bukan? aku sayang kamu maka dari itu aku perhatikan dan tidak mau kamu terluka" ucap Arkansas yang kini sibuk mengoles salep pada luka akibat sepatu heels istrinya itu.dengan telaten ia meniup salep dikaki Liora dan terakhir menutupnya dengan kain kasa.
semua itu tak luput dari pandangan mata kagum para wanita yang berlalu lalang menatap pasangan itu takjub.
Liora bahkan sampai memandang Arkansas dengan sorot mata penuh haru dan bahagia.
"sayang kamu pakai flat shoes ini dulu ya,biar high hells kamu aku simpan dalam paper bag ini" ucap Arkansas lembut.
kini pria itu telah berdiri kembali dan mengusap pucuk rambut istrinya sayang,Liora mengangguk bahagia dan tersenyum sangat manis membalas kasih sayang yang Arkansas beri untuknya.
"aduh!!" pekik Liora kala berdiri dan merasa bahwa kakinya seperti nya keseleo.
" astaga baby hati-hati!! sakit kakinya?!!" tanya Arkansas cemas.Liora mengangguk dan duduk kembali tak sanggup berjalan .
Arkansas tersenyum dan mulai membungkuk.
greph......
"astaga Ar.......jangan suka mengangkat ku tiba-tiba!! aku kaget sekali tau!!" pekik Liora panik,wanita itu menatap kesal senyum jahil diwajah tampan suaminya itu.akhirnya dengan pasrah kedua lengannya melingkar erat mengalungi leher kokoh Arkansas.
"ayo kita pulang" ucap Arkansas lembut.pria itu bahkan menuruni ekskalator dengan membawa tubuh Liora dalam gendongannya.lihatlah bahkan ia seperti hanya membawa kapas saja.tubuh istrinya begitu ringan dalam pelukannya,dan Arkansas merasa bahagia melihat wajah merona wanita cantik itu kini.
"kyaaaa....ini lebih dari drama Korea!!"
"ihhh...so sweet!!"
"mau juga digendong pria tampan seperti itu!!"
"beruntung sekali wanita itu!!"
"Bla....Bla....Bla..."
Liora mendesah,yah.beginilah konsekuensi memiliki suami dengan wajah rupawan dan kekayaan melimpah.
"jangan cemberut!! ngomong-ngomong kamu berat juga ya!!" goda Arkansas yang begitu senang menipu istrinya itu.
Liora mendelik dan tak lama.
"AR.........DASAR SUAMI GILA!!" pekik Liora kesal.
"BWAHAHA... terima kasih sayang,aku memang tampan!!" jawab Arkansas asal.
Liora gondok sendiri dan tak lama memilih diam ,percuma meladeni Arkansas yang dalam mode iblis jahil.
.........❇️........
siang ini benar-benar terik dengan panas yang terasa membakar kulit.James,Tristan,Ryu,Axel dan Marsel yang baru saja kembali dari mengantar para gadis mereka kembali kemansion kini tengah asik jalan-jalan hunting tempat kuliner di ibu kota.
dimana Gabril,Xander dan Rion? mereka sepertinya lebih enak rebahan di dalam kamar dengan AC full servis.
akhirnya ke lima pria tampan itu berhenti di depan sebuah cafe yang kelihatannya cukup ramai akibat kini adalah jam-nya anak-anak pulang sekolah dan orang-orang kantor keluar untuk makan siang.
Tristan dan James keluar dari mobil sport Buggati yang dikendarai ugal-ugalan oleh James,memang cari mati!.setelah itu disusul oleh Ryu yang baru tiba dengan motor sport miliknya,lihat bahkan pria tampan itu berhenti dengan gaya begitu cool dan dengan tenang duduk diatas motornya menunggu kedua kawannya yang lain.
setelah Ryu,kini Axel dan Marsel tiba dengan deru motor saling menyahut garang.rupanya keduanya tadi sempat adu skill dengan motor besar mereka.Axel berhenti tepat disamping Ryu dan setelah motor Suzuki itu berhenti pria itu membuka sedikit kaca helm dan menoleh pada Ryu dengan cengiran bodohnya.
"balapan dulu!!" Ucap Axel santai tanpa perduli kini mereka menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung bahkan pejalan kaki yang ada.sedang Marsel? ,pria itu nampak kesal dilihat dari cara dia memukul kepala motornya kasar.
"kau curang bodoh!! kau ambil start duluan tadi!!" umpat Marsel kesal.Axel mengangkat bahu acuh dan masa bodoh,di dunia ini kalah saing adalah hal biasa dan semua itu tergantung taktik dan strategi jadi Axel menang itu sudah suratan takdir,Axel terkekeh menatap Marsel jahil.
"kau bodoh!! sudah kalah banyak omong lagi,ingat hutangmu harus kau bayar!!" ucap Axel dengan senyum tengilnya.
Marsel mengeram dan hampir saja menimpuk kepala Axel dengan helm jika Ryu tidak menghentikan dirinya dengan tatapan mata tajamnya itu.
"weeeh......ribut saja kalian seperti Ibu-ibu rebutan diskon belanja!!" Ujar James tergelak sendiri.
" sudah jangan banyak omong,panas nih!! kalian mau jadi satpam disini? mana kita dilihatin seperti badut Ancol lagi,mata pakai tidak kedip lagi.jadi ngeri!!" ucap Tristan melirik para wanita maupun pria yang menatap mereka penuh arti.ayolah Tristan mereka itu hanya heboh melihat kedatangan lima pria tampan dengan kendaraan seharga jutaan dollar itu,bukannya melihat badut Ancol!! Ryu merotasi bola matanya malas dan berjalan memasuki cafe meninggalkan kawan-kawan gilanya itu.
tringgggg......
suara bell pintu cafe terdengar kala kelima pria tampan itu masuk dengan wajah acuh mereka terkecuali Tristan yang sibuk menyisir sekeliling mencari meja kosong untuk mereka,lihatlah mata binar seperti anak-anak itu? sungguh Ryu,Axel,Marsel bahkan James malu sendiri.
dan sebuah bencana kala si manis bungsu itu malah duduk di meja kosong tepat ditengah cafe,alhasil kini semua mata menuju kearah mereka penuh puja.
"PELAYAN.....PRIA TAMPAN INI PESAN SUSU KOCOK RASA VANILA....SINI....SINI SUDAH HAUS NIH!!" teriak Tristan dengan tidak tau malunya.
"bukan teman saya!!" ucap Marsel malu.
seketika Ryu dan Axel saling melirik menatap sekeliling yang mulai menahan tawa melihat tingkah Tristan.Ryu tanpa banyak bicara langsung menutup wajahnya dengan buku menu dan berpindah tempat duduk dari yang awalnya disamping Tristan kini bertukar posisi dengan james.sungguh Tristan yang berbuat malah dirinya yang malu.
"permisi mas,mau pesan apa?" tanya pelayan itu sopan.
"sembarangan bilang mas.memang kapan kita alih profesi jadi tukang ojek!! mas-mas gundulmu!!" sewot Tristan sinis.pelayan itu bungkam dengan manik yang menatap Tristan aneh.tampan tapi aneh,itulah fikir pelayan itu geli.
"sudahlah.kami pesan ice lemon tea tiga, cappucino dingin satu dan...baiklah beri dia susu kocok satu dan spagetty meatball lima dan seporsi rainbow cake" putus Ryu cepat sebelum mulut Tristan kembali berkoar.pelayan itu mengangguk dan mengulang kembali sebelum berbalik pergi.
setelah pelayan itu pergi.tak lama Marsel dan Axel menatap geram pada si bungsu ,sedang James langsung menatap Tristan jengkel dan Tristan yang menatap kawan-kawannya aneh.
"yah si Setan!! malu dajjal.masa anggota mafia minumnya susu kocok!!" Dengusan James terdengar keras menatap Tristan geli.
"ya suka-suka pangeran inilah!! kenapa kau rakyat jelata seperti anda yang repot?!!" balas Tristan balik dengan nada tengilnya.
James mendengus,percuma bicara dengan manusia kepala batu seperti Tristan.karna bukanya mendengar,justru si bungsu itu akan balik mengatai orang.sungguh makan hati!.
"ya tidak begitu juga babyface!! maksudnya yang jantan sedikitlah kalau pesan,contoh nih si Driversky.anggur,wine atau cocktail mungkin!!' ucap Marsel sambil menepuk kepala James dengan santainya.
"contoh sih contoh men!! tapi itu tangan jangan nepuk seperti aku ini anak kecil juga !!" sewot James mulai kesal.
"memang kau fikir ini bar pesan minum seperti itu?!! mikir bodoh!!" Axel ikut menyambung sembari menunggu pesanan mereka tiba.
"ya masih mending kita pesan minuman manusia,bukanya mesan air kobokan.ingat tidak saat itu kita pergi ke Indonesia saat berusia 18 tahun dan saat di restoran ada sebuah mangkuk yang berisi air kobokan tepat disamping meja kita makan? dan kalian ingat karna anak ini begitu bodoh dia mengira itu kuah sup dan memintanya pada pelayan,kalian tau setelah itu dia malah meminumnya!! astaga kalau kuingat lagi rasanya aku bisa mati karena tertawa!!" ucap James dengan kekehan geli terdengar samar darinya.
"ya mana aku tau,namanya juga baru pertama ke negri orang.mana waktu itu kita masih anak-anak remaja lagi,ya maklumlah!!" elak Tristan tak mau kalah.
"heran aku,bisa ya papa Thomas punya anak bentukan lap meja seperti ini.sumpah dari Cristal bedanya 180° seperti bumi dan langit!! jangan-jangan kau anak pungut lagi Tan!!" ucap James seenak hati.
"semerdeka dirimu sajalah,dasar cetakan martabak!!" umpat Tristan kesal juga.
BWAHAHAHAH
tawa Marsel dan James pecah seketika.ayolah kapan lagi bisa menjahili si bungsu kepala batu itu.
"HUAAAA...mommy Tristan di bully sama iblis-iblis cetakan bolu ini!! awas ya kalian nanti ku laporkan ke mommy dan mami Zenit biar itu mulut dijahit sekalian!!" baiklah sepertinya si babyface mulai merajuk.
"ck...yah...nangiskan tuh si anak dajjal!! tanggung jawab kau Marsel!!" ucap James lempar tanggung jawab.
"enak saja mulutmu itu!! kenapa jadi aku yang salah?!!" sembur Marsel tidak terima.baikah sementara mereka berdebat,tak ada satupun yang menyadari bahwa Tristan sudah melahap habis lima piring Spagetty yang ditinggal melamun para pemiliknya .
James yang asik berdebat dengan Marsel,Axel yang sibuk berkirim pesan dengan anak buahnya pasal perintah si tiran,Ryu yang tengah senyum-senyum sendiri Vidio call dengan angel dan terakhir Tristan yang asik menikmati drama perbuatanya.
hingga......
"ini spagetty milikku kemana?!! kenapa sisa piring dan noda sausnya saja?" tanya Axel linglung.bahkan bibirnya saja masih kering namun semua pesanannya sudah ludes entah kemana.
semua mata kini menatap kearah Tristan yang sudah bersendawa sembari mengelus perutnya yang nampak sedikit membuncit.
"GILA MEMANG NIH ANAK!! BARU DITINGGAL BALAS PESAN SEKEJAP SUDAH LIMA PIRING LENYAP, BAGAIMANA KALAU KITA TINGGAL?!! HERAN TIDAK BISA LIHAT MAKANAN NGAGUR NIH SI ANAK TITISAN SETAN!!" sembur Marsel kesal setengah mati.
"sedekah kawan-kawan!! sama teman jangan pelit-pelit,kuburan sempit baru tau rasa!!" ucap Tristan santai tanpa beban.
James bangkit dan segera menggulung lengan jaketnya,wajahnya memerah siap meledak murka.
"heh setan!! sedekah juga lihat-lihat kali,masa kau makan 5 piring sekaligus?!! wah...tidak benar ini anak!!! lama-lama kuberi juga nih anak satu!!"
"sabar James....sabar tahan...malu dilihat orang!! " panik Axel yang sudah menahan James bersama marsel.sunggub Tristan ini benar-benar bikin darah tinggi.
"jangan seperti orang susah!! sudah pesan lagi sana!!" ujar Ryu pusing melihat keributan kawan-kawannya itu,mana mereka jadi tontonan sekarang.
akhirnya James kembali duduk dan menatap sengit senyum bodoh Tristan yang ingin sekali ia timpuk sepatu kalau bisa.
acara makanpun kembali tenang dengan setiap pasang mata yang menatap Tristan awas.tikus kecil pencuri makanan ini memang tidak bisa dikasih hati.
..............❇️..........
Ruang keluarga kediaman Rush nampak hening kala ayah dari Nadia istri dari Steven datang dengan wajah memerah penuh amarah.pria paruh baya itu kini menunggu kedatangan putrinya itu pulang.semenrara itu disudut tempat duduk lain kedua orang tua Steven dan ibu dari Nadia nampak duduk dengan gelisah.
sampai akhirnya suara mobil datang memasuki halaman.
"bi....bibi...kemari!!" suara Nadia terdengar keras dari arah pintu masuk,wajah wanita itu tampak berantakan dengan sisa-sisa air mata yang masih nampak.
"ayah!!"
PLAK............
Steven dan kedua orangtuanya menatap kaget apa yang baru saja terjadi.Dirga menampar wajah Nadia kalap.
"ayah!! apa yang ayah lakukan?!!!" Pekik Nadia sembari memegang pipinya yang baru saja terkena tamparan keras ayahnya itu.
"KAU.APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN HINGGA MEMBUAT PEMIMPIN WJC ITU MENJAGAL PERUSAHAAN KELUARGA KITA?!! DASAR KAU ANAK TIDAK BERGUNA!!" sembur Dirga emosi.
"sebenarnya ada apa ini ayah?" tanya Steven yang masih belum menangkap situasi.
"Steven,apa yang sebenarnya terjadi? katakan pada papa.kalian ada menyinggung pria bernama Arkansas?!!" kali ini Manuel yang angkat bicara.
menghela nafas dan mengangguk samar,Steven terduduk disamping ibunya lemah.sungguh ia tak menyangka langkah Arkansas sangat cepat.belum ada 24 jam lamanya dan kini perusahaan keluarga istrinya sudah diujung jurang.
"DASAR BODOH!! KENAPA KALIAN CARI MASALAH DENGAN ORANG SEPERTI ITU?!! NADIA......SEKARANG KITA HARUS BAGAIMANA??! PERUSAHAAN AYAH BANGKRUT KARENA KEBODOHAN MU!!!" amuk Dirga dengan nafas memburu penuh emosi.
"ARKHHH...lepas ayah hiks...ampun ...Nadia tidak sengaja dan Nadia menyesal hiks...ampun ayah lepas!!" jerit Nadia kala Dirga menarik rambut putrinya itu dan menampar wajahnya berulang kali.sungguh perusahaan yang ia bangun susah payah akhirnya jatuh begitu saja akibat ulah putri bodohnya itu.
"sudah Dirga hentikan!! kau membunuh putrimu juga tak akan menghasilkan solusi apapun" lerai Shandra panik melihat kondisi Nadia dan betapa kalapnya besan-nya itu.
sore itu dihiasi dengan suasana kelam dan hati suram setiap penghuni kediaaman Rush.Nadia telah dibawa masuk ke kamar oleh ibunya menghindari amukan Dirga dan Manuel yang sibuk mencari jalan keluar atas teror WJC pada perusahaan Miliknya.
..........❇️...........
TBC.....hope you enjoy this story 😉