
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya.....🎋
...☘️ H A P P Y R E A D I N G ☘️...
...oh Tuhan izinkan aku dekat kembali...
...izinkan aku melihat dirinya kembali...
...gejolak hati yang sesungguhnya terjadi...
...semua ketakutanku...
...semua fikiran negatif ini...
...tak pernah membuatku berkedip sekalipun...
...tak bersyarat...
...tanpa syarat...
...biarkanlah aku mencintainya tanpa syarat...
...kumohon...
...hilangkan rasa takut ini...
...biarkan,lepaskan dan bebaskan...
...biarkanlah aku mencintainya tanpa syarat...
...datanglah apa adanya...
...tak perlu melihat masa lampau...
...jangan katakan maaf...
...karena aku akan katakan...
...kau begitu berharga...
...biarkan bahu dingin itu pergi...
...biarkan kehangatanku lingkupimu...
...meski badai akan kulewati...
...biarkan aku lakukan semua...
...hanya untukmu...
...akan kucintaimu tanpa syarat...
...Tuhan...
...bukalah takdirku...
...izinkan aku memulai dari awal...
...membuka hati adalah kuncinya...
...untuk benar-benar bebas...
...lakukanlah hal yang sama...
...maka semua akan baik-baik saja...
...........☘️..........
Sudah lebih dari dua jam pada pagi berikutnya,dan kini James masih setia datang dan berdiri didepan pintu kamar apartemen freya.dari informasi yang ia dapat dari petugas resepsionis,Freya bahkan tidak keluar sejak kejadian tiga hari yang lalu.dan kini James benar-benar gusar.tekanan dari sikap acuh Liora terhadapnya membuat dirinya semakin bersalah.yah,Liora tidak akan memaafkan James jika Freya tidak kembali ceria.jadi,katakan apa yang harus ia lakukan?.
Drukhhh.....
"FREYA!! PLEASE OPEN THE GOD DAMN DOOR!!" James sudah dikuasai ketakutan sejak bel tidak berguna bahkan teriakannya tidak terdengar.
"damn!!" pria itu berbalik dan berlari menuju resepsionis untuk meminta kunci cadangan.
tak lama ia kembali bersama seorang securiry yang membawa sebuah kunci duplikat.
bip.......
pintu terbuka dan hal yang pertama kali James lihat adalah ruangan gelap dengan gorden tak terbuka.
"sir,perasaan saya tidak enak" ucap security itu cemas.ini tidak biasa,gadis penghuni apartemen ini diketahui oleh semua penghuni lain adalah gadis ceria yang humble,namun setelah tidak terlihat tiga hari lamanya dan ini memicu prasangka kecemasan dari para pengurus maupun penghuni gedung lainya.
"anda tolong tetap disini dan saya akan cek ke kamar!!" James bergerak cepat dan tak lama.
Deg......
"FREYA!!!!!!"
Freya tergeletak didepan pintu kamar mandi dengan piyama sedikit lembab dan hidung yang mengeluarkan darah.
Greph.......
sekali sentak,James mengangkat tubuh Freya ala bridal dan berlari keluar dengan mata memerah ketakutan.
"Sir!!" panggil petugas itu kaget.
"saya akan kerumah sakit dan tolong kunci kembali tempat ini!!" Suara James bergetar dan pria itu tak perduli seluruh penghuni gedung menatapnya penasaran.
Dengan cepat ia meminta petugas itu membukakan pintu Bugatti miliknya dan ia segera meletakkan Freya dikursi penumpang.
meraih Earphone khusus dan menekan nomor ponsel Liora.
"ada-apa James? apa Freya sudah baikan?!" suara Liora nampak datar tanpa riak,rupanya wanita cantik itu masih marah akan kecerobohan James malam itu.
"Li...Liora,Freya sakit! dia...diaku larikan ke Health Hospital!!" Suara James terdengar serak dan tak lama terdengar sambungan terputus.
mobil melaju menuju gedung Healthy Hospital secepat yang ia bisa.menahan air mata dan rasa sakit mencelos.
........🌲........
Gadis dengan sweeter bulu yang duduk diatas sebuah kursi panjang didepan sebuah vila yang terletak tepat ditepi pantai nampak menatap hamparan lautan biru nan cerah dengan angin lembut yang membuai wajahnya.
"aku hidup...... tapi.....mengapa bisa jadi seperti ini? wajahku dan kedua paruh baya itu mengatakan aku adalah putri mereka! tapi...untuk sementara biarlah sampai aku bisa memahami keadaan dan memutuskan langkah selanjutnya" gadis itu membatin dengan ekspresi wajah tenang nan dingin.
yah.cristal,gadis yang entah bagaimana selamat dari maut dan kini setelah sebulan yang lalu menjalaninya operasi pada wajahnya dan disinilah ia terbangun seutuhnya dari tidur panjangnya.
"Tristan.....Nixon........" Cristal menghela nafas terasa sakit saat mengingat kedua orang yang sangat berarti baginya.
🌲 Flashback on 🌲
Gadis itu terbangun dan menatap sekeliling perlahan-lahan.kepalanya berdenyut dan tubuhnya benar-benar lemas tak bertenaga.
"dimana aku?" Monolognya seorang diri.
tersentak saat mengangkat tangannya dan sebuah jarum infus bertengger manis disana.
"ini rumah sakit? bagaimana bisa?" batinnya bertanya keras.
ceklek......
Prank........
gadis itu menoleh cepat saat suara pintu terbuka dan tak lama suara sebuah benda jatuh terdengar keras.itu sebuah ponsel yang jatuh dan pecah begitu menghantam lantai dingin kamar rawatnya.
"PAPAHHHHH.......PUTRI...PUTRI KITA TELAH SADAR!!!" wanita paruh baya itu berteriak keras penuh antusias.
"putri? siapa yang nyonya itu maksud?" gadis diatas berangkar itu menatap binggung wajah berbinar wanita paruh baya yang kini nampak berbalik terburu-buru keluar.
hening.......
perlahan Cristal bangkit dan berjalan turun sembari memegang tiang infus hingga.
Brak......
sepasang paruh baya datang dengan cepat menerobos pintu dan .
Greph......
dan tanpa sadar saat menatap kaca jendela ia melihat sosok lain dan bukan dirinya.wajah ini,bukan wajahnya!.gadis itu menegang dan wanita paruh baya itu menyadarinya dengan cepat.
"oh sayang.....maafkan mama,wajahmu terluka parah akibat kecelakaan yang kamu alami,dan terpaksa kami melakukan operasi plastik saat kamu belum sadar" jelas sang wanita paruh baya halus.
"wajahku?!! ya Tuhan!! ini...ini bagaimana bisa?!!"
gadis itu jatuh lemas dipelukan sang pria paruh baya yang cepat menopang tubuh sang gadis yang mereka katakan sebagai 'putri mereka'.
"sayang.....maafkan kami yang begitu saja mengklaim dirimu,tapi bisakah kau jadi Putri kami mulai saat ini? saya mohon dengan sangat,tapi jika kamu tidak mau....tidak apa,itu semua keputusanmu nak" jelas sang pria dengan wajah hangat dan senyum tulus itu.
Sang gadis terdiam,mencerna keadaan sebelum mengangguk samar.
...🌲 off 🌲...
"entah bagaimana,namun aku tak sanggup meninggalkan Mr dan Mrs onail.untuk saat ini,aku tak sanggup menyakiti hati mereka! tunggu sedikit waktu hingga tubuhku pulih sepenuhnya maka saat itu aku akan berbicara agar bisa menemui kalian lagi, Tristan... Nixon" lirih Cristal sendu.
........🦅........
Liora terlihat begitu gembira sembari memakai sendal rumahan imut pemberian suaminya.wanita cantik itu tak berhenti terkekeh sambil menatap lucu sendal kelinci yang menghiasi kaki indahnya.
"KAKAK IPAR......."
Prank........
dan saat itu juga,sebuah kotak kaca berisi seekor ular piton kuning jatuh dari tangan seorang bocah tampan yang nampak menatap reptile peliharaan masam.apa ini? Rayganta melirik kearah pintu masuk dimana sepasang suami istri beserta seorang bocah lelaki imut nampak mematung menatap ekspresi bengis sang bocah pemilik si piton.
Liora linglung,dan akhirnya.
"ARKHHHH.....RAYGAN.....JAUHKAN ULAR ITU DARI MOM!! DAN SEJAK KAPAN KAMU MEMELIHARA ULAR??? !" amuk Liora sembari bergerak cepat menaiki sofa kala ular kecil itu melata tepat dibawah kakinya tadi.yah,sungguh teriakan Ara tadi membuat Liora kaget ditambah penampakan bawaan putra kecilnya itu,coba katakan bagaimana ia tak terkejut?.
"oh...hehehehe...opa Rafendra yang kasih!" jawab Rayganta santai.
Arabela meringis,Dexter menggaruk tengkuknya canggung dan si bocah imut yang masih setia digendongan sang ayah merinding disko saat tatapan tajam sang sepupu menusuk keluarga kecilnya.
"ck.... biasa sajalah bunda!!" gumam Ray jengkel.bocah itu melangkah dan mengangkat ular peliharaan nya dengan santai dan membuat ular sebesar paha orang dewasa itu membelit pada pinggangnya.
"ihhhh.... Ray! mommy geli jauhkan binatang itu!!" Liora meringsut geli dan bocah tampan copi-an Hades itu hanya bisa menghela nafas melihat ketakutan sang ibu.Ara bahkan meringsut kebelakang tubuh Dexter saat binatang melata itu menghadapkan kepalanya pada mereka.
"Raygan!! apa tidak bisa memelihara binatang yang lebih imut sedikit?!! puppy...kucing atau kelinci mungkin? mengapa kau pelihara ular coba?!!" Ara merinding ngeri melihat ular itu kini menatapnya sembari dua lidah bercabang nya terjulur memindai.
bocah tampan berwajah dingin itu berjalan setelah melihat sang ibu mulai tenang namun tetap menjaga jarak tak mau terlalu dekat dengan binatang melata itu.
pukhhhh....
tubuh kecilnya terhempas diatas sebuah sofa dan segera duduk tenang mengelus tubuh ular berwarna kuning cerah itu.
"binatang imut? kau bercanda bunda Ara?! maaf tidak minat!" jawab bocah itu acuh.dexter tersedak menatap ngeri jawaban bocah tampan Hades mini itu.
"kak....kau tidak takut?" bocah lelaki imut putra dari Dexter bertanya ngeri kala ular itu kini merayap keleher sepupunya itu.
"takut? kau membicarakan siapa?" Ara melongo,apa ini? dari mana datangnya sikap arogant tak kenal takut itu berasal? Ara menatap keponakan nya itu spechless.
baiklah lupakan Raygan dan teman tidak biasanya itu.kini Liora melirik pada sosok adik ipar manisnya itu dan.
"ARA!!!"
"KAKAK Q!!"
kedua wanita itu menjerit heboh sembari berpelukan riang.ketiga pria berbeda generasi itu melongo spechless! apa wanita memang selalu heboh begini? Dexter ngeri sendiri.
sungguh sudah lebih 3 tahun Ara dan Dexter tidak berkunjung ,hanya sapaan hangat dari media sosial Vidio dan chat.
"Wah...wah...wah...masih ingat ya punya kakak disini? tumben" goda Liora sembari melerai pelukannya bersama adik iparnya itu.Ara merengut,wanita cantik itu melirik tajam kearah suaminya dan dibalas tatapan tak berdosa dexter.sungguh andai bisa ingin sekali Ara mengucek wajah menjengkelkan pria tampan yang sayangnya adalah suaminya itu.
"salahkan saja si bodoh yang sangat mencintai kertas-kertas menggunung Ws tama.corp ini kak!!" sembur Ara mendelik menatap wajah tampan Dexter kesal.
"hei...hei..hei...kenapa kau menyalahkan ku dear?!! aku tidak salah tuh!" balas Dexter santai sembari mulai meraih gelas ice cofe yang baru saja dihidangkan maid.
"mulutmu itu ya!! hiks...lihat kak,betapa menjengkelkan dia!!" adu Ara sembari menangis drama.Dexter merotasi bola matanya malas,sungguh istrinya kini berubah jadi ratu drama? astaga bolehkah Dexter menangis?.
"Sudah...sudah... nah!! kak,kami membawa ini untukmu.semoga kau suka" ucap Dexter menunjukkan sebuah kotak besar berpita yang dibawa masuk salah satu penjaga.
"Mr Wishnutama,dimana saya letakkan benda ini?" penjaga itu bertanya sopan.
"taruh saja disana paman,oh ia tolong hati-hati" jawab Ara cepat.
Liora bangkit dan rasa penasarannya meningkat,tanpa aba-aba wanita cantik itu membuka kotak dan tercengang melihat isinya.pantas saja kotak ini sangat besar,bahkan diangkat dua orang penjaga!
sebuah stroler dengan merk cukup terkenal ,sebuah bed set bayi,sebuah set penyimpanan popok dan aneka baju-baju mungil nan menggemaskan terlihat berada didalam sana.pantas saja kotak itu begitu besar! astaga, Liora bahkan belum mulai memasuki tanggal melakukan cek up.
"astaga Ara!! ini terlalu cepat,kakak bahkan belum cek up awal!!" Liora memandang Dexter dan Ara berganti tak habis fikir.dan, bagaimana bisa mereka tau akan kehamilannya yang bahkan para tetua tidak tau!.
"hehehehe...kau tau kak,kak Kansas memang menutup mulut rapat! tapi kau tau mulut kak Gabril dan kak Rion......hihihi....kau tau di Grup chat keluarga mereka sibuk berkoar sejak beberapa Minggu yang lalu!!" gelak Ara heboh.
rasanya rahang Liora akan jatuh mendengar ucapan Ara, sial memang dua pria tak berakhlak itu! .
"hm...benar kak,kau tau? mungkin mommy Veleri dan dad Rafendra sudah tau" ucap Dexter santai.Liora mendesah,habis sudah rencana kejutan yang ia simpan bersama Arkansas untuk menyenangkan mertua.
"hah....sudahlah!!" desah Liora pasrah.
"hallo dad,kapan teman-teman Ray tiba? rumah mereka sudah selesai dibuat paman Dyazel!!" suara Rayganta menarik atensi Ketiga orang dewasa di ruang tamu itu.
yah,si kecil Rayganta nampak berbicara dengan sang ayah melalui sambungan telepon.
"Don't worry boy,dad sudah urus segalanya.ingat janjimu untuk tidak menganggu kencang dad dan mom nanti!" suara Arkansas terdengar malas.
"right captain!!"
Tut........
"Ray... teman-teman apa? siapa yang kamu maksud tadi bersama Daddy?" Liora bertanya penasaran.
"Mom...teman yang Ray maksud itu........anak singa,harimau dan cheetah punya Ray yang s segera tiba dari Savana! Ray telah minta paman dyazel buat kandang mereka ditaman belakang!!"
krik...krik...krik....
ketiga orang dewasa itu mematung cepat saat suara penjelasan santai tanpa riak seorang Rayganta kecil terdengar bak petir disiang bolong.
"apa lagi ini Tuhan?!!" pekik Ara kaget.
"kenapa bunda? bukankah mereka lucu? hm...setelah Daddy selesai akan Ray minta membangun kandang kaca besar untuk Lusi!!" ucap Rayganta terkekeh .
"Lusi?" Ucap Diego binggung.
"hm...lucy,ular kecilku!!" ucap Rayganta santai.
"kecil apa sebesar paha ayah begitu!!" teriak Diego ngeri sendiri.
Raygan mengangkat bahu acuh dan melenggang pergi setelah mengecup wajah melongo kedua ibu cantiknya.dan tepat dibelakang tubuh bocah itu si Luci,binatang melata itu mengekori dari belakang seakan tau siapa tuannya.
"bye mom..bunda...ayah..." Raygan terkekeh geli melihat wajah ngeri Liora,Ara juga dexter.tak lupa wajah linglung sepupunya.
"putramu mengerikan kak!!" gumam Ara samar.Liora mengangguk dan Dexter menghela nafas berat.
tak lama suara ponsel Liora menghentikan obrolan mereka.
"ada-apa James? apa Freya sudah baikan?" tanya Liora cepat begitu tau siapa yang menelepon.
"......"
Deg.....
Liora mematung dan segera bangkit menghubungi suaminya.
"Ara..Dexter kita kerumah sakit sekarang!!" tanpa penjelasan lanjut Liora bergerak cepat menuju lift kekamar miliknya.
.............🦅..............
...TBC...
semoga suka