PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Sometimes



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...⭐


don't be a silent reader 👍


selamat membaca....🌹



⚜️⚜️⚜️My Beautiful Target ⚜️⚜️⚜️


kesunyian terasa sangat mencekam kala isakan liora sudah tak terdengar lagi.liora merasa enggan bersuara kala melihat sorot mata Arkansas yang seakan menusuk mengerikan.seketika keberanian liora menciut entah kemana.


"Ar....kau...kau mau bawa aku kemana?" cicit liora setelah berhasil mengontrol dirinya lagi.


"kantor" jawab Arkansas singkat.sungguh nada suaranya masih terdengar terselip amarah.


"aku ingin pulang" bantah Liora pelan.


Arkansas menoleh dan menatap gadis itu tajam.liora cemberut kesal masih takut menatap langsung manik tajam itu.


CKIT........


klik......


Arkansas berhenti dan langsung memutari pintu samping kemudi.


grep....


"astaga turunkan aku Arkansas!! kau gila!!" liora terpekik saat pria itu dengan mudahnya menggendongnya ala bridal memasuki gedung megah pencakar langit milik Wiguna family.


seketika suara pekikan dan ulah Arkansas mengudang semua tatapan mata para karyawan WJC penuh kekagetan.seorang Arkansas si iblis tiran menggendong seorang gadis memasuki lobby perusahaan WJC? well,dunia mulai terbalik.


semua kepala seketika menunduk hormat saat boss besar mereka berjalan dengan wajah dingin tanpa memperdulikan suasana sekitar,liora malu.sungguh gadis itu merasa malu ditatap puluhan pasang mata begitu mereka tiba.gadis itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Arkansas ,semburat merah mulai menghiasi kedua pipi hingga telinganya saat bisik-bisik penasaran para wanita mulai terdengar.


"Arkan turun...aku malu" bisik liora pelan.Arkansas menyeringai puas dan tertawa dalam hati.sungguh menggemaskan!.


tiba di ruang kerjanya ,ruang khusus CEO.arkansas membaringkan tubuh liora diatas sofa dan berlalu mengambil kotak P3K.


"isshh" ringisan liora kala alkohol dingin itu menyentuh pipinya,liora baru menyadari pipinya sedikit memerah dan bengkak akibat tamparan William tadi.


"kau tidak bisa menjaga wajahmu apa?! sudah kukatakan jangan biarkan tubuhmu terluka lagi,mengapa kau sangat keras kepala?!" desah Arkansas frustasi sembari mengusap pipi memerah liora lembut.pria itu marah namun ia tidak bisa bertindak kasar dihadapan gadisnya lebih dari ini.


"mana kutahu dia akan menamparku,lagipula ini semua salahmu!! karna kau merusak wajah putri kesayangan mereka,mereka justru menyalahkannya padaku!!"Ketus liora seketika perasaan kesalnya kembali.apa-apaan mantan keluarga nya itu ?menyalahkan dirinya yang tidak tau apa-apa.


Arkansas seketika menatap tajam gadis manis yang sungguh pembangkang ini,ingin rasanya pria itu mencincang gadis ini,namun sayang rasa cintanya mengalahkan emosinya.selama ini tidak pernah ada yang berani membantah,melawan bahkan berbicara kurang ajar padanya.hanya liora ,gadis itu pengecualian bagi Arkansas.bayangakan saja jika itu orang lain,pasti sekarang nyawanya sudah diakhirat.


"isshh sakit Ar... pelan-pelan oleskan salepnya" ringis liora karna tanpa sadar Arkansas menekan memar pipinya.


"maaf baby,kita kerumah sakit ya" bujuk Arkansas meringis sendiri melihat betapa merahnya pipi gadisnya.liora menggeleng dan tersenyum tipis.


"ingatkan aku agar mematahkan tangan ayahmu itu!!" desis Arkansas tajam.liora menggeleng dan tersenyum hangat.sungguh usapan lembut Arkansas pada wajahnya sudah lebih dari cukup.gadis itu tak mau lagi berurusan lagi dengan mantan keluarga nya.


"jangan Ar, sungguh aku sudah tidak apa" ucap liora sembari berusaha tersenyum cerah meski wajahnya terasa kebas.


"apa masih sakit hem?" lembut,sungguh perlakuan serta kata-kata manis pria tiran itu membuat hati liora meleleh.


"kau gadis bodoh dan nakal" ucap Arkansas kemudian.


Cup.....


"sudah lebih baik" Arkansas melenggang santai setelah mengecup seenaknya pipi bulat chabby liora,gadis itu terdiam kaku dengan manik melotot horor serta tangan yang secara tak sadar menyentuh pipinya.


"ARKANSAS MESUM........"


"terima kasih pujiannya sayang ku my lady Arkansas" balas Arkansas santai sembari terkekeh gemas.


🖤🖤🖤


suara berisik dan gaduh dibelakang nya membuat dengusan Axel semakin menjadi,pria tampan itu berbalik dan mendekati asal suara yang sedari tadi mengganggunya.lihat saja apa yang akan Axel lakukan nanti!.


Axel yang tadinya berniat menghabisi siapa saja yang sudah menganggu ketenangannya seketika terdiam kaku kala wujud seorang gadis yang biasanya nampak tomboy kini terlihat sedikit feminim,ingat hanya sedikit.meski Axel tidak mengelak jika dirinya sesaat merasa terkejut sekaligus terpesona kala melihat Amber,gadis itu memakai setelan kerja layaknya wanita karier pada umumnya.axel spechless!.


"mau kucongkel itu mata!" see,gadis bar-bar tetaplah sama.axel tersentak kala Amber tiba-tiba berdiri didepannya sembari berkacak pinggang.


"lihat orang susah itu ya dibantu,bukanya malah bengong seperti orang bodoh!" sabar,Axel menarik nafas sabar kala Amber sudah menyembur dirinya dengan kata-kata mutiara yang sangat pedas.


"sudah selesai marah-marah? huft...lagipula mana kutahu kau butuh bantuan,dan untuk apa kau kemari?" helaan nafas pria itu terdengar berat dan frustasi.Amber benar-benar gadis luar biasa.


"sudah lihat aku diruang Arsip,ya cari berkaslah.kau kira aku pengangguran sepertimu" skak ,bolehkah axel mencekik gadis ini? sabar Axel harus bersabar.


amber kembali berbalik dan sibuk melompat-lompat demi meraih map berkas yang terletak begitu tinggi,sedang wanita yang bernama salsa itu sudah entah kemana.entah kesialan dari mana,rak berisi tumpukan dokumen itu tiba-tiba goyah dan .


Brakh.....duakh....


rak itu roboh.


"Amber!!"


deg.....



tubuh Amber dipeluk erat oleh Axel ,manik Amber membulat sempurna kala melihat setetes darah mulai mengalir dari kening pria itu.


"isshh" Axel meringis tertahan kala kepalanya mulai pening serta punggung hingga pinggangnya begitu nyeri.rak itu menghantam punggungnya dengan dokumen-dokumen dengan map tebal jatuh menimpa dirinya.


amber mengigit bibirnya menahan keterkejutan dan rasa pedih menyapa hatinya kala melihat betapa Axel melindungi dirinya menggunakan tubuh pria itu sebagai tameng.seakan waktu berhenti saat pandangan mata lembut Axel menatap manik berkaca-kaca amber.


Amber jatuh dalam pesona seorang genius IT.Axelio Lumiro Prameswara.mata hitam itu menatapnya tajam namun lembut,rahang tegas serta bibir tipis yang mengulas sebuah senyum hangat meski darah segar mulai menetes.tidak Amber lupakan wangi maskulin tubuh Axel sangat lembut dan menenangkan.


"amber,kau tidak apa?" ucap Axel serak.


"hiks..kau...kau menolong ku meski aku jahat padamu hiks...Axel kau terluka" Isak Amber berkaca-kaca menatap darah yang menghiasi kening pria itu.jantunngnya berdebar dengan europhoria luar biasa,amber terpesona ? entahlah gadis itu belum memastikan nya.


"hah...kau itu hah...kalau tumbuh itu keatas ,bukanya kesamping,lihatlah hah...kau bahkan berat sekali" nafas Axel terengah-engah dengan rasa pusing luar biasa,amber tanpa sadar mendelik ,sungguh gadis mana yang akan terima jika seorang pria tampan mengatainya berat? hell! tidak ada.seketika bunga-bunga dalam hati amber sirna,manik matanya melebar horor menatap Axel,masih sempat pria ini mengejeknya? amber seketika emosi.gadis itu melepas rangkulan Axel dan berdiri dengan tegak.


"enak saja bilang aku berat,aku itu ramping tahu? dan pasti kamu sengajakan peluk-peluk aku? dasar cari kesempatan!" umpat Amber jengkel.axel tersenyum tipis merasa lucu akan reaksi gadis dihadapannya.bukanya dia yang terpesona pada wajah Axel tadi? Axel terbahak dalam hati.axel menyingkirkan rak besi itu dan mengembalikannya berdiri seperti semula,pria itu meringis dan mulai memijit keningnya yang terasa berdenyut.


"sudah tau pendek,kenapa banyak gaya maksain diri ambil barang yang letaknya tinggi? sudah ditolong bukanya terimakasih malah marah-marah tidak jelas" grutu Axel sembari menahan rasa sakitnya.


"bang*at berat juga itu lemari? pasti biru nih pinggang" gumam Axel sembari mengusap pinggangnya yang sudah dipastikan akan membiru.


"em...Axel..itu pinggangnya sakit?" pertanyaan bodoh Amber membuat Axel mendengus.


"Axel... pinggangnya tidak apa-apa kan?" tanya lagi Amber,gadis itu meringis ngilu melihat wajah kesakitan Axel.


"tidak apa-apa...tidak apa-apa kepalamu botak!! sudah lihat itu lemari sebesar gajah!! dasar bodoh!" maki Axel gemas sendiri melihat wajah melongo amber.amber meringis malu dan melirik malu-malu wajah penuh kekesalan Axel.amber tanpa bisa ditahan lagi mengigit bibirnya demi menahan suara tawanya akibat kata-kata makian pria itu,tidak lucu kan jika dia tertawa sementara Axel tertimpa musibah karnanya.


Axel mendengus ,lebih baik dia membantai musuh dari pada tertimpa rak besi demi seorang gadis yang bahkan tidak berterima kasih padanya.sungguh Axel jengkel kini.


"em...aku obatin ya luka kamu,sungguh aku minta maaf.ini semua salahku" ucap Amber menatap memelas pada Axel ,Axel mendesah malas dan akhirnya mengangguk juga.


"obatin yang benar,jangan macam-macam" ucap Axel ketus.wajah meringis ya disertai umpatan-umpatan sembari mengelus pinggangnya sendiri membuat amber mati-matian menahan tawa.


"ya Tuhan lucu sekali pria ini" batin amber.


"ia" jawab amber terkekeh gemas melihat wajah tampan itu terlihat kesal.


🖤🖤🖤


sementara itu......


Rion berjalan keluar dari mobilnya memasuki markas bersama Tristan dan James,kedua pria itu berjalan dengan tenang dibelangkang copi-an iblis Arkansas itu.Arion memperbaiki letak jaket kulit yang ia kenakan kemudian melangkah dengan kawalan beberapa tim Beta dibelakang nya


seringai pria itu melebar kala melihat korban hasil tangkapan BE tergeletak lemah didalam ruang tahanan.ah! sepertinya mereka akan bekerja dengan tenang kala sang iblis tengah sibuk mengurusi ratunya.


korban malang itu adalah seorang Hacker yang cukup handal namun sayang pria itu mengusik musuh yang salah.James menyeringai puas atas kinerja Cristal,kakak perempuan Tristan itu ialah jelmaan siluman rubah mata-mata BE yang paling bagus.


"sudah terima notifikasi dari pemerintah?" tanya Rion pada james.james mengangguk dan segera membuka aplikasi sistem rancangan Axel pada ponselnya.


"apa yang mereka katakan?" tanya Rion masih menatap bengis tubuh pria yang kini terkapar lemas dengan luka lebam serta tubuh yang mulai membiru mengerikan .


"dia meretas sistem pertahanan militer kemudian memakai sistem protokol AR untuk memata-matai pergerakan produksi senjata kita lalu menjual informasi nya pada Rusia" jelas James cepat.


"rantai" titah Rion santai,tak lama Tristan datang dengan wajah bahagia membawa sebuah rantai besi dengan ujung tajam.


"cambuk dia!"


satu perintah dan tak lama suara jeritan teriakan penuh kesakitan mulai menggema diseluruh lorong tahanan BE.


Ctar......Ctar....


"ARKH......BUNUH SAJA AKU BEDE*AH" pria malang itu terus berteriak kesakitan dengan darah terus mengalir dari kulit yang telah koyak.


tak lama Rion mendekat dengan sebuah jarum suntik ditangannya.


"ARKKKKHHHH" jeritan itu sungguh mengerikan kala jarum itu mulai menusuk kulit dan menghantarkan racun itu bekerja dengan cepat.


tubuh pria itu diikat dengan kedua tangan dan kaki yang telah ditarik oleh rantai.pria itu berteriak saat tubuhnya mulai terasa terbakar.


"mulai" Rion menyeringai buas ,kini pria itu telah tampak seperti seorang Arkansas dengan senyum remehnya.


tubuh korban ditarik paksa oleh katrol yang melilit rantai besi itu,racun bekerja cepat membakar organ dari dalam.dan pria itu merasa dunianya gelap saat kaki dan tangan nya mulai terpisah dari badan.


Krakh.....zheth.....Tes.....tes....tes.....


tubuh itu telah tewas menggenaskan dengan darah dari tubuh yang telah tercecer.


"done"


"kirim pada Vidio ini pada jendral Kendrick dan katakan BE sudah membersihkan mata-mata negara" Rion berlalu pergi meninggalkan jasab yang kini tercabik-cabik oleh para Tiger peliharaannya.


"kini aku sudah mengerti kesenangan apa yang arkansas rasakan"


TBC....