
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...⭐
🌹Happy Reading 🌹
pria tampan dengan senyuman hangat nan lembut itu mendorong sebuah kursi roda kehadapan seorang gadis manis yang kini terduduk tenang sembari membalas senyum hangat sang kekasih.
Arkansas dengan kemeja hitam lengkap dengan segala autfit mahal yang melekat pada tubuh sempurna nya.pria itu kini membantu Liora untuk duduk diatas kursi rodanya,diangkatnya tubuh gadis itu perlahan dan hati-hati kemudian setelah liora telah duduk dengan nyaman.
"terimakasih" ucap Liora dengan senyum manisnya.Arkansas menarik senyum lebar dan mengecup singkat sudut bibir Liora sayang.
"anything for you baby"
Arkansas melangkah keluar kamar untuk membawa liora ke pusat medis rumah sakit besar milik Wiguna Van Healthy Hospital.
"son.kalian akan berangkat sekarang?" Tanya Rafendra yang baru saja keluar dari kamarnya.pria paruh baya berkarisma kuat itu menatap hangat wajah polos calon menantunya.Arkansas mengangguk samar tanpa mau repot menjawab pertanyaan sang ayah,Liora meringis melihat betapa acuh seorang Arkansas.
"hehehe...ia dad,Arkan mau bawa Liora terapi dulu.Mana mommy dad?" tanya Liora begitu melihat raut kesal sang calon ayah mertuanya.
Rafendra tersenyum hangat dan memanggil sang istri keluar.
"SAYANG.......KELUAR DULU AD-" ucapan Rafendra terpotong akibat amukan sang istri yang keluar hanya dengan sebuah jubah mandi melekat ditubuhnya.sungguh Anggi tak sadar anak dan calon menantunya melihat dirinya dengan wajah melongo.yah, terkecuali Arkansas yang sedikit meringis melihat penampilan sang ibu.
"apa?!! kau ini bisa tidak kalau main lembut sedikit?!! bawahku sakit tahu tidak?!! awas saja,nanti malam kau tidak dapat jatah!!" sembur Anggi pada Rafendra yang menatapnya dengan wajah syok luar biasa,tak lama seringai licik hadir di wajah adonis Sang Lucifer itu.sungguh mereka tak taukah Liora sudah memasang wajah syok melihat kelakuan calon mertuanya.
"oh sayang......milikmu nikmat sekali,hingga aku tidak sadar sudah melayang tinggi saat kau mendesah dibawahku" ucap Rafendra santai tanpa beban.wajah Liora seketika memanas dan gadis itu nampak salah tingkah saat Arkansas menatap dirinya intens.
"khem....mom...mommy" panggil Liora gugup.anggi yang mendengar suara calon menantu kesayangan segera berbalik dari tubuh besar Rafendra agar bisa melihat jelas sosok yang memanggilnya.Wajah Anggi seketika memerah malu,wanita itu menatap tajam wajah suaminya yang kini nampak tersenyum mengejek.
"kenapa tidak bilang ada menantuku?!! kau ini bagaimana sih?!!" murka Anggi sambil mencubit pinggang Rafendra bringas.pria paruh baya itu meringis namun tak lama terkekeh lucu.
"kau tidak tanya ,sudah itu malah langsung mengomel.jadi jangan menyalahkanku istriku sayang" elak Rafendra santai,pria itu melangkah mendekat dan mengecup kening sang istri lembut kemudian mengerling nakal.
"sudah sana masuk,tidak malu dilihat putra dan calon menantu mu?" tanya Rafendra dengan alis naik turun jenaka.Anggi meringis dan tanpa ba-bi-bu mengacir kedalam.
Arkansas menggeleng miris melihat kelakuan kedua orangtuanya,ayahnya ini sudah berumur tapi masih saja mesum sampai mendarah daging.sungguh,Arkansas malu sendiri.
"sudah dramanya?! ayo baby,Gabril sudah menunggu" ucap Arkansas melirik tajam wajah tanpa dosa sang ayah.Rafendra terkekeh dan tak lama mengangguk sembari mengelus rambut Liora lembut.
"semangat ya.putri Daddy pasti bisa" ucap Rafendra penuh kasih.
tes..........
tanpa sadar air mata liora terjatuh tanpa diminta,perlakuan lembut Rafendra benar-benar membuatnya merasa terharu.hatinya menghangat dengan jutaan rasa syukur luar biasa,pria ini mewujudkan impian liora akan rasa kasih sayang seorang ayah.dan demi Tuhan Liora rela memberikan nyawanya demi keluarga ini.
"eh....kenapa menangis girl? sudah....putri seorang Rafendra tidak boleh cengeng,harus kuat dan tahan banting" ucap Rafendra tegas.
plak........
"aduh!!!!" Rafendra meringis saat sebuah pukulan sayang mendarat dipunggung nya.anggi melotot melihat wajah tanpa dosa Rafendra,sungguh terkadang Anggi tak habis fikir akan isi otak genius suaminya.
"kau bilang putriku harus kuat dan tahan banting?!! kau kiri Liora itu laki-laki hah?!! hais.....punya suami bikin sakit kepala saja" maki Anggi jengkel,wanita cantik itu segera mendorong tubuh Arkansas yang kini berlutut sembari mengusap air mata Liora hingga pria yang sedang tak siap itu terjungkal dengan tak elitnya.andai saja orang lain,Arkansas sudah menembak mati orang itu.mana lagi sang ayah justru terbahak nista melihat kemalangan dirinya .
"mommy kenapa sih?!! hais....... lama-lama aku bisa darah tinggi!!" umpat Arkansas saat ibunya bahkan tak perduli.
Anggi mengelus sayang wajah dan rambut panjang liora,wanita itu tersenyum lembut dan mulai mengikat rambut liora dengan ikat rambut yang ia bawa Sebelum nya.
"sayang semua akan baik-baik saja ok,dan jadilah dirimu apa adanya.Tuhan pasti akan menolong hambanya yang bersabar,kau pasti sembuh nak" ucap Anggi penuh kasih,dikecup kening Liora setelah rambut gadis itu sudah terikat tapi.
"i...ia mom hiks...terima kasih,Lio sayang mom dan dad" Isak liora tersenyum penuh syukur.keluarga Wiguna benar-benar keluarga yang penuh kasih,tak perduli bagaiman image mengerikan mereka diluar sana.
"ya sudah mom,kami pergi" pamit Arkansas dengan wajah dingin nya,pria itu masih kesal rupanya.
Setelah melihat anggukan kedua orang tuanya,Arkansas mendorong kursi roda Liora menuju keluar Mension.Sebuah mobil mewah Lamborghini Urus telah siap didepan pintu masuk mansion.
Arkansas menggendong tubuh Liora Ala bridal dengan penuh cinta,diletakkan tubuh mungil gadis itu dikursi samping kemudi.setelah liora duduk dengan nyaman,Arkansas membawa kursi roda sang gadis dan meletakkanya di dalam bagasi setelah semua siap,pria tampan itu segera masuk dan duduk di kursi kemudi.
Arkansas menoleh menatap Liora yang kini menatapnya dengan senyuman lembut penuh semangat.
deg.........deg.........
"Ar....mau...mau apa?" gugup Liora saat Arkansas kini maju mendekatinya.jarak mereka kini terlalu dekat,hingga liora dapat merasakan hangat nafas beraroma mint segar itu menerpa wajahnya.
blush............
Arkansas terkekeh melihat rona merah menggemaskan dari wajah calon istrinya.
klik..........
HAHAHAHHA........
seatbelt itu kini terkunci sempurna diiringi tawa lepas sang Tiran.Liora melongo dan tak lama bibirnya mengerucut kesal.
"ishhh........jangan tertawa!! itu tidak lucu,lagipula aku bisa pasang sendiri!!" kesal Liora akibat Arkansas yang terus tertawa sembari mengerling nakal menatap dirinya.
"hahaha.....malu heh?!! utututu wajah istriku manis sekali" gelak Arkansas tak terkendali.
wajah liora semakin memerah dan gadis itu segera memalingkan wajah sembari menutup kedua pipinya dengan telapak tangannya sendiri
"hais.....jangan tertawa lagi.......ish....berhenti Arkansas....kamu bikin kesal!!" Liora sudah darah tinggi,Arkansas benar-benar pria tiran Tsundere.
gadis itu memukul bahu Arkansas bringas,pria ini benar-benar gila! lihatlah bagaimana dia terus tertawa bahkan meski sambil mengemudi sekalipun.
Cup..........
Blush........
bibir hangat itu mengecup bibir manis Liora yang sedari tadi mengerucut kesal,gadis itu merona dan seketika menunduk malu.Arkansas benar-benar luar biasa.
🖤🖤🖤🖤
Kayra dan Amber berjalan disepanjang lorong yang terlihat remang dan pengap.kedua gadis itu mendorong kursi roda berisi calon korban mereka yang masih dalam pengaruh obat bius.Kayra menyeringai dengan amber yang terkekeh licik.
"kau mau ikut bermain Am?" tanya Kayra setelah mereka memasuki sebuah ruangan dengan lampu terang namun tak ada jendela sama sekali.
gadis dengan sweter rajut itu segera memasung tangan dan kaki kedua wanita itu dengan rantai besi setelah siap ,Kayra melangkah mendekati amber yang telah menyiapkan alat-alat eksekusi.sepasang Pisau bedah,jarum jahit lengkap dengan tali terbuat dari nilon,lalu sebuah gergaji mesin .
"tunggu kay!! biarkan aku mencoba pertama" ucap Amber,gadis itu membawa sebuah pisau bedah ditangannya.kayra terkekeh dan mengangguk pelan.
"mau menjadi psikopat heh?" tanya Kayra jenaka.Amber terkekeh dan mengangkat bahu santai.
Gadis itu melihat wanita yang sudah menyiramnya dengan segelas jus sudah terbangun.Gadis itu menyeringai dan mulai berjalan mendekat.
"sudah bangun heh?!!" ucap Amber sarkas.
"KAU.... KALIAN...MAU APA LAGI?!!!" amuk Wanita rambut bercat merah itu.
Srakh.........
"AKH....APA YANG KAU LAKUKAN!!!" jerit wanita itu kala Amber menyobek baju pasien nya kalap.wanita itu kini bugil hanya menyisakan bra dan celana dalam.
"kau menyebut kami j*lang?!!! kau yang j*lang !!" sembur Amber emosi.wajah gadis itu memerah membara dan tanpa aba-aba,pisau bedah itu mulai mengukir indah pada perut dan paha wanita itu.
Srethhh..........
Srakh...........
ARKHHHHH............
wanita itu menjerit kala perutnya disayat dalam dan perlahan oleh Amber,Kayra terbahak sembari meneguk kaleng beer nya.
"to...tolong lepaskan aku"cicit wanita itu meringis menahan sakit pada bagian perutnya.
darah segar mengalir dari luka sayatan yang ditorehkan Amber,gadis itu bersenang-senang.
"oh...tidak bisa.... melepaskan mu? mimpi saja,ayolah.... aku hanya membalas perbuatan mu"balas Amber santai.kini telapak tangan bahkan pakaian sudah terciprat darah
sementara disisi lain,Kayra mulai menghidupkan gergaji mesin tak perduli tatapan ketakutan wanita berambut sebahu itu,wanita itu terbangun akibat suara jeritan keras Kawanya.obat bius itu sudah hilang dan kini mereka sadar sepenuhnya.
"JANGAN!!!"
KRAKH......KRAKHH......KRAKH.......
Kayra menggila,Gadis itu memotong telapak tangan korbanya menggunakan gergaji pemotong pohon.darah menciprat mengotori wajah dan seluruh tubuhnya.
"siapa.suruh.kau.mengusik.sahabatku?!!" tekan Kayra bengis.wanita itu menjerit dan menangis keras kala mesin itu memotong anggota tubuhnya.
"aku bahagia !! setelah lama tidak bermain,akhirnya aku punya mainan baru !!!" pekik Kayra antisias.Amber meringis,sungguh Kawanya itu benar-benar sadis.
Nging............
Krakh..................
suara mesin yang memotong kedua kaki model malang itu terdengar mengerikan.
Kayra kini terlihat bagai iblis penuh genangan darah ,melirik Amber sekilah.korban Kayra telah tewas.
bahkan meski sudah mati sekalipun ,Kayra belum puas.seakan semua masalah ditumpahkan lewat membunuh.kayra memotong dan membelah tubuh korbannya menjadi dua,setelah puas .gadis itu menyiramkan bensin dan membakar mayat mengenaskan hasil ulahnya.
korban Amber membisu,tatapan matanya kosong dengan air mata mengalir deras.wanita itu syok,ketakutan kini menenggelamkan jiwa wanita itu.
"bunuh dia Am,cepat cabut nyawa sampah itu!!" ucap Kayra bengis,gadis itu kalap.
"wah...bagaiman jika kau ambil matanya,mata yang memandang hina pada kita?! atau kau tidak tega? ya sudah biarkan aku saja" ucap Kayra merampas pisau bedah ditangan Amber dan mulai menusuk asal tubuh Korban mereka.
"ternyata kau sadis juga sweety?"Kayra menoleh dan tersenyum miring.
"siapa sangka kedua gadis berwajah jelita ini jelmaan iblis cantik"setelah Kayra,kini wajah kaku Amber ikut bereaksi.
deg.......
tangan yang memegang jarum dan benang nilon itu seketika berhenti bergerak.gadis itu terdiam!.
🖤🖤🖤🖤
kini Arkansas dan Liora telah tiba di pusat Riset Van Healthy Hospital,mereka dipandu oleh salah seorang dokter asisten Gabril.
begitu mereka sampai disebuah ruangan,Gabril sudah menunggu dengan wajah kalemnya.pria tampan itu telah menunggu bersama seorang dokter wanita, seorang Fisioterapi yang akan membantu proses pemulihan Liora.
"selamat datang bos, selamat datang Miss Liora" salam Gabril ramah,Arkansas menarik sebelah alisnya melihat senyum menggoda Gabril yang kini terlihat menjengkelkan.
"sudah!! jangan banyak tingkah kau,mulai saja prosesnya!!" sembur Arkansas pedas.Gabril gelagapan dengan liora yang sudah meringis tidak enak hati.
"baiklah Mr Arkansas.kita mulai saja" ucap dokter wanita bername Tag Rosa.
dengan perlahan,Dibantu pegangan kuat Arkansas dan sebuah besi memanjang sebagai tumpuan,Liora mencoba melangkah.keringat dingin mulai membasahi kening dan leher Luora,Arkansas dengan lembut mengusap peluh yang membasahi tubuh gadisnya.
berulang kali Liora hampir terjatuh,maniknya nampak berkaca-kaca sembari terus berusaha bangkit sekuat tenaga.
bugh........
hiks.......
"Sakit....hiks.....aku lelah" Isak Liora,entah mengapa kini gadis itu merasa begitu lemah dan cengeng.
"Baiklah baby,kita istirahat dulu" Arkansas mendesah berat,hatinya terasa sakit dengan jantung yang seakan terhantam batu besar.gadisnya berjuang dan kini ia hanya bisa menyemangati sebisa yang ia bisa,jika bisa pria itu akan meminta Tuhan memindahkan rasa sakit gadisnya.namun jika ia lemah dan tak berdaya,maka siapa yang akan menjadi penopang seluruh dunia nya.
"semangat ya baby,jangan menyerah.semua pasti akan berlalu baik-baik saja"ujar Arknasas menyemangati,pria itu memberikan sebuah gelas berisi jus apel kesukaan calon istri nya,dan Liora meminum nya dengan suka cita.jus dingin itu mengalir membasahi tenggorokan nya yang terasa kering.
hampir 2 jam lamanya Liora melakukan sesi Terapi bersama Gabril dengan bimbingan Rosa fisioterapi pilihan sang lucifer.mengabaikan rasa sakit dan cemas dihatinya,Arkansas menggendong tubuh Liora hingga sampai ke mobil.bahkan kursi rodanya didorong oleh Gabril karna Arkansas yang berkeinginan keras menggendong tubuh gadisnya,memeluknya erat dan posesive.
TBC.......
see you next chapter 🤗