PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
meet second time



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....🌹



⚜️ Happy Reading ⚜️


matahari kini terlihat mulai merangkak semakin tinggi,cuaca mulai panas dan aktifitas yang sedari tadi sudah menguras energi membaut Ara, Tristan dan Liora mulai lapar.akhirnya mereka memilih segera beristirahat dan pergi ketempat dimana James dan Kayra tadi menggelar kain untuk makan siang.


Liora menatap binggung wajah suram James,kini setelah puas bermain air,semua memilih berkumpul di atas kain yang telah Kayra siapkan untuk menyantap bekal piknik mereka.


"James kenapa?" tanya Liora begitu kini mereka telah duduk berkumpul menikmati bekal yang sudah disiapkan Anggi untuk mereka.


Kayra terkekeh geli dengan James yang menatap gadis itu sinis.mendengus lalu menggeleng lemah,James memilih diam saja.


"sakit gigi mungkin kak james" kali ini Ara ikut bersuara kala melihat James yang biasanya ribut dan pembuat onar kini diam saja,aneh rasanya!.


"hahaha.....santai saja Ara,kak Liora.James hanya terpikir tugas dari bos Ar" celetuk Tristan dengan senyum tengil jahanamnya.


"tugas apa memang James?" Liora kembali bertanya penasaran,melihat wajah suram si raja judi.sudah pasti bukan sesuatu hal baik.


"tidak ada,sudahlah makan saja aku sudah lapar!!" ucap James mengeram frustasi.Liora mengangkat bahu pasrah,Ara berdecak kesal sedang Kayra dan Tristan sibuk dengan senyum mengejek mereka.James Frustasi,sangat!.


"setelah makan kita kembali ke Vila,oh ia mommy sudah kembali ke London karna Daddy yang mengancam akan menyusul jika mommy tidak mau pulang,jadi........kita akan liburan hanya 3 hari.besok jalan-jalan kita hunting kuliner,setelah itu lusa kita kembali!!" jelas James tegas.


Ara dan Tristan melongo.tidak lama kedua bungsu itu mulai protes.


"yahhh......masa hanya 3 hari?? mana cukup! ini lagi Ara belum belanja sovenir,belum lagi foto-foto jalan-jalan,masa pulang sih kak?!!" tanya Ara sungguh tidak puas.


"ia tidak asik sekali!!" tambah Tristan memprotes keras.James mendengus lalu berucap sarkas.


"kalau mau protes,sana sama daddy Rafendra!! kalian fikir kakak yang buat keputusan apa?!! menjengkelkan sekali kalian berdua!!" sembur James geram.


kedua bungsu itu saling melirik tak lama tawa geli mereka terdengar membuat suasana hati putra Jeremi itu semakin gelap.


"hehehe....santai lah kak James ,jangan marah-marah nanti cepat tua" ucap Ara dengan tawa polos-polos menjengkelkan dimata James.


"HAHHAHAHAHA...dia lagi PMS mungkin Ra" tawa setan dengan ucapan nista Tristan terdengar begitu mulus meluncur tanpa saringan dulu.sungguh mulut anak satu ini ingin sekali James jahit dengan benang dari kawat.


"bodoh!!" umpat James jengkel.


"sudah....sudah cepat makan lalu kita segera pulang,kakak ingin istirahat hari ini benar-benar lelah!!" putus Liora menghentikan perdebatan tidak bermutu ketiga orang berbeda usia dihadapannya itu.Kayra? gadis itu malah tertawa lepas sembari melahap sepotong besar sandwich.


🖤🖤🖤


dua orang wanita paruh baya yang kini duduk bersama di dalam ruang keluarga besar mansion Wiguna,keduanya ditemani para suami mereka duduk dalam diam dengan fikiran masing-masing.


"khem.....jadi Rebecca membuat keributan di kediaman Houston?" Anggi mulai buka suara memecahkan keheningan yang tengah terjadi.


"maaf Veleri,bukan aku menyalahkan Arkansas atas apa yang terjadi pada Natasha jika memang semua yang dikatakan Rebecca benar,tapi entahlah......... perasaan ku tidak enak" ucap Zoya lemas,wanita itu menatap wajah teduh Anggi penuh sesal.sungguh Zoya hanya berharap Anggi bisa bersikap bijak dengan tidak menempatkan ia dan juga Marvel sebagai musuh akibat ulah Rebbeca.


Anggi menatap wajah Zoya dan Marvel bergantian,mengangguk lalu tersenyum lembut.


"tidak masalah Zoya,kita ini keluarga dan kita semua tau bagaimana Arkansas selama ini.apapun yang putraku itu lakukan semua dilakukan dengan alasan jelas yang pastinya sudah difikirkan matang-matang.jadi yakinlah, hubungan kekeluargaan kita akan tetap seperti dulu kecuali kalian sendiri yang memutuskan hubungan itu dan lebih mendengar Rebecca" jelas Anggi bijak.


"jadi,Natasha.gadis bodoh itu sudah tewas?" tanya Rafendra berpura-pura tidak tau,sungguh sikap masa bodoh Rafendra membuat Anggi kesal setengah mati.tidak bisakah Rafendra bersikap sedikit perduli meski basa-basi?.Anggi mengelus dada sabar.


"hahahaha....entahlah,aku juga malas mencari tau?" balas Marvel menimpali sikap acuh Rafendra,sudah biasa!.


"sudah...sudah,kita ini keluarga dan selama begitu jangan pikirin apapun dan nikmati hidup kita selama anak-anak hidup sehat dan bahagia" ucap Anggi mantap.


Rafendra mengelus rambut sang istri sayang ,betapa beruntungnya hidupnya memiliki istri sebaik Anggi.demi Tuhan seumur hidup Rafendra tak akan cukup untuk mensyukuri anugerah Tuhan itu.


🖤🖤🖤


hari ini setelah sarapan dan bersiap-siap,Ara, Tristan,Liora,Kayra dan James kini tengah berada disalah satu pusat wisata terkenal di kota Italia.



Piazza Noviana.salah satu alun-alun yang sangat besar dan mewah di pusat kota Roma,berlokasi di barat Pantheon dengan jejeran restoran khas Italia yang akan memanjakan rasa lapar dua bungsu itu.


mata Ara berbinar kala melihat tiga patung air mancur yang puncaknya terdapat patung Obelisk of Domitian,lalu Fontana Del Moro yang terdapat patung dewa laut yang bagian bawahnya terlihat seperti lumba-lumba.


setelah puas makan-makan dan mencicipi jajanan khas itali,mereka segera beralih ke lokasi lainya.semua mereka jelajahi selama satu hari penuh,mulai dari Colosseum, Castel sant'Angelo,Trevi Fountain,Museum Vatikan lalu berakhir berjalan-jalan di taman Vertikal.



disisi lain,seorang pria muda tampan lengkap dengan jaket kulit hitam dan kaca mata hitam melangkah santai di sepanjang jalan taman Vertikal,menikmati cuaca yang nampak cerah bersahabat.


sepanjang jalan,banyak para wanita dan gadis-gadis yang berhenti hanya untuk sekedar melihat pahatan tuhan yang sempurna berwujud pria muda tampan dengan autfit misterius yang membalut tubuh tegapnya.pria itu perduli? tidak! ia hanya berjalan santai tanpa niat merespon hal-hal yang terjadi disekitarnya.


disisi para putra-putri Wiguna Family.....


"Q beli ini ya!!" pekik Kayra antusias begitu melihat sepasang gelang cantik yang menarik perhatiannya.


sementara James dan Tristan sibuk merecoki Ara dengan pernak-pernik manis dan imut yang bisa menambah kadar kemanisan seorang Arabela,adik mereka.


"Ara sini!! coba pakai!!" antusias James yang memperlihatkan sebuah kalung bermata bulan sabit kepada adik bungsunya itu.


"tidak mau!! Ara tidak suka terlalu mencolok!!" tolak Ara tegas.Ara kesal melihat pilihan James,apa pria itu fikir Ara sama dengan wanita-wanita teman kencannya? benda-benda aneh dan mencolok bukan hobby putri Rafendra itu.


"yang ini...yang ini bagus Ra coba deh!!" kali ini giliran Tristan yang menunjuk heboh.sebuah gelang dengan taburan manik-manik berwarna-warni menjadi pilihan pria masni itu.


"ih....tidak mau!! Ara tidak suka bentuknya aneh!" sembur Ara kesal,sudah cukup! sedari awal kedua kakak laki-laki nya itu terus saja merecoki dirinya dengan perhiasan aneh dan mencolok.


Ara menoleh,kedua kakak laki-laki dan kedua calon kakak iparnya tengah sibuk mencari barang untuk oleh-oleh,Ara kesal dia merasa harus mencari kegiatan untuk menghilangkan bosan.gadis itu segera membawa langkah kakinya menjauhi toko sovenir dan mulai menjelajahi taman bunga indah terbesar di kota Roma itu.


"woah......ice cream!! lumayan lagi panas,Ara kesana saja sambil tunggu kakak selesai belanja!!" monolog gadis remaja itu riang.


pergi tanpa pamit dan berjalan seorang diri,Ara benar-benar lupa peringatan sang Ayah.


"selamat siang sir,boleh pesan satu cup ice cream rasa vanila dan coklat?" Ara bertanya sopan pada penjual ice cream itu,pria tua itu tersenyum lembut lalu berucap.


"tentu nona manis,mohon tunggu sebentar"


15 menit waktu telah berlalu dan kini gadis itu mendapatkan ice cream nya.


dengan asik Ara berjalan mengelilingi jalur taman dengan satu cup sedang ice cream ditangannya.


"bahkan langit merestuiku,my beautiful young lady".


dengan langkah gontai setelah ice cream nya habis,Ara mulai berjalan was-was.


"Ara"



"siapa yang manggil Ara,tidak ada orang?" menoleh kebelakang dan bergumam Ara mulai panik.pria itu terkekeh dari jarak lumayan jauh.


"hah...duduk dulu,Ara ini dimana?!! astaga Ara tersesat!!" pekik Ara heboh kala celingukan kesana-kemari dan tak melihat satupun wajah kedua kakak dan kakak iparnya.


"hiks....bagaimana ini?!! MOMMY hiks... DADDY!!" nah kan! pecah sudah isakan tangis gadis itu.


"Ara" terdengar suara sapaan dari samping dimana Ara duduk,suara seorang pria.


Ara menoleh dan mengeryit dalam,manik hazel gadis itu menatap dalam sosok pria muda berkaca mata hitam yang tengah duduk disamping seenak sendiri.


"jangan memandangku terlalu lama,nanti kamu jatuh cinta" goda Pria itu percaya diri.Ara mengeryit binggung lalu sibuk celingukan sana-sini.


"Om bicara sama Ara?" tanya Ara polos menatap binggung wajah melongo pria tampan itu.


"apa!! apa wajah tampan ku ini terlihat tua dimatanya?!! astaga sudah dua kali gadis cantik ini menyebutku om!! apa penglihatannya bermasalah?!! pria muda dan mapan ini masa dipanggil om?!! gila!!" batin Dexter tersenyum kecut.yah,pria itu adalah Dexter.pria yang sudah berhari-hari mencari tau tentang Arabela dan disinilah ia bertahan untuk bisa bertemu dengan Ara meski perjalanan bisnisnya sudah selesai sejak kemarin.


"kau ternyata sangat tidak sopan ya,sudah dua kali kita bertemu dan kau terus memanggil ku om! apa aku setua itu?!! bahkan kedua kakakmu lebih tua dariku!!" ucap Dexter,sungguh lama-lama kesal juga ia menghadapi gadis polos dan naif ini.tapi yasudah lah ,untung cinta.


mengerjap lalu meletakkan jari telunjuknya didagu,gadis itu lalu berucap tanpa dosa.


"tapi om kelihatan tua"


what the hell!!


Dexter mulai mengabsen seluruh penghuni kebun binatang,ingin sekali ia mengunyah gadis manis nan polos yang kini benar-benar menguji kesabarannya.sungguh Dexter bisa gila.


tampan? sudah jelas.


mapan? itu realita.


muda? ayolah umurnya baru 23 tahun.


Dexter tertawa miris melihat bagaiman gadis yang ia cintai melihat dirinya.


"jangan sembarang ya cantik!! aku ini masih muda,tua? kamu bercanda?!!" Dexter meremas rambutnya frustasi.sabar,dimana makhluk bernama sabar itu? Dexter akan beli berapapun harganya .


Ara terkekeh geli melihat wajah putus asa pria tampan disamping itu.


berdehem sejenak lalu bertanya santai tanpa dosa.


"kalau begitu usia om berapa?" tanya Ara menatap intens seluruh pahatan wajah Dexter .


sejenak Dexter tenggelam dalam manik indah dari wajah cantik dihadapannya itu.


menutup mata lalu menjawab tegas.


"kau tak ingat kita pernah bertemu? dan aku juga sudah katakan umurku pada mu waktu itu cantik!!" ucap Dexter frustasi.


"iakah? tapi Ara lupa tuh!!" jawab Ara enteng.Dexter melotot horor saat mengetahui masih ada gadis yang tidak tau tentang dirinya.ara sungguh luar biasa.


"baiklah ku jelaskan lagi dan ingat ini jangan lupa lagi atau saat kamu memanggilku om lagi,lihat saja!! " smirk penuh ancaman Dexter terbit.Ara menatapnya sesaat lalu tertawa lepas begitu saja.


"haha.. baiklah sekarang katakan memang berapa usianya?" ucap Ara setelah tawanya reda.


"23 dan jangan panggil aku om lagi,namaku Dexter!!" ucap Dexter sabar.


"hm...tapi masih tua dari Ara,dan lebih tua dari kakak Liora,kak Kayra,dan semua temannya kakak ipar Ara" jawab Ara tak mau kalah.


"ck....terserah kamu sajalah manis aku menyerah!!" ketus Dexter mulai lelah berdebat.


"manis...manis...sejak kapan Ara berubah jadi gula!! sembarangan ubah nama pemberian Daddy Ara!! Daddy tau baru tau rasa kak Dexter nanti dimarahin sama Daddy Ara" grutu gadis itu kesal.


"sedang apa disini sendiri?" tanya Dexter berusaha membuat Ara tetap berbicara dengan dirinya.


mendelik dan mendengus kesal,Ara mulai berucap dengan nada jengkel.


"ck....sudah tau Ara makan ice cream dan sudah lihat Ara tersesat masih ditanya lagi.dasar om" ucap Ara dengan kesal dan berakhir kembali menyebut dexter om.


"HAHAH....aku lihat dan aku tau kamu tersesat sugar,tapi sungguh bibirmu ini masih nakal saja terus memanggilku om.lama-lama kucium baru tau rasa kamu!!" gelak Dexter tertawa terbahak.


"HAHAHAH....kau!! hahahaha..kamu mau cium Ara? yakin?!! hahahaha...berani?!!" kali ini Ara membalas penuh nada menantang.


mengangkat bahu dan menyugar rambutnya santai,Dexter menjawab.


"kenapa tidak?!!" balas Dexter enteng.


"wah.....kamu benar-benar tidak takut sama Daddy Ara?!! dasar om gil-"


cup.........


manik Ara membola horor kala bibir hangat pria bernama Dexter itu sudah membungkam bibirnya.meski sesaat tapi percayalah itu adalah ciuman pertama Ara!.Ara membeku.


"manis.....nah karna kamu tersesat,tunggu disini jangan kemana-mana!!" Dexter segera bangkit begitu saja tanpa dosa, lalu berlalu pergi entah kemana.


hik.....hik.....hik.


Ara cegukan hebat!.


"dia hik....dia...hik...CIUM ARA!! MOMMY....DADDY....HIK...." cegukan Ara semakin parah hingga Liora, Kayra,James dan Tristan datang tiba-tiba dengan wajah panik mereka.


"astaga Ara!! kakak kira kamu hilang!!" Liora memeluk tubuh Ara sembari bernafas lega.


"ya sudah mari kita pulang,Daddy sudah mengamuk karena mata-mata melapor kamu terpisah!! aduh Ara.....mati nih kak James diamuk nanti!!" desah James nelangsa.


"sudah....sudah ayo kita pulang" lerai Kayra cepat.


Ara berdiri mengikuti langkah para kakaknya sembari sesekali menoleh kebelakang berharap Dexter kembali dan memberi penjelasan.


"pria gila huhuhu.....Ara bibir nya ternoda" batin putri Rafendra itu menangis Bombay.


TBC.....