PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
passed away



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....🌹



⚜️ Happy Reading ⚜️


ibarat pusaran kegelapan


begitulah takdir membawa hidupku


terlihat nampak menyedihkan


inilah masa laluku


inilah takdir yang tertulis


dari sanalah aku terlahir


sinar sang Surya mengganti langit malam


bagaikan cahaya yang menghancurkan gelap


kini hari baru akan datang


meski tak merasakan masa kecil


takdir yang seakan terbakar oleh api


kini tersiram air dengan kelopak bunga berhias


............❇️............


Angin dingin membawa dedaunan jatuh berguguran melayang dihembuskan angin.



Wanita cantik dengan sweter berwarna pink itu menatap dalam diam setangkai bunga ditangannya,manik indahnya terpejam dengan rasa sesak yang entah datang bagaimana.


dibawah sebuah pohon ditanam belakang di sebuah rumah, tempat dimana bunga-bunga indah bermekaran dengan sempurna,tak mampu membuat hatinya sedikit tenang.fikiran wanita itu berkelana entah kemana,sekarang semua telah menjadi seperti ini,lalu apa? .


Deg........


Wanita cantik itu tersentak kala mendengar suara tawa seorang anak kecil tak jauh dari tempatnya berdiri,seorang gadis kecil tersenyum begitu lebar sembari menatap dirinya malu-malu dari balik sebuah pohon.


Gadis kecil yang sangat manis,ditangannya ada sebuah keranjang dengan banyak bunga Tulip disana.


" gadis kecil siapa namamu?" Liora mendekat dan bertanya dengan senyum lembut diwajahnya.Anak itu tersenyum lalu menggeleng ribut,berlari menjauh dengan meninggalkan keranjang bunga itu tepat disamping Liora yang tengah berjongkok.


Wush.........


Deg.......


Tubuh Liora membeku kala tubuh gadis kecil itu menembus tubuhnya.wanita berambut coklat itu berbalik dan melihat kemana gadis kecil itu berlari.


"mama........mama kenapa baru pulang,Naya rindu mama" gadis kecil itu memeluk seorang wanita muda yang terlihat sangat cantik dengan dress rumahan berwarna putih.


"oh....putri mama yang cantik merindukan ibunya ternyata" wanita itu berucap sembari mengecup gemas pipi chabby sang gadis kecil.


"papa pulang.....Naya kemari sayang,dimana putri kecil papa?!!' Seorang pria tampan masuk dan segera merentangkan kedua tangannya dengan sekotak coklat digenggamanya.


Brukhhhh.....


Liora terjatuh,nafasnya memburu dengan degupan jantung yang begitu sesak bertalu-talu.


manik Liora memerah,bibirnya bergetar dengan lelehan air mata yang telah jatuh pasrah.


"ma...mama....hiks.....papa....ini...ini Naya ma!!ini Naya!! putrimu hiks...." Liora bangkit dan berlari menuju keluarga kecil itu,berlari dan terus berlari hingga tubuhnya menubruk tubuh sang ibu gadis kecil itu.


wushhhh......


Brukhhhh.....


Liora terjatuh,tubuhnya menembus sosok yang sangat ia rindukan.


sang pria melihat Liora lembut.pria itu berjalan mendekat lalu menatap Liora penuh kasih.


"tetaplah hidup sayang,karna kami akan selalu memperhatikan dirimu dari atas sana.jangan menangis dan tersenyumlah putri kecilku yang cantik" pria itu berucap lembut.


wushhhh.....


"tidak...tidak...jangan .... jangan....tolong kembali...." Liora memekik pedih kala angin membawa perlahan tubuh sang pria disusul tubuh sang wanita,ayah dan ibunya.


Liora berjongkok memeluk lututnya sendiri,gadis kecil itu datang dan mengelus pucuk kepalanya.


"Liora,mama akan membawa papa pulang.jalani hidupmu dengan bahagia dan doakan saja kedua orang tuamu.dendam tak selamanya berakhir baik,terkadang ikhlas adalah jalan yang paling indah saat hatimu merelakan maka kau akan temui kedamaian" gadis kecil itu memberikan sebuket tulip merah muda pada Liora dan tersenyum lembut,Liora menatap dirinya yang berusia 5 tahun itu sendu.


"aku...aku benar-benar tidak tau.hatiku sakit sekali,bisakah aku melepaskan?" tanya Liora dengan nafas tercekat.


Gadis kecil itu mengangguk riang lalu mengecup pipi Liora sayang.


"bahagialah dan mereka juga akan bahagia,selamat tinggal Naya dan selamat datang Liora!!" Berlari,gadis kecil itu berlari dengan lambaian tangan riang sebelum hilang seperti butiran cahaya yang kini menghilang menyatu dengan angin.


........⚜️⚜️⚜️........


Arkansas menarik tubuh Liora yang entah mengapa menangis pilu didalam tidurnya,pria itu mengusap kedua pipi yang begitu penuh dengan air mata itu perlahan dengan ibu jarinya,bibir pria itu mengecup kedua mata sang istri sayang dan membelai wajah cantik itu penuh kasih.


"apa yang kau mimpikan sayang? begitu pedih-nya hingga kau menangis pilu bahkan meski terpejam? sayang andai aku bisa memindahkan semua rasa sakit hatimu padaku dan menghilangkan air mata itu,maka akan kulakukan dengan senang hati " gumam Arkansas samar,pria itu menarik selimut dan menyelimuti tubuh sang istri rapat menghalau udara dingin yang terasa.


dikeheningan malam,entah mengapa hati Arkansas merasakan firasat buruk.dan kini istrinya bahkan menangis didalam tidurnya,ada suatu hal buruk yang akan segera datang dan pria itu hanya bisa berharap semoga ini tidak berdampak buruk pada istrinya.


.........⚜️⚜️⚜️..........


William menatap Lukas dengan lembut.


Lukas merasa hatinya bergetar entah mengapa,entah bagaimana setelah kepulangan Liora wajah William nampak sangat cerah.baik,namun entah mengapa hatinya merasa tak enak.


"Lukas bisa papa minta tolong belikan pala kemeja baru dan parfum Lavender?" William bertanya sembari tersenyum tipis menatap wajah tampan putranya itu.


Lukas mengangguk meski banyak pertanyaan didalam otaknya,namun ia memilih diam.


akhirnya Lukas pergi dan segera mencari keinginan sang ayah.


setelah makan siang dan meminum obat William segera berbaring sembari menunggu Lukas kembali.


.........❇️.........


William duduk diatas ranjang ruang rawatnya dalam diam, keheningan malam membawa suasana tidak biasa yang begitu dingin.


pria paruh baya itu menatap iba pada sosok Lukas yang tertidur di sofa,putra yang sangat ia sayangi dan berkat Tuhan yang selalu menemaninya kala senang atau terpuruk sekalipun .


wushhhh.............


angin dingin berhembus dengan semerbak wangi bunga Lavender yang begitu harum.William menengadah menatap kearah pintu.


DEG................


jantungnya berdebar kencang kala menatap sosok cantik yang bahkan tidak berubah bahkan masih sama seperti


ketika terakhir pria itu melihatnya.


bayangan seorang wanita cantik dengan gaun putih bersinar datang menembus pintu dan tersenyum padanya.wajahnya begitu cantik dengan sinar lembut menghiasi seluruh tubuhnya.


"apa kau sudah siap suamiku,hatimu telah bersih dengan semua penebusan yang telah kau lakukan selama sisa waktu ini,aku datang untuk dirimu" suaranya begitu indah mengalun lembut bagai melody pengantar tidur bagi William,pria itu tersenyum dengan wajah damai.


"tidak ingin memelukku,aku sungguh merindukanmu.manusia semua memiliki dosa suamiku,dan semua dosamu telah kau bayar sejak lama.tidakah kau rindukan aku hm?" Wanita itu berdiri tepat disamping William,telapak tangan halusnya membelai wajah tampan yang telah menua itu lembut dan dengan kasih menghapus Cristal bening yang jatuh bebas itu.


William memejamkan mata meresapi sentuhan yang begitu ia rindukan.sesak dihatinya menguap sudah dengan bahagia yang entah sejak kapan datang.


"jika seperti ini,aku akan tenang ikut denganmu istriku" ucap William serak.


Alisya mengangguk dan tersenyum lembut,tubuhnya membungkuk lalu memeluk erat tubuh William.


"sudah cukup suamiku,saatnya kau beristirahat" ucap Alisya lembut.


Wanita dengan gaun putih melambai itu perlahan bangkit dan berjalan menjauh pergi dengan senyum manis yang membawa rasa hangat di hati William.pria itu bangkit dan menuju kamar mandi.


pria itu mencabut selang infus ditangannya tak perduli darah merembes keluar dari luka bekas jarum infus itu.


didalam kedinginan malam,William akhirnya masuk kedalam kamar mandi.


15 menit pria itu telah keluar dengan kemeja baru berwarna putih yang dibeli Lukas.pria itu menyisir rambutnya yang tersisa dengan rapi.berjalan kesamping ranjang dan membuka sebuah laci meraih sebuah kertas putih dan sebuah pena.


pria itu lalu berjalan lemah ke arah salah satu sofa dan mulai duduk dengan sebuah meja dihadapannya,jemarinya mulai bergetar saat kata demi kata mulai menghiasi kertas putih polos itu.memejamkan mata saat pasokan oksigen mulai terasa menipis.


setelah surat kedua telah selesai,William meringis kala merasakan rasa pusing yang menghantam kepalanya.


tes.......


cairan kental itu beraroma anyir itu mulai menetes jatuh.penglihatanya mulai kabur,bayangan istri serta putra dan putri kesayangan nya mulai berputar bak sebuah film di otaknya.


Dengan sisa tenaga yang ada,William bangkit dan berjalan lemah menuju sofa tempat putranya tertidur.


William menunduk perlahan dan mengecup kening Lukas sayang.


"maaf putraku,papa sudah tak kuat lagi.tabahlah Lukas papa menyayangi dirimu putraku,nafas hidupku" William bergumam sendu.


berbalik dan melangkah kembali menuju ranjang rawatnya.pria itu duduk sembari mengatur nafas yang mulai putus-putus,diraihnya botol parfum dengan wangi kesukaan mendiang sang istri Alisya.wangi Lavender itu kini memenuhi seluruh tubuhnya.


menatap sekali lagi pada Lukas yang masih tertidur lelap,William tersenyum getir lalu perlahan berbaring.kedua tanganya tertumpu diatas perutnya lalu perlahan mata itupun terpejam.


pagi hari menjelang ,Lukas mengeryit saat terbangun dan menatap ayahnya yang tertidur damai tak seperti biasanya yang selalu bangun lebih awal darinya,matanya membola kala melihat selang infus yang tak lagi terpasang.


Remaja itu lalu berjalan perlahan menuju sang ayah.


"papa...papa bangun pa,kenapa papa lepas infusnya sendiri? pa....papa" Lukas mulai merasa tak enak saat ayahnya tak menyahut atau terbangun juga.ia sudah mengguncang bahkan berbisik ditelinga ayahnya itu.


Deg.......


Lukas bagai dihantam sebuah batu besar kala memegang tangan sang ayah yang begitu dingin dan begitu ia angkat,tangan itu terjatuh lemas sendiri.


"pa....PAPA!!!! JANGAN ....JANGAN BERCANDA DENGAN LUKAS PA...PA BANGUN!! HIKS... DOKTER... SUSTER TOLONG....TOLONG PAPA SAYA!!" tangis Lukas pecah,ia berbalik dan keluar dengan teriakan panik dan kesedihan memanggil dokter dan suster untuk segera datang.


Andara dan beberapa suster berlari panik memasuki kamar rawat William,pria itu sepertinya telah mempersiapkan dirinya untuk meninggalkan dunia.Andara menghela nafas penuh iba,ia menatap Lukas dan menepuk pundak remaja itu sembari menggeleng prihatin.


"hubungi kakakmu Lukas,tiada lagi yang bisa kami lakukan.papamu sudah pergi" ucap Andara pelan.saat ia meletakkan stetoskop diatas dada William,jantung pria itu telah berhenti.


Dokter Andara lalu memerintahkan para suster segera menulis laporan kematian dan segera tubuh William dipindahkan ke brankar lain dan didorong keluar menuju kamar jenazah.


Nama : Alexander William


Waktu kematian : meninggal pada Hari Senin


pukul 03.00 malam waktu


Indonesia Barat.


Penyakit : Cancer St akhir.


Rumah Sakit Jaya Medika Sentral.


map biru itu tertutup setelah Dokter Andara memberi tanda tangan.


Lukas terjatuh lemas dengan tangis pecah yang menyayat hati.tangannya bergetar meraih ponsel disaku celananya.


Tut........


"halo" suara lembut dari sebrang membuat air mata Lukas kembali mengalir semakin deras.


"kak.....papa...papa sudah pulang"


tut.............


............❇️...........


Liora berlari dengan air mata mengalir deras membasahi wajah cantiknya.ia bahkan tak perduli saat beberapa kali hendak terjatuh akibat menabrak orang yang berlalu lalang,beruntung Arkansas sigap menjaga istrinya.benar,benar firasat buruknya semalam dan kini Arkansas benar-benar merasa ketakutan melihat bagaimana nanti istrinya menghadapi semua ini.


"hah....hah....hah..hiks....Luk... Lukas" berusaha mengatur nafas,Liora tersekat begitu melihat sosok adiknya itu duduk dengan pandangan kosong diatas dinginnya lantai rumah sakit tepat didepan kamar jenazah.


Lukas menoleh dan menatap pilu wajah kakak tirinya itu.


Liora masuk tergesa-gesa dan menatap sosok yang kini berbaring kaku diatas brangkar.


"papa..PAPA BANGUN PA!! PAPA MELARIKAN DIRI?!! PAPA PENGECUT!! BANGUN PA...BANGUN!! LIORA SUDAH MEMAAFKAN PAPA,LALU SEKARANG PAPA MAU PERGI BEGITU SAJA?!! PAPA KEJAM!!" Liora mengguncang tubuh William kalap.Arkansas menarik tubuh sang istri dan memeluknya erat.inilah yang ia takutkan.


"sudah!! hentikan sayang,jangan seperti ini.kasihan papamu biarkan dia beristirahat dengan tenang kamu begini akan menyakitinya!!" ucap Arkansas tegas dan lembut sekaligus.Liora menggeleng ribut dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh kekar suaminya.sungguh ini takdir Tuhan yang begitu kejam!.


"papa...papa akhirnya pulang kak, dia...dia sudah bertemu mama kakak.mama Alisya,mereka pasti bahagia.ia kan kak?" Lukas bertanya getir sembari mengigit bibir bawahnya menahan tangis.remaja itu masuk dan berucap lirih.


Liora mengangguk pilu lalu berjalan mendekat memeluk tubuh adiknya itu yang terlihat lebih hancur darinya.


"aku tak kuat kak,Lukas belum cukup kuat tanpa papa" gumam Lukas lirih,pelukan liora semakin erat dan mereka menangis bersama.


"kak......ada....ada sebuah surat untuk kakak dari papa" ucap Lukas pelan.


........❇️........


mari baca sekilas up besok.


 


dear my little princess Naya...


 


Naya putriku.


sayang terima kasih telah memaafkan ayahmu ini.papa bangga padamu nak,rasa bangga ini benar-benar lahir dari relung hati papa yang paling dalam.terima kasih telah hadir dan menjadi putri seorang laki-laki gagal seperti papa.Naya putri papa yang cantik,kamu wanita hebat nak,kamu adalah cerminan ibumu saat masih muda.


kamu sekarang telah tumbuh dewasa dan kau adalah harta terindah di hidup papa.


sehat selalu ya sayang,papa sayang kamu.jadilah istri yang baik dan selalu hormati suamimu.anggaplah ibu dan ayah mertuanya layaknya orangtua kandungmu sendiri.


papa bahagia kamu menikahi pria yang hebat seperti Arkansas.papa bahagia melihatmu dapat tersenyum lagi meski itu bukan karena papa.maaf karna telah menyakiti hatimu dulu,maaf atas semua derita yang telah papa sebabkan.


sekarang papa hanya bisa mendoakan mu selalu bahagia dan memiliki anak-anak yang dilimpahkan berkat oleh Yang kuasa.


Naya sayang.papa menyayangi mu dan terima kasih.


salam hangat teruntuk Naya putriku.


TBC......


El harap jangan jadi silent reader ya all.....