PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Saat takdir dan waktu berpacu



...Vote,Like dan Komentar ya ❣️...


maunya up besok,tapi berhubung komen-komen pada lucu dan menghibur,El up lagi nih....


jangan lupa jejak WOYYYYYY.....



...🌴...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🌴...


Derap langkah cepat dari tiga ekor serigala besar berlari memasuki jalur hutan perbatasan.


dibelakang ketiga serigala itu,beberapa mobil off road mengikuti dengan kecepatan tinggi.


Bloody, Devil dan wolfy!


tiga ekor serigala besar nan buas itu berlari dengan sorot mata predator mengerikan.


"fine your queen my wolf! fine my wife!" suara berat penuh nada perintah nan arogant terdengar dari sebuah speaker yang terdengar dari sebuah helikopter yang terbang rendah mengikuti gerak berburu dari tiga ekor serigala besar itu.


AUUUUUU.......


lolongan keras penuh amarah terdengar.


para pria tampan dengan kemeja hitam yang mengikuti dengan mobil-mobil off road dibelankang para serigala bergidik.


suara patahan ranting terdengar begitu para serigala itu berbelok memasuki hutan,tidak lagi melewati jalan raya rusak yang sebelumnya mereka lewati.


"



wolfy,serigala sebelumnya telah tewas akibat terlalu kerasnya Rayganta mengajak hewan itu 'bermain' kini wolfy tergantikan oleh seekor serigala hitam dengan manik kuning emas,yah nama serigala itu tetap sama.


wolfy memimpin tiga saudaranya menerobos hutan dengan gigi taring tajam terlihat dan mulut yang seakan siap menyergap.



Devil berlari dengan kalap sambil sesekali mendongak keatas dimana tuannya berada disebuah helikopter.


"RUN WOLF...RUN FASTER!!" raung Rion yang mengemudi dengan emosi.


Lucas disampingnya terdiam dengan sorot mata dingin,tunggu saja!.



Bloody mengeram,serigala itu melolong keras saat samar-samar aroma tubuh dari ratu Wiguna terasa.


Para pemburu itu bergerak menghancurkan seluruh benda dan makhluk apa saja yang menghalangi jalan mereka.


kalap,haus darah dan pembantaian akan mereka lakukan!


dalam waktu dekat!.....


........🌴........


Mobil Sedan itu berhenti,Liora keluar menatap sebuah gerbang yang sudah cukup berkarat dengan sulur-sulur tanaman tak terawat.


"masuklah kak,kita harus segera masuk! kita sudah terlambat 20 menit dari waktu, lili.....tolong bertahan untuk mama" Dysabel segera menarik kasar tangan Liora.


Liora diam memicing menyusun siasat.


tidak bisa!....


dirinya tak bisa diam saja jika hidup mereka taruhannya disini!....


lili dan Dirinya harus keluar.


Liora menekan sebuah Cristal kecil di lengannya.


gelang pengacau jaringan.


takhhhhhh....


cctv mati.


Liora terkekeh pelan,musuh tak akan tau apa yang ia lakukan sebelum mereka bertemu langsung.


sementara itu.....


ruang pengawas di vila tua itu kacau,seluruh cctv mereka mati dan Stefani yang tengah duduk dengan tubuh setengah naked di atas pangkuan Ben mengerang emosi.


bangkit dan merapikan kembali pakaiannya,Stefani bergegas menuju ruang tamu.


"siapkan tumbal itu! begitu mereka masuk,maka tak akan ada lagi kesempatan keluar dari sini!" perintah Stefani pada maid yang bertugas mengurus bayi Lucas.


"siapa yang menyuruhmu berpaling dan memilih jal*ng itu ,Lucas?!" batin Stefani menyerigai .


kini ruang tamu sudah dipenuhi para penjaga dengan wajah sangar dan tubuh besar berbalut kemeja hitam.


masing-masing membawa pistol.


Stefani duduk angkuh disamping sosok Ben dan wanita itu menyandarkan tubuhnya pada sosok Ben sambil menunggu pintu ruang tamu terbuka.


Brakhhhhh....


"Stefani! kembalikan lili,aku sudah lakukan keinginanmu!" Dysabel mendobrak pintu dengan kasar dan langsung menunjuk wajah sombong Stefani dengan emosi.


"hehehe..sopanlah pada kakak iparmu ini dysa,lagipula kapan aku bilang akan kembalikan ulat kecil ini?" Stefani tertawa sarkas penuh hinaan.


"ka-!"


Liora maju dan berdiri didepan tubuh Dysabel menahan pergerakan wanita itu .


senyum manisnya terbit,senyum tangguh yang tak takut pada apapun yang akan terjadi.hatinya telah bertekad dan Tuhan tahu,dirinya sudah bukanlah sosok Naya! gadis lemah yang dulu akan menagis diam kala perlakuan kasar Monika dan stefani pada dirinya.


"kau........" tunjuk Liora pada laki-laki yang sedari tadi diam dan terus menatap dirinya dalam.


laki-laki yang menjadi sandaran tubuh Stefani.


"why baby?" Smirk nakal pria itu membalas tunjukan Liora pada wajahnya.


"perlu ku congkel matamu agar tidak menatapku ?! hanya suamiku yang memiliki hak untuk itu! kau dan jal*ngmu sungguh sampah!" Ucap Liora dengan senyum jenaka namun dengan nada penuh hinaan.


"BANG*AT!! PEREMPUAN SIALAN!" amuk Ben mendengar kata-kata pedas nan tajam penuh hinaan dari sosok istri dari pria yang begitu ia benci.


seorang penjaga maju dan bersiap menampar pipi mulus Liora perintah dari Stefani dengan lirikan mata.


namun......


krakhhhhhh...


"ARKHHHH!!!!!" pria itu menjerit keras begitu sebuah jarum menancap pada lengannya dan sebuah pelintiran keras menyebabkan tulangnya bergeser paksa!.


"don't touch me,ashole!" tekan Liora menatap wajah geram Stefani dengan sinis.


Stefani telah berdiri geram dan.


"bawa bayi itu kemari!!" raung Stefani muak


"Dysabel! kau ingat dia itu pembunuh! aku akan kembalikan bayi ini jika kau menurutiku! sekarang kemari dan tinggalkan wanita sialan itu!" sentak stefani yang melihat tubuh bergetar Dysabel akibat melihat aksi Liora pada pria berbadan besar penjaga Stefani tadi.


Liora melirik melalui ekor matanya.bayi kecil itu masuk dan terlihat aneh?.


"berhenti dysa! kuperingatkan!" Liora mulai merasakan perasaan tak enak saat melihat bayi kecil itu tidak bergerak.


Dysabel berbalik,istri dari Lucas itu telah berdiri disamping stefani dan menatap sosok Liora sinis.


"kau fikir kenapa aku membawamu kemari? kau itu......harusnya mati! mati Nyonya muda Wiguna,hahaha....kakak ipar Stefani hanya merawat bayiku disini,kau harusnya malu terhadap suamiku! kau membunuh orang tuamu sendiri tanpa kau sadari ! kau wanita keji yang bertopeng polos baik hati! kenapa aku harus mengikuti perkataanmu? aku itu sengaja membawamu kemari! aku bosan melihat betapa baiknya semua orang pada wanita keji seperti dirimu,aku sudah muak!! sekarang dengan menyerahkanmu,aku dan lili bisa pulang dan hidup bahagia setelah menyingkirkan putri kecilmu,dan yah! akan kubuat lili jadi satu-satunya anak perempuan di dalam keluarga besar Wiguna! hahaha...oh aku tak sabar melihatmu pergi dengan bahagia,kakak ipar ku sayang...." Dysabel tertawa sinis,Liora diam tenang dan tak terkejut!.


sudah sejak perdebatan sengit diwaktu yang lalu Liora sadar, Dysabel bukanlah wanita yang sederhana! dia, ambisius!.


Liora terkekeh samar,istri cantik dari Arkansas itu menatap Stefani dingin.


mengabaikan Dysabel dengan kata-kata kosongnya,Liora tak perduli.


"kau tidak berubah Stefani? berapa banyak wajah yang kau miliki? nyawamu sisa berapa lagi HM?" tanya Liora santai.


meski begitu banyak penjaga yang mengelilingi dirinya dengan senjata api namun Liora tetap tenang.


mental istri dari seorang leader mafia bukanlah hal sepele!.


"tau apa kau sialan! kau itu perempuan ja*ang perebut kebahagianku! semua kebahagiaanku! jika bukan karena dirimu yang seenak hati mengakuisisi Alexander grup,aku pasti sudah menikahi Steven dan jadi nyonya Aluwer Rush!! kau bedebah Naya! kau pembawa sial!!" nafas Stefani memburu.


jika bukan karena Liora kembali dulu,dirinya sudah pasti akan terus menjadi kesayangan Steven dan ayahnya! dan saat wanita itu datang,ia membuat semua perhatian teralihkan dan dirinya ditinggalkan.


Steven berpaling......


William tak lagi mendengarkan ibunya, monika.dan Lucas! adiknya tetap akan jadi boneka penurut yang bagus.


hidupnya hancur dan Stefani menjadikan Liora-lah sebagai sumber malapetaka dirinya dan sang ibu, Monika.


hahahaha


Ben bahkan terhanyut akan suara bagai Alunan sebuah harpa ditengah-tengah suasana yang memanas.


"kau itu bodoh atau buta Stefani? kau itulah sumber malapetaka dirimu sendiri,lalu mengapa kau salahkan diriku? oh ayolah...otakmu tidak pindah di rudal para laki-laki bukan?" Liora terkekeh santai menghadapi wajah bengis Stefani.


"BEDEBAH!! KALIAN SERET WANITA ITU BERSUJUD PADAKU!!" raung Stefani menatap nyalang wajah datar Liora.


"SEMUA DENGAR APA KATA WANITAKU, SERET ISTRI DARI ARKANSAS ITU BERSUJUD!" titah Ben licik,yah.biarkan wanita cantik itu bersujud dan memohon agar ia bisa memberinya pilihan untuk naik keranjangnya atau mati ditangan stefani.


hingga....


Sringgggggg...


jleb.....


BRAKHHHHHH.....


tubuh-tubuh besar para penjaganya berjatuhan bahkan sebelum sempat menyentuh makhluk cantik itu.


Liora menarik sebuah short gun kecil pelontar jarum hasil rancangan tangan Ryu untuk dibawa para istri demi menghadapi bahaya.


pistol kecil yang mampu melempar 50 jarum kecil secara beruntun.


" kau fikir aku akan diam atas tingkahmu dan membiarkan diriku jadi bahan tertawaan kalian?! hahaha..ayolah aku adalah istri dari seorang CEO dan leader Blood Eagle,kau fikir aku akan jadi wanita lemah tak berdaya dan hanya tau bertingkah manja dengan meng*ngkang pada pria saja,like you...maybe?" sindir Liora tajam nan telak!.


"NAYA!!!"


"AKAN KUBUNUH KAU!" Stefani berlari dengan sebuah pedang cukup panjang yang ia tarik dari bawah meja.


Tringghhhhh.......


belati kecil yang disimpan Liora sebelumnya keluar dan menahan laju pedang kalap Stefani.


"wah...bergelut dengan begitu banyak pria menjadikanmu layaknya wanita monster,stefani kau sangat mengagumkan!" Liora terkekeh.


tenaga mereka tak seimbang.


Liora yang semasa tinggal di Amerika bersama sang kakak Mathew tentu saja sudah diasah dalam bela diri,belum lagi selama menikah tak jarang dirinya akan sparing partner dengan sang suami.


Liora tentu saja lebih unggul dalam tenaga bertahan dari Stefani yang hanya bisa memuaskan lelaki dan mengayunkan senjata hanya karena reflek sesaat.


Brughhhhh...


ARKHHHH.....


tubuh Stefani terbentur menghantam sisi meja.


pedang itu terhempas jauh.


Ben menyerigai,nafsunya semakin meningkat melihat wanita kasar nan dingin yang terlihat lebih se*si saat memegang senjata.


Arkansas dan istrinya yang cantik!.


wanita itu harus menjadi miliknya,Ben duduk menonton sembari mengkode bawahanmu agar diam dan menunggu,permainan ini lebih menyenangkan dari yang ia kira.


"Dysabel, kuperingatkan menjauh dari wanita itu!" tekan Liora menatap wajah geram Dysabel yang tengah membantu stefani berdiri.


Liora tak bisa lagi mengulur waktu!


dirinya tau pasti kini pasti suaminya sudah mengetahui ketidakberesan yang terjadi.


tinggal menunggu sedikit lagi.


BRUKHHHH.....


manik Liora membola kala stefani mendorong Dysabel hingga membentur sisi kursi sofa hingga kening wanita itu mengeluarkan darah .


"Ken...kenapa kau mendorongku kakak ipar?" Dysabel tergugup.


Stefani tak bergeming,wanita itu bangkit dan berjalan perlahan sembari menyentuh bahunya yang cukup sakit terhantam sisi meja.


Grephhh....


"TIDAK! TOLONG LEMBUT SEDIKIT PADA BAYIKU HIKS...JANGAN KASARI DIA! AKU SUDAH LAKUKAN PERINTAHMU DAN MENGAPA KAU BEGITU KASAR?" Dysabel meraung kala tubuh putrinya di ambil paksa dari seorang maid oleh stefani.


"KAU...SALAHKAN DIA JIKA PUTRIMU MATI DISINI!" Stefani sudah terbakar emosi.wanita itu sudah menggenggam kembali pedang yang tadi terlempar oleh Liora.


matanya gelap dan sudah tak ada lagi sisi manusia dari sorot itu.


WUSHHHH....


"TIDAK...LILI!!!!!"


jerit Dysabel ngeri kala tubuh kecil itu dilempar kearahnya dengan pedang yang diarahkan langsung oleh stefani pada mereka.


Jleb.......



delapan buah mobil off-road menerobos masuk kedalam sebuah vila dengan keras.


para serigala melolong keras penuh amarah dan sebuah helikopter turun tepat tak jauh dari pintu masuk vila.


puluhan penjaga dengan panik berlari menghampiri jejeran mobil dengan logo seekor elang yang melebarkan sayapnya dengan gagah.


DOR...............


satu tembakan menjadi pembuka kala peluru itu melesat dari sosok yang berjalan murka keluar dari sebuah helikopter dengan tiga ekor serigala besar mengawal.


" destroy them all.....tear them apart!!" seru Raygan saat sang ayah sudah berlari masuk kearah vila.


para inti maju serentak tak membuang waktu.


James dan Tristan berlari kearah timur kala para penjaga datang semakin banyak.


"Tan.........!" Jemas memanggil kala mereka sudah berlari memisahkan diri dari para inti lainnya.


Tristan menyerigai.


tidak ada lagi wajah baby face baik hati,yang ada hanya iblis bermuka malaikat maut.


"ledakkan mereka!" James dan Tristan melirik dengan senyum bengis mengeluarkan masing-masing empat buah granat.


Bommmmmm.......


terlempar dengan tawa iblis keduanya.


Ryu dan Axel saling mengangguk,Axel mengeluarkan sebuah kotak biola.


namun.....



jejeran senjata api terlihat begitu kotak itu terbuka.


"well...Laras panjang akan terlihat bagus!" Axel terkekeh dan dengan cepat merakit senjatanya kala Ryu sudah mulai bergerak menebas setiap kepala yang mendekat.


Srakhhhhhh....


crezzhhhhhh....


duakhhhhh...


pria berdarah Jepang itu terlihat sangat brutal.



peluru yang ditembakkan terpental oleh ayunan katana yang bergerak cepat.


rompi anti peluru membuat setiap tembakan musuh tak berguna.


" dasar Yama!" kekeh Axel kala wajah Ryu terlihat santai namun manik tajamnya begitu kalap menebas.


Gabril dan Rion sudah saling memunggungi,kedua dokter itu harus membuka jalan demi segera mengikuti langkah sang tiran yang kini terlihat benar-benar marah.


Rayganta bersama tiga ekor serigala besar tak berhenti mencabik!.


sarung tangan karet dengan besi baja tajam yang dipakai bocah itu mencabik tubuh yang dilemparkan oleh entah wolfy,devil atau demon kearahnya.


Crashhhh.....


Crakhhhh.....


Sebuah kepala terpisah dari tubuhnya.


Raygan dengan kejam menarik paksa dimana leher pria malang itu sudah hampir lepas oleh gigitan brutal demon!.


para inti yang melirik kebrutalan anak itu hanya meringis ngeri sendiri.


khusunya Lucas!.


Pria yang tertinggal jauh dari gerakkan Arkansas itu bahkan sampai lemas dan hampir jatuh kala melihat kepala itu benar-benar lepas oleh Rayganta!.


habis.....


darah berceceran dengan tubuh-tubuh yang terpisah dan tak berbentuk lagi.


tumbang dan habis.....


dengan tubuh penuh darah,para inti berlari masuk mengikuti langkah sang pemimpin.



Jleb........


Prankkkkkk......


"BEDEBAH! MATI KAU.......!!!"


...TBC...


well...well...well...


silent rider pelit!......maaf ya El slow update....


no like no update😋