PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
girl with blood



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...⭐



🌹 Happy Reading 🌹


Alex merasa geram saat Amber justru hanya berdiri diam sembari menatapnya kaget,pria itu melangkah dan langsung menarik tubuh Amber lembut.


"seorang gadis tidak pantas jadi pembunuh!! sekarang ikut aku!" ucap Axel tegas,manik tajam pria itu mampu membuat protesan yang sudah berada diujung lidah Amber kembali ditelannya,gadis itu seketika merinding melihat sosok lain Axel.


Akhirnya mereka pergi meninggalkan Rion dan Kayra.


Kayra berbalik dan memilih mengacuhkan Rion,gadis itu kembali meraih jarum dan benang yang terbuat dari kawat tipis.


"ARKHHHH.....emmmp........" wanita itu hanya bisa menjerit tertahan saat Kayra mulai menjahit mulutnya dengan jarum dan benang kawat itu ,pergerakan Kayra begitu perlahan begitu menikmati setiap ekspresi kesakitan korbanya.


Rion geram,pria itu menarik tubuh Kayra bangkit dari tempatnya.


Plak..........


"sudah cukup!! kau seorang gadis Kayra!! dan jangan membunuh lagi,biarkan aku.biarkan aku yang melakukan nya untukmu,apa tidak bisa?!!" murka Rion,meski hatinya menjerit setelah menampar pipi Kayra,tapi Rion harus bisa membuat Kayra berhenti.


Kayra terdiam.tak lama gadis itu tertawa miris menatap Rion dengan manik menajam.


"hahahaha....jangan bercanda!! kau siapa berani memerintahku?!! jangan campuri urusanku!!" amuk Kayra emosi,gadis itu sakit.hatinya tertohok saat Rion menampar wajahnya.


apa yang dilakukan Rion kembali membuat Kayra mengingat saat wajah kakaknya ditampar didepan matanya,wajah penuh lebam dengan tubuh penuh kissmark dan biru-biru akibat keganasan para pria itu menggagahi tubuh kakaknya.Kayra menangis dan kembali menatap benci pada Rion,Kayra tak bisa mendapat kekerasan dalam bentuk apapun.


Rion melepas cengkraman tangannya pada bahu Kayra,pria itu kini terlihat dingin saat raut wajahnya berubah tanpa emosi.berjalan menuju wanita yang tampak hampir tewas,mengambil sebuah jerigen dan mulai menumpahkan bensin dan melempar sebuah pematik,tak lama api mulai membesar saat Rion berbalik dan tanpa bicara menarik tubuh Kayra keluar dari ruangan itu.


saat mereka telah sampai diluar,Kayra dengan penuh kemarahan menepis tangan besar Rion yang tengah mencengkram lengan nya.


"apa-apaan kau hah?!! berhenti ikut campur!!" pekik Kayra emosi,gadis itu menatap wajah dingin Rion dengan manik sudah memanas dan berkaca-kaca.


Greph...........


deg......deg.....deg...


"sudah cukup kay,berhentilah sayang.aku tau semua ini begitu melukai hatimu,tapi tidak bisakah kau percaya padaku sekali saja?" lirih Rion saat tubuhnya memeluk erat tubuh berlumur darah Kayra,tak perduli darah itu akan mengotori seluruh pakaiannya.


jantung Kayra berdebar kencang,hatinya berdesir hangat saat Rion berkata begitu lembut padanya.Kayra menangis ,menangis dalam hati.


"ke...kenapa kau selalu i...ikut campur?" Kayra berusaha sekuat tenaga mencegah air mata yang sudah menumpuk dan dalam sekali berkedip gadis itu pastikan cairan bening tak tau malu itu akan jatuh dengan derasnya.


"ikutlah bersamaku,akan kuberikan seluruh dunia padamu.peganglah nyawaku dan kau bisa buktikan itu" ucap Rion penuh teka-teki.


setelah berucap,sebuah mobil sedan hitam datang dengan James yang terlihat keluar dengan senyum lebarnya.


"bos everything ready" ucap James tersenyum penuh arti.


Kayra tak langsung percaya,rasa marah dan trauma gadis itu masih menguasai hatinya.


" tolong percaya padaku sekali saja" ucap Rion dengan wajah serius.


cup.......


Pria itu mengecup kening Kayra lembut dan berlalu memasuki mobil sportnya meninggalkan Kayra yang terdiam mematung.


"Miss Kayra mari" ucap James gemas melihat wajah linglung gadis itu.Kayra mengangguk pelan dan segera memasuki mobil menuju kondominium Amber.


"aku tidak tau Rion,aku tidak bisa " batin Kayra menatap mobil Rion yang telah menjauh.


🖤🖤🖤


Prank.......


Dor.........Dor......


ARRKKHHH........


pria berusia 30 tahun itu mengamuk dengan menembak semua barang yang berada di depan matanya.mata gelapnya menajam dengan deru nafas memburu,menatap kearah kotak kayu berisi dua buah kepala sepasang pria dan wanita.


Fladimir Dargan,kepala mafia asal Rusia ini mengamuk saat anak buahnya membawa masuk sebuah kotak kayu lengkap dengan sebuah pesan menantang yang tertuju padanya.


'kau suka hadiahku tuan Fladimir? hahahaha...terima kasih padamu,para kesayangan ku makan dengan kenyang.lain kali bukan anak buahmu,tapi kau yang akan menjadi santapan para predator kesayangan ku.mau coba?'


pesan sang Hades membuat darah pria rusia itu mendidih.


"KURANG AJAR KAU ARKANSAS!!! SUATU HARI AKAN KUTUMBANGKAN KEKUASAANMU, TUNGGU SAJA!! JUGOOOO....BAWA KEPALA KEDUA SAMPAH INI DAN BAKAR!!" pekik Fladimir murka,ruang markasnya terlihat kacau dengan pecahan barang dan tembok-tembok yang berlubang terkena peluru kalap pria itu.


"cepat kirim pesan pada master dan Algar, perdana Mentri bodoh itu harus berhati-hati" ucap Fladimir geram,jugo mengangguk dan berbalik cepat menghubungi rekan mereka di London.


🖤🖤🖤


suara rintik hujan disertai jeritan kesakitan dan teriakan murka seorang pria bercampur dengan suara petir yang mengelegar dimalam yang begitu dingin mencekam.


"ARKHHH....AMPUN...TOLONG HENTIKAN MEREKA ALGAR!!!" jerit istri Algar saat kulitnya mulai tersayat oleh gerakan perlahan dari Ryu.


seorang pria tampan lengkap dengan kemeja putih dibalut setelan rompi anti peluru terduduk angkuh menatap bengis korban malang yang berhasil dibawa oleh anggota elitnya.


"KAU MAFIA BE*EBAH!! BERANINYA KAU MENYEKAP KELUARGA SEORANG PERDANA MENTRI!!" pria berbadan tambun itu menatap nyalang pada sosok Arkansas yang kini duduk angkuh diatas kursi tamu Kediaman mewah perdana Mentri Inggris itu.


"LEPASKAN ISTRI DAN PUTRIKU!!" amuk Algar murka.


Ryu terkekeh mendengar amukan pria tua tidak tau diri itu,sedang Axel yang baru saja tiba langsung sigap mengeluarkan segala peralatan canggihnya.


"sudah kau amankan cctv komplek ini?" tanya Rion begitu tiba dan kini duduk sembari menyerahkan sebuah map kepada Arkansas.


"tentu saja,kau tidak lupakan siapa aku?" sombong Axel sembari mulai sibuk dengan laptop dan segala jenis gadget canggihnya.


"ck...ck....ck....Algar....Algar betapa bodoh dirimu itu,lihat karna dirimu istri dan putrinya jadi korban" ucap Tristan dramatis.


Algar menatap istrinya miris,wanita itu tengah disiksa habis oleh Ryu .pria tampan berdarah Jepang itu bahkan tidak menampilkan rasa iba sedikitpun.


"istrimu ini wanita gila sosial,lihat bagaimana dia menghabiskan uang dengan belanja dan jalan-jalan bersama teman-teman sosialitanya bahkan putrimu pun tak jauh beda" ucap Tristan santai.pria manis itu duduk menatap iba wanita cantik berambut pirang itu dramatis.putri dari Algar begitu antusias saat Arkansas datang ke kediaman mereka tanpa tau maksud jahat sang bos.


"Rion,pria itu yang telah menjebak gadismu.apa kau mau mengantikanku?" tawar Ryu yang kini telah berdiri mengelap noda darah pada telapak tangannya.


Jleb.....


Srethhh....


ARKHHHH.......


Algar berteriak nyaring saat belati berujung runcing nan tajam itu menikam paha kirinya,bukan itu saja.Rion bahkan menarik belati itu dengan tusukan dalam dan panjang,darah segar mengalir deras membasahi lantai keramik itu saat tubuh Algar jatuh tumbang.


Rion menyeringai,pria itu kemudian mengambil katana baru milik Ryu tanpa permisi.


"hei.....itu baru saja tiba dari Jepang oleh Aniki ku" protes Ryu tidak terima.Katana panjang dengan gagang terbuat dari besi kualitas terbaik dengan warna silver itu begitu cantik mematikan.


Zrashhhhhhh.......


"ARKHHHH......BAJIN*AN.... TANGANKU!!!" jerit Algar saat katana itu melayang menabas tangan kirinya hingga putus.


Arkansas tertawa bengis menatap puas saudara kembarnya itu,Ryu menggeleng antusias diseratai tepukan heboh Tristan.Axel sibuk merekam sembari memastikan tidak ada tamu yang tak diundang datang.


"PA...PAPA........" Fransiska,putri tunggal Algar menjerit melihat nasib ayahnya sementara sang ibu sudah menatap kosong bagai raga tanpa nyawa.


"oh...tenanglah sayang,kau akan menyusul papamu nanti" ucap Tristan jenaka.


"iblis.....MONSTER..... PERGI DARI RUMAHKU!!" jerit Fransiska ketakutan.


Arkansas menatap Tristan tajam,dan pria itu mengangguk paham.sang bos mulai terganggu.


Tristan berjalan mendekat dan.....


Bugh......Duakh......uhuk.......


pria manis itu menendang perut Fransiska hingga wanita angkuh itu terhempas menghantam dinding.darah segar keluar begitu ia terbatuk.


"kau ribut sekali,telinga kami sakit tahu!!" ucap Tristan sarkas.


Rion tak memperhatikan lagi apa yang dilakukan teman-temannya.pria itu membawa tubuh Algar dan mulai memainkan ujung katana itu diatas kulit yang telah berlumur darah.


Zrash.............


"1" hitung Arkansas saat Rion menebas kaki kiri Algar setelah tangan kiri Algar Sebelum nya.


"ARKHHH....IBLISH....SEMOGA TUHAN MENGHUKUM KALIAN!!" jerit Algar sebelum katana itu menebas kepalanya.


hening.......


Duk....Duk....Duk....


"AAAAAAAA"Fransiska dan Dona istri Algar menjerit histeris melihat pembantaian sadis pada Algar.


kepala pria itu terlepas jatuh menggelinding dibawah kaki Arkansas.darah telah tergenang membanjiri lantai dingin yang kini berubah merah pekat dengan aroma anyir menusuk hidung.


"hahahaha....lucu sekali! sebelum kau memperingatkan kami,persiapkan saja Roh mu menemui Tuhan" gelak Arkansas bengis.


"apa hiks....salah kami hiks....mengapa kau membunuh papaku Tuan muda Arkansas?" Isak Fransiska miris,wanita itu menatap wajah Tampan Arkansas sayu.ia tak mau munafik,jauh didalam lubuk hatinya begitu mendamba pada para pangeran Wiguna.namun apa ini? mereka datang untuk membantai seluruh keluarganya.


"papa tol*l mu itu berani menyakiti calon ratu kami!! dan kau akan membayar bersama kedua orang tua mu itu!!" jawab Rion tajam.


Drttt............


suara ponsel Algar terdengar dari saku pria yang sudah tewas itu.


Jugo Caling........


Arkansas menyeringai dan mengangkat panggilan itu tanpa membuka suara.


"hallo Mr Algar,ini aku jugo.ketua Flad meminta anda segera berkemas dan terbang ke Rusia.untuk sementara tinggalkan London,Pria tiran itu telah mengetahi semuanya" suara panik disebrang sana membuat seringai Arkansas semakin menjadi.


"kau ingin berbicara pada tubuh yang sudah tak bernyawa ? hahaha....bagus....katakan pada ketuamu,tunggu giliran kalian"


tubuh Jugo menegang kala mendengar suara berat penuh intimidasi itu menyapa gendang telinganya.ponselnya langsung jatuh bersamaan dengan sambungan yang terputus.


tutt.........


"siapa?" tanya Rion saat seringai Arkansas membuat bulu kuduk mereka semua berdiri.


"the next target" balas Arkansas dingin.


Rion mengangkat bahu acuh,tak lama mendekati dona.


"jangan....kumohon jangan bunuh ibuku" pinta Fransiska memelas.Rion terkekeh tak perduli.


Zrash............


sekali tebas,tubuh Dona terbelah menjadi dua.Fransiska menjerit meraung tak sadar Ryu yang kini berada tepat dibelangkang nya.


Srethhh......


Srethhh......


Srethhh......


Sretthh.......


ARKHHH........


jleb........


Ryu menyayat dan mengukir tubuh indah yang telah penuh luka itu dengan sebuah tulisan Dead ,begitu torehan itu tercetak sempurna pada kulit perut wanita itu.Ryu dengan sadis menikam jantungnya hingga deru nafas itu tak terdengar lagi.


"kembali,dan bakar tempat ini!!" titah Arkansas yang sudah berdiri tepat didepan pintu keluar,melirik sekilas lalu menyergai puas.


malam dengan hujan lebat itu menjadi saksi pembantaian berdarah seluruh penghuni kediaman perdana Mentri Algar.bahkan hujan lebat itu butuh waktu yang lama memadamkan api besar yang melahap habis kediaman sang politikus kenamaan Inggris.


TBC......