PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
cinta dan ego



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...🌹


...🦂 H A P P Y R E A D I N G 🦂...


disebuah kamar apartemen dengan nuansa coklat kayu yang terlihat kalem,seorang pria tengah sibuk mengepak seluruh barang-barangnya kedalam dua buah koper besar berwarna hitam.sebuah laptop dengan segala perangkat pendukungnya telah ia masukkan kedalam sebuah tas yang berbeda.


Disudut ruangan yang lain,duduk Tiga orang wanita cantik dengan wajah sendu dan disisi lain duduk orang pria tampan yang memiliki ekspresi wajah yang terlihat rumit.entah? semua tersembunyi apik didalam kesunyian yang terasa suram.


Liora terduduk diam dengan manik sendu yang terlihat jelas sangat memerah, disamping wanita cantik itu duduk Amber yang tengah menunduk dengan beberapa tetes air mata yang jatuh tepat diatas punggung tanganya yang mengepal diatas paha.Disisi kiri Liora duduk Kayra yang nampak menatap kosong pada pintu kamar yang terlihat terbuka lebar memperlihatkan aktivitas seperti pria dengan jaket kulitnya tengah sibuk hilir mudik mengemas barang.


"honey......" Rion memanggil Lirih sosok istrinya yang terlihat melamun kosong.


tidak seperti Liora ataupun Amber,Kayra terlihat tegar namun sorot matanya terlihat dingin dan hampa.


"dia....dia akan pergi Rion,dia benar-benar akan pergi " gumam Kayra Lirih tanpa menatap wajah sendu Rion.


"apa kami berbuat salah hingga dia pergi mendadak seperti ini? apa kami berbuat salah ? sebenarnya apa yang telah terjadi?!" Liora bertanya Lirih entah pada siapa.semua bungkam,namun Axel yang duduk di sofa pojok terlihat menunduk menyimpan sesuatu.yah, sepertinya pria itu tahu penyebabnya namun tak bisa membuka mulut untuk sekedar berkata.


"baj*ngan itu!!" Isak Amber sembari memaki lirih pada sosok yang kini keluar dari kamar dengan mengerer dua buah koper dikedua sisi tanganya.dan sebuah tas laptop di pundaknya.


"duduk!!!" titah Kayra saat Nixon tiba dan menatap mereka dengan senyum hangat yang justru terlihat menyakitkan.


Liora dan Amber mengalihkan pandangan saat suara dingin Kayra terdengar.sosok Nixon duduk dengan senyum lembut menatap ketiga sahabat cantiknya itu.


"kenapa kau pergi seperti ini Nix?!! kenapa tiba-tiba tanpa ada kejelasan..apa kami tidak berarti lagi bagimu? apa kami tidak bisa terlihat dimatamu?!! KENAPA KAU SEPERTI INI NIXON ALGARIAN?!!" amuk Liora frustasi.ia menangis,dan Arkansas dengan nanar memeluk tubuh rapuh istrinya yang tengah menatap Nixon benci.


Nixon diam,mulutnya seakan terkunci rapat melihat kesedihan wanita sahabat sekaligus adik kecilnya.yah,Nixon berusia 24 tahun berbeda dua tahun dari Liora dan satu tahun dari Kayra maupun Amber.


"kenapa Nix? kenapa kau seperti ini? harusnya kau memberi tahu kami jauh-jauh hari jika akan kembali!" lirih Amber dengan isakan lirih yang terdengar menyakitkan.Axel menepuk punggung istrinya perlahan dan ia sendiri tak tau harus berbuat apa.


"kau mau mati Nix?!!" Kayra bertanya dingin dan menatap Nixon dengan sorot mata penuh kesedihan.


"sebenarnya ada-apa Nixon? mengapa kau pergi tiba-tiba seperti ini...ada masalah apa sebenarnya?!!" tanya Rion dipenuhi kebingungan diwajahnya.


Nixon.Pria itu menghela nafas berat dan mulai menyenderkan punggungnya pada sandaran sofa,menatap langit-langit apartemennya dan mulai menutup mata sejenak.


"kalian tau?.......aku bahagia melihat kalian para sahabat yang kujaga dari sejak lama akhirnya menemukan pria lain yang bisa mengambil alih tugasku menjaga kalian!" gumam Nixon tanpa mengalihkan pandangannya dari atap apartemen.ia perlahan bangkit dan duduk tegak menatap ketiga sahabat wanitanya bergantian.


"Kayra....Amber....Liora....kalian adalah harta berharga yang kutemukan tanpa sengaja,aku telah menjaga kalian sepenuh hati dan kini tugasku telah usai saat pria lain datang dan kini sudah mengganti tempatku.Liora...kau sudah kuanggap seperti adik perempuanku,jadi saat kau bertemu dengan tuan muda Wiguna.aku bahagia karena aku dapat melihat cinta yang besar untukmu dimasa depan darinya!" ucap Nixon lembut sembari menatap Arkansas dan Liora penuh arti.


"Amber......kau adalah sahabat sekaligus seperti kakak perempuan untukku meski usiaku lebih tua setahun darimu,aku bahagia kau menikah dengan pria baik dan sabar seperti Axel.hiduplah bahagia amber dan jangan lagi berurusan dengan senjata api,kau seorang wanita dan hiduplah dengan anggun layaknya wanita yang lembut tanpa kekerasan lagi,amber bersikap baiklah pada Axel,aku bahagia jika melihat rumah tangga kalian bahagia" ucap Nixon sembari menutup mata erat menahan rasa panas yang terasa dimatanya.ia tak ingin menangisi keputusannya.


kini Ia beralih menatap Kayra yang menatapnya kosong,yah.dari kedua sahabatnya.Kayra adalah yang pertama mengenalnya dan Nixon tau mungkin kini kayralah yang paling hancur.


"jangan bicara padaku!!" ucap Kayra bengis begitu Nixon ingin membuka mulut.pria dengan kaca mata bening itu tersenyum samar lalu menarik nafas dalam-dalam.


"Kayra...maafkan aku,sungguh aku harus segera kembali tidak bisa ditunda lagi.sebenarnya sudah lama aku ingin kembali ke Amerika bekerja kembali sebagai ketua IT GLJ,namun aku memilih menunda sampai aku Benar-benar memastikan para sahabat sekaligus saudariku ini benar-benar bahagia setelah kutinggalkan.kayra....diantara semua Kaulah yang paling keras dan berhati baja! kumohon bersikaplah dewasa.kau telah menikah dan Rion pria yang pantas untukmu,dia cukup kuat mengganti tempatku.Kayra......maafkan aku dan hiduplah baik untuk calon bayi yang sebentar lagi akan lahir ke dunia,maaf aku tak bilang akan kepergian ku ini.namun percayalah ini sudah lama aku rencanakan namun belum menemukan waktu yang cocok.kini melihat kalian sudah bahagia dengan lelaki yang tepat,aku bahagia dan aku bersyukur untuk itu! Kayra...amber...Liora....aku memang akan pergi,namun kita bisa bertemu lagi hanya pindah negara bukan pindah alam!!" ucap Nixon mencoba jenaka.sayang! Wajah pilu ketiga wanita itu membuat tawanya terasa mencekat dan tertelan pahit diujung lidah.


"baiklah.....kami mengerti.....maaf kami sudah menyusahkanmu selama ini Nix.maaf karena kau harus pasang badan selama ini demi menjaga kami tetap aman! maaf kami hiks....maaf...." Isak Liora tak mampu lagi menahan tangisnya.


menghela nafas dan kini Nixon berdiri dan diikuti para sahabatnya beserta para suami.


Greph.........


ketiganya memeluk Nixon erat tak perduli wajah gelap berawan Arkansas, Rion juga axel.yah,meski Axel tidak terlalu seperti Arkansas dan Arion.


"jaga dirimu Nix!!" gumam Liora yang tengah memeluk erat tubuh Nixon diikuti amber dikanan dan Kayra dikiri.


"hm....aku pasti akan merindukan para sahabat bar-bar ku ini!!" gurau Nixon dengan sorot mata nanar memandang Axel tanpa kata.


"apapun yang terjadi,jika kau dapat masalah jangan ragu menghubungi kami.apa guna punya suami berkuasa jika tidak kami manfaatkan!!" ucap Kayra santai.Rion mendengus dengan kekehan samar Nixon.


"hm..Kayra benar,bila perlu aku akan suruh Arkansas turun langsung membunuh siapapun yang mengusik mu! untuk apa kekuasaannya jika ia tak bisa membuat sahabat istrinya merasa aman!!" sambung Liora tegas.Arkansas mendesah pasrah akan ucapan istrinya.memang benar,namun sungguh ia harus melindungi pria lain untuk istrinya meski itu sahabat dari istrinya sekalipun? kenapa rasanya ia diperalat disini? Arkansas menggeleng geli,sungguh istrinya sangat ajaib.


"apa perlu kuminta Axel menyadap ponsel Nixon? Kayra,Liora?!" bisik Amber ikut-ikutan tidak waras sekarang.


Hahahaha....


ditengah acara haru biru itu,Nixon tergelak kencang melihat kelakuan abnormal para sahabatnya.


"sudah jangan cemas! aku lebih dari mampu menjaga diri sendiri!!" ucap Nixon final.Ketiga wanita itu mendesah pasrah saat pelukan mereka terlepas.


"tunggu Nix!!" pekik Liora cepat begitu Nixon hendak berjalan keluar.


"Ar...bawa koper Nixon keluar.kasihan jika ia harus berjalan sampai lift dengan dua koper besar dan berat itu!!' ucap Liora tegas.Arkansas melongo! kenapa sekarang ia berubah jadi babu dalam sekejap? Pasrah,Arkansas dengan berat hati menyambar satu koper Nixon dan berjalan jengkel keluar apartemen.


"Rion...kenapa melamun ?!! bawa juga koper satunya lagi!! " titah Kayra jengkel kala melihat Rion justru melamun dan melihat Arkansas dengan wajah menahan tawa.


"apa?!! masa aku juga harus bawa koper si mata empat ini?!!" pekik Rion tidak terima.


"bawa atau kudepak kau dari kamar nanti malam!!" sembur Kayra tidak mau dibantah.akhirnya dengan pasrah dan raut wajah kesal Rion menyambar koper Nixon yang tertinggal dan berjalan cepat keluar apartemen.sungguh,jika ia tak cinta mati sudah ia tenggelam istrinya itu di samudra Atlantik.sabar,Rion hanya bisa menelan kejengkelannya sendiri.


"Axel...kenapa diam? cepat bawa tas perangkat elektronik Nixon keluar dan susuk si Iblis kembar itu!!' titah Amber sadis.Axel menghela nafas dan berlalu cepat setelah melihat senyuman miring Menyebalkan Nixon.harusnya tadi Axel tak perlu mengkhawtirkan pria tidak tau diri itu.sial!.


Akhirnya Nixon mulai keluar dari apartemen nya diikuti ketiga wanita itu dari belakang yang nampak menatapnya sedih.


kini mereka semua sudah tiba didepan depan mobil sport Buggati Nixon dan sebuah mobil Alphard putih yang dikendarai Axel tadi saat datang bersama Ketiga wanita cantik itu dan kedua sahabatnya.


"kami akan antar kau sampai bandara Nix!" ucap Kayra lirih.


"tidak...jangan...itu semua tidak perlu kay.pulanglah,kalian pasti lelah dan Kayra kasihan kandunganmu begitu juga Liora,kasihan keponakan kecilku Raygan menunggu ibunya pulang.amber kau juga pulanglah bukankah kau tengah hamil muda? aku tak ingin kalian kelelahan maka pulanglah tak perlu mengantarku,lagipula aku ini laki-laki dan tak masalah meski harus sendiri" ucap Nixon menolak halus.Nixon melambai singkat dan mulai memasuki mobil dan perlahan berlalu pergi meninggalkan sejuta kesedihan bagi para sahabatnya.


akhirnya kini Ketiga wanita itu menatap sendu pada mobil sport Buggati yang sudah mulai menjauh dan hilang dari pandangan.


"hiks.......mengapa aku merasa ada sebuah rahasia menyedihkan dimata Nixon tadi?!' Liora terisak dan menatap nanar pada jalan yang tadi dilalui Nixon.


"dia patah hati!!'


deg.......


semua orang menoleh cepat saat suara dingin tanpa emosi dari Arkansas terdengar memecah kebingungan.


"A...apa maksudmu?!! " gagap Kayra tak percaya.


"ia Ar...apa yang kamu bicarakan? tolong jelaskan secara detail?!" Liora bertanya cepat dan tegas menatap ke arah suaminya yang terlihat menyimpan sesuatu dari manik dingin dan dalam itu.


"tidak perlu penjelasan sayang......kami para pria hanya perlu melihat kedalam mata sesama kami.dia belakang ini bungkam dan terkadang selalu menghindar jika kami berkumpul untuk membahas sesuatu.aku tau....Nixon itu pria kalem yang sulit mengungkapkan perasaannya,maka dari itu perubahan sikap dari pria itu terlalu mudah dibaca oleh orang seperti diriku! jadi....biarlah dia pergi dan mencari pengalihan atas apa yang selama ini dia pendam!!" ucap Arkansas santai sembari tersenyum tipis menatap wajah cantik Liora.


Axel mengangguk samar,bukannya ia tak tau! namun ini sesuatu hal yang diluar kendalinya,ini masalah hati dan harga diri.


Arkansas meraih telapak tangan halus Liora dan membawanya menuju mobil untuk segera kembali sebelum putra kecil mereka mulai rewel.


"kita pulang sayang......aku banyak pekerjaan hari ini dan sebelum itu aku ingin melihat putra kecil kita!" ucap Arkansas lembut membelai wajah cantik istrinya.


Rion sudah pergi terlebih dahulu bersama Kayra,pria itu akan membawa istrinya entah kemana.


.........🦂..........


Pria dengan jaket kulit hitam itu menatap sayu pada pintu masuk bandara.ia akan segera take off dan sepertinya hatinya akan dengan pasrah akan ia bawa pergi,menjauh dan mencoba merelakan segalanya.


"aku pergi........dan aku tak tau kapan aku bisa kembali,atau mungkin.........aku tidak akan kembali lagi!" Nixon bergumam Lirih.


menghela nafas berat dan setelah mengecek gate keberangkatan,KTP dan boarding pass.Nixon melangkah pasti dan kini siap meninggalkan segalanya hati juga cintanya.


akhirnya............



seorang gadis dengan air mata mengalir deras menatap kearah langit saat sebuah pesawat terbang berlogo British Airways itu telah terlihat diudara,tangis gadis itu pecah.


"hiks...maaf....maafkan ak..akuh..hiks...maaf!!" Gadis dengan surai hitam diikat ekor kuda itu menangis pilu sembari memukul dadanya yang terasa sakit menyiksa.


ia hanya bisa menangis dan meraung pedih didalam mobilnya ,tangisan kedua setelah kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dan adiknya.


apalah bisa dilakukan,semua sudah terlambat.menatap nanar pada ponsel Android dimana figur seorang pria dengan senyum hangat menatap kearah langit.yah, pria itu terlalu baik untuk gadis suram seperti dirinya.


menghapus air mata dan mulai mengatur kembali perasaan yang tak bisa lagi tertata.perasaan hancur yang kini sudah tak bisa lagi dibentuk kembali.


...TBC...