PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
it's my life



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....⭐



saat kau melihat seorang pria meneteskan air mata,membuang harga dirinya menunduk padamu.percayalah disana,dihatinya ada cinta yang tak terhingga untukmu.


dalam cintanya padamu mengalahkan dalam lautan,luas seluruh alam tak sebesar rasa cintanya padamu.jika kau menemukan pria yang rela menjatuhkan air mata untukmu,maka percayalah dan genggam erat tangannya jangan lepaskan dia .sesungguhnya cinta yang tulus dan suci itu bagai mencari jarum didalam tumpukan jerami!.


~ Ellysa Amelia


happy reading....🌹


................🥀🥀.................


empat orang pria tampan dengan wajah melongo geli saling melirik satu sama lain,tidak bisa berkata-kata saat si tiran berpredikat gunung es tanpa ekspresi kini justru terus menampilkan senyum lebar sepanjang hari.sungguh mereka harus segera memeriksakan mata mereka !.


"bos kau sehat?" satu pertanyaan tidak tau diri berhasil lolos dari mulut si babyface iblis Tristan.ketiga pria lainya pun hanya bisa mengangguk sama,mereka kini tengah berkumpul di basecamp ruang CEO perusahaan WJC,hebat bukan?.


"kurasa bibirmu akan robek jika kau terus tersenyum bak orang tidak waras seperti itu!!" ucap Marsel yang baru saja datang disusul Xander dan Rion,kini ke tujuh pria tampan itu duduk bersama dengan sekaleng bir ditangan mereka.


"kurasa saudara kembarmu sudah gila Rion!!" tambah Xander berucap santai.Arkansas hanya melirik,pria itu terlalu bahagia mengingat apa yang sudah ia dapatkan sebagai vitamin paginya.


"dia bukan hanya tidak waras,kurasa otaknya tertinggal di mansion.bos kau sungguh tidak gila kan?!!" sungguh James benar-benar ingin merasakan neraka dunia.mulut nistanya benar-benar membaut Arkansas pusing.tapi tak apa,hari ini dia terlalu senang hanya karena sebuah morning kiss yang ia curi dari bibir gadisnya!! hell!! Arkansas si raja modus telah kembali.


"dengar bos,aku bukanya ingin mengejekmu.namun percayalah senyumanmu itu benar-benar justru terlihat mengerikan!! tolong kembalilah seperti dulu saja,tidak usah tersenyum seperti itu.sungguh bulu kudukku berdiri melihatmu bos!!" ucap Axel dengan wajah tanpa dosanya.Ryu,James, Tristan, Rion,Xander dan Marsel seketika meledak dengan tawa membahana nya.


HAHAHAHA.........


jarang-jarang bukan kesempatan bisa menistakan si kutub berhati iblis itu tanpa kau harus masuk rumah sakit setelahnya?.


Wah...sungguh keajaiban dunia!.


Arkansas melirik jengkel teman-temannya,pria itu bangkit dan memilih kembali duduk dan menyelesaikan pekerjaan nya demi bisa kembali menemani gadisnya.


tok...tok...tok....


suara ketukan pintu membuat ke tujuh pria tampan itu seketika kembali pada mode wajah datar mereka,meski James dan Tristan sangat tidak cocok sekali dalam mode ini.james si pria petakilan dan Tristan si babyface ,bahkan Marsel rasanya ingin meledak dengan tawanya saat Tristan menampilkan wajah acuhnya.


"Tristan,kau kebelet buang air besar?" canda Marsel sudah tak tahan lagi mengeluarkan kata-kata diujung lidahnya melihat wajah kaku Tristan.Ryu terkikik dengan Axel dan Xander menggigit bibir mereka menahan tawa.james? pria itu sibuk dengan buah apel ditangannya.sepertinya pria pirang itu sedang lapar?.


mengabaikan gurauan tidak berfaedah teman-temannya,Arkansas melirik pintu dan berucap dingin,sungguh dia sedang kesal saat lamunan manisnya terganggu.


"SIAPA!!" suara tinggi Arkansas membuat tawa ketujuh pria tampan itu berhenti,sial.mereka terkejut!.


"heh!! kau membuatku kaget, dasar kulkas tiran!!" kesal Rion sembari mengusap dadanya sabar.Arkansas masa bodoh dan kembali menatap pintu yang belum juga terbuka.sepertinya sang pengetukpun merasa kaget.


"cepat buka pintu itu Axel!!" titah Arkansas jengkel.


Axel berdecak dan berdiri membuka pintu,seorang wanita dengan kemeja ketat dan rok pendek sepaha terlihat berdiri sembari membawa beberapa map tebal ditangannya.axel menyeringai dan memberi jalan agar wanita itu masuk.mari lihat bagaimana si tiran akan mengamuk!.


"ma..maaf Mr Ar,saya Bianca dari departemen perencanaan ingin memberikan laporan kerja tim kami bulan ini" suara wanita bernama Bianca itu terdengar mendesah manja,wanita itu bahkan sengaja membuat dadanya semakin membusung saat maju menyerahkan map ditangannya kemeja sang tiran.


"wow!! kau implan nona?!!" sial,mulut bocor Tristan benar-benar seperti keran bocar.wanita itu mendelik dan berusaha acuh,ayolah ia sudah berusaha mati-matian agar menggantikan kepala devisi ya agar bisa masuk keruangan sang CEO yang terkenal akan wajah rupawan nya .


"kurasa dadanya cup D,mau coba denganku nona? percuma kau menggoda Arkansas,dia tidak akan mencair" goda James kembali ke mode palyboynya.


wanita itu bukanya malu,ia justru semakin menekan dadanya semakin maju dan percayalah selain James,ke enam sahabat Arkansas yang lain justru bergidik ngeri menebak apa yang akan si tiran lakukan.


Arkansas menatap lurus tepat pada Bianca yang kini berdiri dengan tatapan menggoda nakal padanya.percayalah bukannya tergoda,pria itu justru menggeram penuh amarah.sungguh mata sucinya hanya untuk liora calon istrinya,bukan untuk menatap wanita lain.


melihat wajah tenang Arkansas,Ryu dan Axel menyeringai penuh arti sedang Rion dan Marsel sudah duduk sembari menyenderkan tubuh mereka pada sandaran sofa,menatap lurus ke arah wanita malang itu.sudah pasti mereka semua ingin segera melihat pertunjukkan.Xander dan Tristan kini sibuk dengan game pada ponsel mereka,sudahlah biarkan saja wanita bodoh itu.


melihat wajah tenang Arkansas,wanita itu semakin berani.bahkan kini jemari bercat merah menyala itu telah berani mengelus telapak tangan Arkansas menggoda.


"bos,kau seperti tampak lelah? apa mau kuberikan pijatan untukmu?" goda Bianca dengan desahan manja dan dada yang kini semakin terlihat ingin melompat keluar dari balik kemeja ketatnya.wanita itu berfikir Arkansas sudah mulai memakan umpannya.Bianca kini berjalan mengitari meja kuasa sang tiran,jemarinya menyentuh dada bidang dibalik setelan jas Armani mahal Arkansas.wajah pria itu memerah,bukan! bukan Arkansas merasa tergoda,namun percayalah jiwa iblis nya sudah merontak ingin menumpahkan darah wanita tidak tau diri itu.


Ryu dan Axel menggeleng kasihan,Rion dan Xander melirik masa bodoh sedang Tristan dan James bersiul heboh.benar- benar otak gesrek !.


tak......


kancing atas kemeja Arkansas terbuka.Bianca bersorak dalam hati,wanita itu semakin menjadi,bahkan tatapan tajam keenam pria tampan didalam sana pun tak dipedulikannya.


tak....


kancing kedua terbuka dengan mulus,jemari Bianca mengelus dada bidang sang tiran dengan gerakan menggoda,dada bidang dengan perut sixpack itu benar-benar menggoda iman.


tak....


kancing ketiga terbuka dan sungguh Bianca menelan saliva ya susah saat pemandangan tubuh atas Arkansas terlihat jelas dimatanya.Wanita itu menggila.


grep.....


"Aarkh....." jerit Bianca saat merasa pergelangan tangannya serasa remuk saat tangan kokoh pria itu mencengkram ya kuat.


greph......


"ARKH...." kembali wanita itu menjerit saat rambutnya ditarik kuat oleh pria itu,Arkansas kalap!.


"bos...to...tolong lepaskan saya" Bianca menangis saat melihat sorot mata dingin nan mengerikan itu.


"kau pikir kau bisa menggodaku dengan tubuh murahanmu?!!" desis Arkansas tajam.Pria itu semakin menarik rambut panjang Bianca geram.rasanya menjijikkan saat tubuhnya disentuh wanita selain gadisnya.


"Mr Ar,sa...saya mohon maafkan saya,saya....tidak akan mengulanginya lagi,to..tolong lepaskan saya" ringis Bianca memohon ampun.air matanya berderai saat kulit kepalanya seakan ingin terlepas akibat kuatnya jambakan pada rambutnya.


"lepaskan kau bilang?!! harusnya kau bekerja di club malam bukan di perusahaan ku!! kau fikir siapa dirimu berani menyentuh tubuhku!! dasar wanita jal*ng!!" keluar sudah, kata-kata pedas penuh lahar panas itu dari mulut Arkansas si tiran kulkas berwujud manusia.Ryu dan Axel melirik wanita itu kasihan,Xander dan Rion terkekeh sedang Marsel dan James sibuk menganggu Tristan yang kini sibuk merekam dengan kamera milik Axel.


"memang kau tau cara mengoperasikan kamera itu Tan?" goda Marsel dan James yang kini saling bertos ria.


" ck...ya tidak Taulah,karna aku tidak tau makanya kamera ini sedang ku pegang.mana tau nanti kamera ini jatuh cinta padaku dan merekam dengan sendirinya karena kasihan kepadaku" celetuk Tristan santai,Axel dan Ryu melirik frustasi sedang Rion dan Xander sudah saling memukul meja dengan tawa gila meraka,James menepuk jidat gemas dan Marsel hanya mengangga takjub melihat kelakuan absurd Tristan,biarkan saja sang bos bersenang-senang sendiri.


"kenapa gelap semua?" gumam Tristan jengkel.


"kameranya rusak buang saja" ucap James santai,pria itu tak sadar anggukan Tristan dan percayalah kemalangan segera datang.


wajah Barbara memerah malu,ia ingin menangis karena nampaknya semua pria tampan itu begitu menikmati dirinya yang tengah dipermalukan habis-habisan oleh bos berpredikat iblis Hades itu.


"pergi!!" desis Arkansas tajam.pria itu mengelap kedua tangannya dengan sapu tangan milik liora, seringainya begitu mengerikan dengan mata berkilat haus darah.


"1" Arkansas mulai menghitung saat Bianca bangun akibat tadi pria itu menghempas tubuhnya hingga jatuh mencium lantai tepat dibawah kaki James.wanita itu tertatih-tatih bangkit dan mulai mengatur nafasnya yang memburu akibat kesakitan.


"2"


Krek.....


suara kokangan pistol terdengar membuat Ryu dan Axel mulai memasang headset ditelinga mereka.


satu langkah lagi pintu keluar terbuka,keringat dingin mulai mengalir deras membasahi pelipis Bianca.


"say Goodbye to the world"


Dor........


Dor......


Dor.....


"ARKHHH"


Brugh.......


tiga buah peluru melesat tepat menembus kepala,dada dan perut Bianca hingga wanita itu tumbang dengan cairan merah pekat itu mengalir deras mengotori seluruh lantai dan menciprat pada daun pintu dan dinding.


"tiga buah peluru untuk tiga kancing kemejaku" ucap Arkansas santai sembari meniup ujung Baretha miliknya.James dan Tristan bergidik dengan Marsel dan Xander menggeleng iba,Rion dan Ryu terkekeh geli dan Axel yang kini sibuk menelpon anggota Delta membersihkan mayat Bianca dengan bersih tanpa jejak.


"ck...harusnya kau jangan membunuhnya di dalam kantor bos,kau ini sungguh tidak sabaran!!" maki Axel jengkel.sungguh haus membunuh Arkansas benar-benar tidak kenal tempat dimana saja dan kapan saja .


"hais.....kamera ini mati Axel!!" pekik Tristan jengkel dan.


Brakh.....


Axel mengangga kaku kala kamera kesayanganya sudah hancur tak berbentuk saat pria manis itu dengan santainya melempar benda itu menghantam dinding.


James dan Marsel terbahak tak tahan lagi menahan tawa,Rion menggeleng prihatin sedang Ryu sudah menutup mata tak bisa berkata-kata.


"setan!!! sial*n kenapa kau membanting kameraku anak Dajjal!!" maki Axel kalap.


"kamera itu hitam semua,James suruh buang saja,ya sudah aku buang.kenapa kau bodoh sekali membeli kamera rusak?" jawab Tristan santai,James melotot horor kala melihat tatapan membunuh Axel.


"heh setan!! kenapa kau malah membawa-bawa namaku?!!" bentak James emosi.


"sudah pikun,bodoh lagi!! kan tadi kau bilang kamera ini rusak dan suruh aku membuangnya" jawab Tristan polos-polos menjengkelkan.


"heh anak Dajjal,kamera itu belum kau buka penutup lensanya.jelas saja semuanya gelap!! dasar anak Thomas!!" ejek Marsel geli.


"mana ku tahu ada penutupnya ,dasar anak Marvel studios" balas Tristan tak mau kalah.


"diam!! kalian berdua ganti kamera ini kalau tidak!! ku potong tubuh kalian untuk stok makanan Tiger!!" ancam Axel penuh emosi.dada pria itu naik turun menahan emosi yang sudah membakar habis stok kesabarannya.


Arkansas memijit keningnya pusing,tolonglah pria itu butuh bibir manis liora untuk menambah kadar kesabaran nya.


TBC........