PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Goodbye my papa



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....🌹


menulis sebuah kisah bukan hanya tentang membuat para pembaca senang,namun kami para writer selalu menguras otak agar mampu membuat sebuah kisah yang mampu membuat pembaca seakan masuk kedalam kisah kami.dalam sehari kami harus berfikir dan menyusun 2000 kata lebih untuk satu kali update,jadi kami sangat sedih jika banyak pembaca yang hanya mampir membaca begitu saja lalu pergi.menulis tidak segampang hanya sekedar menggeser dan menscrool terus layar ponsel kalian.jadi mohon dengan sangat hargai hasil pemikiran kami.kami tau pembaca yang meninggalkan jejak dan memberi kami vote,dan untuk mereka terimakasih banyak kami akan selalu berusaha yang terbaik demi memberi bacaan yang memenuhi standar.



💞 Happy Reading 💞


Dua orang berbeda gender dan usia itu menatap tubuh dingin yang baru saja dimasukkan ke liang lahat.air mata keduanya mengalir deras kala sosok itu kini tak akan lagi mereka jumpai.


Liora menangis dengan tubuh bergetar hebat didalam pelukan ibu mertuanya,yah.Anggi dan Rafendra langsung terbang saat Arkansas menghubungi kedua orangtuanya itu prihal kematian ayah kandung dari sang istri.bahkan para sahabat Liora datang mereka tiba dengan pesawat jet tercepat milik perusahaan AR SECURITY SISTEM.


disana juga nampak keluarga besar Holland corp,Atmaja Grup,Dwikarya Inc,Rush corp,Albert Grup,Sanjaya Inc dan Pradipta corp.mereka semua adalah rekan bisnis William dulu,bahkan Mathew dan semua kepala keluarga kerabat Wiguna hadir memberi penghormatan terakhir.


Lukas memandang kosong liang yang perlahan mulai tertimbun tanah.Remaja itu begitu rapuh kala menyadari bahkan keluarga orang lain saja hadir meski harus datang dan menyebrangi samudra demi menghadiri kematian ayahnya,namun.lihatlah bahkan ibu kandungnya sendiri,istri dari ayahnya itu. bahkan tak nampak sedikitpun batang hidungnya.Lukas begitu kecewa dan marah! remaja itu menghela nafas dan menutup mata dengan setetes air mata yang kembali jatuh.


Liora jatuh bersimpuh sembari meremas gundukan tanah yang kini telah mengubur sempurna tubuh ayahnya.


"selamat..hiks...selamat jalan papa,semoga Tuhan mengampuni dosamu dan merangkulnya dalam kasihnya.pa,Liora harap kini papa akan beristirahat dengan tenang dan kini papa akan selalu ada di hati Lio dan Lukas pa.Aku sayang papa hiks... You're a good father,even though you're not the best for me.i love you my papa" Lirih Liora menunduk dalam sembari mengusap batu nisan william.


Anggi menatap menantunya itu sendu,setidaknya Liora dapat melihat dan menyentuh tubuh William sebelum akhirnya terkubur tanah.tidak seperti dirinya yang bahkan tak dapat lagi melihat jasad ibunya.terkadang Anggi merasa betapa tidak beruntung keluarganya dulu.tapi bersyukur suaminya selalu ada dan merangkul dirinya kala kesedihan datang menyapa.


kini semua telah beranjak pulang kala langit mulai berubah jingga.Disana hanya tersisa Lukas,Liora,Arkansas yang terdiam tanpa ekspresi apapun , Rafendra yang merangkul Anggi dan Seorang pria yang nampak berdiri tidak terlalu jauh dari Liora.pria itu menatap sendu sosok gadis cantik yang kini telah menjadi seorang wanita istri dari putra mahkota Wiguna itu.


Anggi melirik putra sulungnya itu,memberi kode agar segera membawa istrinya pulang.langit mulai gelap kala aroma tanah pertanda hujan akan turun mulai terasa.


Arkansas mendekat dan merangkul tubuh rapuh sang istri,membantu wanita cantik itu berdiri dan memeluk tubuhnya erat tanpa kata.


"hiks........." Liora memeluk erat tubuh Arkansas meredam tangisnya didada bidang suaminya itu.


"sudah sayang,berhentilah menangis ya.kita pulang sebentar lagi akan turun hujan" ucap Arkansas lembut.


"papa akan sendiri jika aku pulang hiks...dia akan sendiri" gumam Liora lirih,kepala wanita itu mendongak menatap wajah tampan Arkansas yang kini terlihat sendu.Lukas sudah dibawa kembali oleh Anggi,bahkan remaja itu harus dipapah oleh Tristan dan Rion kala tubuhnya begitu lemas bahkan untuk sekedar melangkah pergi.


"kau lihat ? bahkan langit pun terlihat sebentar lagi akan menangis" Ucap Liora menatap miris wajah tampan suaminya itu.


kini hanya tinggal Liora yang ditemani oleh Arkansas disana.wanita cantik itu begitu berat melangkah pergi kala melihat kesunyian pemakaman dan gelap langit yang terlihat mendung.


Greph...


"Ar......."


pekik Liora kaget kala Arkansas mengangkat tubuh istrinya itu dan menggendong nya ala bridal meninggalkan pemakaman.rintik hujan mulai turun perlahan begitu mereka masuk kedalam mobil dimana suasana terasa hening.


Liora tak banyak bicara,wanita itu masih menatap ke arah makan dengan wajah sendu.Arkansas menghela nafas berat dan mulai meraih wajah cantik istrinya agar menatap padanya.


"sayang,kematian memang akan selalu ada pada setiap makhluk yang bernafas tak terkecuali manusia.kita punya batas waktu di dunia dan manusia yang ditinggalkan harus mampu merelakan dan melanjutkan hidup.saat kesedihan datang hanya kenangan yang harus selalu kamu simpan,kenangan manis yang membawa senyuman bukan tangis.jadi tersenyumlah sayang jangan bersedih lagi" Arkansas membelai lembut wajah manis istrinya itu dan mengecup kening wanita itu sayang.demi Tuhan kesedihan Liora adalah racun baginya.


Liora mengangguk samar lalu memeluk tubuh kekar Arkansas erat,Terima kasih pada Tuhan atas semua pengalaman hidup yang telah Liora jalani dan memang kesedihan masih berakar kuat namun yakinlah kesedihan suatu saat akan menguap dengan bunga indah yang berbuah manis.


mobil akhirnya melaju pergi meninggalkan seorang pria yang menatapnya sendu.


"kau bahagia dan aku senang untuk itu,maafkan aku My Naya" berbalik dan masuk kedalam mobilnya meninggalkan semua kesedihan diatas memori indah yang telah tergores luka.


...........❇️............


Lukas kembali ke rumah kecil yang William beli dengan uang terakhir yang mereka miliki.



Remaja itu memandang nanar setiap sudut rumah penuh kenangan itu,rumah dimana ia dan sang ayah bersama menjalani hidup saat Alxender jatuh,saat Monika berpaling dan pergi bersama Stefani ibu dan kakaknya yang begitu tega tak punya hati.


"Lukas papa sudah menggoreng kan telur untukmu ,makanlah nak"


Deg.....


Lukas menutup mata kala menoleh kearah dapur,suara sang ayah masih terngiang jelas di fikiranya.


Matanya mengabur kala Cristal bening itu kembali menumpuk di pelupuk mata.


"papa......." lirih Lukas pilu.


kakinya melangkah memasuki kamar sederhana tempat sang ayah biasa menghabiskan waktu beristirahat sejenak.


tubuhnya luruh dan duduk dikaki ranjang.


telapak tangannya merogoh sebuah kertas putih yang terlipat rapi,membuka surat terakhir sang ayah untuknya.Lukas meraung pilu kala setetes noda darah nampak disudut kertas polos dengan tulisan tangan sang ayah tertera disana .


ayahnya telah tiada.............


"pa...papah,Lukas belum bisa bahagiakan papa....kenapa papa pergi?....Lukas harus apa?" Lirih penuh duka terdengar menyakitkan darinya.


Dear my son.....


Lukas putra kesayangan papa,maafkan papa son.maaf karna membuatmu harus merasakan kesulitan hidup.jangan menangis bila papa pergi,papa akhirnya tidak merasa sakit lagi.


Lukas,papa tau kamu kuat nak.


terimakasih putra papa,terima kasih nak karena terus bersama papa hingga akhir.papa harap kamu selalu sehat boy.Lukas,tolong jaga kakakmu Liora.kalian hanya memiliki satu sama lain sebagai anak-anak papa,tolong sayangi kakakmu itu dan papa berharap kamu akan tabah.putra berharga papa.


Lukas.papa tidak bisa meninggalkan apa-apa untukmu nak,dan papa juga tak mampu lagi menulis panjang jadi papa akan selalu berada disisinya,dihatimu dan jadilah pria yang baik jangan sakiti hati wanita manapun.cukup papa.


Salam sayang dan penuh cinta ,papamu....


tes....tes...


"hiks...papah......." Lukas membekap surat itu dan meletakkan di atas dadanya.begitu sakit inilah akhir dari segalanya penderitaan sang ayah.


"Lukas akan jaga kakak pah.Lukas akan menjadi pria hebat untuk papa" Lirihnya dan tak lama menaiki ranjang sang ayah,tak lama kegelapan datang dan membawa Lukas tertidur lelap dengan foto William diperlukannya.


.............❇️..............


Liora memasuki rumah sederhana milik William bersama Arkansas yang mengikutinya dalam diam.


Sedang semua keluarga besar Wiguna memilih menempati Mansion Bagas yang dulu adalah pemberian Rafendra.


Arkansas menatap sekeliling rumah,mendesah berat kala merasa rumah itu terlalu kecil dengan dapur,ruang tamu yang nampak dalam satu kali pandangan mata.disisi kanannya ada dua buah pintu dan dipastikan itu adalah kamar tidur William dan Lukas.


Liora membuka salah satu pintu perlahan sementara Arkansas memilih duduk disalah satu kursi tamu.


kosong......


Lukas tak ada.Liora kemudian berjalan kearah pintu satunya lagi.


Wanita cantik itu berjalan masuk hingga sampai ditepi ranjang, tersenyum miris Kala melihat sosok rapuh adik tirinya itu.


telapak tangannya terulur dan membelai lembut rambut Adiknya itu.


"pasti berat?" tanya Liora seorang diri,Liora meraih selimut dan menyelimuti tubuh adiknya itu saat hujan diluar sana mulai turun deras.


Liora berjalan dan menutup jendela kala air hujan mulai masuk dibawa angin.


menatap sekali lagi pada sang adik yang tertidur dengan air mata mengalir perlahan.


liora akhirnya melangkah keluar dan melihat sosok Suaminya yang tertidur di sofa,meski tubuh besar dan atletis itu tidak cukup namun Arkansas nampak tidur dengan lelap.


berjalan kearah kamar kembali dan mencari sebuah selimut untuk suaminya,Kini Liora membalut tubuh kekar Arkansas dengan selimut milik William.


"selamat tidur suamiku"


cup.......


Liora mengecup bibir suaminya lembut dan melangkah memasuki kamar Lukas.


Liora duduk disamping ranjang dan mulai membuka surat terakhir sang ayah untuknya.


Dear my little princess Naya.


Naya putriku..


sayang terima kasih telah memaafkan ayahmu ini.papa bangga padamu nak,rasa bangga ini benar-benar lahir dari relung hati papa yang paling dalam.terima kasih telah hadir dan menjadi putri seorang laki-laki gagal seperti papa.Naya putri papa yang cantik, kamu Wanita hebat nak,kamu adalah cerminan ibumu saat masih muda.


kamu sekarang telah tumbuh dewasa dan kau adalah harta terindah di hidup papa.


Liora mengigit bibirnya sendiri kala rasa sesak semakin menyayat hatinya.surat dari sang ayah benar-benar membuat hatinya bergetar, kata demi kata terasa menyakitkan.mengatur nafas dan kembali membaca.


sehat selalu ya sayang,papa sayang kamu.jadilah istri yang baik dan selalu hormati suamimu.anggaplah ibu dan ayah mertuamu layaknya orang tua kandung mu sendiri.


papa bahagia kamu menikahi pria yang hebat seperti Arkansas.papa bahagia melihatmu dapat tersenyum lagi meski itu bukan karena papa.maaf karna telah menyakiti hatimu dulu,maaf atas semua derita yang telah papa sebabkan.


sekarang papa hanya bisa mendoakan mu selalu bahagia dan memiliki anak-anak yang dilimpahkan berkat oleh yang maha kuasa.


Naya sayang.papa menyayangimu dan terima kasih.


salam hangat teruntuk Naya putriku.


tes....tes....tes.....


Kembali tangisan pilu itu terdengar bersamaan dengan suara hujan yang kian deras.


"Lucu sekali hiks...kau baru saja meminta maaf hiks...lalu kini kau pergi begitu saja ?hiks...teganya kau!! papa....kenapa kau tak berjuang sedikit lagi saja pa?...kenapa kau pergi meninggalkan semua derita ini untukku?!! " Liora menangis dengan kepala menengadah menatap langit-langit kamar,tubuhnya lelah.hatinya lelah dan jiwanya terasa hampa.


"ini yang papa ingin bukan? papa akhirnya akan bertemu mama" lirih Liora pilu,tubuhnya semakin bergetar kala rasa sakit itu semakin menghantam hatinya .


"papa sudah bertemu mama kan? papa bahagia? hiks....semoga papa dan mama bahagia di surga" lirih Liora pilu.


Arkansas bersandar di sisi pintu ,ia mendengar semua ucapan pilu sang istri.bohong ia tertidur, laki-laki mana yang tidur lelap saat wanita mereka dalam keadaan rapuh seperti ini?.


"kau harus kuat sayang,Disini masih ada Lukas untuk kau rangkul.cobalah tabah sayang " gumam Arkansas sendu.


.............❇️............


"mommy....Ara sedih lihat kak Liora dan Lukas,kini mereka sudah kehilangan sosok terakhir orang tuanya.Ara harap kak Liora akan tabah.kasihan Lukas" Ara berucap ditengah makan malam mereka.suasana nampak hening meski meja makan dipenuhi seluruh anggota keluarga dan kerabat mereka .bahkan Bagas dan Maya kembali cepat dari Bandung.


"Mama hanya harap Lukas tabah,kasihan anak itu.dia masih terlalu muda meski sudah tamat sekolah menengah atas namun tetap saja umurnya masih sangat kecil.bahkan dia lebih muda dari Ara,mama harap Tuhan memberi anak itu ketabahan" ucap Maya iba.


semua hanya mengangguk dalam diam mendengarkan Maya berucap prihatin.


"Rafen,bolehkah kita bawa Lukas ke London?"


semua orang seketika menoleh saat perkataan Anggi terdengar tiba-tiba.


"maksud kakak ipar bagaimana?" tanya Selenia cepat.


"ya Veleri,maksudmu itu bagaimana? membawa Lukas ke London?" tanya Zoya bertubi-tubi.


"aku akan membawa dia tinggal bersama di Mansion Wiguna,saat Arkansas pindah membawa Liora nanti setidaknya ada Lukas yang menjaga dan menemani Ara saat Rion juga akan keluar saat dia menikah nanti" jelas Anggi sembari tersenyum menatap wajah tampan Rafendra yang terlihat tenang.


"ya,kurasa itu ide yang cukup bijak" timpal rianti menyambut baik ucapan Anggi.


"setidaknya kita bisa memberi suasana baru untuk anak itu" tambah Zenit senang.para pria muda dan ayah mereka hanya diam dan membiarkan para ibu mereka bicara.menambah satu anggota tak masalahkan?.


"Oh ia....saat di makam aku melihat seorang pria terus menatap Kakak ipar Liora dalam,siapa dia?" Tristan berucap tiba-tiba hingga Angel,Daisy dan Jessy saling melirik satu sama lain.


"pria itu mantan nona Benedict" Starla menyahut santai tak sadar perubahan atmosfer yang terjadi.


Kayra menatap Amber yang kini berkilat tajam penuh waspada.


"wah........adakah drama pertemuan mantan yang gagal move on!!" celetuk Tristan heboh sendiri.


krik.....krik...krik....


Anggi menatap horor wajah gelap Kayra dan Amber,Nixon? pria itu masih terlihat santai.


"tak ada mantan Bedebah yang bisa mendekati Q kami saat kami ada disini!!" ucap Kayra bengis.


Glek......


para inti BE itu meneguk Saliva mereka saat aura bengis kedua gadis itu menguar gelap.


Kayra,amber,dan Nixon adalah tiga penjaga Liora yang akan melakukan apapun untuk menjaga sahabat sekaligus saudari kecil mereka.


Jika sebelumnya Amber,Starla dan Nixon sudah pernah bertemu Steven.maka lain cerita jika Kayra yang pria itu temui,sudah dipastikan bertemu Liora hanya akan menjadi mimpi belakang.


TBC....


sebenarnya bagian surat mau El bikin tulis miring,tapi entah kenapa tidak bisa.malah muncul tanda kayak begini (*) jadi El kasih sama saja gaya tulisannya.maaf ya