
...Vote, Like dan Komentar ya ❣️...
...🌴...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🌴...
London 22.00 yesterday.....
Sosok pria berbadan tegap dengan aura dingin nan suram terlihat berdiri menatap langit malam kota London dari balik kaca tebal Anti peluru disebuah gedung tertinggi pusat WJC.
wajah tampan yang kini terlihat lebih tirus dari 5 tahun yang lalu.
berdiri kokoh menatap gelap kota malam dengan lampu bercahaya bertaburan layaknya langit malam bertabur bintang.
" Bos....."
hening tak bergeming......
pria tampan dengan kaca mata bening dibelakangnya menghela nafas sedih.
sudah 5 tahun......
dan pria itu kembali seperti dulu....
dingin....
tanpa emosi.....
bengis.....
berdarah dingin.....
"pergilah"
suara jawaban tanpa riak emosi terdengar menyayat hati.
dengan kepala terkulai sedih,pria berkaca mata.sang mata dewa keluar dari ruang kantor sang leader yang kini bahkan untuk didekati saja terasa sulit.
hatinya telah membeku kembali,jiwanya tak lagi berbelas kasih dan perasaan dalam hatinya telah mati.
Arkansas Dimitri Leander Wiguna.
sang Hades yang kembali hidup dengan hati membeku.
Klik........
Arkansas berbalik menatap pintu ruanganya yang telah tertutup pelan oleh Axel.
manik yang dulu sempat menatap sedikit hangat pada dunia,manik yang selalu lembut menatap keluarganya.kini manik itu kembali menajam menatap penuh kedinginan dan hampa pada dunia.
pembawaan diri yang tenang namun menyimpan bahaya, namun.para Wiguna tahu,sosok itu menyembunyikan luka besar yang mengangga lebar.
separuh jiwanya tertidur,lelap tak lagi memberi senyum hangat padanya.Arkansas kembali seperti dulu,dimasa saat sosok indah Liora belum hadir memberi warna Padanya.
"can you hear me, dear? i miss you with all my heart" bisik lirih terdengar kala sosok itu jatuh di kursi kuasanya dengan tangan menutup wajah yang kini telah berderai.
Tuhan tahu,betapa kini dirinya hancur berkeping-keping,hati dan jiwanya pergi.
duduk menghapus air mata yang mana tak akan pernah bisa dilihat oleh siapapun.
bayangan wajah tersenyum sang istri dibalik kubangan darah itu.semua berputar dengan jelas dalam ingatanya,mengepalkan kedua tangannya dan mulai meraih sapu tangan berbordir inisial nama dari separuh nafasnya.
sapu tangan biru benda bersejarah yang mengikat dan mempertemukan mereka kembali.
manik tajam itu berkilat terkulai.
tes..........
setetes Cristal bening itu kembali jatuh dari sudut matanya.
"it's hurt.....so hurt!" lirihnya pedih.
Arkansas bangkit kala ponsel diatas meja kantornya berbunyi.
Mom.........
Arkansas menghela nafas menetralkan getir yang menghantam relung hati.
"Hm"berdehem begitu ponsel terhubung.
sosok wanita tua disana menghela nafas lirih.
yah,Anggi sang ibu menelpon.
menelan saliva mencoba menjaga agar suaranga tak bergetar.
"Kansas..kamu tidak lupa besok hari apa bukan? apa kamu tidak pulang lagi? pulanglah nak meski hanya sehari saja......." Anggi terdiam,wanita itu memukul dadanya yang terasa sesak.perlahan air mata itu menetes tak mampu lagi ia tahan.
Arkansas disisi lain menutup mata dengan tangan terkepal,sungguh jauh didalam lubuk hatinya ia sangat tak sanggup mendengar suara tangis sang ibu.
sejahat dan sekejam apapun dirinya, Arkansas tetap menyayangi ibunya.
"aku tidak bisa,mom" jawab Arkansas lirih.
"Kansas mom moh-"
" aku tidak akan pulang " potong Arkansas menghentikan apa yang hendak dikatakan sang ibu.
"apa seorang pria sejati akan berperilaku seperti dirimu? lari dari semuanya?"
tidak,bukan suara lirih Anggi yang kini terdengar.namun,suara dingin Rafendra sang ayahlah yang terdengar sarkas.
"aku tidak ingin membahas ini lagi! aku tidak ingin dad kembali membuka luka ini" balas Arkansas tajam.keduanya terdiam dengan tak lama suara kekehan sarkasme Rafendra terdengar layaknya luka yang disiram dengan air garam,hati Arkansas kembali menghitam lebih pekat.
"setelah semua itu....apa yang kau lakukan untuk menebus semua pengorbanan dan apa yang Liora titipkan padamu?! aku, Rafendra Adyaksa Wiguna tak pernah mendidik dirimu jadi seorang pengecut! kembali kuperingatkan dirimu,apa kau lupa kau memiliki putri dan pangeran disini?! putri kecilmu......dia...Archa sudah 5 tahun Kansas! dia bahkan selalu menangis mencarimu dan kau.......bedebah!"
Deggg..............
Archana.......
putri, malaikat kecilnya.....
Arshenio.......
Prajurit kecilnya......
dan
Rayganta.......
putra kebanggaannya......
Rafendra terdiam mendengarkan dengan nanar suara Isak pilu putra sulungnya.
pangeran kecil yang dulu bahkan tak mengeluarkan air mata saat terjatuh dan terkena peluru saat latihan.
pangeran yang bahkan tidak menangis saat Bayu dan citra meninggal,kedua kakek dan neneknya.
Anggi menangis memeluk lengan Rafendra yang sudah menangis tanpa suara.
"pulanglah son! demi anak-anak ,bangun dan tinggalkanlah ruanganmu itu son, peluk dan cium lah putri dan kedua pangeranmu itu,mereka membutuhkanmu,pulanglah kansas.jangan biarkan Liora menangis melihatmu menelantarkan ketiga buah hati kalian" suara dingin Rafendra melirih.
Arkansas mendongak menatap langit-langit membiarkan air mata turun tanpa suara.
"Aku kembali...."
bip...........
sambungan terputus,Arkansas meraung memukul dadanya yang terasa sakit luar biasa.
Nafasnya tercekat,wajah ketiga anak-anaknya dan wajah cantik lembut istrinya.
hadiah dari Tuhan yang begitu sempurna dalam hidupnya.
...........⚜️...........
...........⚜️...........
terpaan angin malam membelai lembut wajah seorang anak laki-laki dengan kemeja hitam,disebuah tempat di depan sebuah danau buatan.
wajah kecil yang terlihat begitu dingin tanpa riak emosi,aura dingin tak tersentuh mengelilingi tubuhnya bagai kabut kasat mata yang membawa angin dingin penuh bahaya.
krekkhhhh.....
suara patahan ranting terdengar.
anak laki-laki tampan itu tak bergeming,menatap danau yang terlihat gelap diterpa sinar sang rembulan.
"Rayga....."suara lirih memanggil dari balik punggungnya.
"pergi......." jawabnya dingin.
sosok kecil yang memanggil dirinya menghela nafas.Raider menatap nanar punggung sang kakak sepupu dengan sedih.
Rayganta sudah tak lagi bisa didekati seperti dulu.
anak laki-laki itu bagai membangun tembok tinggi benteng baja yang tak tertembus.
hatinya membeku......
seperti sang ayah,Arkansas!.
"Archana menangis" jawab Raider menatap tubuh Rayganta yang kini menegang.
berbalik tanpa kata dan berlari pergi meninggalkan sosok Raider yang menatapnya sendu.
Rayganta sang pangeran iblis pembunuh berdarah dingin.
dan.......
Arshenio,sang pangeran iblis berwajah malaikat.sang monster gila!.
sang putra mahkota Zeus dan panglimanya, Arshenio.
........⚜️.........
...# flashback 5 years ago#...
Jleb.........
Deg.........
hening..
wanita cantik itu berdiri dengan bangga menjadikan tubuhnya bagai tameng.
" BEDEBAH!" suara amukan kalap seorang pria tampan yang kini berlari masuk dengan wajah murka.
Brukkhhhh......
manik Liora bergetar,didekapnya erat tubuh bayi mungil yang kini sudah tak bergerak di rangkulannya.limbung dan tepat,tubuh tegap Arkansas berhasil sampai sebelum tubuh mungil itu jatuh menghantam lantai.
"DEAR!!" sentak Arkansas dengan pupil mata bergetar,maniknya memerah kala telapak tangannya berbercak darah sang istri.
Lucas bergerak dengan tubuh bergetar meraih putrinya yang didekap oleh sang kakak,pria itu.
Lucas meraung menangis pilu kala melihat kondisi bayinya.
putri kecilnya!.....
"lili!! hiks...putri papa hiks..putri papa...buka matamu sayangnya papa! lili kenapa sayang? menangis lah dan jawab papa nak! hiks... ARKHHHH....LILI!!" Lucas meraung sembari menggoyangkan pilu tubuh bayi kecilnya.
bayi cantik itu telah tiada!......
bibir kecilnya pucat,tubuhnya dingin dan terlihat beberapa lebam pada tangan dan wajah kecilnya.
Lucas menangis histeris,dirinya hancur!.
dan bertambah lagi nelangsa yang ia dapatkan saat melihat kain yang membungkus tubuh kecil putrinya di nodai oleh darah dari wanita yang sangat berharga dalam hidupnya,sang kakak! Liora.
sementara itu.......
Arkansas memeluk erat tubuh ringkih Liora yang sudah penuh dengan darah yang kini menggenang di seluruh lantai sekitarnya, pakaian Arkansas sendiri sudah basah oleh darah dari perut istrinya.
dan sebuah pedang cukup panjang yang menancap disana.
"GABRIEL... RION APA YANG KALIAN LAKUKAN KEMARI...DAN TOLONG ISTRIKU... tolong istriku!" bentakan Arkansas melirih pilu.
uhukkkk....
terbatuk dan kini Arkansas semakin meraung pilu sembari dengan kalap dan tangan bergetar mengusap darah dari mulut wanitanya.
Gabril dan Rion dengan cepat berbalik keluar menuju helikopter mengambil alat-alat medis mereka,sungguh kejadian yang baru saja mereka lihat cukup membuat keduanya terpukul.
Istri cantik dari Arkansas itu menggeleng lemah,diliriknya sosok Rayganta yang diam mematung dengan bahu bergetar dan tatapan mata kosong.
Liora tersenyum sendu dan dengan susah payah memanggil sang putra mendekat.
Rayganta dengan derai air mata mendekat cepat dan jatuh terduduk meraih tangan sang ibu.
"a...apa yang mommy lakukan ini? apa..apa mommy tidak menyayangi Ray..adik dan Daddy hingga mommy berbuat ini?" Lirih Raygan sembari meremas telapak lembut Liora,ibunya.
Liora menggeleng,Rion dan Gabril tiba cepat membawa brangkar darurat dan beberapa alat medis.
"Baringkan Lio,kak! baringkan disini perlahan!" titah Rion dengan cepat.
kini bukan lagi Arion sang wakil leader BE,namun Arion sang kepala rumah sakit Health Hospital,Dr Arion D.L W Sp.BTKV.
sang kepala bedah toraks kardiovaskuler.
"Kita akan lakukan tindakan darurat disini! Ryu clear area dan James siapkan wadah air bersih.Gabril jangan lupa bius dengan dosis tinggi,kita dikejar waktu!" Seru Rion tajam.
Liora tak lagi fokus pada sekitar,tubuhnya terasa sakit luar biasa.
"mommy...." Raygan melirih saat sang ayah bagai raga tanpa jiwa,hanya memeluk tubuh Liora dan menatap tajam pada beberapa orang yang kini berada dalam kurungan lingkaran tiga ekor serigala nya dengan pedang,senjata api dan samurai Ryu mengurung mereka.
"mom...mommy tidak lakukan...hah...hah...hal salah sayang....mom...mom..hanya hah...hanya menolong adikmu,Li... lilih!" Liora benar-benar merasakan nafasnya tercekik bahkan hanya untuk sekedar menggerakkan lidah.
Arkansas mengelus rambut panjang nan halus istrinya dengan tangan bergetar,air matanya jatuh deras tanpa suara.
"Su....suamiku" lirih Liora menahan sekuat tenaga rasa sakit yang menjalari seluruh tubuhnya,remuk dan hancur!.
telapak tangan halus itu bergerak meraih rahang mengeras Arkansas dengan lembut mengelus wajah tampan yang sudah menemani hari bahagianya selama 7 tahun lebih.
"Arkhhh....hiks....." pecah sudah tangis Arkansas.pria itu meraung mencium telapak tangan istrinya pilu.
para inti menunduk pilu berderai air mata,pertama kali mereka menangisi seseorang.
Rayganta bahkan berbaring pilu memeluk tubuh kecil sang ibu.
Rion dengan tangan bergetar mulai mempersiapkan obat bius.
Liora tersenyum perih.
Alampun tau betapa ia memohon pada Tuhan agar memberi dirinya sedikit waktu bersama keluarganya.
"aku...akuh.... sayang...dan...dan cinta kamu suamiku,anak....anakku,jagalah anak kitah....maaf...maafkan aku jika menyakiti hatimu,aku cinta kalian" lirih Liora dengan derai air mata.
Arkansas menggeleng keras.
"no...no dear...we love you more,you are the best wife dan mother in the world...please strong please stay!" Isak Arkansas nanar.
Liora tersenyum sebelum tusukan jarum berisi obat bius masuk ke tubuhnya.
Rion dan Gabril mengangguk mengeraskan hati.
"Angkat!" dan tubuh Liora pun dibawa cepat dengan tandu menuju helikopter yang sudah siap mengudara oleh James.
Arkansas menggenggam telapak tangan Liora yang tak lama lagi akan pergi bersama James dan Rayganta.
"Ar......sakit....sakit sek-" dan Liora pun menutup mata dengan tangis pedih Arkansas yang menyingkir menatap helikopter yang berlalu pergi dengan Lucas yang terus menangis pilu memeluk tubuh dingin bayi kecilnya.
benar!....
dirinya tinggal bersama Ryu,Axel dan beberapa anggota yang kini telah menutup seluruh jalur Vila.
iblis itu akan mengamuk......
..........⚜️..........
Hujan turun begitu deras.
puluhan orang baik laki-laki maupun perempuan dengan pakaian serba hitam berdiri dengan wajah penuh kesedihan disebuah area pemakaman khusus di atas sebuah bukit dengan pohon-pohon beringin besar disana.
tes. ...tes....tes.....
didepan sebuah makam,makan yang baru saja sebuah peti mati diturunkan disana.
seorang pria dengan wajah penuh kesakitan dan kesedihan berdiri diam menatap kearah pusara yang baru saja di tancapkan oleh para pengubur.
air mata mengalir deras ....
raungan pilu menghantarkan kepergian sosok kecil yang telah berpulang....
para wanita menangis pilu melihat sosok laki-laki dewasa yang kini terlihat begitu hancur.
wajah dingin namun sorot mata sendu para anak-anak generasi muda.
Wiguna family tengah berduka!....
Lucas memandang nanar kearah pusaran bayi kecilnya dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti.
BRUKHHHH....
Lucas jatuh bersimpuh meraung dengan hati bak ditikam tanpa welas asih.
sakit.......
menyeret tubuhnya paksa mendekati pusaran sang putri.
tes...tes...tes...
"Hiks....papamu sakit pumpkins,hiks...sayang....maafkan papamu ini nak" Lucas terisak pedih,jemarinya mengusap pusaran putrinya pilu,begitu lembut.
Lucas menipu diri,ia mengusap pusara itu layaknya tengah mengusap sosok putri kecilnya,lili.
"pumpkins,apa putri kecil papa tidur pulas sayang? hiks...maafkan papa yang begitu lalai menjagamu sayang,sakit hati ini......papa pantas mendapatkan ini karena lalai menjagamu nak,hiks..... seharusnya papa bisa menjadi laki-laki yang lebih kuat untuk kamu dan tantemu Liora sayang,hiks...papa lemah nak! papa lemah...maafkan papa pumpkins,ya Tuhan!!...hiks....andai...andai saja papa bisa memutar waktu" Lucas meluruh memeluk pusara dimana tempat terakhir bayinya telah terlelap.
suara pria itu gemetar,Lucas hancur!.....
putrinya tiada....
kakaknya,Liora.koma!.....
Lucas mencintai,sangat mencintai istrinya Dysabel.namun apalah daya,hati Dysabel tidak semurni apa yang Lucas harapkan.
wanita itu penyebab sang kakak koma,dan dia juga penyebab lili putrinya tidak tertolong akibat terlalu termakan ucapan Stefani.
wanita keji berhati binatang yang akhirnya menjadi penghuni perut para serigala dan hewan buas penghuni markas BE.
hujan deras mengguyur seluruh tanah pemakaman,langit dan awan menghitam.
kesedihan menyebar ke segala penjuru.
sang Ratu tengah koma!...
dan Lili,bayi kecil Lucas telah tiada.
"Lucas....sudahlah nak, ikhlaskan lili kasihan dia jika kamu seperti ini terus... Lucas,hidup dan mati sudah garis takdir yang tertulis sejak manusia berada dalam kandungan,dan mommy yakin lili kecil kita pasti akan merasakan kesedihanmu,lili pasti akan menangis jika melihat ayahnya seperti ini,ayo nak...bangun dan mari kita pulang"Anggi membujuk sendu.
langit menangis deras.
...# back off#...
...TBC...
end................
maaf El kasih sad ending.....
tapi El akan kasih chapter extra karena ini masih menggantung ya .....
so....tunggu ya😘