PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Bad Guy



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya......✌️



...💠...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...💠...


pagi hari telah menyambut dengan kilau mentari hangat yang menghujani kedua tubuh dari sosok indah bak lukisan agung ciptaan Tuhan yang paling sempurna.


Arkansas tersenyum,pria itu menaikan telapak tangannya menutupi sinar matahari yang jatuh mengenai wajah cantik istrinya.


sinar pantulan cahaya membuat wajah cantik Liora bak lukisan seorang Dewi kecantikan yang membawa ketenangan hati serta kebahagiaan sejati dihati pria itu.Arkansas tersenyum bahagia.


wajah istrinya tepat didepan matanya,tidur damai berbantalkan lengan kokohnya berbaring lembut diatas gapura tempat mereka menghabiskan waktu sarapan dan juga melihat matahari terbit.


dan sudah tiga jam sejak matahari terbit dan kini mereka harus kembali.


"engghhh" Liora mengerang saat merasakan pipinya ditusuk-tusuk lembut oleh seseorang,jari Arkansas sungguh tak bisa diam sejak tadi.


pria itu menoel pipi gembul istrinya gemas,memainkan bibir Cerry itu jahil dan terkadang membelai dada montok istrinya dari luar Dress yang kini dikenakan Liora.


"Ar.....jangan ganggu ihhh....aku mengantuk!!" kesal Liora namun matanya tak juga terbuka lagi,wanita cantik itu merapatkan tubuhnya dan wajahnya ia tenggelamkan didada bidang beraroma hutan Pinus suaminya dengan manja.


Arkansas terkekeh gemas dan segera meraih wajah istrinya agar mendongak dan menatapnya.


mata sayu itu menatapnya lemah,sungguh Liora benar-benar mengantuk akibat terlalu pagi bangun bahkan beraktifitas meski ringan,namun sungguh wanita hamil benar-benar mudah lelah!.


cup.........


menutup mata,Liora tersenyum kala bibir hangat suaminya mendarat lembut mengecup keningnya.


"bangun sayang....mari pulang sebelum matahari terlalu terik nanti.aku ada rapat siang nanti" Arkansas berucap lembut membelai rambut panjang nan indah istrinya penuh cinta.


Liora akhirnya terbangun penuh,rasa kantuknya hilang dan entah mengapa ia ingin mengatakan sesuatu namun urung.


"ada-apa sayang? " Arkansas mengeryit binggung kala melihat sorot mata indah Istrinya penuh dengan suatu hal yang ingin disampaikan.


menggeleng dan Liora memeluk erat tubuh atletis Arkansas dan mendusel manja disana.


"baby mau cium aroma hangat daddy....hm....Daddy kerja yang semangat!" ujar Liora sembari mengusap perut yang mulai membuncit dengan manja.pria tampan itu meraih telapak tangan halus Liora dan mulai mencium punggung tangan wanita itu lembut dan mengusap perut istrinya sayang .


"Daddy milik baby dan mommy seutuhnya...untuk SELAMANYA,seluruh hidup Daddy hanya untuk mommy dan anak-anak Daddy!" ucap Arkansas dengan wajah tenang dan senyum mempesona.


area pantai mulai ramai akibat matahari yang sudah tinggi,banyak pengunjung yang mulai tertarik melihat sebuah Gazebo yang entah kapan ada disana,dengan jejak lilin yang terjajar sepanjang jalan menuju kesana dan itu merupakan sesuatu hal yang cukup menarik perhatian.


"baiklah sekarang kita pulang dan istriku harus istirahat!" Arkansas bangkit dan meraih tubuh istrinya dan membawa sosok cantik itu ala bridal,sepanjang perjalanan kembali kearah mobil mereka terparkir,suara jeritan heboh para wanita terdengar riuh melihat sosok yang keluar dari gazebo yang tertutup oleh kain tipis kelambu.


"KYAAAAA....... romantis nya!!"


"CEO AR....CEO AR aku padamu!!"


"ahhhh..tampan sekali,tolong jadikan aku pacarmu tuan tampan!!"


"andaikan pacarku seperti itu sedikit saja!!"


"aku iri sekali pada istrinya!!"


"wanita cantik itu bak gitar spanyol!!"


" pria itu beruntung!!"


"hei...bukan,wanita itu yang beruntung!"


Liora mengerucutkan bibirnya kesal, apa-apaan wanita yang berteriak meminta suaminya menjadikan wanita asing itu pacarnya,apa mereka meminta agar suaminya poligami? hell!! mimpi saja!.


Arkansas terkekeh geli melihat wajah jengkel istrinya,wajah manis itu adalah cobaan tak ada ampun untuknya! lihat,bahkan juniornya sudah berkedut hanya dengan melihat wajah jengkel istrinya.


"hei....apa itu?!" Liora tersentak kala pinggangnya merasakan sesuatu mulai tegak mengenai dirinya,dalam gendongan Arkansas dapat ia dengar nafas Pria itu yang mulai berat.


Deg............


damn!!


Liora terdiam bak patung saat tubuhnya telah berpindah dalam kursi samping kemudi.


"A...Ar....?" cicit Liora gugup.


"diamlah sayang....jangan berbuat apapun atau aku akan lepas kendali!" ucap Arkansas sembari mengecup kening Liora lembut dan mulai berjalan memutar mobil kearah kursi kemudi.


Bremmmmm.........


tak lama mobil sport mewah itu meninggalkan area pantai dengan tatapan kagum para pengunjung lain.


........💠........


disebuah tempat,tepat didepan sebuah gedung parlemen.kerumunan para wartawan dapat terlihat tengah mencoba mencari informasi dari sosok yang baru saja keluar dari gedung.


"tuan Harold apa rencana anda kali ini agar bisa kembali memasuki dunia politikus?"


"benar tuan Harold,berita tentang kasus anda tahun lalu sebagai walikota sudah cukup membuat nama anda buruk! jadi bagaimana anda akan kembali?!"


"apa yang anda tengah coba menyiasati tahun pemilihan baru ini?"


"kabarnya anda tidak akan bisa lagi menjadi walikota dalam pemilihan kali ini? apa yang akan anda lakukan?"


"tuan Harold Bla.....bla*...."


pria paruh baya dengan stelan jas hitam itu tersenyum ramah dan mulai bersuara menghadapi serangan panas para wartawan.


"saya sudah membuktikan saya tidak bersalah atas scandal pemilihan tahun lalu,dan saya yakin pemilihan tahun ini akan memiliki sedikit keberuntungan.jadi mohon menunggu kabar baik atas pemilu tahun ini!" Harold tersenyum meski hatinya memaki habis para Wiguna penyebab masalahnya.


Harold berjalan disamping para bodyguard dan mulai memasuki mobil dimana sosok Baron sudah menunggu dengan senyum liciknya.


Klik......


pintu mobil telah tertutup.


"dengar Tuan Harold,aku telah keluar banyak biaya untuk kampanye dirimu dalam pemilihan ini.tak perduli bagaimana caramu kau harus menang! dan sebelum pemilihan terjadi,akan kuhancurkan Wiguna itu karena membunuh adikku!!" Baron berucap sarkas dengan manik memerah penuh dendam.


"tentu Tuan Baron,saya akan pastikan mengamankan kursi walikota tahun ini!" tegas Harold tersenyum dingin.


Terkekeh jahat dan mobilpun meninggalkan area gedung parlemen.


Klik......


layar besar proyektor itu mati.


HAHHAHAHAHA.....


tawa Rion, Axel,James pecah dengan gelengan miris dari si babyface iblis Tristan.


"betapa bodohnya si b*bi tua itu?! hahahaha..perutku keram hanya dengan melihatnya!!" James terbahak sembari kembali meneguk sekaleng soda dari ruang pemantau Axel .


"lakukan saja sesuai plan! biarkan mereka tertawa dan setelah itu...........kubur mereka hidup-hidup!!" kalimat terakhir dengan seringai dingin dan manik mata bak predator ganas,Arkansas sukses membuat suhu turun dari dalam ruangan yang kini semakin terasa dingin mencekam.


"hahaha..easy brother!" canggung Rion,sial! apa tidak bisa si tiran ini tidak membuat mereka menggigil? Rion kesal setengah mati.


krauk...krauk...krauk....


suara kunyahan popcorn dari Tristan adalah pemecah keheningan yang berlangsung saat itu.


"tapi.....pria itu? kudengar dari spy,dia terobsesi pada istrimu Rion? kita apakan dia?!" smirk Tristan terlihat menyeramkan,yah.bocah manis itu kini sudah menjelma seutuhnya bak kesatria iblis yang baru terlahir kembali,tidak ada senyum manis yang ramah,hanya ada seringai licik dan rencana keji diotaknya.


"kau mau bermain Tan?" Gabril yang sedari tadi sibuk sendiri mulai bersuara.


"hehehehe..kurasa sedikit belati beracun akan menyenangkan!" senyum manis itu terlihat begitu indah namun tersirat sinyal bahaya yah begitu apik tersembunyi.


meraih ponselnya dan Tristan bangkit mengikuti Arkansas yang mulai berdiri hendak keluar.


"lihat nanti!" tawa manis Tristan menggema begitu pintu tertutup.


para inti yang tersisa saling melirik satu sama lain,Ryu mendesah dan Gabril menggeleng takjub.


"anak itu sudah dewasa!" kekeh Axel entah ia ingin menangis atau tertawa saat ini?.


"hm...berdoa saja agar ia tak merubah anak-anak kita menjadi seperti Rayganta,sungguh aku takut hanya dengan melihat mata bocah iblis itu!" James berujar ngeri.


" anak? kau saja baru menikah dua hari yang lalu!" Ejek Rion menatap wajah mencibir kesal James.yah,James memang sudah menikahi Freya dua hari yang lalu.


pernikahan mereka tidak meriah,hanya ijab kabul sederhana dengan akhirnya James mengikuti Freya sebagai syarat mutlak dari Davin.dan Jeremi sebagai pihak pria setuju saat James bahkan tidak menolah syarat dari calon ayah mertuanya.


pernikahan dilakukan di salah satu gedung hotel milik WJC,hanya keluarga,kerabat dekat dan kenalan saja yang hadir.pesta dilakukan selama satu hari penuh dimana akad dan resepsi dilakukan dalam satu hari.bersyukurlah para ibu dan menantu Wiguna Family bergerak cepat mempersiapkan segalanya dibantu para BE.


dan yah,kini James sudah bukan lagi pria lajang yang bebas.ada seorang istri yang menunggunya dirumah.


"cih...aku tau!" balas James sarkas.


"sudah....sudah....Rion,Gabril.kembali kerumah sakit sana!! Kau...Axel....James kembali ke perusahaan,disini wilayah ku!!" putus Ryu pusing mendengar keributan saudara-saudaranya.


bangkit malas,akhirnya keempat pria tampan itu keluar dari ruang pemantau markas dan kini hanya tinggal Ryu seorang yang tinggal.


"silver.....apa pabrik sudah menyelesaikan pesanan proyektil untuk Jerman?!" Ryu bertanya begitu ruangan telah kosong hanya tinggal dirinya seorang.


"sudah Ketua.hanya tinggal beberapa peti kemas saja dan semua siap! malam ini jika tidak ada kendala semua bisa dikirim lewat pelabuhan!" suara silver menjawab dari sambungan interkom.


"kerjakan cepat,kau tau si Tiran itu tidak suka gerak lambat dan celah! perhatikan dan segera tangani jika ada kendala!" ucap Ryu sebelum percakapan ia sudahi.


"right"


bip......


"hah.....aku rasanya merindukan Istri juga putraku!" desah Ryu lelah.


..........💠..........


"Kids....oh astaga!! bisa jantungan mami lama-lama!" desah kesal Kayra melihat kelakuan over aktif kedua putra kembarnya.


"mami cepat!!........itu disana......om jalan cepat ihhh...!!" bocah tampan bertopi terbalik itu berucap jengkel kala ibu juga kedua bodyguard mereka berjalan sangat lamban,padahal mereka tak sabar menjelajahi Timezone.


Kayra mendengus,dasar anak-anak iblis ini! Kayra rasanya ingin menangis kini,andai saat ini ada Rayganta pasti ia tak perlu menghadapi serangan jantung melihat kelakuan nakal putra-putranya.


"kalian berdua pergilah ikuti kedua putraku,awasi mereka aku akan berada di cafe depan sana menunggu anak-anakku selesai bermain.jika sudah bawa mereka ke sana!" Kayra menatap lelah kedua pria berwajah kaku bawahan suaminya itu.keduanya mengangguk paham dan berjalan cepat menuju kedua tuan muda kecil mereka,tak perlu cemas mengenai sang nyonya muda.karena Kayra lebih dari mampu menjaga diri sendiri .


Klinggg....


pintu cafe ice cream and Dessert terbuka dengan suara lonceng yang berbunyi saat pintu menyentuh lonceng.


Kayra masuk dan duduk didekat jendela tak jauh dari pintu masuk.


"selamat datang di dreamland summer,anda ingin memesan apa?" pelayan itu bertanya ramah sembari menyodorkan sebuah buku menu.


Kayra mengangguk ramah dan meraih buku itu,membacanya sebentar dan mulai menyebutkan pesanannya.


"waffle blueberry, ocean blue spring dan dumpling!" ucap Kayra pelan.oelayan itu mengangguk dan berlalu setelah menulis pesanan.


wanita cantik dengan surai hitam jatuh bebas dibalik punggungnya itu kini menopang dagu dan menatap keramaian mall dibalik kaca dinding cafe.


"hah... anak-anak itu!" desah Kayra lelah.


.............💠...............


Baron berjalan dengan seorang wanita yang ia bayar untuk memuaskan kebutuhan biologisnya.


Erika sedang sibuk menemui ibunya yang tengah dirawat akibat keracunan dan disinilah pria itu disebuah mall bersama Jal*ng yang sudah ia bayar.


" Tuan Baron? apa anda akan membelikan saya sebuah gaun,perhiasan atau tas channel?" wanita itu bertanya genit sembari memepetkan dadanya pada lengan Baron.pria itu menyeringai dingin dan tanpa malu menepuk bok*ng wanita sewaannya dengan keras.


"kau layani aku dulu dengan benar! baru aku akan membelikan apapun yang kau inginkan!!" ucap Baron sinis.


wanita itu tertawa canggung dan mulai mengikuti dalam diam.


hingga....


Deg.....


langkah pria itu berhenti saat melihat siluet sosok incarannya duduk manis dengan sebuah dress hitam selutut duduk disebuah cafe dessert seorang diri.


melangkah terburu-buru setelah melepas belitan wanita sewaannya itu.


"tuan...tuan mau kemana?!!" wanita itu memanggil keras dan Baron tak perduli.


sementara itu......


Kayra bangkit dan membayar pesanannya.wanita cantik itu mendumel saat menerima pesan dari penjaga kedua putra nakalnya.kedua bocah itu kabur! dan kedua penjaganya tengah kelimpungan mencari tuan muda kecil mereka!.


"hah... anak-anak itu!!" dumel Kayra sembari kembali memasukkan ponselnya kedalam tas tangannya.


ia berjalan mencari kedua putranya,dan tak mau terlalu lelah ia memutuskan langsung ke pusat informasi untuk memberi pelajaran pada dua bocah nakal itu.


"permisi....boleh saya pinjam mic-nya?" Kayra berbicara ramah pada seorang wanita paruh baya yang bekerja dibalik meja pusat informasi di mall itu.


"tentu mrs,silahkan" wanita paruh baya itu tersenyum ramah dan membiarkan Kayra mulai meraih mic.


"RAIDER WIGUNA.....RAINO WIGUNA...MAMI HITUNG SAMPAI TIGA,JIKA KALIAN TIDAK KEMARI? MAMI AKAN KUNCI KALIAN BERSAMA LUCY!!" suara kesal namun mengalun merdu itu terdengar dari pengeras suara di tengah area mall.dengan begini ia tak perlu repot mencari,karena kedua bocah nakal itu akan datang sendiri.karena apa? tentu saja,hal yang paling mereka takuti adalah Rayganta,Lucy si ular piton kuning,Arkansas si Hades dan Rafendra si Gransfather Lucifer! Kayra rasanya ingin menangis akan kelakuan kedua anak kembarnya.


wanita itu menatap wajah wanita paruh baya yang menatapnya syok.


"nyonya,jika ada dua anak laki-laki kembar datang,suruh mereka menunggu! saya ingin kekamar mandi sebentar apa boleh nyony" Kayra bertanya cepat saat merasa sudah sangat kebelet.


"i..ia,tentu Mrs!" Kayra berjalan cepat tidak tahan lagi.


"hehehehe...waktu untukku tiba juga,oh....Kayra Dewiku,tubuh dan wajahnmu sudah menjadi canduku! akan kudapatkan kau!!"


siluet itu menghilang,berjalan kearah Kayra menghilang dibelokkan menuju kamar mandi umum mall.


...TBC...