PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
I'm yours



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komen ya.....⭐


selamat membaca.....🌹



⚜️⚜️⚜️my beautiful target ⚜️⚜️⚜️


saat ku genggam tanganmu...


dan bibirku mencium manis bibirmu.....


aku berharap kita bisa seperti itu....


mengapa kita tidak bisa seperti itu?.....


meski aku milikmu....


kau tetap menyembunyikan perasaanmu....


setiap ku melihatmu,aku merasa tersiksa sedikit demi sedikit......


momen-momen yang ku ciptakan.....


tidak akan pernah cukup......


sudah jelas kau tercipta untukku....


tiap bagian dirimu adalah diriku.....


setiap detik,setiap ku berfikir tentangmu....


semakin dalam rasa ini padamu....


tapi meski semua terlihat jelas...


kau tidak pernah mampu melihatnya diwajah ini.....


tapi aku selalu tahu....


cinta ini selalu membawa harapan.....


cinta yang ku punya akan selalu membawa harapan.....


cobalah menerima ularan tanganku dijalanan ini.....


izinkan aku mencium dirimu dengan cintaku....


aku berharap kita bisa seperti itu.....


mengapa kita tak bisa seperti itu?.....


meski aku milikmu........


aku milikmu........


⚜️⚜️⚜️⚜️


suara petir dan guyuran hujan menerpa bumi dengan kedinginan dan kehampaan.saat semua kawan-kawannya berlari menjauh menuju sebuah penginapan ,namun nampak seorang gadis berjalan tenang dengan sorot mata penuh kehampaan.


"mama"suara lirih itu membuat langkah seorang pria yang berjalan disampingnya terhenti.pria tampan dengan sorot mata sendu terus menatap punggung kecil yang nampak rapuh itu.


Pukh......


sebuah jas hitam tepat menutupi kepala gadis cantik itu dari guyuran hujan yang menerpanya.


"ayo jalan,jika seperti ini kau akan sakit my lady" ucap pria itu datar dan tanpa ekspresi .wajahnya sangat kaku namun jika dilihat lebih teliti,sorot mata itu menyimpan luka dan sesuatu yang hanya ia yang tahu.


liora,gadis manis itu menatap Wajah Arkansas dalam diam tak berucap apapun dan melangkah menyusul teman-teman nya.


"huft....sampai kapan? sampai kapan kau begini.aku sakit melihatmu seperti ini baby,cobalah terbuka sedikit padaku"lirih Arkansas dan berjalan pelan dibelakang liora.


"BOS AR.....BAGUS SEKALI DIDEPAN ADA PENGINAPAN"suara teriakan Tristan menyadarkan Arkansas dari segala pemikirannya.pria itu mengangguk pelan dan melangkah pasti mendekati Ryu dan Axel yang kini tengah berdiri didepan pintu masuk sebuah vila kecil.


"wah bagus sekali,kita bisa menyewanya untuk berteduh malam ini" ucap amber merasa lega,sungguh tubuhnya telah menggigil.


"tunggu...kalian jangan main masuk saja ,kita tidak melihat siapapun disini" ucap liora berusaha mencegah teman-teman nya memasuki vila yang terasa sepi.


"masuk saja,aku jamin tidak akan ada masalah " Arkansas membuka pintu dan masuk begitu saja disusul Ryu,Axel,James, Tristan,amber dan nixon.liora terdiam sejenak hingga Amber kembali dan menarik tangannya masuk.


"ini aneh,diluar sama sekali tidak ada orang"celetuk Tristan tiba-tiba merasa merinding takut,sungguh jangan sampai ia bertemu dengan makhluk halus apapun bentuknya atau pria manis itu akan pingsan dan tidak akan bangun sampai beberapa hari.


"didalam vila juga sepi sekali,tidak ada siapapun" gumam Axel sambil mengusap rambutnya dengan sebuah handuk yang pria itu ambil dari tas ranselnya.


liora menatap dan menelisik setiap sudut vila yang baru saja ia tempati,tidak tahu mengapa perasaanya sedikit tidak tenang.


"eh" liora tersentak kaget saat sebuah sapu tangan lembut mengusap wajah serta tetesan air dari rambutnya.dan liora tertegun seketika saat wajah tampan Arkansas mengusap air itu dengan pandangan yang sulit diartikan liora.


"wajah dan rambutmu basah,biar ku keringkan dengan sapu tangan ini.dan setelah itu naiklah ke atas dan mandi,aku tidak ingin kau sakit" ucap Arkansas dan beranjak duduk disebuah sofa dengan tenang.Ryu dan Axel saling melirik dan melongo takjub,bos mereka sejak kapan jadi penuh perhatian begini? bahkan saat anggota BE tertembak saja ia akan melihatnya dengan santai dan hanya mengangkat tangan memerintahkan Gabril atau Rion yang mengurusinya.sungguh cinta luar biasa.


"bos Tristan juga basah" ucap Tristan melirik teman-teman nya yang sedang terkekeh geli menatap kelakuannya.


"lalu" jawab Arkansas acuh.


"ya di usapkan lah bos supaya kering,Miss liora diusap nah kita tidak.bos tidak adil nih" racau Tristan menampilkan wajah manisnya dengan mengedip menggoda pada arkansas yang dibalas tawa terbahak Ryu dan Axel dan suara membahana James.amber menggeleng takjub melihat kelakuan para pria tampan itu dan Nixon memutar bola matanya jengah lebih memilih memeriksa email dari Mathew yang bertanya mereka sudah sampai dimana.


Bwahahahah...


"sudah bosan hidup dia hahaha....." gelak James tidak kuat menahan tawa hingga kini perut nya menjadi keram.


Arkansas memejamkan matanya tidak perduli,pria itu masih betah dengan segala pemikiran nya.


"Pemilik....hei!!! apa ada orang disini?!!" Ryu dan amber berkeliling mencari apa adakah orang yang bisa mereka temui.


Wush......


Brakh.....


angin bertiup kencang dan membuka keras jendela disamping Tristan hingga pria manis itu sontak menjerit ketakutan .


"ASTAGA......MAKHLUK HALUS ....SETAN IBLIS ...MAMI !!!" pekik Tristan merinding horor.


Bwahahahah.......


tawa amber dan James pecah dengan gelengan frustasi Axel dan Ryu.sungguh bikin malu saja Tristan ini!.


"hahaha....gila...kenapa tidak kau sebut saja segala macam keluarga besar makhluk halus Tan?" James terbahak hingga memukul keras punggung Nixon yang duduk tepat disebelahnya.


"sakit bang*at!! " maki Nixon sembari menghindari dari pukulan maut James.


liora terkekeh pelan dan tanpa sadar akan senyum tipis Arkansas yang sedang menatapnya dalam diam.


"tidak ada orang satupun di vila ini, tidakkah ini sangat aneh?" liora bertanya pada amber yang mengangguk membenarkan ucapan ya.


"Tristan,lihatlah dibelangkang mu ada bayangan hitam!" ucap James menakuti pria manis itu dengan wajah horornya yang terlihat meyakinkan.


seorang wanita dengan rambut panjang masuk dengan pakaian putih dari ujung kaki hingga keleher.wanita itu berdiri diam didepan pintu masuk area belakang vila.


"KYAAAAA.....SETAN!!!!"bukan hanya Tristan yang kini berteriak ketakutan,namun amber bersama Nixon dan James yang niatnya ingin menakuti malah terkejut sendiri .


Ryu dan Axel memutar bola matanya jengah melihat ekspresi berlebihan teman-teman itu.liora bahkan kini ikut tertawa lepas dengan Arkansas yang berdecak jengkel.


"sudah diam!! "suara dingin penuh kekesalan arkansas membungkam ke 4 manusia yang tengah sibuk saling berpelukan ketakutan .


"berisik sekali kalian ini" tambah Ryu kesal.


"tenanglah itu pasti pemilik vila,maaf anda pemilik vila ini nyonya?" tanya liora yang langsung berjalan menghampiri wanita berpakaian serba putih itu.


"maaf sudah membuat kalian semua ketakutan,saya adalah pemilik Vila.dan tadi saya memang berada dibelakang untuk mengecek atap yang bocor hingga tidak mendengar kedatangan kalian.jadi boleh saya bertanya apakah kalian ingin menginap?" wanita itu tersenyum manis menatap ke 8 orang asing yang kini memenuhi ruan tamu Vila.


"benar,kami akan menginap hingga hujan berhenti nyonya.dan maaf kami main masuk saja tadi ,karena kami merasa tidak ada siapapun disini" jelas amber meminta maaf.


"oh tidak masalah,apakah kalian ingin saya siapkan makanan ?" tanya wanita itu lagi, Arkansas menatap wanita itu dalam diam,Sorot matanya sangat dingin dan tajam.


"tidak perlu,kami akan langsung beristirahat saja"dingin,datar dan tak bersahabat,sungguh Arkansas merasakan firasat buruk pada wanita ini.wanita itu menatap arkansas dalam dan tersenyum simpul.


"baiklah kamar wanita ada dilantai 2 kamar 13 dan pria ada di lantai bawah kamar 11 dan 12 masing-masing dengan single bad" jelas wanita itu menyerahkan tiga buah kunci.


Arkansas menatap liora sekilas dan beranjak pergi menuju kamar nya sendiri.


"James kau bersama Tristan dan nixon.aku dan Axel sekamar dengan bos" terang Ryu cepat.


⚜️⚜️⚜️


"apa rencana kita berhasil?" wanita dengan dress merah itu bertanya sembari meneguk gelas wine ditangannya.


"hm,biarkan Shion menjalankan tugasnya.jika Tidak mati maka j*lang itu harus cacat hahaha..." wanita yang tengah duduk di sebuah sofa single itu tertawa mengerikan.


" katakan pada master,kami berterima kasih Kakuzu" wanita berdress merah itu mengecup singkat bibir pria berperawakan Jepang itu dengan seringai puas diwajah cantik nan kejinya.


"Tentu"


⚜️⚜️⚜️


Tes.....tes.....tes......


tetesan air dan uap yang mengembun mengisi sebuah kamar mandi dengan shower yang kini menumpahkan air hangat di tubuh seorang gadis cantik yang kini sibuk dengan kegiatan mandinya.


"untunglah setidaknya ada air hangat disini" batin liora yang sudah berdiri didepan cermin sembari mengusap Surai panjangnya dengan sebuah handuk.


sementara diluar kamar gadis itu......


Brakh......


seorang berpakaian serba hitam kini sedang berhadapan dengan Arkansas yang kini terlihat menguarkan aura dingin pekat yang arkansas menendang tubuh orang berpakaian hitam itu saat mencoba membuka pintu kamar liora.


Dor........


Glock berperedam suara itu hampir saja mengenai jantung orang itu jika Arkansas memang berniat membunuh langsung.namun pria itu nampaknya sedang memberi peringatan.


"menjauh dari milikku" suara arkansas terdengar dalam dan dingin menusuk.orang berpakaian serba hitam meringsut menjauh dan pergi dengan tergesa-gesa.


" tidak akan kuberikan kau hidup" gumam Arkansas dan berlalu pergi setelah memastikan liora baik-baik saja.



pria itu berjalan menjauh dengan langkah berat dan suasana hati yang buruk,kedua tangannya masuk kedalam saku kiri dan kanan nya menatap lurus ke depan dengan sebuah pistol yang selalu tersembunyi dengan baik dibalik rompi anti peluru .


TBC........