
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....⭐
selamat membaca....🌹
⚜️⚜️⚜️My Beautiful Target ⚜️⚜️⚜️
terlihat disebuah cafe yang lumayan ramai dengan suasana cafe yang penuh oleh para muda-mudi yang sedang bersantai sembari bersantap menikmati hidangan yang tersedia.
hening.......
suasana yang semula terlihat ramai hening seketika, saat 4 orang pria tampan berjalan memasuki cafe dengan gaya santai namun mampu membuat semua mata wanita menatap mereka mendamba.
Axel,James, Tristan dan Gabril.ke empat pria tampan itu nampak berjalannya dengan ekspresi wajah berbeda-beda.
Axel terlihat lelah dengan menguap sesekali.james nampak sesekali melempar kedipan nakal pada beberapa wanita cantik yang terlihat sedang menatap mereka.Gabril mendengus bosan dan Tristan? pria manis itu nampak mengerjap binggung melihat reaksi wanita-wanita yang terdengar memekik heboh.
"berhentilah tebar pesona bodoh! lama-lama kupingku tuli" hardik Gabril sembari memukul punggung James jengkel.
James mendelik dan balas melotot tajam pada sahabat laknatnya itu.
"bilang saja kau iri bodoh! lagipula salahkan saja wajahku terlalu tampan hingga membuat mereka berteriak seperti itu" ucap james ponggah.
"dasar badak!" cibir Axel sembari terkekeh geli.
"Axel,Gabril tolong bangunkan aku jika aku sedang bermimpi,James kau tidur sambil berjalan?" racau Tristan dengan wajah polos tanpa dosa,sungguh ketiga pria tampan itu menatapnya binggung.
"maksudmu?" tanya Axel sembari menaikkan kedua alisnya bertanya.
"James jelek begitu, bisa-bisanya dia mengigau bahwa dirinya tampan? kembalilah kedunia nyata kawan,kalau kau bermimpi terlalu jauh jika jatuh sakitnya luar biasa tahu" ujar Tristan polos-polos mengejek.james melongo ,Axel terbahak sedang Gabril mengulum bibirnya takut suara tawanya lepas.hebat,sungguh hebat ucapan polos nyelekit tristan.james rasanya ingin membunuh anak ini jika tidak ingat dia adalah babyface kesayangan para ratu BE.
"BANG*AT KAU IBLIS BERWUJUD MANUSIA" maki James jengkel.pria berambut pirang itu memegang dada kirinya sembari menatap bengis pada Tristan.tristan mengerjap dan menggeleng takjub atas kepercayaan diri Kawanya itu,poor James.
"rasanya ingin pingsan menghadapi manusia satu ini,tapi takutnya kalian tidak mau gendong nanti" racau James dramatis.
"RIP JAMES RUSSEL,meninggal pada hari ini dengan tenang" racau Tristan sembari menunduk sedih dengan tawa menggelegar Gabril dan Axel.
HAHAHHAHA.......
"setan hahaha....gila hahaha...kau kenapa masih disini James? kau hantu ya? hahahaha...aduh keram perutku" gelak Axel sembari memegang perutnya yang terasa keram akibat tertawa terbahak-bahak.
"ban*sat kau hahah...kau Tristan hahaha...matilah kau James" tawa Gabril puas menistakan kawan Playboy ya itu.
"ia...tertawa saja terus,bahagia lah diatas penderitaanku.kawan laknat memang kalian semua " protes James nelangsa,kenapa ia yang tampan dan baik hati ini selalu ternistakan,si babyface ini adalah kepala semua kejahatan penistaan padanya.awas saja kau Tristan jaga-jaga!.
"kau babyface laknat,tunggu saja kau akan kulempar bom nanti" ancam James sembari melotot garang pada pria manis itu.
Tristan melongo dan berjalan sambil menghentakkan kakinya tidak terima,apa ini mengapa ia yang disalahkan? Tristan yang poloskan tidak sengaja.
"pulang lewat mana kau? rumah sakit atau kuburan?" delik Tristan saat James duduk didepan nya.axel dan Gabril saling melirik dengan kekehan geli yang masih tersisa.
"memang kau berani padaku?" balas James menantang.
"kalau aku kalah,kulaporkan pada mommy,mami,mama,Daddy,papi,papa,Oma,opa-"
"ya...ya..ya kau laporkan saja setelah kulempar kau dari atas pesawat ke samudra Atlantik" seringai James menatap tristan mengejek.
Plak......
ke empat pria tampan itu terkejut saat seorang gadis cantik tiba-tiba datang dan menggeplak kepala james.sungguh sopan sekali tamu tak diundang ini?.
Axel semakin terbahak sedang Gabril menggeleng takjub atas perbuatan gadis bar-bar itu,Tristan bertepuk tangan heboh dan James mendelik tajam sembari berdiri dan menunjuk wajah gadis tidak sopan itu berang.
"apa! berani kau mengancam baby ku?!" hardik gadis berkuncir kuda itu sinis.
"sungguh sopan sekali caramu menyambut pelanggan " sindir James berang,mana berani memukul kepalanya bukanya minta maaf malah berdiri sambil berkacak pinggang lagi?.sungguh James merasa jatuh sejatuh-jatuhnya,sudah dinistakan sahabat sendiri,sekarang mendapat kekerasan dalam rumah tangga lagi eh? salah ,sepintas James terbahak sendiri atas fikiran-nya.
benar,The Royal Cafe and Resto adalah milik Jessy dan Daisy.dan gadis yang tengah perang batin dengan James adalah Jessy.
"eh...ada my baby unyu Tristan" Jessy langsung duduk setelah menyenggol James keras hingga pria itu terjatuh dengan tidak elitnya mencium lantai.axel terbahak sembari bertepuk tangan heboh ,Gabril menggeleng takjub melihat nasib naas James.jessy? gadis manis itu justru acuh dan duduk sambil menatap Tristan gemas.
"tidak terima pengemis duduk disini,pergi sana kau!" sinis James sembari memandang datar wajah masa bodo Jessy.
"my baby Tristan kapan melamar Jessy,nanti anak-anak kita pasti manis dan imut semua hehehe...."Jessy terkikik gemas sembari mengedip nakal menatap wajah syok Tristan ,Axel tersedak dan Gabril menganga horor.james? pria itu terbahak mendengar pertanyaan konyol gadis bar-bar seperti Jessy.
"kapan Tristan bilang mau melamar kamu gadis bar-bar?" pertanyaan mengejek James membuat Jessy mendengus keras pertanda betapa jengkelnya gadis itu.
"heran,yang ditanya siapa yang jawab siapa dasar gila main nyambung saja!" ketus Jessy .
"memang siapa yang mau ngelamar Jessy? Tristan masih kecil nanti mommy marah kalau main cinta-cintaan" ucap Axel mengejek.
"heh...diam aku nanya itu sama Tristan bukan sama gorila busuk seperti kalian berdua!" kesal Jessy menghadapi tingkah James dan Axel yang kini malah ikut-ikutan.
"Nixon,bawa sana temanmu itu.berisik sekali orang mau makan malah tidak jadi" dumel Tristan yang kini sibuk dengan buku menunya.jessy mengangga menatap wajah tak perduli Tristan,sial sedari tadi mereka berdebat ini manusia satu justru tidak perduli! Jessy rasanya ingin menangis.
"rasain memang enak suka sama bocah" ejek James terbahak nista.
"ck...masa belum apa-apa sudah ditolak" ucap Jessy nelangsa,bahunya meluruh lemas dengan pandangan menatap tristan gemas.pria itu masih sibuk dengan dunianya sendiri.
"sudah tidak usah difikirkan,nanti juga sadar itu anak" iba Gabril menatap geli raut merana Jessy, bisa-bisa gadis bar-bar itu menyukai kawan childish nya itu.nixon yang sedari tadi diam hanya menarik senyum tipis dan menggeleng takjub.
"apa suruh dukun saja buat guna-guna cinta,lumayan balik ke Indonesia terus minta pelet" kekeh Jessy berbinar dengan ide ngawur nya.axel melotot dengan tawa Gabril dan Nixon yang pecah seketika.apa katanya tadi,dukun? sungguh gila gadis ini.
"ini anak harus dipalu otaknya biar waras" ucap James ,Jessy melotot garang tidak terima.
"atau baca mantra saja pakai foto my baby Tristan terus sembur sama air bunga pasti kena itu mantra cinta " ucap Jessy menggebu.axel melongo ,Gabril terdiam dan Tristan menatap Jessy horor.
"Amber"
plak....
"sakit setan!" maki Jessy kala Axel tiba-tiba memukul kepalanya keras.
"belum pernah digantung terbalik kau?! mau rasa,jangan bawa-bawa nama amber!" hardik Axel tidak suka.
"ini kapan makan nya,sudahlah aku pulang saja terserah kalian mau ribut sampai besok" Tristan berjalan pergi dengan wajah kesal.
"TRISTAN...MY BABY JANGAN PERGI....KALIAN SIH..DASAR PENGGANGGU" maki Jessy jengkel kala Tristan tidak mendengar panggilannya dan tetap berlalu begitu saja.
"yah...itu anak merajuk,bisa repot nanti kita jika mom Veleri atau mami Zenit sudah berpidato panjang lebar" kekeh Axel sembari mengusap wajah tampan gemas.
"biarlah,kita makan saja! nanti juga dia palingan baik sendiri,belikan saja persediaan minyak telon dan es krim buat setahun pasti diam itu anak" gumam Gabril santai.
🖤🖤🖤
sementara itu....
tubuh angel mematung dan menatap panik pada tiga orang pria yang kini berdiri tidak jauh darinya.
plak.....
"APA YANG KAU LAKUKAN BA*INGAN?!" pekik angel kala seorang dari mereka mulai kurang ajar membelai wajahnya.angel geram dan menepis tangan pria itu kasar.
"sudahlah cantik,jangan pura-pura jual mahal" ejek pria yang dengan santai menghisap rokok didepannya.
angel menatap berang,entah keberaniannya datang dari mana.angel maju dan.
Duakh...
Cuih....
satu tendangan pada selangkang"n dan angel meludah pada pria yang berdiri dekat dengannya dan pria yang tadi telah kurang ajar menyentuhnya.
"MENJAUH LAH DARIKU KALIAN PRIA SAMPAH!" maki angel tajam.
"sial*n !! gadis itu minta dikasari rupanya,kau tahu kami hanya ingin kau bermain ranjang dengan kami!" desis pria perokok tadi geram.
"*******!" maki angel dan tanpa aba-aba langsung berbalik dan berlari sekuat yang ia bisa menjauhi para berandalan tadi.
"oh terimakasih Tuhan" batin angel kala melihat sebuah motor sport hitam bertengger manis disebrang jalan dengan seorang pria berpakaian jaket kulit lengkap dengan helm full face nya.angel mempercepat larinya dan tanpa aba-aba langsung duduk diboncengnya belakang.
deg...
pria itu menoleh dan terpaku saat melihat angel dari balik helm nya,pria itu diam sejenak menatap angel tanpa kata.
"i'm so sorry,can you bring me away from here,mereka ingin menangkapku!" Angel panik saat melihat para berandalan itu semakin dekat dengan sumpah serapah untuk dirinya.
Ryu,yah pria itu adalah Ryu.ia menoleh kebelakang dan tanpa sadar menggeram marah saat melihat tiga orang pria yang menatap murka pada angel yang kini terlihat panik.
Ryu sebenarnya bisa saja menghabisi para brandal itu,namun kini ia ada hal yang harus diselesaikan perintah dari sang bos.maka dengan cepat Ryu menghidupkan motornya kemudian berlalu dengan kecepatan penuh ,angel tanpa sadar memeluk pinggang Ryu dengan jarak mereka yang sangat dekat.angel bersandar nyaman pada punggung tegap pria itu dan Ryu tersenyum tipis dari balik helm full face nya.
deg.....deg.....deg......
angel mengigit bibir bawahnya kala merasakan jantungnya berdetak tidak normal,sejenak ia ingin melepaskan pelukannya pada pinggang Ryu,namun pria itu justru memegang tangannya lebih erat agar semakin menempel dengan sempurna.
"jangan dilepas,jika kau jatuh aku tidak tanggung jawab jika kau tewas" ucapnya kelewat santai,angel mendengus dan semakin bersender dengan nyaman.tanpa sadar gadis itu menutup mata dengan kepala menyadar pada punggung Ryu dan pria itu tersenyum lembut untuk pertama kalinya dalam sejarah mengenal seorang gadis.
"kenapa berhenti?" tanya angel kala merasa laju motor pria itu berhenti,dan tanpa bicara sedikitpun Ryu turun dan memandang gadis itu dalam diam,tanganya bersidekap dan manik tajamnya terlihat jelas kala helm itu terbuka.
deg.....
"kau...kau pria yang membunuh orang waktu itu? ma...maafkan aku telah menaiki motormu,sungguh aku tidak tahu" angel berucap terbata-bata dengan kepala menunduk dan mata yang terasa memanas.Ryu diam dan masih setia menatap angel tanpa kata.
"kau..kau tidak...marah padaku bukan? ba...baiklah aku akan pergi saja dan tidak akan merepotkan mu lagi"angel turun perlahan tanpa berani menatap wajah pria tampan yang tengah berdiri sambil menatapnya intens.
namun hal yang tak terduga terjadi.
"jika kau pergi dan meninggalkan motor itu begitu saja,aku bersumpah akan membakar motor itu.duduk dan katakan dimana kau tinggal aku akan mengantarmu! dan jangan menunduk jika aku berbicara atau,aku akan menciummu disini sekarang juga" ucap Ryu sarkas,pria itu menyeringai penuh arti dan percayalah angel bergidik sekaligus geram.apa katanya membakar motor ? well,orang kaya sombong ternyata.angel tertawa canggung dan mulai berani mendongak menatap pria yang lebih tinggi darinya itu .
deg....
manik hitam dengan gradasi sedikit abu-abu itu mengunci dirinya,pria tampan dengan wajah rupawan dan garis wajah terkesan kaku namun manik yang tengah menatapnya lembut,lembut? angel merasa ia sedang bermimpi!.
"apa membeli motor begitu murah bagimu? dasar pria kaya sombong!" gumam angel kesal,Ryu tanpa sadar terkekeh dan menatap geli gadis manis yang sedang mengomel itu.
"manis"batin Ryu.
"cepat naik ini sudah larut,dimana kau tinggal" tanya Ryu .angel masih diam tenggelam dalam lamunannya.
cup....
"eh"
angel menegang saat bibir hangat Ryu menyentuh pipinya.gadis itu mengerjap melongo dengan mulut yang terbuka menatap Ryu horor.
"kau...kau menciumku? kau...kenapa kau menciumku?" ucap Angel linglung.
"dimana kau tinggal,apa kau mau ku bawa pulang Hem? siapa namamu?" tanya Ryu santai tanpa dosa,pria itu mengangkat satu alisnya dan menatap wajah horor angel geli.
angel mendengus dan memukul pundak Ryu kesal,sekuat tenaga ia memukul namun pria itu nampak biasa saja terlalu santai!.
"namaku angel dan aku menginap di hotel Royal puas ! sekarang cepat antarkan aku!" angel sudah kesal melihat respon santai Ryu,pria itu menyeringai dan mengangguk santai.
"naik" ucap Ryu ,setelah itu angel naik dengan perlahan dan pria itu kembali melajukan motornya dengan santai dalam keheningan tanpa sadar garis takdir mengikat mereka dalam benang merah tak kasat mata.