
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.........πΉ
...π Happy Reading π...
Arkansas memasuki sebuah gedung besar yang merupakan pabrik senjata utama produksi BE.pria itu menatap peti-peti kemas yang berisi puluhan senjata Laras panjang berjenis SIG 516 kaliber.
"bos,semua yang dipeti kemas itu telah siap kirim.sementara sisa nya masih uji coba! 100 box peluru juga telah selesai diproduksi,semua telah siap tinggal kita uji sedikit saja!!" terang Ryu cepat.
Arkansas mengangguk dan mulai melangkah mengecek jumlah box peluru pesanan pemerintah Jerman itu dengan teliti.
"bagus!!" ucap Arkansas setelah memeriksa box-box berisi timah panas itu.pria itu berbalik dan menuju ruang uji coba senjata.
"apa semua sudah sesuai permintaan Axel?" tanya Arkansas kala melihat Axel sibuk dengan sistem komputer miliknya mengecek semua apakah semua dalam kendali yang semestinya.Hologram yang memperlihatkan bagian-bagian senjata kini terlihat jelas dari layar proyektor yang terhubung dengan komputer canggih milik Axel.
"aman bos!!" lapor Axel tanpa ragu.
manik Arkansas bergulir menyisir semua senjata yang akan organisasinya kirim.sempurna!.
"bagaimana sistematis senjata ini? apa sudah sesuai? berikan padaku bagan sistemnya!" titah Arkansas memastikan.
Axel mengangguk lalu mendekat cepat membawa sebuah map berisi data-data senjata produksi kali ini.
"peluru senjata ini ada beberapa ukuran dengan type yang berbeda.
5,5 x 45mm itu jenis kaliber pertama, lalu 7,62 x 39mm jenis kedua dan yang paling besar 7,62 x 51mm.tindakan penggunaan jarak pendek dan baut yang bisa berputar kala melesat dengan sistem lepas 10,20 sampai 30 putaran perdetik!" jelas Axel panjang .
Arkansas menyerigai puas.kali ini pundi-pundi kekayaannya akan semakin bertambah.
"bagus!! pastikan pengiriman senjata ini lancar,Ryu.kau,Rion dan Cristal pergilah ke Jerman untuk mengirim barang,jangan kurang satu dollar-pun!!" titah Arkansas tegas.Ryu mengangguk cepat dan mulai mengatur truk-truk besar yang akan berangkat ke dermaga untuk segera berlayar ke Jerman.James sudah siap dengan helikopter pengawas dan Axel yang sibuk memeriksa cctv dari area keluar markas hingga tempat lokasi pengiriman.
" Axel.kau bertanggung jawab mengawasi,ingatkan Ryu untuk selalu waspada.pengiriman ini sangat berskala besar dan jangan membuatku rugi!!" peringat Arkansas tajam.axel mengangguk dan mulai kembali sibuk dengan alat-alat canggih miliknya.
Rion mendesah, sepertinya dia harus mengajak Kayra berlibur sekalian bekerja.jerman tidak buruk juga.
............πππ............
sore ini mansion Wiguna terasa sepi.Rafendra dan Anggi sang tuan dan nyonya besar tengah pergi entah kemana sedari Anggi pulang mengantar Liora dari dokter.Kayra entah kemana sesaat setelah menerima panggilan telepon dari suaminya.Ara sedang pergi keluar bersama Dexter. Freya dan Tristan tengah membantu Lukas mengecek ke asrama dan kini tinggalah sang istri dari Hades seorang diri.yah,meski ada banyak maid dan penjaga.namun tetap saja serasa sepi kala semua tengah berada di posisi masing-masing.
Liora dengan dress khusus ibu hamil hadiah dari suami tercinta nya tengah sibuk memasak makan malam untuk dirinya dan suaminya nanti.
sosok manis dengan mini dress putih polos dengan rambut yang tergerai halus dan senyum manis yang selalu terukir dalam setiap perbuatanya menjadikan sosok istri dari Arkansas itu bagai boneka Barbie.
jemari halusnya terus bekerja memotong dan mengiris bumbu-bumbu dapur serta bahan yang nantinya ia masak.
Greph......
"astaga!! Ar........jangan suka mengangetkan istrimu!!" pekik Liora kala tangan kekar Arkansas tiba-tiba saja entah datang dari mana sudah bertengger manis memeluk pinggangnya.
Cup.....
satu kecupan manis mendarat di pipi chabby Liora lembut.
"maaf baby....Daddy rindu mommy dan Little baby Ar!!" ucap Arkansas lembut sembari membelai perut rata Liora dari balik pakaian istrinya.
Liora tersenyum,berbalik dan mengelus rahang tegas suaminya sayang.
"Daddy lepaskan mommy dulu ya,mommy mau masak makan malam untuk Daddy" ucap Liora lembut sembari menirukan suara anak-anak.Arkansas terkekeh geli lalu menghujani kecupan-kecupan ringan di kedua pipi istrinya gemas.
"tidak mau" jawab Arkansas santai.
Liora merotasi bola matanya malas,sungguh Arkansas kalau sudah mode manja dan jahil pasti tidak bisa dikasih tau.Liora harus tegas sedikit agar acara memasaknya bisa berlanjut!.
Nyutttt.....
"aduh!! astaga....sakit sayang!!" pekik Arkansas kala Liora dengan sadis mencubit gemas pinggangnya.sungguh rasanya itu sangat sakit!.
"maka nya lepas Ar...aku mau masak!!" tegas Liora jengkel.Arkansas terkekeh santai,lalu dengan seenak hati meraup bibir Liora lembut.
cup........
Liora membeku,lidah hangat Arkansas bermain apik membelai bibir nya.
keduanya saling terhanyut hingga Liora yang mulai kehabisan nafas memukul pelan bahu kokoh sang tiran.
"hah...hah...kau...kau mau membunuh istrimu?!!" hardik Liora kesal,nafasnya memburu kala oksigen belum terasa cukup.
Arkansas tersenyum manis lalu mengusap bibir sang istri sayang.
cup.....cup....cup....cup.....
kening,kedua pipi dan bibir Liora kembali dikecup lembut sebelum berbalik dan melangkah pergi untuk membersihkan diri dan makan malam.
Liora melongo saat Arkansas pergi begitu saja setelah membuat bibirnya bengkak.
"TERIMA KASIH SAYANG,MENU MAKANAN PEMBUKA INI SANGAT MANIS!!"
Deg.......
jantung Liora hampir copot kala mendengar suara menggelegar Arkansas dari luar dapur.sekarang Liora yakin para maid dan penjaga diluar tengah menertawakan dirinya.sungguh gila suaminya itu.
Liora terkekeh geli lalu kembali sibuk dengan masakannya.
20 menit kemudian Makanan sudah dihidangkan oleh Liora dan dibantu oleh para maid.
Greph...
cup.....
Arkansas turun dan langsung memeluk dan mencium kembali pipi berisi Liora.entahlah semakin hari pipi putih itu semakin bulat layaknya bakpao dan itu akan menjadi favorit Arkansas mulai sekarang.
"sayang....." rengek Arkansas tanpa perduli wajah syok nan melongo para maid dan penjaga mansion Wiguna itu.
"kenapa hm?" balas Liora lembut,sungguh kelakuan manja Arkansas ini benar-benar imut dan membuat dirinya ingin tertawa sekaligus menangis jika bisa.bagaimana tidak ingin menangis? lihatlah wajah bak melihat hantu para pekerja di Mansion besar mertuanya itu.Liora spechless.
Arkansas melirik bengis para maid dan penjaga yang masih tak sadar diri untuk segera menyingkir.
"ma..maaf kami permisi tuan muda!!" pekik Faren sang kepala pelayan cepat.sungguh bisa mati mereka jika tak segera sadar untuk menyingkir.
"sekarang katakan ada apa?" tanya Liora lagi.
"Lapar sayangku....." rengek Arkansas mengecup leher Liora manja,Liora terkekeh lalu menarik wajah Arkansas dari lehernya yang terasa geli.
"ya sudah ayo makan" jawab Liora lalu menarik tangan Arkansas dan membawa tubuh kokoh itu duduk dikursi.tangan halusnya dengan cekatan mengambilkan nasi beserta lauknya untuk Arkansas dan meletakkan didepan suaminya itu.
"sudah makanlah Ar" ucap Liora yang melihat suaminya justru malah diam dan menatapnya tak berkedip.
"Ar?" ucap Liora binggung.
"suapi aku" ucap Arkansas santai sembari menopang wajahnya menatap wajah cantik Liora intens.
tersenyum dan mengangguk pasrah,Liora akhirnya mengambil Piring suaminya dan mulai menyuapi Arkansas perlahan.
hingga........
"uwahhhhhh.....makan tidak bagi-bagi mana tidak sadar sudah tua masih disuapi!!" nah kan! Arkansas berdecak kesal sembari merotasi bola matanya malas kala suara laknat Tristan dan suara tawa adik bungsunya terdengar nista.
"hihihi...cie....cie... dunia terasa milik berdua dan manusia lain hanya numpang lewat!!" ucap Ara terkikik.
Brukhhhh........
dengan seenak hati,Ketiga bungsu laknat itu duduk sambil menatap berbinar makanan yang ada dihadapan mereka.Tristan dengan sigap mengambil piring dan mengisi piring itu dengan dua centong penuh nasi,tiga potong paha ayam,Lima tusuk sate,Tiga butir telur balado dan tiga potong tahu bacem.Arkansas dan Liora saling melirik horor melihat porsi makan si manis Tristan.Ara? gadis itu bahkan sudah makan tanpa permisi diikuti Freya yang lebih tertarik pada sate ayam bumbu kacang dihadapanya itu tanpa perduli kegilaan Tristan.
"Tristan kau lapar atau kerasukan?!" tanya Liora menatap horor kecepatan makan si bungsu BE itu.lihat,bahkan pipinya sampai menggembung dengan penuh makanan didalam mulut nya.
"biarkan saja kakak ipar,Kak Tristan kalau sudah makan makanan enak suka lupa diri" ucap Ara santai.Liora mengangguk kaku dan menatap wajah tampan Arkansas diam.
"wah...kawkaw ipuar masakanywa enyak!!" ucap Tristan tidak jelas karena mulut yang masih sibuk mengunyah.
"telan yang benar bodoh!!" kesal Arkansas karna makan romantis miliknya terganggu.
"Ara tidak sangka!! ternyata kakak ipar pandai memasak!!" ucap Ara heboh.
"ia.bahkan rasa ayam rempah ini hampir sama dengan buatan mommy!!" timpal Freya menambah.
"enak...enak...jangan kalian habiskan juga itu ayam!! kakak makan apa jika kalian makan habis semuanya!!" ucap Arkansas geram.lihat,belum ada setengah jam ayam,telur dan semua yang dimasak sang istri sudah hampir habis.heran,apa perut ketiga bungsu itu terbuat dari karet?.
"kakak ini kenapa pelit begitu sih?? orang lapar ya makan lah!! kalau kakak tidak dapat itu nasib kakak,siapa suruh minta disuapi!!" ucap Ara santai.Arkansas melongo menatap Ketiga adiknya datar.kurang ajar memang!.
Liora terkekeh dan segera memberi Arkansas sendok yang tadi ia gunakan menyuapi suaminya itu.
"makan sendiri ya Ar...supaya makanannya tidak di habiskan cepat oleh Tristan dan Ara!" gelak Liora terkekeh samar.Arkansas mendengus dan akhirnya terpaksa makan sendiri dengan tidak ikhlas.
makan malam pun berlanjut dengan heboh kala Tristan berebut paha ayam terakhir dengan Freya dan Ara yang tenang memakan makanannya tanpa perduli raut kesal sang kakak.
makan malam telah usai.
brukhhhh...
Tristan menghempas tubuhnya di sofa ruang keluarga sembari mengelus perutnya yang sedikit membuncit.bersendawa dan berucap riang.
" uwahhhhhh...kenyang!!" seru Tristan dengan tawa Ara dan Freya disamping nya.
"bagaimana tidak kenyang,kau lihat perutmu hampir seperti gentong!! makanan untuk lima orang kau telan semua!!" ucap Arkansas mencibir .pria itu membawa tubuh sang istri duduk di sofa ruang keluarga dengan perlahan.
"aduh bos.....bagaimana tidak ? sedari siang tadi aku tidak sempat makan gara-gara Lukas dan Freya yang menarikku kesana-kemari,Yah sudah makan malam aku sambar sampai kenyang" balas Tristan santai.
"terserah mu!! Ara..Freya kalian masuk kamar dan bersihkan diri lalu tidur,ini sudah hampir jam 10" ucap Arkansas tegas.
"mommy dan Daddy kapan pulang kak?" tanya Ara menatap wajah tampan Arkansas penuh tanya.
"mungkin tengah malam nanti,sudah tidur sana!!" jawab Arkansas tegas.
"Tristan.kau pergilah ketempat James dan bantu dia mempersiapkan keberangkatan malam ini" ucap Arkansas sembari bersiap mengangkat tubuh Istrinya yang sudah hampir terlelap di bahunya.
"right!!" balas Tristan cepat.pria manis itu berdiri dan meraih kunci mobil sport salah satu koleksi sang tiran lalu berlalu pergi dengan cepat keluar mansion.
Kini Arkansas telah sampai didepan pintu kamarnya,dan dengan sound voice pintu kamar itu terbuka otomatis.
berjalan perlahan dan meletakkan tubuh sang istri lembut diatas ranjang.merangkak naik dan kini berbaring disamping tubuh Liora.
cup.......
"have and nice dream my Love" bisik Arkansas lembut dan menarik lembut tubuh Liora kepelukanya.Liora mengeliat dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Arkansas yang beraroma hutan Pinus segar itu.tersenyum dan mulai terbuai menuju kegelapan.
...............πππ...............
Kedua pria berbeda generasi itu nampak menatap satu sama lain dengan tatapan yang berbeda .pria muda menatap datar dan pria satu lagi menatapnya tajam.
"kenapa kau tau mau menerima perjodohan itu?!!" Hyashi bertanya geram pada sosok Hyuga.
Pria bercat rambut silver itu terkekeh sinis.
"kau bertanya padaku pangeran pertama?!! kenapa bukan kau saja yang menikahi putri perdana Mentri itu?!!" balas Hyuga sinis.
"aku tidak tertarik urusan politik kekaisaran!! dan jangan kembalikan pertanyaan ku !!" balas Hyashi mencoba tenang.
"aku memiliki wanita lain yang aku inginkan,dan aku tidak menginginkan Aikaru!!" ucap Hyuga dingin.
memijit kening yang terasa berdenyut,Hyashi menghela nafas.
"kau butuh dukungan untuk mengantikan kaisar kelak dan keluarga perdana Mentri lah kandidat yang sesuai" jelas Hyashi sabar.
"dan untuk wanita yang kau inginkan itu,kau bisa jadikan dia selirmu" tambah Hyashi bijak.
"selir kau bilang?!! mimpi saja kau!! baik.Aikaru akan kujadikan ratu,hanya ratu tanpa hak atas diriku dan wanita ku akan kujadikan permaisuriku saat dia datang.Aikaru akan kujadikan partner politik sedang istri sahku hanya dia!!" putus Hyuga telak.
Hyashi mematung mendengar perkataan Hyuga.permaisuri? mengangkat seorang permaisuri sama artinya dengan menganggap seorang ratu sebagai pajangan.lalu bagaiman perasaan seorang wanita yang diangkat menjadi ratu kelak? ratu yang tak dianggap oleh seorang kaisar tidak lebih baik dari seorang pelayan.
Sungguh kejam dan tega putra mahkota Kazehaya itu!.
Sementara itu dari balik pintu yang tak tertutup dapat.Seorang gadis menatap kedua pria itu dengan manik yang berkaca-kaca.
apa ini takdirnya? apa ia mencintai dengan sebelah hati? apa gunanya semua usahanya selama ini? Aikaru terus bertanya-tanya didalam hati.sosok tampan dan dingin tak berhati Hyuga benar-benar telah membuatnya jatuh cinta,dan cinta ini benar-benar membunuh dirinya secara perlahan.
"jika aku hanya menjadi ratu pajangan bagimu,tidak apa selama kau Sudi membiarkanku berada disampingmu" Lirih Aikaru sendu,Kabuto menatap gadis itu iba.namun apalah daya disini Hyuga-lah yang memiliki keputusan.
TBC......
see you next chapter π€
don't forget to Like,Vote and coment for this storyπ