PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Live without heart



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar........🌹


...🦂...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🦂...


...rasa ingin memeluk dirimu...


...andai aku memiliki keberanian itu...


...jangan menangis,itu harapku...


...kata-kata indah yang tertelan emosi...


...aku seperti pria bodoh...


...aku tak berani bahkan untuk menatapmu...


...aku ingin berbalik dan memeluk tubuhmu...


...tolong kembalilah seperti dulu...


...hentikan tangismu...


...kembalilah...


...datanglah dan maafkan aku...


...sekarang ingin hati berbalik dan memelukmu lagi...


...andai kubiarkan semua waktu bergulir...


...bisakah kita hidup tanpa satu sama lain?...


...aku tak bisa tanpamu...


...tidak sehari,sedetikpun bisa tanpamu...


...aku akan tetap disini,berdiri memandang kesunyian ini...


...masih mencintaimu...


...tubuh ini terpaku...


...raga ini tak dapat melangkah jauh...


...aku masih ditempat ini,meski kau tak lagi seperti dulu...


...sedetikpun sesal ini tak akan pergi...


...air mata mengaburkan pandangan...


...kau tidak menyadari lagi diriku...


...hatiku bergetar semakin takut kala sosok rapuh itu menjauh...


...bisakah aku menarik dirimu lagi?...


............🔱...........


sudah seminggu Setelah Rafendra dan keluarganya kembali dari Texas.Arkansas menghilang bak ditelan bumi,pria itu tidak terlihat dimanapun.Rafendra tau putranya kini tertelan penyesalan dan hancur yang meluluh lantakkan jiwanya,keadaan Liora membuat putranya hancur.


Liora masih belum sadarkan diri dan wanita itu rupanya masih setia terpejam dan mengurung jiwanya diruang gelap nan sepi tanpa mau membuka mata.Anggi yang tak tega melihat keadaan calon cucunya meminta pada Gabril dan Rion memberi serum yang mampu mempertahankan janin Liora meski menantunya itu dalam keadaan tak sadarkan diri.wanita cantik itu koma! fisiknya jatuh dan mentalnya serapuh kaca tipis yang bisa hancur kapan saja.Anggi menangis batin melihat keadaan putra sulung dan menantunya itu.apakah ini cobaan yang kini harus mereka tanggung? Anggi berdoa penuh mengiba setiap malamnya pada Tuhan.


Setiap hari Kayra dan para sahabatnya selalu datang menjaga Liora bergantian sembari suami mereka berusaha mencari keberadaan Arkansas.pria itu pergi membawa penyesalan besar,mencari ketenangan sebelum berani menatap istrinya lagi.


"Maaf Mrs Kayra,kami akan mengganti infus baru pada Mrs Benedict" Kayra tersentak dari lamunannya kala suara seorang suster wanita datang tiba-tiba.


"sayang,kamu melamun lagi?" Rion bertanya Lembut begitu masuk keruangan Liora lengkap dengan jas dokternya.kayra tersenyum dan menggeleng lemah.ia tak melamun,hanya tengah berfikir keras akan nasib malang saudari sekaligus sahabatnya itu.Liora dan Arkansas! Kayra menangis batin.


"kapan Q bangun Rion? sudah...sudah seminggu,dia tengah hamil muda dan Arkansas pun tak tau kemana? betapa malangnya mereka" ucap Kayra lirih dengan suara bergetar menahan tangis.


Rion melirik para suster itu agar bergegas keluar,dan bergitu ruang hanya tinggal ia,istrinya dan Liora yang masih terlelap.Rion memeluk erat tubuh rapuh istrinya itu sayang .


Greph.......


"tenanglah sayang, serum penelitian hasil diriku dan Gabril akan menjaga kandungan Liora tetap sehat.dan untuk Arkansas dan Liora,biarkan dulu mereka menenangkan diri.setelah Liora sadar baru kita bisa cari solusi sama-sama,menangis saja tak bisa membuahkan hasil apa-apa.ingat sayang kamu juga tengah hamil muda" ucap Rion lembut sembari mengecup kedua pipi Kayra sayang.


Kayra mengangguk dan mengusap perutnya lembut,benar.didalam perutnya kini ada calon bayi mungil anaknya dan Rion,dan Kayra harus menjaga emosinya tetap stabil.


"kalian sudah tau kemana Arkansas? mengapa dia tinggalkan Liora saat seperti ini?" tanya Kayra lirih.


Rion menggeleng dan berucap memberi pengertian.


"bukan sayang,bukan Kansas pergi begitu saja.kita semua juga tau,selain Liora.Arkansas jauh lebih hancur lagi saat tau dirinya terlambat menolong Leo! dan kini biarkan dia menenangkan hatinya dulu.yang perlu kita lakukan sebagai keluarga adalah memberi mereka dukungan apapun bentuknya" ujar Rion Bijak.Kayra menatap Rion intens,pria tampan itu menaikkan satu alisnya binggung akan tatapan mata sang istri.


"kenapa kamu tatap aku seperti itu sayang? yah,aku tau wajahku sangat tampan.namun jangan terlalu lama menatapku,nanti kamu semakin jatuh cinta" ujar Rion dengan kepercayaan diri tinggi-nya.


Kayra menggeleng samar lalu berucap singkat,dan saat itu rasanya harga diri Rion jatuh ke dasar jurang yang paling dalam.


"Ri,kamu sakit ya? tumben pinter bicara!!" ucap Kayra menohok hati.


Jleb...


bunuh saja Rion sekarang juga!!


Kayra terkekeh geli lalu berdiri saat Rion telah berbalik dan hendak membuka pintu.


"Rion....." panggil Kayra lembut.


"apa!!" balas Rion ketus,sungguh hatinya kesal setengah mati menghadapi seorang istri tega seperti Kayra,untung cinta!.


Greph....


Deg....


Demi apa jantung Rion tiba-tiba berdebar layaknya genderang mau perang ? Kayra ,istrinya memeluk tubuhnya dari belakang sembari menyenderkan kepalanya di punggung kokoh pria itu,Rion mengigit bibir bawahnya menahan senyum lebar yang tak kuasa ingin terbit.sejak kapan Kayra jadi manis begini? Rion bersorak riang.


"maaf suamiku...jangan merajuk,masa sudah mau jadi ayah begitu sih? malu sama little Rion" ucap Kayra manja sembari mendusel pada punggung kokoh suaminya itu.Rion bagai diatas angin sekarang,berbalik dan mengangkat tubuh istrinya ala bridal.


"main diruanganku ya,aku janji pembuka saja tidak masuk" kekeh Rion mengerling jahil.


Blushhh...


Kayra merona malu seketika,melirik pada Liora dan akhirnya mengangguk malu-malu.


"ah...manisnya istriku!!" ucap Rion bahagia.


.................♨️.................


malam disertai angin dingin yang membawa kegelapan,Ada yang aneh dirumah sakit pusat medis Healthy Hospital milik Wiguna.


seluruh lorong terasa dipenuhi kesunyian.para dokter,suster,pasien bahkan keluarga yang berjaga semua nampak tertidur lelap.


seorang pria dengan mantel hitam,masker dan kaca mata hitam berjalan ditengah lorong yang sepi seorang diri.kakinya berjalan dengan langkah berat dan aura dingin yang mencekam,bangsal ruangan pribadi para Wiguna Family telah ada didepan mata.dapat pria itu lihat banyaknya penjaga yang berjaga disepanjang lorong,ia tersenyum dengan sorot mata tersirat kehampaan didalamnya.


bip....bip....bip....


jemari kokohnya memencet tombol kunci masuk keruangan dimana malaikat hatinya tertidur.


berjalan perlahan menatap Liora istrinya yang kini nampak terlelap dengan satu tetes air mata yang jatuh dari manik yang biasanya selalu menghunus tajam itu.


"maafkan aku sayang,aku tidak ada niat meninggalkan kamu seorang diri.namun aku butuh waktu untuk menenangkan diriku,sayang.aku tak sanggup menatap wajah sedihmu dan aku tak sanggup berdiri seperti dulu.maafkan aku!!" lirih Arkansas.



menatap sendu wajah pucat Liora,perlahan mendekat dan duduk ditepi ranjang sang istri.Arkansas mengelus perut Liora dan menggenggam tangan halus itu erat.



"kamu kuat,anak Daddy pasti kuat! jaga mommy sampai Daddy kembali" gumam Arkansas yang tak melepas sedetikpun tatapannya dari wajah sang istri.


bangkit dan menatap sosok Kayra dan Ara yang tidur diatas ranjang sebrang dan juga Tristan yang tertidur lelap disebuah sofa panjang di dekat pintu,Arkansas tersenyum dingin.


perlahan mendekatkan wajahnya dan wajah Liora.


cup.......


"aku akan kembali sayangku.... istriku" bisik Arkansas lembut membelai wajah cantik Liora sayang.


melangkah pergi kala melihat waktu obat bius bekerja akan habis sebentar lagi,Arkansas harus pergi sebelum ada yang melihatnya.


tanpa Arkansas sadari,Liora meneteskan air mata dibawah alam sadarnya.


"mengapa kau seperti ini? Arkansas?!!"


hening.......


tanpa berbalik Arkansas tau itu adalah Rion.


"aku akan kembali jika aku sudah siap,kau tak perlu bertanya" ucap Arkansas dingin.


menghela nafas dan berjalan mendekat,Rion harus bisa bersikap disini.


"kau akan jadi pengecut? semua ini memang menyakiti semua orang,namun bisakah kau lebih bijak Arkansas? istrimu butuh dirimu disini!" tekan Rion sabar.


"jangan menyerah Arkansas,istrimu butuh dirimu menopang kembali hatinya yang telah hancur.kembali dan tegarlah!!" ucap Arion kembali.


" aku tak pernah bilang aku menyerah pada cintaku,tapi biar waktu yang membuktikan semua" Arkansas berucap datar dan tegas bersamaan,berjalan pergi tanpa mau berbalik,Rion mendesah dan memandangi sosok yang mulai menjauh itu sedih.


"kuharap kalian akan baik-baik saja" lirih Rion kemudian berbalik hendak memeriksa keadaan Kayra dibangsal Liora.


..............🍁.............


sudah 10 hari dan akhirnya Liora membuka matanya .


kini Anggi,Ara,Kayra juga Amber menatap pilu wajah dengan tatapan kosong Liora.


"Liora sayang...minum ya nak,mommy akan ambilkan" ucap Anggi dengan senyum kecut menyesakkan.


"kakak,Ara sudah belajar membuat bubur...kakak mau ya makan Ara akan suapi kakak" Ara berucap lirih dengan manik memerah menahan tangis.


hening.....


Liora tak bergeming,bibirnya terkunci rapat menatap kosong ke depan bahkan tangis Lukas yang berada dalam pelukan Amber tak membuat wanita cantik itu bereaksi.raganya bagai tanpa jiwa.


"Q....apa...apa kau tidak lagi menganggap kami? tolonglah beri sedikit saja respon pada kami.... tolong" Amber berucap Lirih sambil meraih bahu Liora dan memaksa sahabatnya itu menatap dirinya.nihil! Liora tak merespon apapun.


Kayra sudah menangis dipelukan Rion,hatinya sakit melihat sisi rapuh dan hancur Liora.bahkan para ibu dan ayah yang datang bungkam seribu bahasa,bibir mereka terlalu kelu untuk bisa sekedar memberi semangat yang sia-sia.


Liora diam, pertanyaan demi pertanyaan penuh kekhawatiran tidak digubris wanita cantik itu.Liora seperti tenggelam dalam dunianya sendiri.


Rafendra menatap miris keadaan menantunya itu,pria paruh baya itu memeluk tubuh bergetar istri dan juga putrinya yang terus menangis.sejak sadar,Liora hanya duduk lalu tidur kembali tanpa bicara sedikitpun.Rafendra tau,guncangan mental atas tewasnya Leo sudah menghancurkan kepercayaan diri Liora,dan semua yang keluarga mereka lakukan tidak membuahkan hasil apapun, benar-benar menyesakkan dada.


Nixon menatap nanar sosok Liora,boneka cantik nan rapuh yang begitu menyedihkan.


"Q.....kami disini,kami ada untukmu.bisakah lihat kami dan jangan menyerah seperti ini? ingatkah bayi kecil didalam perutmu itu" ucap Nixon sendu sembari meraih telapak dingin Liora dan menggenggam tangan halus itu erat.


"Q....kau harus kuat.adik kakak harus kuat,jangan seperti ini kakak mohon!!" Mathew mendekat dan mengecup kening Liora sendu.


Liora berkedip dan satu tetes air matanya jatuh tanpa diminta,Kayra menangis pilu memeluk erat tubuh Rion dengan Amber yang berdiri mematung dipelukan Axel.Jessy,Daisy dan angel terlalu sedih hingga tak bisa berucap kala jiwa mereka terguncang melihat perubahan Liora kini.


"biarkan Liora istirahat,Daddy minta kalian semua pulanglah.Tristan,Nixon dan kau Lukas.kalian jagalah disini biar para wanita pulang dan beristirahat!!" titah Rafendra mutlak begitu melihat Liora mulai berbaring dan kembali tertidur meninggalkan perasaan kalut semua sahabatnya.


"maaf....aku butuh waktu...." batin Liora sendu,menutup mata dan terlelap dalam kesedihan.


...TBC...



well.... belakangan ini El sedang kesulitan mencari sumber tulisan,so jika ada ide bisa kasih tau El ya mana tau bisa El kembangkan 😉