
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...⭐
🌹Happy Reading...🌹
dia selalu berkata,tiada yang sanggup
menghancurkan atau melemahkan ku....
siapa sangka aku hanya terbuai Angan......
semua pertahanan ku runtuh....
aku terbangun dengan sesuatu yang gila....
saat ku terbangun denganya yang terbaring di ranjang....
kasih kumohon jangan tinggalkanku...
tak bisa hidup dengan raga kosong mu...
jangan seperti ini,buat badai ini menghilang...
mungkin ini saatnya menerima takdir....
takdir yang akan kita bangun dengan cinta suci...
hancurkan segala batasan hati...
aku adalah dirimu.......
...........🥀🥀🥀...........
semua mata kini memandang pada sosok gadis yang akhirnya terbangun juga setelah terlelap begitu lama.Satu bulan bukanlah waktu yang singkat kala seakan semua poros terpusat padanya,gadis itu terbaring menatap langit tak bergerak dan tak berucap.memindai setiap sudut ruang yang begitu luas dengan beberapa orang yang kini terdiam mematung menunggu reaksinya.
Anggi menatap iba pada sosok gadis yang kini terlihat begitu dingin tak bersuara,tubuh wanita paruh baya itu bergetar menahan tangis didalam pelukan suaminya.Rafendra menatap calon menantunya Lamat dengan segala kemungkinan-kemungkinan didalam fikiran-nya,mengapa gadis ini hanya diam? menatap langit-langit tanpa suara.
"Q" suara lirih Kayra menyadarkan keterdiaman semua orang,gadis itu begitu miris melihat betapa kurus sahabatnya itu kini.tatapanya begitu sulit diartikan dan ada keputusan asaan disana.
gadis itu mencoba bangkit dengan seluruh tekad dan sisa tenaga yang ia miliki,mengangkat tangan saat Rion mencoba mendekat.
Rion ,pria itu melangkah mundur begitu melihat betapa hampanya manik kekasih saudara kembarnya itu.
Tak......
deg.....
semua mata membola terkejut saat dengan sekejap mata Liora menarik selang infusnya dan lihatlah kini lengannya mengeluarkan darah akibat jarum infus itu tercabut paksa.
"Q!!" pekik Kayra tersentak kaget.gadis itu berjalan cepat menuju Liora.
"SAYANG!!" Anggi berseru panik saat darah dari lengan calon menantu nya itu menetes banyak.
"MISS BENEDICT!!" seru Rion tak kalah terkejut,semua mata memandang gadis itu panik. namun Liora hanya diam tak bergeming.
Deg........
begitu semua mencoba mendekat,suara lirih gadis itu menghentikan langkah mereka dengan hati mencelos sakit.
"tidak apa,aku baik-baik saja.jangan perlakukan aku seperti pasien sekarat mom,dad" senyum itu,senyuman penuh kepalsuan dan rasa sakit.
Liora mencengkram kedua kakinya kuat,menyeret kakinya turun dari ranjang.
Liora menangis dalam hati,rasanya ada jutaan jarum beracun menghujam hatinya.kakinya mati rasa,bahkan sekuat apapun ia memukul tidak ada rasanya.semua berseru panik saat Liora memukul kakinya sendiri dengan keras dan brutal,tak ada tangis hanya tatapan kosong memandangi kaki yang kini terlihat rapuh.
Brukhhhhh......
"Q!!!!!"
"SAYANG"
"NAK"
semua berseru panik saat liora jatuh dengan keras dari atas ranjang king size milik Arkansas.Gadis itu membekap bibirnya yang mulai bergetar,maniknya memanas.gadis itu menatap Rion dengan tatapan kosong.
Tes......Tes......Tes.....
"RI...... Rion,ke...kenapa dengan kakiku?" suara Liora tersekat saat Cristal bening itu jatuh deras tanpa henti.
Rion mendekat perlahan dan menggendong tubuh Liora kembali berbaring di atas ranjang,pria itu menutup mata perlahan dan menghela nafas berat.
pria itu mengambil sebuah palu kecil yang dalam dunia medis disebut Rilex hamer.palu kecil berbentuk segitiga dan ujungnya berbahan karet,Rion mengetuk pelan lutut Liora mencoba meneliti sistem Neuromuskuler pada jaringan saraf dan otot kaki Liora.
terdiam sejenak lalu mencoba memberi senyum hangat menenangkan.pria itu tau ini tidak mudah dan butuh proses namun sebagai seorang dokter,sebengis apapun seorang Arion namun ini adalah calon kakak iparnya sudah semestinya ia membuang jiwa iblis nya demi menenangkan calon istri saudaranya itu.
Liora terdiam kosong menatap mimik wajah Rion dalam,gadis itu tak tau harus bagaimana.
"kau......huft....begini Miss Benedict,apa yang kau rasakan setelah palu kecil itu mengetuk lututmu?" tanya Rion berhati-hati,meski tetap tersenyum jenaka namun siapapun tau manik hazel itu tak bisa berbohong.
"bisakah panggil aku Lio saja" ucap Liora pelan.Anggi melangkah maju memberi segelas air dan langsung diminum perlahan oleh calon menantu nya itu,Anggi tersenyum lembut dan mengelus sayang surai panjang liora penuh kasih.Kayra hanya mematung dan menatap Liora dalam diam,rasa bersalah kembali menggerogoti hatinya.
Rion mengangguk samar kemudian menoleh menatap wajah sendu Kayra,hati pria itu hancur namun jika ia tak bisa mengontrol emosinya lalu bagaimana dengan Kayra?.
"Lio.dengakan aku dan cobalah tenang,ini semua hanya sementara dan aku bisa mengobati dirimu hanya butuh sedikit waktu dan kesabaran" terang Rion setenang mungkin.
"bicara saja sejujurnya Rion,aku tak apa" ucap Liora dengan senyum cerahnya.omong kosong! Kayra tau senyum itu hanya senyuman palsu penuh luka.
"kau....kau lumpuh Lio,tapi ini hanya sementara hingga tulang pada kakimu terbentuk normal kembali.dengan terapi perlahan semua akan baik-baik saja aku janji" suara tegas Rion tak terdengar sama sekali di telinga liora,gadis itu bagai terkena hantaman keras pada jantungnya.terdiam tak bersuara dengan pandangan terkunci pada kakinya.Liora merasa dunianya Runtuh.
"benar sayang Rion ak-"
Anggi seketika terbungkam kala liora tersenyum lembut menatapnya,namun percayalah manik memerahnya serta tubuh yang perlahan bergetar tak mampu membohongi Anggi,wanita paruh baya itu begitu terpukul melihat sosok Liora kini.
"bolehkah tinggalkan aku sendiri, tolong" pinta Liora setenang mungkin.Anggi menatap sayu wajah tenang suaminya, Rafendra mengangguk dan tersenyum lembut menatap wajah cantik calon menantu nya.menarik lembut tangan sang istri dan berlalu pergi tanpa suara.Rion menatap Liora miris kemudian menarik tangan Kayra pelan.sebelum pergi Kayra berbalik dan mendapati senyum manis Liora yang menatap dirinya lamat.
"aku akan kembali nanti Q,tolong jangan menyerah semua bisa kita lewati bersama" ucap Kayra sebelum menghilang dibalik pintu.
hening...........
sepi.........
hampa......
PRANK.....
"QUEEN......."teriak Kayra saat mendengar suara pecahan kaca dari dalam pintu yang kini tertutup.
"PERGI....HIKS..... JANGAN MASUK !!! AKU...AKU CACAT!!"
Rion beserta kedua orang tuanya tersentak kaget dan mencoba masuk sebelum suara tangis dan teriakan putus asa liora menjadi paku yang mengunci setiap pergerakan para Wiguna.
🖤🖤🖤🖤
"sudah kau dapatkan lokasi pria tua bedebah itu?!!" geram Arkansas saat memasuki ruang kerja Axel,Pria dengan kaca mata bertengger manis diatas hidungnya itu menoleh dan tak lama menyergai bengis dengan jemari mulai berhenti menari diatas papan Keyboard komputer nya.
"haha....hebat juga dia bisa bersembunyi selama ini!! lihat betapa mata dewa ini bekerja cepat mengumpulkan lokasi para sekutu Algar dan Fladimir,mereka di Moskow dan semua hadiah itu sudah diurus Ryu bersama Marsel" kekeh Axel yang kini menatap Cctv yang mengarah pada landasan pribadi dengan sosok para sahabat yang tengah sibuk dengan hadiah besar yang akan segera terkirim.
Tut............
Centaurus Caling.......
Arkansas mengeryit saat nama samar Rion tertera dilayar ponselnya.mengeser cepat dan meletakkan ponsel ditelinga,Arkansas memasang pendengaran nya tajam.
"KANSAS.....CEPAT KEMBALI,GADISMU SUDAH SADAR DAN DIA.....DIA MENGAMUK!!" pekikan panik Rion disertai suara tangisan sang ibu terdengar.
Deg......
Tubuh Arkansas mematung dengan jantung berdebar panik ,mematikan sambungan tanpa membalas.mengambil kunci mobil dan segera berlari keluar dari pusat IT demi segera menemui gadisnya.mobil sport mewah Lycan Hypershot yang dikemudikan oleh sang Tiran melaju kencang meninggalkan gedung Mega building WJC.
mobil sport Arkansas diikuti sebuah Bugatti berwarna putih yang dikemudikan oleh Axel,pria itu sebelumnya memasuki basemant dan mengambil mobilnya sebelum menyusul sang bos.
Axel tercengang melihat raut wajah ketakutan sang bos,ada apa ini? tak mau ambil pusing,Axel menyusul cepat mobil sport hitam itu dan mengikuti sang Tiran yang kini mengemudi gila tak kenal batas.
TBC......
see you next chapter 🤗
share bagi yang memiliki akun sosmed,bantu El mempromosikan karya ini.terima kasih guys🤗