
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....⭐
Happy Reading.....🌹
Kamar besar lengkap dengan seorang gadis yang tengah terbaring lemah tak berdaya kini menjadi pusat perhatian seorang pria tampan yang terus menatapnya sendu.sudah seminggu lamanya sang gadis tertidur dan sang pria hanya mampu mengamati dan mengurus tubuh rapuh itu dalam diam.
"baby apakah masih ingin terus tidur? haha...ayolah sayang apa kau tidak marah jika tubuhmu aku usap seperti ini? kau sudah lama tidak mandi loh baby" kekeh Arkansas terdengar pilu,pria itu mengelap sabar tubuh Liora dengan handuk basah.wajah,kedua tangan bahkan kedua kaki gadisnya.
Arkansas bahkan membasuh rambut liora perlahan dan hati-hati,memberi lotion dan tak jarang memotong kuku liora yang mulai memanjang.semua pria itu lakukan seorang diri meski para maid,adik bahkan ibunya sekalipun menawarkan diri membantu namun Arkansas menolak dan dengan suka cita mengurus tubuh calon istri nya sendiri.
Menatap sendu kepala dan kaki Liora yang sudah ia gantikan perban baru,mengusap dan mengecup sayang kening gadis itu.sungguh Arkansas berharap Liora segera sadar dan menatapnya lembut seperti dulu.
telapak tangan besar itu menggenggam lembut jemari halus yang bersyukur masih terasa hangat .
Cup.......
"bangunlah sayang,tatap dan peluklah aku lagi" lirih Arkansas,helaan nafas berat terdengar dari mulut pria itu.kamar mewah mansion besar Wiguna disulapnya menjadi kamar rawat VVIP dan itu adalah bekas kamarnya Sebelum ia pindah ke mansion besar yang juga berfungsi sebagai markas.
tok....tok....tok...
"kak.....ini Ara,mommy meminta kakak untuk turun dan makan malam" suara panggilan sang adik terdengar dari balik pintu.Arkansas memejamkan mata berdiri dan mengecup sudut bibir Liora Sebelum berlalu memenuhi panggilan sang adik.
ceklek.......
"Kak mari turun" ucap Ara pelan,sungguh gadis remaja ini sangat sakit melihat wajah pedih sang kakak.Arkansas yang biasanya berwajah kaku tanpa ekspresi kini terlihat kosong semakin tak tersentuh,ingin Ara menjerit dan memeluk tubuh kakak sulungnya itu tapi gadis itu sadar,sejak bertemu dengan Liora.Arkansas tak ingin wanita lain menyentuh tubuhnya bahkan ibu dan adiknya sekalipun hanya boleh menggenggam tangannya saja.ironi sekali bukan?.
tapi tak masalah,selama Arkansas bahagia semua orang akan menutup mata dan membuka tangan lebar menerima siapapun yang dicintai oleh sang Tiran.
ruang makan kini diisi lengkap oleh seluruh inti BE bersama kedua orang tuanya dan sang adik.Arkansas berjalan dalam diam kemudian duduk tepat di kursi samping Rion yang kini juga nampak terlihat lebih banyak diam.
dentingan sendok dan garpu terdengar nyaring mengisi ruang yang kini terlihat suram.Anggi menghela nafas berat,selama Liora belum sadar,maka Arkansas akan terus membawa aura gelap keseluruh penjuru dimanapun putra sulungnya itu berada.sungguh Anggi merasa ingin menangis karena tiga pria yang paling ia cintai kini berubah dingin dan sang putra sulung justru semakin tak tersentuh.jika Rafendra dan Rion masih punya sedikit sisi hangat saat bersama keluarga,maka kini suasana buruk hati Arkansas berdampak buruk bagi semua orang.
"Kansas.makanlah yang baik sayang,jangan melamun terus" ucap Anggi menatap miris wajah dingin Arkansas yang kini hanya mengaduk makanannya tanpa memakannya sama sekali.Arkansas menatap sang ibu sejenak lalu mengangguk samar.pria itu mulai menyuap makanan kedalam mulutnya perlahan,semua terasa hambar dan tak berasa ketika segenap hati dan fikiran tak berada ditempat semestinya.
" Kak" panggil Rion pelan saat makan malam telah selesai.semua mata kini tertuju pada pria jenaka yang kini banyak diam dan terkesan dingin.
"dad, Ryu akan mengajak Tristan dan Ara keluar sebentar" Ryu melirik Ara dan Tristan yang mengangguk samar.mereka bertiga bangkit dan pamit sopan menuju keluar mansion.
"emm...dad,mom James akan pergi bersama Axel dan Gabril ke markas dulu" James melirik Axel yang kini mengangguk dan Gabril yang telah berdiri kemudian membungkuk sopan pada pasangan Wiguna itu.kini meja hanya terisi oleh Rafendra,Anggi dan kedua putra kembarnya saja.
"bicaralah Rion,ada apa?" ucap Anggi melihat raut wajah putranya begitu sedih.Rion menatap wajah dingin Arkansas kemudian mengambil nafas yang terasa begitu berat.
"Kak,kuharap kau dengarkan aku baik-baik" ucap Rion dengan mimik wajah tegas.
Arkansas menatap Rion dalam,dalam hati pria tiran berdoa dengan seluruh harapan yang ia punya .entah hatinya tak enak dan perasaannya kacau balau.
terdiam sejenak ,dokter muda itu mengambil nafas perlahan .
"mungkin Liora tidak bisa berjalan sementara waktu"
deg...........
bagai tersambar petir disiang bolong,tubuh Arkansas membeku.Anggi menutup mulutnya syok sedang Rafendra memejamkan kedua matanya sarat akan kepiluan yang mendalam.
"a...apa maksudmu Rion?kau jangan bercanda?!! "ucap Arkansas dengan intonasi suara yang mulai meninggi.Rion menutup mata mendesah lelah.hatinya juga sakit ,mengingat betapa terikatnya jiwa dan raga Kayra pada liora.Rion takut Kayra akan jatuh jika tau apa yang kini terjadi.
"ini hanya dugaanku,kita bisa memastikan saat Liora bangun nanti.kau tau tulang kakinya retak parah karena kecelakaan itu? aku akan memastikan begitu calon istrimu sadar nanti" jelas Rion berusaha menenangkan Arkansas yang kini menatapnya kosong.
"jadi masih ada harapan untuk itu? apa kamu bisa pastikan Rion? mommy tidak mau Liora terpuruk" ucap Anggi sendu.maniknya menatap iba wajah putra sulungnya dan wajah dingin suaminya.Rafendra tak akan bisa berbuat banyak jika Jiwa Iblis Arknasas mengamuk nanti jika semua itu benar terjadi,kemarin saja putranya itu sungguh-sungguh mencabut jantung korbanya,sesuatu yang bahkan tak pernah Rafendra sendiri lakukan dulu saat muda.
" kita akan lihat saat liora sadar mom,jika benar kakinya mati rasa.sudah pasti kita harus melakukan terapi perlahan nantinya" jelas Rion,pria itu meneguk segelas air kala tenggorokan nya terasa kering.
bangkit berdiri dan berlalu begitu saja,Arkansas butuh udara segar menenangkan diri.
sementara itu,dibalik tembok seorang gadis mendengar semua itu dengan pikiran berkecamuk penuh penyesalan,kemarahan dengan kedua tangan terkepal kuat.ditariknya tiang infus dan kembali berjalan menuju kamar Rion untuk beristirahat,awalnya ingin mengambil air namun apa yang ia dengar sungguh bagai bencana.
menutup pintu dan tak lama,tubuh mungilnya merosot jatuh bersandar pada daun pintu.maniknya menatap kosong lurus dan tak lama telapak tangan halusnya menutup mulutnya kala isakan lirih mulai terdengar.
setelah sekian lama kayra,gadis itu kembali menangis.
"hiks....Q...maaf....maafkan aku" Isak Kayra yang kini tak dapat membendung air matanya,tubuhnya bergetar kuat dengan derai air mata membanjiri wajah yang kini terlihat sembab.
"Algar!!! semua itu karena dia.lihat bagaimana aku membalasmu!!" desis Kayra penuh dendam,manik pedih itu terlihat berkilat nyalang dan nafsu membunuh yang besar.kayra tak menyadari ada sebuah kamera kecil tepat diatas lemari yang langsung menghadap pada pintu.
sementara itu....
manik hazel pria itu menatap sedih wajah gadis yang terlihat sembab itu,ingin ia berlari memeluk dan menenangkan sosok rapuh penuh emosi itu,namun biarlah sang gadis menenangkan diri.waktu adalah obat yang terbaik.
dari balik layar terlihat sosok rapuh itu mulai bangkit dan berjalan kearah kamar mandi,menutup pintu dan tak terlihat lagi.
pria itu mendesah lelah kemudian mematikan layar dan segera mengambil kunci mobil untuk bergegas menuju markas.
🖤🖤🖤
Sisi Kayra........
ditatapnya pisau itu dalam,tak lama benda tajam itu mengiris telapak tangan halus itu dalam.tak ada jeritan,tak ada air mata kesakitan dan tak ada rasa sakit.kayra menatap darah yang keluar deras itu dengan tatapan mata penuh kebencian.
tes......tes....tes....
luka panjang yang mengangga itu tak berasa apapun baginya,Kayra mengingat ucapan Rion akan kondisi Liora.menutup mata dan mengambil handuk kecil,Kayra melilit lukanya begitu saja.
"akan kuingat luka ini sebagai lukamu Q,mereka akan membayar mahal untuk itu!!" desis Kayra tajam,gadis itu menuju Bathup dan melangkah masuk dengan tangan bersandar pada sisinya.
terbaring dengan air mulai terisi penuh,gadis itu terlelap tak perduli air akan membuat tubuhnya mengigil.
🖤🖤🖤
Angel baru saja selesai pemotretan,gadis itu terduduk lelah sembari menatap Daisy yang kini berjalan menuju ruang rias.
taman yang kini menjadi tempat pemotretan terasa riuh akibat banyaknya yang ingin menonton.
"hah........Aku lelah" desah gadis berkulit putih itu.
"berhenti saja, setelah itu menikahlah denganku"
deg.............
semua kegiatan seketika berhenti dengan tubuh Angel yang membeku sesaat.suara itu,suara kalem dengan intonasi mengalun maskuli seketika.membuat seakan ada ribuan kupu-kupu berterbangan didalam perutnya.
Angel mendongak dan lihatlah seorang pria tampan berdiri gagah dihadapannya.semua mata tertuju pada sosok Ryu sang putra Lingga,pebisnis yang sangat terkenal di Jepang juga seorang pria tangan kanan seorang CEO AR SECURITY SISTEM.
"Mr Ryu.....anda disini,ada apa?" tanya Angel gugup,entahlah setiap berada di dekat pria bermanik hitam itu,Angel akan merasa seluruh tubuhnya panas.
Ryu menarik seulas senyum tipis dan mengambil tempat disamping gadisnya,yah.Angel adalah milik Ryuiji.
"jangan bicara terlalu formal padaku,sudah aku bilang santai saja" ucap Ryu dengan senyum tampan nya.semua mata model wanita seketika menatap penuh damba pada sosok tampan disamping Angel itu.tampan,gagah,kaya dan lembut.Ryu adalah pria idaman.
"kamu bekerja keras honey" ucap Ryu kala melihat peluh yang mulai mengalir dari kening Angel turun.
"ti...tidak kok" gagap Angel kala tatapan pria itu tak lepas darinya.
Deg......
sapu tangan beraroma maskulin perpaduan coffe dan coklat itu langsung masuk memenuhi indra penciuman Angel kala Ryu mengusap keringat di wajahnya lembut.
deg.....deg....deg....
"istirahat Angel,kamu bukan robot" Angel mematung tak bergerak kala tatapan teduh pria itu seakan menghinotis dirinya.
"jangan terlalu keras bekerja,aku lebih dari mampu menghidupi calon istriku" ucap Ryu yang kini menatap langit sembari sebelah tangannya melingkar pada bahu sempit Angel.sungguh tubuh gadis itu bagai terkunci
tes....tes....tes.......
"ANGEL!!!"
Ryu terkejut saat suara teriakan Daisy menggelegar ,gadis itu berlari panik dan sungguh Manik Ryu membulat sempurna kala melihat darah segar mengalir dari hidung gadisnya,angel mimisan.
Tubuh Angel limbung dan dengan tangkap Ryu membawa angel kedalam pelukannya.
"angel...angel....kau kenapa honey?!! jawab...angel!!" Ryu berucap panik sembari bangkit dan membawa tubuh angel dalam gendongannya ala bridal nya.
"Ryu disana ada ruang istirahat,bawa saja angel kesana!!" ucap Daisy panik.ryu mengangguk dan membawa tubuh angel lengkap dengan wajah cemasnya.
Angel menyumbat hidungnya dengan sebuah tisu,mendongak wajah dengan wajah gelap Ryu yang kini menatapnya intens.
"Angel begini kalau sudah terlalu lelah,tubuhnya langsung drop" jelas Daisy yang kini memberi sebutir Vitamin dan segelas air pada sahabat nya itu.
"mulai hari ini batasi kerjaan kamu!" tegas Ryu tajam,sungguh wajah gelap Ryu membuat model cantik itu takut.
"tapi ini memang rutinitas model" ucap Angel berusaha menjelaskan.
"aku tidak suka kamu bantah!! ini semua demi kamu angel,kamu mau parah dulu baru sadar!!" tanpa sadar Ryu membentak gadis keras kepala dihadapannya itu,menyesal? tidak! Ryu tidak menyesal selama hal itu bisa menyadarkan Angel.
"kamu tidak berhak melarang ku!! ini hidupku!!" balas Angel tak kalah emosi.Ryu menggeram,pria tampan itu berdiri dan menatap datar wajah gadis yang ia cinta.
"aku berhak,karna kamu milikku.kau kekasihku calon istriku,semua yang menyangkut dirimu membuat hatiku bergetar.tolong jangan membuatku selalu mencemaskanmu,apa aku tak berhak mengkhawatirkan mu?" ucap Ryu pelan,nada suaranya melemah frustasi dan pria itu kini menatap manik bening angel yang mulai berkaca-kaca.angel bungkam dengan Daisy yang menatap keduanya iba.angel terlalu polos untuk seorang pria seperti Ryu,Ryu harus sabar dan mencoba mengerti.
"fikirkan ucapanku,aku bersungguh-sungguh mencintaimu angel.kau adalah gadis pertama yang berhasil menarik hatiku,aku tau kau bukan yang pertama singgah.namun hanya dirimu yang tetap tinggal" Ryu menatap kembali,melangkah pergi dengan sebuah kecupan lembut pada kening Angel.berlalu pergi dengan meninggalkan sebuah Cristal bening yang sukses jatuh dari manik indah Angel.
"Angel,Ryu pria baik meski dia hidup dalam dunia yang penuh dengan kekerasan.tapi kuharap kau sadar,pria seperti dirinya tak akan datang dua kali" ucap Daisy bijak,menepuk bahu angel dan berlalu membereskan segala perlengkapan angel untuk segera pulang.
"maaf...Ryu...."
TBC.......