PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
close the heart



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar....🌹


...💞...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...D...


...I...


...N...


...G...


...💞...


...jika kau tahu...


...esok pagi ku telah pergi...


...tapi dimanapun aku menepi...


...percayalah senyumku akan abadi untukmu...


...meski cinta ini bagai bunga kering dipadang tandus...


...percayalah yang kumiliki hanya cinta untukmu...


...waktu yang kumiliki...


...tak ingin menjadi debu yang diterbangkan angin...


...berikan semua memori indah kenangan...


...cinta,lihatlah aku...


...cintaku akan abadi untuk selamanya...


...kapanpun Nafas ini akan berakhir...


...pejamkan mata dan kau bisa melihatku lagi...


...lihat didalam hatimu...


...dan aku akan tinggal...


...meski raga tak lagi ada...


...jiwa akan terus bersemayam...


...tak tau kapan bisa bertemu lagi...


...tapi berjanjilah,jangan lupakan aku...


...karena selama kenangan terus ada...


...maka jiwa akan tetap hidup...


...dalam gelap malam dan angin sunyi kita bertemu...


...teruslah percaya...


...pengorbanan yang pantas...


...meski tak lagi dibawah langit yang sama...


...rasa ini tetap hidup...


...meski bukan milikku...


...disini...


...ditempat yang sunyi nan jauh...


...senyum kukirim dalam setiap kenangan...


...jika kau tau...


...takdir yang kejam telah memupus harapan...



........🍁........


Hyuga memandang nanar sosok wanita cantik yang kini terlihat menyedihkan,Liora mengusap wajah dingin Leonardo.tetes demi tetes air matanya jatuh deras,wanita cantik itu tak perduli lagi sekeliling ia terus mengusap wajah Leo dengan lembut dan penuh penyesalan.


" apa kau puas Hyuga? hahaha...lihat karena dirimu sekarang Leonardo tertidur lelap dan tak mau membuka matanya untukku" suara lirih dengan tawa menyedihkan Liora terdengar menghantam sudut hati Hyuga,pria itu perlahan bangkit dibantu Kabuto dan kini ia berdiri tepat dihadapan Liora dengan sorot mata sendu yang mendalam.


" aku kalah......maafkan aku Liora,kini aku tak akan mengusikmu lagi.maaf......" ucap Hyuga pelan.Liora tersenyum kecut lalu mendongak dan menatap hampa wajah penuh penyesalan itu.


"maaf? apa maafmu bisa membuatnya hidup kembali? jangan terlalu naif !!" balas Liora dingin.ia menunduk dan mulai mengusap rambut lebat Leonardo dengan perasaan hancur yang tak bisa teruntai kata.


"aku tau semua sia-sia.kini kau bebas,aku pergi dan jaga dirimu" Suara Hyuga terdengar serak dan berat,pria itu kini bak terhantam badai.hatinya hancur dan perasaan sesak itu mengubur semua ambisinya.


Hyuga berbalik dan melangkah pergi bersama Kabuto yang menatap Liora penuh arti,maniknya memerah dan bergetar kala melihat sosok cantik nan rapuh itu.semoga wanita itu tetap tabah.


Blammmm........


suara pintu tertutup meninggalkan kesunyian hingga isakan lirih itu terdengar jelas.


hening.....


sunyi yang mencekik.......


Liora menangis menunduk pilu sembari meletakkan kepala Leonardo diatas lantai,dan wanita itu terduduk sembari memeluk lututnya sendiri menatap kosong pada jasad dihadapannya.jasad tak bernyawa yang hingga akhir nafasnya tetap tersenyum walau cinta nya tak terbalas.Liora menyesal tak bisa berbuat apapun.


tes....tes...tes...


"Leo......maafkan aku,aku tadi melihat nasi goreng yang masih ada diatas penggorengan.apa kau yang memasak untuk sarapan kita? kenapa kau belum menata masakanmu dipiring? Leo ...aku sudah lapar,bangunlah dan mari kita sarapan bersama" ucap Liora lembut,maniknya memerah namun air mata tak lagi menetes.


Deg........


dua pria berdiri tepat didepan pintu,keduanya terpaku dengan hati yang hancur kala mendengar ucapan lirih wanita cantik yang masih setia duduk didepan sesosok pria yang terbaring dengan linangan darah yang mengotori lantai.


mereka terlambat...sangat!


Arkansas berjalan mendekati Sosok sang istri dengan wajah yang dingin tanpa ekspresi,seandainya ia lebih cepat.


Ryu terpaku meski Rion,James dan Marsel sudah berdiri dibelakangnya.namun tetap para pria itu terdiam tak mampu berucap.


Arkansas kini berdiri tepat didepan sosok Leonardo dan disebrang itu Liora terduduk dengan penampilan yang benar-benar menyedihkan.


Deg.......


"baby...."panggil Arkansas parau.


Deg......


begitu Liora mendongak dan menatapnya,seketika hati Arkansas bagai dihantam tumpukan batu berton-ton beratnya.


wajah cantik itu dihiasi cipratan darah,manik indah yang selalu menatapnya penuh cinta itu kini terlihat kosong dan memerah berkaca-kaca.manik itu kosong seakan tak ada lagi binar kehidupan disana.Arkansas terpaku,hatinya mencelos sakit.


Liora menatap hampa pada sosok yang kini berdiri menjulang dihadapannya,sosok yang selalu dapat membuat hatinya tentram entah mengapa kini terasa kosong baginya.Liora kehilangan semangat hidupnya.


Ryu,Rion dan Marsel segera bergerak cepat mengurus kematian Leonardo.James sudah menghubungi Gabril agar menyiapkan ambulance untuk segera datang.


Arkansas mendekat dan memeluk tubuh Liora lembut,air mata pria itu jatuh untuk pertama kalinya dan itu semua karna istrinya.


tes.....tes....tes...


"Liora... sayang...." lirih Arkansas memanggil Liora yang kini seakan jiwanya tak berada pada tempatnya,raganya ia rangkul namun hati dan fikiran istrinya sedang tak berada pada tempatnya.


"kenapa?kenapa...dia..dia rela mati demi aku?kenapa? kenapa kau begitu lambat? kau lihat? dia...dia..Leo mati karena kau terlambat" lirih Liora pilu, Arkansas memejamkan kedua matanya erat bahkan saat tangan mungil Istrinya mulai memukuli dadanya , Arkansas tak bergeming dan tetap memeluk tubuh Liora meski istrinya terus memberontak.


diam,Arkansas diam dengan hati yang hancur merasa tak berguna.


Ryu mendesah dengan Rion yang memalingkan wajah tak tega menatap keadaan Arkansas dan Liora yang nampak hancur.


Lelah,Liora merasa lelah.ia mendongak dan menatap wajah tampan Arkansas yang kini terlihat sendu.


"Apa Tuhan memang ada? apa Tuhan begitu bahagia menimpakan semua kesedihan ini padaku? ibuku mati dipangkuanku,ayahku mati setelah menyesal menyakitiku dan sekarang Leo.dia mati karena melindungiku,apa sebenarnya kesalahanku hingga harus melihat kematian semua orang didepan mataku!!" tanya Liora dengan nafas tersekat dan manik memerah gelap tak lagi bisa meneteskan air mata.


"sa... sayang.." Suara dingin Arkansas terdengar bergetar,hatinya sakit dan kini tiada lagi sosok kejam yang dingin.hanya ada pria lemah dengan hati yang hancur.


"jika...jika dia tidak melempar dirinya menghalau peluru itu....aku...aku yakin dia masih bisa hidup dan menemukan cintanya yang lebih baik dariku" ucap Liora pilu,wanita tangguh dan kuat itu kini telah jatuh dalam keadaan paling bawah.


"maaf Liora...maafkan aku....jika aku lebih cepat...maaf..." Arkansas sudah tak sanggup berkata,bibirnya kelu dengan kesedihan yang meninggalkan luka yang mengangga lebar di hati.


Deg....Deg....Deg....


Liora merasakan sakit pada jantungnya,perutnya terasa keram dan nyeri Luar biasa.mengigit bibirnya kala rasa pening Luar biasa mulai menjalar menyakitkan.


wanita itu dengan sisa kesadaran yang ada,Liora bergumam.


"Ar...tolong bawa jasad Leo dan makamkan disamping kedua makam orang tuanya" dan setelah berucap dengan sisa tenaga yang ada


,didalam pelukan penyesalan Arkansas Liora menutup mata dan saat terakhir kesadarannya,Liora dapat mendengar ucapan sesal nan suara bergetar suaminya.


Deg......


"Liora...Hei...baby.......Liora!! BANGUN SAYANG!!" Arkansas terpekik panik saat tubuh Liora terkulai lemah dalam pelukannya,manik indah itu terpejam rapat dengan tubuh yang luruh jatuh sepenuhnya bertumpu pada dekapan suaminya.Arkansas panik! dengan Ryu dan Rion yang berlari cepat mendekat.


..............🍁🍁🍁...............


pesawat pribadi yang berisi jasad Leonardo telah tiba di Amerika,Texas.


Camilia dan Lincoln paman dan Bibi Leonardo turun dengan wajah dipenuhi air mata.meski Leo hanya keponakan saja,namun kasih sayang pasangan itu pada Leo tak kalah dengan anak kandung sendiri.


Lincoln merangkul tubuh sang istri yang terus menangis sejak mengetahui kematian keponakan mereka itu.kini rombongan Rafendra beserta putra inti generasi BE telah turun dan menuju mobil masing-masing untuk mengantar Leonardo menuju peristirahatan terakhirnya.



peti mati dibuka saat semua orang terdekat menyelipkan setangkai bunga demi penghormatan terakhir pada Leonardo.



wajahnya begitu tenang dan damai,tidur lelap hingga akhir pembuktian cinta tak meminta.


kini setelah semua proses pemakaman berakhir, Rafendra berserta kedua putra dan sang istri akan menemui Lincoln dan Camilia sebagai bentuk permintaan maaf pada mereka atas insiden Leo.


"Mrs.Camilia,saya dan seluruh keluarga besar saya meminta maaf atas semua yang telah menimpa Leo,kini pria muda baik dan lembut itu telah tiada dan sungguh kami tidak akan bisa membalas kebaikan keponakan anda itu" Anggi berucap lirih memandang wajah Camilia sendu.


"pergilah....anda bicara apapun juga tidak akan berguna,Leo kami sudah tiada dan itulah faktanya" ucap Camilia serak.


"kami benar-benar meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan Leo tepat waktu" Rafendra berucap datar tanpa ekspresi,jujur ia memanglah pria kaku dari masih muda hingga kini,terutama pada orang asing.Rafendra memanglah sudah seperti itu.


Arkansas? pria itu diam saja menatap pemakaman yang sudah mulai sepi dalam sorot mata dalam tak bisa terbaca.


"keponakanku mencintai menantumu Mrs Wiguna.hiks....aku melihatnya selalu melamun setiap malam sembari memandangi ponsel ditangan hingga berjam-jam lamanya.hiks.......Leo,cintanya tak berbalas dan tak akan pernah! Leo hanya memiliki 3 orang wanita dihidupinya.pertama ibunya,kedua mendiang tunangannya dan Liora.Dia sudah dua kali merasakan sakit,dan yang terakhir pun meski harus menyerahkan nyawanya ia bahkan tersenyum seperti pria bodoh!! hiks....betapa malangnya keponakanku itu,dia tampan,kaya dan juga memiliki segala yang para wanita inginkan,tapi nasib hidupnya sangat malang.maafkan aku...tapi sebaiknya sampai sini saja keluarga Gergino dan Wiguna berhubungan,selanjutnya anggap semua ini tidak pernah terjadi.pergilah....." ucap Camilia sendu.


Anggi menunduk dalam dengan tetes air mata yang tanpa sadar telah jatuh begitu saja.


Greph.....


Rafendra memeluk tubuh istrinya dan berlalu setelah mengangguk singkat pada Lincoln yang enggan menatap mereka.para Wiguna Family telah berlalu.


Lincoln dan Camilia berbalik dan membeku kala melihat sosok Arkansas yang masih berdiri menatap makam Leonardo dalam diam.


"Tuan...tuan muda Wiguna" panggil Lincoln serak.


Arkansas tak bergeming dan masih setia berdiri tanpa pergerakan apapun.


menghela nafas dan berlalu pergi,Lincoln harus membawa pulang sang istri yang terlihat lemas.


"kami pergi..." ucap Lincoln pelan.


wush.......


angin dingin mulai menerpa kala langit mulai gelap,Arkansas berdiri seorang diri ditengah pemakaman yang sudah sepi kala matahari hendak beranjak.


Sedang Rafendra beserta keluarganya yang lain kini menuju ke mansion Milik Mathew untuk beristirahat dan tinggallah Arkansas seorang diri.



mendongak kala hujan mulai jatuh menerpa dirinya,Arkansas berjongkok dan meninggalkan sebuket bunga diatas makam Leo.



" terima kasih atas pengorbanan ini,maaf....dan semoga kamu bahagia diatas sana" Arkansas berucap ditengah guyuran hujan.


"dan kau.sebaiknya mulai hari ini,jangan tampakkan dirimu dihadapanku atau akan kubunuh kau saat itu juga!!" desis Arkansas tanpa berbalik,yah.disana Hyuga berdiri dengan seluruh penyesalan yang tertanam dihatinya.


"aku tidak membunuh dirimu bukan berarti aku tak mau,namun sudah cukup nyawa yang tewas belakangan ini dan jika saatnya nanti tiba mungkin waktu dirimu akan habis!!" tambah Arkansas lalu berbalik dan menatap dingin sosok pria yang berdiri jauh dibalik pohon besar dengan mantel dan topi hitam yang menutup wajahnya yang meneteskan air mata.


"maaf...." Hyuga berbalik dan pergi,ia akan tinggalkan semuanya dan mulai menata hidupnya.kazehaya palace memang tidak dihancurkan namun tetap saja ia tak bisa kembali karna Hyashi telah resmi menjadi calon kaisar dan akan menikah dengan Aikaru setelah tunduk dibawah kuasa Blood Eagle.


didepan pintu mobilnya,Arkansas menumpukan lengannya pada pintu dan menyentuh dadanya yang terasa sesak menyiksa.



menghela nafas dan mulai memasuki mobil dan berjalan pergi meninggalkan pemakaman meninggalkan kenangan pahit.Arkansas hampa merasa tak berguna melindungi wanita cantik yang dunia tau adalah istrinya.Arkansas melajukan mobilnya,bukan menuju Mansion Anderson namun pergi entah kemana mencari sedikit ketenangan untuk hati dan fikiranya.


............🍁🍁.............


debur ombak disertai angin kencang yang menyapu tepi pantai,disana.Arkansas kini berdiri membiarkan dinginnya air laut dan hempasan angin menerpa tubuhnya.



"apa aku masih tak cukup kuat untukmu? apa aku pantas disisimu? aku bahkan membiarkan pria lain menempati posisi dimana akulah yang harusnya melindungimu" Arkansas bertanya Lirih sembari menunduk melihat air laut yang kini menggelitik telapak kakinya.ditepi pantai ia merenung seorang diri.


Pria itu mengingat wajah penuh kesedihan Liora,hatinya hancur dan rasanya ia tak punya muka lagi untuk menatap wajah cantik itu lagi.apa yang harus ia lakukan? dunia busuk yang penuh kesedihan telah menghancurkan hati malaikatnya, istrinya!.


"semua orang mengatakan aku kejam dan iblis tak berbelas,namun aku hanya pria pengecut yang bahkan tak berani melihat wajahmu Liora,katakan sayang apa yang harus aku lakukan? aku merindukanmu namun aku takut untuk sekedar menatap manik indah yang kosong itu lagi! aku...aku suami apa aku ini? " Arkansas menangis tanpa suara,hanya tubuh kokohnya bergetar disapu dinginnya angin malam dan sentuhan debur ombak.


...TBC...


perputaran waktu akan menentukan kuatnya ikatan cinta antara suami dan istri,terkadang suatu cobaan akan menguji dengan tangis air mata dan juga harapan.namun percaya atau tidak,ada sebuah pelangi indah yang menanti buah dari perjuangan dan kesabaran .