PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Hati dan rasa



...Vote,Like dan Komentar ya ❣️...


...🌴...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🌴...



Suara bel pertanda waktu pelajaran akan segera dimulai telah berbunyi beberapa menit yang lalu,seorang anak laki-laki nampak berkeringat dingin kala melihat siluet bayangan salah satu anak laki-laki famous yang cukup ditakuti di sekolahnya nampak entah mengapa melempar seringai menakutkan padanya,dan yah.itu bukan siluet melainkan memang benar sosok itu nyata dan tengah berdiri di halaman depan salah satu kelas Matahari di Primary school of Dante.


Glek.....


"ke...kenapa dia menatapku seperti itu?" batin anak laki-laki itu takut.


sementara itu.....


plakhhhh......


"akhhh....badak bercula sialan!!kau ada masalah denganku Maxim?!" maki salah satu bocah tampan yang terlihat masih asik berdiri di depan salah satu kelas.


anak laki-laki tampan dengan kaca mata bening itu menatap miris akan akhlak salah satu saudaranya itu.benar,anak yang baru saja memukul itu adalah Maxim dan korban- nya tak lain adalah Raino.


"kau tatap begitupun tak ada artinya! ini belum waktunya kita bermain bodoh!" sembur Maxim jengkel.


Yah,di sana! disebuah taman ditengah sekolah sekumpulan para anak laki-laki famous para generasi Be itu tengah berkumpul.dibawah sebuah pohon besar maple bahkan tak perduli akan waktu yang harusnya mereka pakai untuk segera memasuki kelas dan belajar.


lagi pula siapa yang berani menegur para pangeran iblis Be itu? .


Rayganta tengah berbaring dengan kedua tangan menyangga kepala beralas rumput hijau nan lembut sebagai alasnya.


Xain dan Raider ,keduanya asik berbaring di salah satu batang pohon yang cukup besar dengan kepala menatap langit.


Raino,Gion,Maxim,Alarik,Diego dan Ryuga.keenam anak laki-laki yang hampir sama bobroknya itu lebih asik beraktifitas di bawah tak jauh dari posisi Rayganta duduk.mereka tak mau menganggu calon Lucifer masa depan itu bangun atau akan ada beberapa tulang mereka yang patah!.


hingga.....


kringgggggg.........


dan senyum devil itu terbit kala bel pertanda permainan mereka dimulai.


"hahaha... akhirnya! aku bisa melepas kewarasanku!" Raino terbahak ,sungguh dia butuh pelampiasan akibat tak pernah puas bermain dengan sang adik kecil,dan karena ia tak akan berani memukul Rayganta,makan tak masalah orang lain harus jadi samsaknya.


"Alarik,kau mau bagian tangan apa kaki?" smirk Gion yang langsung bangun dari duduknya.


lihat! bahkan ditangan anak laki-laki dari Gabriel itu sudah ada sebuah botol dengan warna kuning samar.


entah?


anak laki-laki BE terlalu menakutkan.


"hehehe..harusnya kau tanya Kak Ray dulu,apa dia mau ikut? setelah itu baru kita pesta pora!" Alarik melirik wajah kaku saudaranya itu,yah Raygan harus didahulukan sebelum keputusan yang lain.


Anak laki-laki bermata hitam jelaga itu membuka mata dan kini terlihatlah sorot mata dingin acuh.


"kak? kau mau ikut?" Diego bertanya saat kini sosok pangeran es itu telah berdiri.


"lakukan cepat,aku ingin melihat adik kecilku dirumah" balas Rayganta acuh lalu mulai menaiki pohon mengambil posisi duduk Raider tadi dan mulai tertidur kembali dengan tubuh bersandar pada inti pohon,masih ada waktu 15 menit sebelum acara doa pulang selesai.


"yah...tidak seru!!" pekik Maxim melihat Rayganta yang sudah mulai tenggelam dalam tidurnya tak perduli keadaan.


.........🌴..........


"bubu...bubu....hihihi...mi..mi....Dy...Dy..." celotehan manis balita mungil nan imut itu terdengar di seluruh ruang besar keluarga Wiguna.


"hahaha..putri Daddy panggil Daddy HM?" Arkansas terkekeh gemas,mencubit pipi gembul sang anak yang sibuk bertepuk tangan sendiri sembari bermain dengan seekor harimau putih besar yang tertidur membiarkan tubuh hewan itu menjadi bantal sang putri kecil.


"IHHHH...gemasnya cucu Grandma!" Anggi gemas setengah mati,balita manis itu begitu menggemaskan dengan lidah yang selalu terulur keluar seakan mengejek, sayang justru jatuhnya malah menggemaskan.


Arshenio? bayi itu tengah menyusui pada sang ibu yang entah mengapa terlihat berbeda hari ini!.


Rafendra dan Rion telah pergi dengan berat hati ke kantor pusat akibat Arkansas yang dengan acuh memaksa kedua anak dan ayah itu menyelesaikan tugas yang harusnya ia kerjakan, Rafendra terpaksa kembali bekerja meski sudah pensiun demi bisa bermain dengan sang cucu kecilnya.


Rion? tentu saja ia bekerja meski dengan sumpah serapah atas sikap tiran pemaksa dari Arkansas.


"sayang,kamu kenapa wajahmu pucat dear?" Arkansas setelah memberikan tubuh lembut nan mungil putrinya pada sang ibu,pria itu lalu mendekat pada sang istri yang terlihat sudah selesai menyusui putra mereka.


Liora menggeleng,ia merasa baik-baik saja! entah apa yang dicemaskan oleh suaminya itu.


"memangnya kenapa denganku Ar? aku baik-baik saja tidak ada masalah" jawab Liora sembari mendekat dan meraih lengan suaminya dan bersandar di sana.


"kamu pucat sayang....masa kamu tidak merasakan apa-apa?pusing,mual atau badan lemas ?" Arkansas membelai pipi sang istri dengan manik menatap lembut sosok yang kini bersandar padanya.


Liora mengangkat wajah dan tersenyum manis,wanita cantik itu membelai rahang tegas suaminya dan sedikit bergerak lalu duduk diatas pangkuan sang tiran.


duduk manis dengan tubuh menghadap langsung pada suaminya dan wajah yang kini bersandar di dada bidang nan kokoh itu.


"sayang......"


Deg........


Jantung Arkansas berdebar kencang,istrinya tak pernah memanggil ya 'sayang' dan entah mengapa harusnya ia senang bukan merasakan perasaan tak karuan seperti ini!.


"Dear.... ada-apa HM?kamu merasa tidak enak? katakan pada suamimu ini?" Arkansas menelan perasaan aneh itu dan meraih dagu sang istri dengan lembut menatap manik indah nan teduh itu dengan perasaan cinta yang meluap.


sosok wanita yang sudah lebih dari 7 tahun menemani hidupnya dalam bahtera rumah tangga.menemani setiap detik nafasnya dalam rasa hangat akan cinta kasih sayang dan arti keluarga,dan kini manik itu entah mengapa terlihat lebih dari sekedar indah dari biasanya.


ia takut.............


"tidak apa-apa suamiku,hanya ingin bersandar dan beristirahat sejenak padamu.Ar......." Liora terdiam sejenak,mengangkat wajah kembali dan kini telapak tangan halusnya mengusap wajah tampan pria suami idaman para wanita itu,yah dan pria itu adalah suaminya.


"Ar......just a smile and the rain is gone,can't hardly belive it...... terimakasih telah mencintaiku,dan meski senyummu begitu mahal pada awalnya.... terimakasih telah hadir dan menghangatkan lagi hatiku...aku...aku mencintaimu dengan seluruh hidupku" Liora tersenyum manis,wajah manis yang terlihat pucat itu membuat tubuh dan jiwa Arkansas seakan dipisahkan paksa,pria dingin itu terdiam dan tanpa kata langsung memeluk tubuh sang istri dan menciumi pucuk rambut beraroma vanila manis itu dengan perasaan tak menentu.


"ada-apa berbicara seperti itu dear? kamu wanitaku, istriku,ibu dari anak-anakku! cintaku padamu tak perlu alasan apapun dan semua itu memang sudah seharusnya aku berikan! hatiku,jiwaku bahkan seluruh isi dunia meski harus berdarah-darah!" tegas Arkansas dengan manik bergetar .


Anggi yang berada tak jauh sambil menggendong Archana kecil mematung,entah mengapa wajah pucat menantunya membawa perasaan ketakutan entah pada apa!.


"Ya Allah tolong jaga keluarga hamba" gumam Anggi lirih dan berlalu pergi membawa cucunya ketaman belakang dimana Arshenio sudah berada bersama para penjaga.


Pintu ruang kelas itu kini terasa bagai gerbang neraka!.


para murid bahkan tak berani keluar begitu melihat berdirinya para putra keluarga besar Wiguna dengan personil lengkap disana.


rasa takut mulai menjalar apalagi saat kini guru sudah tak ada lagi di kelas.


"hohoho...selamat siang kawan-kawanku yang tercinta!' Suara riang Raino sama sekali tak singkron dengan aura berbahayanya.


"ohoooo....mereka ingin jadi penonton rupanya?" kali ini suara jenaka Gion terdengar menyentak.


Raygan masuk dan langsung duduk dengan kaki diatas meja tepat di kursi guru.


"Fathan! siapapun yang bernama jelek itu,maju!" Kini Alarik terlihat mulai memasuki kelas dan berdiri didepan semua orang murid dalam kelas Matahari.


"Rik,jangan lama-lama! kita ingin segera melihat little baby!" suara jengah Xain terdengar bosan.


Alarik merotasi bola matanya malas dan tanpa kata ia menyorot pada bangku ketiga dari belakang tepat dimana posisi ia berdiri.


"Ck....lama!" Decak Raino mulai tidak sabar melihat keheningan kelas itu.


BRAKHHHHHH......


"MANA FATHAN?! KALAU TIDAK MAJU KELAS INI AKAN AKU HANCURKAN !" amuk Alarik dengan tawa iblis Raino dan Maxim.


Xain dan Raider duduk diatas meja guru tepat sisi kiri kanan Rayganta,mereka tak mau ikut campur selama saudara-saudara mereka masih dalam kondisi baik-baik saja.


Gion dan Diego bersandar pada sisi kiri kanan pintu mencegah siapapun keluar.


Acella?


gadis kecil itu sudah pulang dijemput supir dan bersiap menunggu berita bahagia dari para kakaknya.


akhirnya meski takut,anak laki-laki yang dipanggil itu maju atas tatapan paksaan teman sekelasnya.


dagu terangkat,wajah sinis,dan tatapan mencemoh diberikan Fathan pada sosok Alarik yang kini berdiri didepannya.


"mau apa kau?! jangan fikir aku takut karena kalian anak-anak donatur sekolah!" Fathan menelan ketakutannya dan mencibir penuh permusuhan .


benar!


bisnis hotel keluarganya tenggelam akibat akuisisi besar-besaran perusahaan WJC demi menguasai pasar pariwisata Inggris.


dan perusahaan kecil seperti milik keluarga Fathan harus rela menunduk dan bergabung menjadi cabang atau memilih bangkrut.


dirinya tidak rela!.


khususnya pada anak-anak dari seorang pria bernama Axelio Limiro Prameswara!.


pria yang secara langsung datang dan memaksa ayahnya untuk tunduk dibawah akuisisi perusahaan industri pariwisata Wiguna Jaya Coorporation.


maka dari itu,sasarannya adalah dua kembar A.karena ia tak mungkin melawan Alarik untuk sekarang,maka dari itu ia selalu terus menganggu dan mencoba mencelakai acella hingga puncaknya hari ini datang.


Rayganta menyerigai,anak laki-laki tampan itu sukses membius para anak perempuan yang terlihat mencuri lihat dari arah jendela kelas, dengan susah payah mereka menahan nafas akan pesona mematikan sulung Arkansas itu.


Alarik berdiri ditengah didampingi Raino dikanan dan Maxim dikiri.


"khe..khe..khe..kukira akan melawan anak laki-laki dengan otot! ternyata hanya punya lemak!! hahaha...sudah aku mundur saja!" tawa mengejek Raino sukses membuat memerah wajah semua murid kelas Matahari yang berusaha menahan tawa.


"KAU.....!! BEDEBAH KECIL!!" amuk Fathan emosi dan menunjuk sosok Raino dengan bengis hingga....


krakhhhhh.....


"ARKHHHH" anak itu pada akhirnya berteriak pilu saat jari telunjuknya di cengkram dan akhirnya patah oleh kekejaman seorang Alarik.


"siapa kau berani menunjuk saudaraku?" Alarik menghempas tubuh sedikit gempal Fathan dan akhirnya menubruk meja depan seorang teman sekelas yang tersentak kaget dan dengan cepat berdiri sebelum tabuhnya tertimpa tubuh Fathan.


"ARKHH...JARIKU!! BEDEBAH KAU ALARIK!" raung Fathan yang berguling menahan rasa sakit hingga air mata deras mengalir sekarang dengan jeritanya.


"baru jarimu yang patah satu, bagaimana jika tubuhnya yang kami bagi dua?!" smirk Gion bersuara santai.


"KALIAN ANAK-ANAK PARA PEMBUNUH! ANAK-ANAK MONSTER,KALIAN SEHARUSNYA MATI SAJA DASAR SAM- ARKHHHH!!" belum sempat makiannya selesai,Raino sudah mengangkat keras baju bocah yang lebih besar darinya itu dan mulai menatap tajam wajah yang terlihat ketakutan dibalik kesombongan.


"beraninya kau menghina orang tua kami! harusnya kau memohon ampun saat kami masih baik memberimu keringanan!" tekan Raino dan mulai menyeret tubuh Fathan ke depan menuju meja guru dan melempar kelantai begitu saja.


suara hempasan keras terdengar saat kaki putra Kedua Rion itu menginjak dada Fathan dan saat Gion mulai mendekat,pupil mata anak itu bergetar akan sebuah suntikan yang kini mulai mendekat.


teman-teman sekelasnya menahan nafas ngeri,takut dan rasa tercekik mengisi seluruh ruangan.


"ini peringatan,jangan coba-coba bermain dengan kami!" ucap Raider setelah suara teriakan keras Fathan terdengar kala jarum suntik itu telah menembus kulitnya.


Plakkkkhhh....


"kudengar kau menyentuh pipi adikku?!" Alarik menampar keras pipi Fathan yang kini terlihat tubuhnya mulai bergetar dan kejang.


Sethhhh...


dan entah bagaimana seorang anak kecil bisa membawa belati kemana-mana.


Raino asik menggambar kepala elang di pipi kiri bagian yang tak tertampar Alarik pada wajah Fathan.


bocah malang itu menjerit.


darah dari pipinya mulai mengalir kemana-mana.


demi Tuhan ini adalah neraka!


sekali sentak dengan bantuan Maxim dan Raino yang telihat tertawa bagai melakoni sebuah drama komedi,tubuh Fathan terbalik menghadap lantai.


Krakhhhhhh


"ARKHHHH....PAPA!!!" jerit Fathan yang merasakan tulang kedua tangannya patah setelah sebelumya panas seakan membakar seluruh tubuhnya setelah disuntik entah dengan apa.


Rayganta memainkan jari-jemarinya cepat dengan bosan.ini permainan anak-anak!.


dan anak laki-laki keturunan langsung Hades itu mulai bosan.


"cepat!"


Hening.....


cukup satu kata dan semua hening.


Alarik dan Raino saling tatapan.


racun Gabril dari tangan Gion saja sudah cukup sebagai pelajaran.


Racun neurotoksin yang mampu membuat lumpuh seseorang seumur hidup .


"hais........ya sudahlah Rik,kurasa mainnya sudah cukup! kau lihat si Lucifer itu sudah hampir meledak bosan? pulang sajalah!" akhirnya Raino berbisik pada akhirnya.


saat kesembilan anak laki-laki tampan itu telah keluar kelas,para siswa mendekati Fathan dan berteriak memanggil guru yang tersisa di sekolah untuk membawa anak itu ke rumah sakit,meski pada akhirnya Fathan menghembuskan nafas terakhirnya akibat racun dan kekurangan darah.


entah apa nanti yang akan dilakukan para ayah anak-anak iblis itu?.


...⚜️...


...TBC...