PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
FAKTA



...Vote,Like dan Komentar ya ❣️...


...🌴...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🌴...



Sepasang tangan dengan gemetar mematikan layar LCD yang tengah terputar.maniknya memerah dengan wajah penuh duka kesedihan, kemarahan,putus asa dan penghianatan!.


PRANK..........


layar LCD besar itu pecah seketika akibat hantaman sebuah asbak yang melayang tepat setelahnya.


"ARKHHHH!!!!!" berteriak putus asa,menjambak rambutnya sendiri dan jatuh bersimpuh dengan air mata kemarahan yang tumpah meluap.


"JAL*NG BERANINYA KAU!! AKAN KU BUNUH..AKAN KUBUNUH KAU!!"


suara teriakan penuh amarah itu menggetarkan seluruh kaca jendela yang ada.


para penjaga dan pekerja semua terdiam gemetar ketakutan.


seorang pria yang berdiri di samping pria itu menghela nafas berat penuh rasa sakit.


"Tuan......" pria itu mencoba memanggil.


namun,sang tuan tak bergeming dan tiba-tiba bangkit lalu berbalik menatapnya.


"dimana? dimana wanita jal*ng tidak tau diri itu?!" sang tuan bertanya dengan wajah memerah penuh amarah tertahan.


bawahan itu meneguk Saliva sebelum menjawab penuh penyesalan.


"dia..dia sudah mati tuan,dia terbunuh akibat anak buah Arkansas,dia...dia sudah lenyap!" pria itu menjelaskan dengan gugup.


hingga...


tiba-tiba...


"HAHAHAHA.....BERANINYA JAL*NG ITU MATI TANPA IZINKU? ARKANSAS....ARKANSAS....MENGAPA KAU SELALU SELANGKAH LEBIH AWAL DARIKU?! MENGAPA DIA...DIA MENGAMBIL TUGASKU MEMBUNUH PEMBUNUH ADIKKU?!!" pria itu meraung, Dengan tawa setan bagai kehilangan akal itu sukses membuat pria yang bertugas sebagai kaki tangannya bergidik.


Glek....


"rasanya maut lebih dekat!" bawahan itu membatin miris.


dan tak lama pria itu,sang tuan melangkah pergi dengan tubuh goyah menuju kamar pribadinya untuk menenangkan diri meninggalkan semua orang-orangnya yang akhirnya dapat bernafas lega.


"akhirnya aku mempermalukan diriku lagi di depanmu,Wiguna! organisasiku lebih besar darimu,namun orang-orang ku tak sebanding dengan kemampuan kalian...hahaha...betapa bodohnya!"


......🌴......


Pagi hari terlihat cerah dengan kebisingan yang dibuat oleh putra kedua Arion dan kejengkelan sang nenek,Nyonya besar Wiguna!.


"Aduh!! Kayra,buat putra nakal kalian itu lebih tenang! lihat Arshen jadi menangis!" Anggi meraung jengkel.


bagaimana tidak!.


pagi-pagi buta dua kembar,bukan! lebih tepatnya Raino,anak laki-laki rusuh itu datang ke kamar si bayi kecil Arkansas dan justru menganggu tidur kedua adik mereka.


alasannya? gemas!.


tidak ada otak memang!.


dan kini,pukul 6 pagi semua orang terpaksa harus terbangun akibat tangis kedua bayi kembar yang sudah tak mau tidur lagi.


"MAMI...MANA KAOS KAKI INO!" Raino tanpa rasa bersalah lepas tanggung jawab dan melangkah pergi dengan urusannya dan kini justru malah mengganggu sang ibu.


kayra,Anggi bahkan Liora harus sabar menutup telinga dari suara sangkakala si rusuh Raino.


kayra mendengus dan rasa kesalnya naik lebih tinggi,beginilah jika masa libur musim dingin berakhir dan masa waktu sekolah kembali.


rusuh!.


"CARI DI LEMARIMU RAINO,KAMU SUDAH MAMI AJARKAN RAPI JUGA!!" amuk Kayra balas berteriak.


Rion menutup telinga menatap malu wajah datar Arkansas dan sang ayah, Rafendra.


"MAMI JANGAN TERIAK KENAPA JAWAB INO,MANA INO TAU LEMARI YANG MANA!!"balas anak itu tak kalah dari suara sang ibu.


Anggi bahkan binggung,apa pita suara ibu dan anak itu tidak putus akibat tanya Jawab dengan oktaf tinggi itu?.


"HEH...ANAK NAKAL KAMU YA,KAMU JUGA TERIAK JAWAB MAMI!!" kayra geram oleh kelakuan anak keduanya itu,bahkan ia tak sadar kini semua orang sudah memasang penyumbat telinga.


sudah biasa jika keluarga tuan muda kedua mereka menginap.


yah,selama bayi Liora masih belum berusia 5 tahun,maka para menantu Wiguna akan tinggal bersama di Mansion utama.


Rayganta mendesah,dan.


Brakhhhhh.....


"Diam!"


Glek......


Raino yang menatap dari tangga lantai dua bergidik melihat aura membunuh saudaranya itu,bahkan sang ibu Kayra! mantan psikopat itu langsung diam seribu bahasa,gila anak Arkansas ini terlalu menakutkan.


"mami,kemarin Raider beli banyak buah pear dan mana semua buah itu? kata maid mami yang simpan?" Raider bertanya saat ia mulai membalik piring bersiap sarapan bersama.


"mami buang" jawab Kayra santai.


"APA? MAMI GILA! KENAPA MAMI BUANG BUAH RAIDER?!"Raider melotot tak terima buah asupan bagai makanan pokok kesukaannya itu malah dibuang begitu saja oleh sang ibu.


"ck....buahmu itu memenuhi lemari es,dan buah stroberi mami tidak ada tempat" jawab Kayra santai.


Raider terengah-engah,sungguh tidak bisakah ia ganti ibu saja? dirinya ingin ibu lemah lembut saja seperti sang mommy,Liora!.


Raino datang dan mengeleng iba,namun itu sama sekali tak singkron dengan mimik wajah penuh ejekan nista untuk saudara kembarnya.


laknat memang!


"ck...ck...ck..terkadang aku berfikir, apa jangan-jangan mami itu bukan ibu kandung kami? lihat betapa garangnya waj- AKHHHHHH!!" kata-kata dramatis Raino terputus akibat sepasang tangan dengan jemari berkutek merah menarik kedua pipinya keras.


"ARKHHH... AMPUN MAMI...ARKHHH...HEY RION LEPASKAN TANGAN ISTRIMU DARI WAJAHKU YANG TAMPAN!!" lihat,betapa kurang ajarnya anak ini!.


Liora dan Anggi melonggos, Rafendra menghela nafas panjang dengan wajah dingin Arkansas melihat kelakuan keluarga kecil saudara kembarnya itu.


Rayganta? bocah kecil itu sudah sedari tadi memasang sebuah headset di telinganya agar mencegah suara-suara tak penting memasuki pendengaran nya lagi.


Rion? pria itu hanya bisa meraup wajahnya putus asa.


rasanya ia ingin menangis sebagai pelepasan beban batin ini.


"ya Tuhan...mengapa keluarga kecilku tidak ada yang waras? si maniak pear,si rusuh dan istri bar-bar! " batin Rion nelangsa.


"sudah...sudah...kalau lama-lama begini kalian bisa terlambat" Lerai Liora tersenyum manis membujuk kedua anak kembar Kayra itu.


"hahaha..mommy lucu!" gelak Raino setelah menelan makanan-nya.


yah,keluarga Wiguna tak sama seperti keluarga kaya lainya yang mengharuskan diam dalam acara makan bersama.


bagi mereka,saat makan adalah saat harmonis untuk lebih dekat dengan setiap anggota keluarga.


"kenapa lucu sayang? mommy rasa kamu aneh" Liora menjawab heran.


"buat apa takut terlambat mommy,sekolah itu juga di danai oleh Granpha dan perusahaan Daddy! kalau mereka protes kita terlambat,ya gampang!" ucap Raino dengan senyum seringainya.


Liora dan Kayra saling lirik binggung.


ini anak bicara apa coba?


"gampang bagaimana Raino? coba bicara yang jelas" ucap Anggi kesal juga dia dengan cucu satunya itu.


raino melirik Raider yang tengah tersenyum manis nan licik,dan Rayganta yang terlihat acuh namun seringai dingin tercetak jelas di wajah tampannya.


"khem..... ratakan saja sekolahnya, bagaimana brother?" ucap Raino santai.


"Raino siapa yang beritahu bahwa sekolah bisa diratakan begitu saja?" Anggi bertanya miris melihat kelakuan generasi Wiguna kini.


"Granpha!" jawab Raino semangat sambil melihat senyum puas Rafendra tanpa beban.


"Daddy"kini Raygan ikut-ikutan menjawab acuh.


"papi" Raider menunjuk wajah sombong sang ayah dengan dagunya.


benar-benar ajaran sesat!.


para wanita melihat wajah sombong para pria suami mereka.


"huft.....papi laknat" Kayra melotot tajam pada wajah seakan tak berdosa suaminya,Rion.


"suami gila" Liora Mencubit keras pinggang kokoh Arkansas yang terkekeh tanpa dosa dan justru mencium kilat pipinya.


"jangan cium-cium!!" tolak Liora kesal dan meraup wajah tampan suaminya itu dengan gusar.


"nanti tidak di cium marah?" goda Arkansas terkekeh geli melihat wajah merah istrinya.


sementara....


"kakek tua tak waras!" sementara Anggi melirik sarkas pada wajah santai Rafendra akan kelakuan buruk cucu-cucunya.


Rayganta segera bangkit tanpa basa-basi menarik tangan sang ibu lalu mengecup punggung tangan halus itu lembut.


cup...


"mom Ray sekolah" ucap anak laki-laki itu dengan datar.


Liora mengangguk dan mencium kening putranya sayang.


"hati-hati belajar yang rajin dan pamit dulu sama dadddy,Granpa dan granma" peringat Liora halus.


Rayganta mengangguk walau malas kala melihat wajah datar ayahnya.


selesai ketiga anak laki-laki tampan itu berpamitan,kini keduanya segera bergegas keruang bermain menemui adik manis mereka yang sedang diasuh sementara oleh Nanny.


cup.....


cup.....


"hihihi" balita manis berusia 7 bulan lebih itu tertawa senang saat menerima ciuman bertubi-tubi dari kedua kakak kembar tampannya.


"kakak sekolah dulu ya cantik...nanti pulang kita main lagi" Raino melambai dan memberi lagi ciuman jauh setelah sebelumnya mengusak rambut Arshenio.


"Archa jangan nakal tunggu kakak pulang" Raider mengusap pipi chubby merona itu lembut dan mengecup kening kedua adiknya sayang sebelum berlalu mengikuti Raino.


Rayganta membawa tubuh sang adik Archa duduk diatas pangkuannya.


masa bodoh kedua setan itu menunggunya lama.


"hihihi...tata...tata..." bayi manis itu tertawa sembari menepuk pipi sang kakak dengan riang.


hati Rayganta menghangat.


senyum manisnya terbit dan dengan gemas mencium wajah beraroma susu bayi itu dengan gemas.


"hahaha..ia..kakak...ini kakak Archa!" tawa lembut Raygan mengalun mengisi ruang bermain.


Raino dan Raider yang menunggu didepan pintu mendengus iri.


dasar menang banyak itu pangeran Lucifer!.


"Kak Ray...cepatlah nanti kita dimarahi guru jika terlambat" baiklah Raino mengambil peruntungan akal busuknya.


tadi saja ia yang berkata akan meratakan sekolah jika sampai dimarahi karena terlambat! nah ini untuk apa lagi pakai alasan terlambat untuk memaksa seorang Rayganta? tidak mempan!.


Rayganta melirik acuh sebelum menjawab.


"bukan sekolah yang kuratakan! tapi kau...." smirk bengis Rayganta membalik kata-kata Raino sebelumnya saat diruang makan.


Damn it!!..


Raino menyumpah dalam hati.....


Akhirnya melirik jam yang sudah lewat 30 menit dari jam sekolah mereka.


Rayganta meletakkan sang adik kembali diatas karpet tebal bulu.


"hiks....hiks...tata..tata..." balita manis itu mulai menangis,tubuh halus beraroma susu bayi itu mulai merangkak kearah Rayganta sang kakak.


Liora datang tak lama,ia menggeleng geli melihat putri kecilnya yang begitu tak rela lepas dari sang kakak.


Grephhh....


"Dy...Dy..." balita itu tiba-tiba berhenti menangis saat tubuhnya diangkat mudah oleh sosok pria tampan yang kini tersenyum lembut membelai pipinya yang basah oleh air mata.


"kakak sekolah dulu Princess,bayi kecil manis sama Daddy dulu ya" Arkansas membujuk dengan suara maskulin yang mengalun lembut.


rayganta mendengus sebelum mendekat mencium kembali pipi sang adik dan melangkah pergi untuk sekolah.


akhirnya Arkansas hari itu tidak jadi ke kantor akibat terlalu asyik bermain bersama sang putri dan pangeran kecilnya,yah meski pangeran Arshenio harus puas bermain dengan kedua ibu juga kakek gilanya saja.


gila!...


yah, Rafendra mamang gila dengan membawa cucu laki-laki itu bermain pistol asli bukan mainan,bahkan sang istri hanya mampu mengelus dada sabar.


......🌴......


Brakhhhhh.....


Suara daun pintu terbanting keras saat jam makan siang berlangsung dari sebuah primary school.


dan pelakunya adalah seorang gadis kecil dengan kuncir dua.


gadis kecil yang tengah menangis dan berlari mencari kakak kembarnya.


"acella kenapa?" Gion bertanya kaget saat melihat saudari mereka yang terkenal bar-bar itu tiba-tiba datang dan menangis.


"adikmu menangis Rik?!" Kini Ryu yang juga sekelas dengan Alarik bertanya heran.


yah,Alarik dan acella berusia sama namun kelas sekolah mereka berbeda.


sekolah mereka berbeda dengan anak perempuan dan anak laki-laki dibedakan kelasnya.


Acella berlari menubruk tubuh sang kakak dan menangis keras disana,beruntung kelas kosong karena para murid sudah pergi ke cafetaria.


"wuuuuu...... kakak,anak hiks...anak itu mengejek dan menarik rambutku!! huuuuu...hiks...cella akan lapor papi jika kakak tidak pukul anak nakal itu hiks..." acella berteriak keras sambil menangis histeris.


Alarik mengepalkan kedua tangannya murka,dalam hidupnya meski ia sering berdebat dan acuh pada saudarinya itu,tak dipungkir ia sangat menyayangi adik kembarnya itu.


siapapun tak diizinkan membuat adiknya menangis,selain tangis akibat ulah saudara-saudaranya.


yah,mereka bergurau dan berakhir menjadi tangisan acella hingga membuat hukuman para ibu turun.


tapi hanya mereka,para anak-anak Wiguna family,bukan orang lain!.


"siapa?"


deg....


ketiga anak laki-laki itu menoleh saat mendengar suara dingin dari arah pintu.


tiga orang anak laki-laki berwajah hampir sama datar berjalan dengan tiga lagi dibelakang.


Rayganta!


yah,anak laki-laki famous itu berjalan dengan Xain dan Raider dikiri kanannya,lalu ada Maxim,diego dan Raino dibelakang mereka.


Tangis Acella mendadak berhenti,ia menunduk takut setiap kali melihat wajah datar Raygan.


"Yah,siapa yang menganggumu cella? beritahu para kakakmu ini!" Raino membujuk dengan seringai liciknya.


benar! sudah lama mereka tidak bermain .


mata Acella berbinar,benar! untuk apa dia menangis jika ada 7 orang kesatria yang bisa membalas siapapun yang mengganggunya!.


menangis tidak perlu.


"si anak gendut dari kelas tiga matahari! anak si tukang batu bara!.gendut Fathan!" adu acella berteriak jengkel.


Alarik dan Raino saling melirik dengan seringai yang tak cocok di miliki oleh anak sekolah dasar.


"kak,bolehkah kami bermain-main?" Raino yang sudah menyimpan banyak rencana licik memanggil sopan pada Rayganta.


yah,meski memang takut namun terkadang ia hanya memanggil Rayganta dengan sebutan saudara,bukan kakak!.


"go ahead!" seringai dingin Rayganta disambut tawa iblis para saudaranya.


acella?.gadis kecil itu sudah pergi kembali ke kelas bersama teman-temannya yang menunggu diluar kelas Alarik sebelumnya,mereka tak berani masuk meski para saudara gadis itu adalah para anak laki-laki famous di primary school of Dante.


...⚜️...


...TBC...


bye bye 😘