
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....🌹
...🦂 H A P P Y R E A D I N G 🦂...
Ruang CEO itu terasa mencekam,raut wajah sang bos berubah dalam sekejap begitu membaca sebuah dokumen yang terdapat diantara tumpukan dokumen yang harus ia tandatangani.
sungguh Arkansas rasanya ingin membunuh para manusia bodoh yang membuat kesalahan dalam projeck sebesar keamanan gedung hotel internasional Dubai.
"apa kau bodoh?!! kau sudah lihat cetak biru dari alat keamanan itu,lalu mengapa bisa terjadi kesalahan seperti ini? apa kau sudah bosan hidup?!!" sembur Arkansas emosi.wajah tenangnya hilang berganti dengan wajah gelap siap membunuh siapapun yang menganggu ketenangannya.
"ma..maafkan kami bos,sungguh ini akan segera kami perbaiki.to..tolong beri sedikit waktu" gagap ketua tim perencanaan dengan tubuh sudah mengigil ketakutan.
tok...tok...tok.....
seketika suasana terasa sunyi hanya terdengar suara ketukan pintu dari luar.Arkansas mengeram emosi,siapa yang berani menginterupsi saat dia tengah bicara? cari mati! sungguh para ketua devisi disana segera menunduk ngeri kala aura gelap semakin mencekik terasa dari sang tirani.
"BEDEBAH!!' sembur Arkansas emosi.
"kau tuli?!! cepat pergi dan buka pintu itu!!" Axel mengeram jengkel,kenapa setiap saat selalu dia yang terkena semburan lahar dari si tiran tempramental itu? menghela nafas dan berjalan gusar membuka pintu dengan sejuta sumpah serapah yang siap tumpah dari mulutnya dan Axel memaki pada siapa saja yang berdiri dibalik pintu.
Klakc......
"Ka-"
"hallo papi Axel!!" suara riang seorang wanita cantik dan sesosok bayi mungil menyapa penglihatannya begitu pintu terbuka,sumpah serapah yang hampir tumpah dari mulutnya tertelan seketika,bisa mati dia jika berani memaki sang ratu tiran!.
Axel dengan senyum mengembang langsung berjalan meraih kotak bekal ditangan anggota delta yang tersenyum kaku menatapnya.
"selamat siang putra papi Axel!!" sapa Axel antusias.Liora terkekeh dan melenggang masuk dan mendapati beberapa pria tengah menunduk dengan wajah pucat pasi dimana suaminya nampak duduk dan membelakangi pintu masuk dan kini terlihat menatap pandangan kota dari balik kaca besar dibelakang meja CEO.
"Daddy" panggil Liora halus.Seketika para pria didalam tersentak mendengar suara lembut yang tengah mengalun bak oasis dipadang pasir yang membawa sedikit rasa lega dihati mereka.sang ratu tiba menyelamatkan mereka! seketika jika bisa mereka akan bersujud syukur kala melihat raut bengis dari sang tiran berganti menjadi wajah cerah penuh senyum saat pria tiran itu berbalik.
"oh...istri dan putra kecilku sudah sampai!! kenapa lama sekali sayang?! kau tau karena menunggumu hampir saja kepala mereka aku tebas!' ujar Arkansas santai.
Glek.....
para pria itu meringis ngeri mendengar kata-kata santai bin ajaib dari manusia balok es satu itu.bolehkah mereka pergi saja dan mengubur diri dari tempat terkutuk ini?.
Arkansas terdiam sejenak begitu merasakan ada sesuatu yang salah disini.pria itu berbalik dari wajah sang istri dan menatap para pria bodoh yang masih berdiri bodoh diruanganya dan berbalik sekali lagi menatap penampilan sang istri.
deg......
maniknya menajam kala melihat apa yang melekat ditubuh Istrinya.sebuah mini dress berbahan chiffon berwarna pink pucat membuat kulit indah istrinya semakin halus dan terlihat lenbut menggoda.
Liora tersenyum canggung melihat tatapan dalam suaminya,Raygant kecil sudah digendong oleh Axel dan seketika Arkansas melirik tajam semua orang bergender laki-laki untuk segera angkat kaki dari ruangannya sebelum ia benar-benar menebas kepala mereka.
"perlu kucongkel mata kalian agar tidak melirik istriku?!! kurasa beberapa nyawa hilang hari ini tidak masalah!!" ucap Arkansas tajam.
Glek.....
axel meneguk salivanya susah payah, dengan cepat mengerti akan alarm tanda bahaya dan segera melirik tegas para karyawan WJC itu agar segera pergi.
"Damn!!" batin Arkansas menatap ujung dress itu yang nampak transparan.Arkansas meraung murka didalam hati kala melihat kecantikan Liora yang semakin hari semakin indah dimatanya.
"Ar... kenapa? kau marah? apa aku ada berbuat salah? huft...harusnya yang marah itu aku karena kau menutup sambungan teleponku seenaknya saja!!" ucap Liora frustasi melihat tatapan tajam Arkansas dan kebungkaman pria itu.
"sini" ucap Arkansas dingin saat melihat manik Liora mulai memerah.entah wanita cantik itu ingin menangis atau marah? Arkansas merasa menyesal menumpahkan kemarahannya pada sang istri.
Liora mendekat ragu-ragu sembari melirik Raygan kecil yang tertidur lelap di sofa ruang Suaminya itu.
Greph...
deg....
Arkansas menarik lengan Liora tak sabar dan menempatkan wanita cantik itu duduk diatas pangkuannya.
"Ar..." cicit Liora saat tangan nakal nan hangat pria itu merambat menyingkap roknya.
"jangan pernah memakai rok pendek apalagi transparan seperti ini saat kekantor!! kau tidak sadar mata-mata lapar semua laki-laki dari sepanjang lobby hingga ruangan ku?!!", desis Arkansas tajam tepat ditelinga Liora.wanita cantik itu meremang kala nafas hangat pria tampan berstatus Suaminya itu mendarat tepat menyapu tengkuknya.
manik pria tampan itu menyorot dingin nan tajam tak terbantah.
"damn!!" batin Arkansas terus mengumpat kesal .
"paham sayang?!!" tekan Arkansas tajam.
Liora bergidik ngeri,apa ini? untuk pertama kalinya ia melihat tatapan dingin nan tajam dari laki-laki si dewa mesum nan tiran itu padanya, sepertinya kesalahannya memang cukup berat jika pria tiran itu sampai menampakkan tatapan murka seperti ini.
"i..ia,aku mengerti" cicit Liora takut.sungguh nyalinya seketika lenyap entah kemana!.
cup.......
Liora menutup mata kala kini Arkansas meraup bibirnya dengan lembut,tangan wanita itu terulur melingkar sempurna pada leher kokoh Arkansas dan kini keduanya hanyut dalam emosi cinta yang dalam.
lidah hangat nan basah itu menari indah diatas bibirnya.Liora melenguh kala Arkansas semakin dalam menekan tengkuknya.
"hah.........." Liora mendesah lega kala Arkansas melepas pangutan mereka.
"sayang..." panggil Arkansas serak.
"hm..." balas Liora lirih.ia bersandar nyaman pada dada bidang Arkansas dan tenggelam dalam aroma maskulin hutan Pinus itu damai.
"dadamu basah sayang...apa Raygan sudah minum?" Arkansas bertanya lembut sembari mengelus jahil dada Liora yang memang basah bahkan hingga menembus dress-nya.
"ishhh...." Liora meringis kala tanpa sadar Arkansas menekan sedikit kuat pada dadanya .
sungguh.Liora merasa semakin hari dadanya semakin kencang dan jika Raygan tidak meminum asi nya maka ia akan merasakan rasa sakit dan ngilu yang teramat sangat menyiksa.
"tapi putra kita baru saja minum 30 menit yang lalu di mansion" ucap Liora binggung.
Arkansas menyerigai,ia bangkit dan mendudukkan Liora dikursi CEO dan ia kini berjongkok menatap istrinya .
deg........
Liora melotot horor kala mendengar resleting belakang dress-nya tertarik turun dan selanjutnya,pria raja mesum itu sudah menurunkan dress atasnya hingga pinggang.
"putra kita sudah minum...artinya sekarang giliranku!!" smirk Arkansas licik.
TIDAK!!....
Liora menjerit menahan malu kini tubuh atasnya hanya tertutup bra yang bahkan sudah basah oleh air ASI-nya.
"ja..jangan Ar....nanti kalau ada yang masuk bagaimana?!!' panik Liora kala tangan kekar Arkansas kini menyelip kebelakang tubuhnya.
"tidak akan ada yang berani masuk jika tidak aku panggil!!" jawab Arkansas santai.
dan dengan cepat Liora menahan jatuh bra yang ia kenakan sebelum jatuh sempurna.
"dasar buaya mesum tidak waras!!" batin Liora jengkel akan kelakuan Arkansas saat ini.
"engghhh....Ar......" Liora mendesah kala pijatan yang dilakukan oleh Arkansas membuat tubuhnya panas dingin disertai dengan ASI-nya tumpah ruah membasahi telapak tangan suaminya.
"enak bukan?!!" goda Arkansas jahil.ia membawa telapak tangan kearah mulut dan menjil*ti setiap noda susu yang dihasilkan oleh Istrinya.
Blushhh........
"sialan aku kenapa jadi ikutan tidak waras begini?! Arkansas mesum kurang ajar!! suami gila!!" umpat Liora ditengah desahan panjang yang ia keluarkan kala permainan Arkansas semakin menyiksa dada-nya.
"sudah..ah...sudah Ar!!" pinta Liora frustasi.Arkansas tidak perduli dan kini justru meraih tubuh Liora memasuki kamar pribadinya di ruang kantornya.
tubuh Liora dibaringkan diatas ranjang dan tanpa kata ia berbalik keluar membawa tubuh putra kecilnya masuk.
"beri Putra kita asi!!" titah Arkansas santai.
Liora melongo.setelah mengusili tubuhnya seperti orang yang tidak waras,kini pria itu pergi begitu saja! dan kini datang dengan alasan membawa nama putranya? sungguh bisakah ia mencabik wajah yang sayangnya sangat tidak munusiawi itu?.
Liora mendesah tidak bisa lagi berkata-kata,ia akhirnya menerima tubuh putranya lembut dan mulai berbaring menyamping sembari mulai memberikan asi pada Raygant kecil.tak lama bayi kecil itu kembali tertidur pulas dengan perut kenyang dan senyum polos menawan.Liora tersenyum lembut melupakan sosok predator yang masih mengintai dirinya.putranya benar-benar rakus saat menyusui,bahkan walau tidurpun pasti tak akan lama kemudian akan bangun!.
"sayang....mari kita makan siang" suara Arkansas terdengar mengalun lembut.
mendesah dan bangkit merapikan kembali pakaiannya,kini Liora berjalan keluar dengan Arkansas yang mengandeng tanganya layaknya seorang anak kecil yang ingin menyebrang jalan.
"aku siapkan kamu makan dulu " ucap Liora dengan wajah masam saat seringai picik Arkansas terlihat menjengkelkan.
"isilah tenagamu sekarang sayang....." ucap Arkansas penuh arti.
" demi tuhan....iblis gila ini!!" batin Liora menangis frustasi.
akhirnya Liora meraih kotak bekal dan mulai menatanya diatas piring.
Arkansas menatap lapar masakan istrinya itu.
"ini apa sayang?" tanya Arkansas begitu melihat entah makanan apa yang dipenuhi cabai.
"ayam geprek,ini enak coba saja dulu" ucap Liora menjelaskan dengan sabar.
Arkansas meraih sendok dan saat itu Liora memegang lengannya cepat.
"ada-apa sayang? aku mau makan lho ini" ucap Arkansas binggung melihat wajah frustasi istri cantiknya itu.
"pakai tangan kosong jangan pakai sendok" jelas Liora sembari menjelaskan bagaiman makan layaknya orang Indonesia saat makan ayam dengan tepung yang digeprek dengan sambal penuh cabai itu.
Arkansas menyerigai,ia melipat kedua tangannya didepan dada dan bersender pada sofa menatap lurus ke wajah cantik Liora intens.
"ada-apa lagi? katanya lapar?" tanya Liora binggung.
"suapi!" balas Arkansas santai.
" demi ikan di laut!! hah...sabar liora...sabar!!" batin Liora jengkel.
dan akhirnya Arkansas bangkit kembali duduk dimeja kerjanya dengan tangan mulai bekerja diatas keyboard laptop.mendesah dan akhirnya Liora diam sesaat.
"sayang....sini kenapa diam disana?! sini dan suapi aku cepat,suamimu ini sudah sangat lapar!!" titah Arkansas santai.sungguh rasanya ingin sekali wanita bersurai coklat lembut itu mencekik leher si tiran pemaksa itu.
Liora bangkit menuju wastafel dan mencuci tangannya sesaat lalu kembali dan meraih piring makan suaminya.
"aaaa" titah Liora sembari menyodorkan sesuap nasi lengkap dengan lauknya pada suaminya.Arkansas menyerigai dan mulai menerima suapan langsung dari tangan istrinya sumpah demi apapun ia sangat bahagia melihat wajah merona Liora yang kini tengah menyuapi dirinya.
Deg......
"Ar......." cicit Liora geli kala jari-jarinya dijilati sensu*l oleh lidah nakal pria itu.
"enak...gurih...pedas!!" smirk Arkansas sembari menjilati bibirnya dengan senyuman penuh arti itu.
dan siang itu,Liora harus sabar menyuapi bayi besar yang kini bersikap layaknya anak-anak dihadapannya itu.
sementara itu.....
"Bwahahahah....gila!! sumpah demi apa itu si raja iblis berbuat begitu?!!" gelak James yang tengah berdiri dibelakang Axel sembari menatap geli tontonan gratis yang sedari awal Arkansas makan itu telah disaksikan oleh para inti diruang pribadi Axel.
"kau sungguh berani Xel...kau berani menyadap ruang si tiran!! kalau dia tau,habis kau ditebas olehnya!!" ucap Rion horor.
"hahahaha...biarlah,paling juga dia akan koma selama beberapa bulan di Health Hospital !!" jawab Gabril yang sibuk saling melempar belati kecil pada sebuah target didinding ruang kerja Axel.
"banyak omong kalian!! kalian itu sama saja,kalau salah itu tanggung sama-sama!! lagipula aku bisa membuang bukti kapan saja,selama kalian tidak bocor maka aman saja!!" ucap Axel sinis.
Ryu mendengus jengah melihat kelakuan para saudaranya itu,yah.kini mereka berkumpul untuk sekedar membahas produksi dan pengiriman senjata M16 yang baru saja diproduksi besar-besaran atas permintaan dari pemerintah Jerman.
..........🔱...........
Arkansas merenggangkan otot-otot yang terasa kaku akibat terus duduk dan memeriksa laporan setinggi gunung diatas mejanya.bahkan Istrinya sudah tidur sedari selesai acara makan siang yang mereka lakukan tadi.istrinya tertidur pulas sembari memeluk lembut putra kecil mereka.
tersenyum kala semua beban lelahnya seakan terangkat melihat bagaimana polosnya kedua malaikat nya tidur.Arkansas berjalan menuju kamar mandi dan mulai membersihkan diri kala melihat langit mulai beranjak senja,ia harus membawa pulang istri juga putranya.
............🔱............
El kasih spoiler 😘
Sementara itu.......
"Mommy.....kenapa Ara dibawa ke butik kak Samantha sih? mana harus tunggu butiknya tutup lagi,mommy mencurigakan!! ucap Ara frustasi,mana lagi seharian ini ia diseret kesana-kemari memasuki sebuah mall besar dimana pemiliknya adalah keluarga besar Wishnutama,dan sayangnya Ara tidak tau itu.
yah,para ibu dan para istri kakak-kakak terus saja bertingkah aneh sedari pagi,dan puncaknya adalah saat para kakak iparnya membawa dirinya kesalon meski tanpa Liora tentunya yang sibuk mengurusi bayi besarnya selain baby Raygan.
"sudah Ara.....kita semua hanya ingin mengajakmu memanjakan diri!!" smirk Jessy penuh arti,Ara bergidik ditambah lagi kekehan setan dari Daisy, Amber juga Kayra.lengkap sudah penderitaannya.
angel diam saja tersenyum tipis melihat kekompakan para sahabatnya,walau bagaimanapun ini sudah direncanakan.
Anggi diam saja duduk di kursi VVIP bersama Selenia dan juga Zoya sedang Zenit dan Zeline masih berada di rumah sakit entah ada pasien katanya.
"Ara sayang......ikuti saja kakak-kakak iparmu sana" ucap Anggi lembut.
Ara mendesah dan terpaksa menerima apapun yang dilakukan para kakak iparnya itu.
...TBC...
well...apa yang akan terjadi??