PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
I'm Already there



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....⭐


🌹Happy Reading 🌹


pintu dengan cat berwarna hitam kelam itu kini terlihat bagai dinding kokoh yang tak dapat dilewati,empat pasang mata melihat sendu pintu dimana dibaliknya seorang gadis terdengar menangis pilu menyayat hati.


"Rafen hiks...bagaimana ini?apa...apa yang harus kita lakukan? " Anggi bertanya dengan deraian deras air mata sambil menatap wajah dingin Rafendra,pria itu diam seribu bahasa dengan manik yang memerah gelap.


Duakh......


Duakh.......


"Q!! KUMOHON IZINKAN AKU MASUK Q HIKS......PLEASE LET ME INSIDE!!" pekik Kayra dengan isak tangis pilu ,gadis itu terus menggedor pintu dan meminta masuk.namun bukanya menjawab,Liora justru semakin terisak pilu.tangisan gadis itu begitu pedih menyayat siapapun yang mendengarnya.


"PERGI!!!! HIKS.......LEAVE ME ALONE KAY...HIKS.....LEAVE ME ALONE!!" teriak Liora dari balik pintu yang tertutup rapat.Kayra semakin menangis,tangisan lepas yang selama ini gadis itu tidak pernah lakukan.


Greph........


Kayra merasakan tubuhnya didekap erat dari belakang,aroma maskulin tubuh Rion menyelimuti dirinya.pria itu membalik dan memeluk erat tubuh bergetar Kayra penuh perasaan,Rion sadar perasaan para gadis ini begitu terikat dan rapuh satu sama lain.


"Kay.dengar aku! hentikan biarkan liora tenang dulu ,biarkan dia menangis menumpahkan seluruh beban dihatinya yang harus kamu lakukan sekarang hanya tenang,berdoa dan susun kembali hatimu sendiri.mengerti sweety?" ucap Rion lembut,dibelainya wajah penuh air mata Kayra dan mengusap benda bening itu sayang.Anggi dan Rafendra tersenyum tipis penuh haru menyaksikan sikap jantan putra kedua mereka itu,demi Tuhan pasangan itu begitu bersyukur memiliki para putra berhati malaikat meski sikapnya layaknya iblis sekalipun.


drap......drap......drap......


suara langkah kaki begitu berat terdengar berlari mendekat,Anggi dan Kayra langsung menoleh cepat saat seorang pria serupa Rion muncul namun membawa aura lebih gelap dan berbahaya.Rafendra menarik seulas senyum kemudian menarik tangan sang istri menjauh,biarlah para muda Wiguna melakukan apa yang harusnya mereka lakukan.Rion membawa mundur tubuh Kayra menjauh dari pintu,membiarkan Arkansas mengambil alih.


deg............


Pria tiran dengan penampilan sedikit berantakan itu menyentuh dadanya yang terasa begitu sesak akibat suara tangis calon istrinya,tanpa sadar kini kedua tangannya mengepal erat bahkan hingga kuku pria itu menancap menembus kulit.


menutup mata dan mengatur ekspresi wajahnya yang terlihat begitu mengerikan ,Arkansas melangkah membuka pintu yang bahkan tak terkunci itu.


ceklek...........


Miris........


menyakitkan.......


pemandangan kamar yang begitu berantakan dengan darah dari lengan liora yang mengotori kain sprai ,tiang infus yang jatuh serta sosok gadis yang kini menatap fokus pada kedua kakinya sendiri.bahkan pintu kamar yang terbuka tidak terdengar olehnya,Arkansas segera saja menghapus air mata yang bahkan tidak ia sadari sejak kapan mulai membasahi kedua pipinya.


"brengs*k!!!! akan kubunuh kalian semua!!!" batin Arkansas mengamuk penuh dendam.pria itu berjalan perlahan dengan tatapan penuh cinta dan kasih sayang,tak perduli apapun yang terjadi ia harus kuat demi Liora.


"baby....kau sudah bangun sayang?bagaimana tidurmu,apa mimpimu indah?" tanya Arkansas,suaranya begitu jahil bagai tak terjadi apapun.bahkan wajah menggodanya ia tunjukkan demi sekali saja mendengar Omelan manis dari sang pemilik hati,biarlah liora menatapnya aneh selama senyum dan tawa gadis itu kembali,Arkansas tak masalah merubah karakter dirinya.


Liora terkekeh namun tak lama suara kekehan ya menjadi tangisan pilu yang menusuk telak dihati sang tiran.melangkah perlahan mendekat dan duduk tepat disamping kaki liora yang kini terlihat begitu mengenaskan dengan darah yang keluar dari luka sayatan akibat pecahan lampu tidur yang digunakan oleh gadis itu untuk melukai dirinya sendiri.padahal belum ada seminggu luka itu kering dan perlahan sembuh namun Arkansas hanya bisa tersenyum lembut tanpa tatapan iba yang takutnya semakin membuat liora merasa rendah diri.


"kenapa luka seperti ini baby? kamu tidak kasihan padaku dan Rion yang siang malam merawat dirimu sayang? kalau kamu marah,kamu bisa pukul dan lampiaskan padaku.jangan lukai dirimu sendiri seperti ini,sayangilah tubuhmu baby untuk anak-anak kita nanti" ucap Arkansas sembari mengambil sebuah kain dan meneteskan alkohol untuk mulai membersihkan luka di kaki Liora,gadis itu diam melamun kosong.


"tahan ya baby,mungkin sakit" ucap Arkansas pilu,pria itu tahu liora tak akan merasakan apapun .namun ia tetap berbicara seakan tak ada yang terjadi.


jemari kokoh itu mulai menyapukan luka itu dan membersihkannya dengan kapas,diam tak ada lagi suara yang terdengar saat Arkansas sibuk dengan luka di kaki liora.setelah luka bersih ia membalut kembali dengan kain kasa baru.


merapikan baju serta rambut Liora,Arkansas tersenyum miris bagai merawat boneka hidup yang sangat cantik.gadisnya tak bersuara dan hanya menatapnya lurus dengan tatapan kosong itu.


"sudah selesai?" Arkansas mengeryit saat suara gadis itu terdengar sangat dingin.tanpa menatap Arkansas liora bertanya dengan suara pelan yang terdengar seperti berbisik.


"apa baby? kamu bicaralah yang jelas,aku tak akan mengerti jika kamu seperti ini" suara lembut penuh kesabaran yang keluar dari mulut Arkansas semakin membuat hati Liora semakin sakit.


tes......tes......tes.......


Arkansas menarik nafasnya yang terasa begitu berat,menutup mata sejenak demi mengurangi rasa sesak dihatinya.baiklah sudah cukup!! Arkansas akan membuat para bedebah itu mati dengan cara paling sadis dan kejam yang bisa ia lakukan.


"ARKHHHHH.......KAMU TIDAK LIHAT AKU CACAT ARKAN......AKU CACAT HIKS......."


deg.............


oh Tuhan bolehkan sang Tiran menukar nyawanya kini demi kebahagiaan sang pemilik hati?.teriakan keputusan asaan Liora membuat kesedihan Arkansas semakin jatuh,namun dia adalah lelaki.dan sudah cukup ia menagis layaknya bayi,Arkansas akan kuat dan tegar demi memberi kekuatan hati bagi Liora.


Prank.........


Bruakh......


Prank........


Liora melempar semua barang yang bisa gadis itu jangkau,kamar itu semakin berantakan dengan pecahan kaca yang telah hancur tak berbentuk.air matanya semakin mengalir bak anak sungai,wajah sembab dengan mata serta hidung yang memerah semakin membuat penampilan Liora semakin kacau.


gadis itu memukul kaki serta menjambak rambutnya kasar tak perduli kini kepalanya nampak berputar sakit,Arkansas menatap pilu dan dengan cepat memeluk tubuh bergetar liora tak perduli betapa gadis itu merontak dan menangis kencang.


"pergi hiks....pergi jauhi aku,aku cacat!! tidak kah kau buta?!!JANGAN PELUK AKU, JANGAN MENDEKAT PERGI BRENGS*K HIKS....."suara lirih itu berganti dengan jeritan pilu penuh keputusan asaan.


"tenang Liora.kumohon tenanglah baby semua akan baik-baik saja aku janji" bujuk Arkansas lembut,pria itu mengeram tertahan tak sanggup melihat betapa rapuhnya gadis kuat itu kini,Liora tak bergeming.pukulan demi pukulan lemah liora mendarat didada bidang Arkansas yang kini hanya terbalut kemeja yang sudah tak rapi lagi dengan dua kancing atas yang telah putus dan hilang entah kemana akibat amukan liora,gadis itu menangis hingga air matanya menembus kemeja hitam yang kini nampak kusut dan mulai basah.


"sudah tenang? maukah dengar aku bernyanyi untukmu?" Arkansas bertanya saat liora mulai sedikit tenang.Liora mendongak dan mengangguk lemah.


"tinggalkan saja aku Ar,aku tak pantas untukmu" suara lirih liora begitu menyayat hati Arkansas yang bahkan tak pernah menggunakan hatinya sedari dulu.kini perasaan itu ada dan sangat menyakitkan .


tak menggubris ucapan pilu Liora,pria itu tersenyum lembut sarat akan perasaan dalam yang tak akan goyah meski terhantam badai sekalipun.


cup.....cup......cup.....


dengan lembut dan penuh kasih,Arkansas mengecup kedua mata indah Liora yang sudah membengkak karena terlalu lama menangis kemudian diakhiri sebuah kecupan manis pada bibir pucat itu.


bangkit dan melangkah mendekati sebuah pintu berwarna putih ,menggeser dan terlihatlah sebuah ruang dengan pakaian-pakainan pria berjejer rapi lengkap isinya.melangkah kepojok ruang dan mengambil sebuah gitar dari sana.Liora tersentuh saat kini Arkansas duduk dihadapannya lengkap dengan sebuah gitar dipangkuan pria tampan itu.


jemari kokoh itu mulai memetik senar gitar begitu lihai dan kini tatapan mata itu begitu lembut menatap Liora intens.dan dibalik pintu,Kayra,Rion,Alex,Ryu, James,Freya serta Tristan dan Gabril berdiri mematung memasang pendengaran mereka baik-baik.bahkan Marsel sudah datang bersama Ara dan Xander entah masuk sejak kapan.sementara dari balik layar cctv, Rafendra dan Anggi tengah melihat langsung apa yang akan putra sulungnya lakukan.


i'm Already there 🎶


by: Westlife


He called her on the road🎶


( pria itu menelfon sang wanita di jalan)


from a lonely cold hotel room🎶


(dari sebuah kamar hotel yang dingin)


just to hear her say i love you one more time🎶


(hanya untuk mendengarnya berkata aku mencintaimu sekali lagi)


but when he heard the sound🎶


(tapi saat didengarnya suara)


of the kids laughing in the background🎶


(anak-anak tertawa dibelangkang)


he had to wiper away a tear from his eye🎶


(dia menyeka air matanya)


a little voice came on the phone🎶


(suara kecil terdengar di telpon)


said Daddy when you coming home🎶


(berkata kapan ayah pulang)


he said the first thing that came to his mind🎶


(dia pun mengucapkan kata yang pertama terlintas di benaknya)


( aku sudah disana)


take a look around🎶


(lihatlah sekeliling)


i'm the sunshine ini your hair🎶


(aku sinar mentari di rambutmu)


i'm the shadow on the ground🎶


(aku bayangan ditanah)


i'm the whisper in the wind🎶


(aku bisikan angin)


i'm your imaginary friend🎶


(aku teman hayalanmu)


and i know i'm in your prayers🎶


(dan aku tahu aku ada dalam doamu)


oh I'm Already there🎶


she got back on the phone🎶


said i really Miss you darling🎶


don't worry about the kids theyll be alright🎶


wish i was on your Arms🎶


Lying right there beside you🎶


(berbaring disisimu)


but i know that i'll be in your dreams tonight🎶


(tapi ku tahu kau kan mimpikanku malam ini)


and i'll gently kiss your lips🎶


(dan aku akan mencium bibirmu dengan lembut)


touch you with my fingertips🎶


( menyentuhmu dengan ujung jariku)


so turn out the light and close your eyes🎶


(padamkan lampu dan pejamkan matamu)


derai air mata liora semakin mengalir deras,Kayra sudah jatuh dalam dekapan hangat Rion dan menangis disana.


i'm Already there🎶


don't make a sound🎶


(jangan bersuara)


i'm the beat in your heart🎶


(akulah detak jantungmu)


i'm the Moonlight shining down🎶


(aku bulan purnama yang bersinar)


i'm the whisper in the wind🎶


(aku bisikan angin)


and i'll be there until the end🎶


(dan aku selalu ada hingga akhir )


can you fell the love that we share🎶


(bisakah rasakan cinta yang kita bagi)


oh I'm Already there🎶


menutup mata dengan alunan suara serak dan berat penuh penghayatan,pertama kali dalam hidupnya seorang Arkansas memetik senar gitar dan bernyanyi untuk seorang gadis.


we may be a thousand miles apart🎶


(kita mungkin terpisah ribuan mil)


but i'll be with you wherever you are🎶


(tapi ku kan bersamamu dimanapun kau berada)


Liora semakin merasa sesak,apa begitu dalamkah cinta pria tiran itu untuknya? kata demi kata yang dinyanyikan oleh Arkansas begitu dalam dan menembak telak dihati Liora.gadis itu kehilangan benteng dihatinya!.


i'm Already there🎶


take a look around🎶


i'm the sunshine in your hair🎶


i'm shadow on the ground🎶


i'm the whisper in the wind🎶


and i'll be there until the end🎶


can you fell the love that we share🎶


oh I'm Already there🎶


hening........


Arkansas menatap liora yang kini menatapnya sesal, tersenyum lembut dan melangkah mendekat.


"apa kamu fikir segitu dangkal rasa ini untukmu? hanya karena ini kau fikir aku akan pergi dan meninggalkan dirimu baby? apa aku seburuk itu dimatamu?" lirih Arkansas menatap telak kemanik indah yang terlihat penuh air mata yang tertahan.berlutut dan menggenggam kedua telapak tangan liora.


"hiks...tapi aku cacat Ar....hiks....aku tak pantas menerima cinta darimu hiks...aku tak pantas" Isak liora pedih.kayra dan Ara sudah menangis pilu dibalik pintu sedang Anggi sudah memeluk erat tubuh Rafendra meredam suara tangis pilu nya.


"kau dengar laguku untukmu tadi hm? aku akan mencintaimu hingga akhir,merajut kelurga kecil bersamamu tak perduli apapun yang terjadi,kau adalah segalanya bagiku aku akan selalu ada untukmu.kita bisa melewati ini,perlahan kau akan sembuh baby,percayalah pada ku pada kami semua" ucap Arkansas menatap tepat manik berkaca Liora,gadis kuat dengan hati serapuh kaca.


"jangan tinggalkan aku Ar.....aku milikmu" lirih liora membalas tatapan cinta Arkansas dengan tatapan penuh harapnya.


"yes baby your are mine and i'm yours"



para pria segera melangkah menjauh dengan amarah membumbung tinggi,beraninya mereka membuat para wanita BE menangis! tunggu dan lihat saja bagaimana para iblis inti dari BE mengamuk nanti.


TBC......