
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya.....🖐️
...💠...
...H A P P Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...💠...
Malam itu awan mulai mendung disertai angin kencang saat Seorang pria dengan fikiran kalut dan emosi berantakan tengah mengemudikan mobilnya tak tentu arah.
tanpa ia sadari,kemanapun ia melangkah pergi.kini dirinya bukan lagi pria bebas dengan sikap terlalu tinggi.ditengah kebutaan kepanikan akan semua masalah yang terjadi,ada mata dan benang tak kasat mata yang selalu mengarahkan segala perbuatannya dan kini semua sudah terlambat.
sementara itu........
dilain tempat.........
enam sosok pria tampan dengan aura iblis dan senyum bak malaikat itu tengah menatap layar proyektor yang kini menampilkan sosok pria yang tengah mengemudi tak tentu arah.
" well..... it's time!! siapa yang akan bermain kali ini?!" Axel si mata dewa terkekeh ,jemarinya dengan lihai menari diatas kaybord dengan sesekali melirik saudara-saudaranya.
"Rion........kamu mau bermain?!" Arkansas bertanya santai namun penuh ancaman,pria itu duduk angkuh sembari menyilangkan kedua kakinya penuh aura keagungan.
"hm....... sepertinya bermain denganya kali ini cukup seru jika........"Rion menyerigai,belati dingin nan tajam menari indah ditanganya.
bangkit dan berjalan ke arah Tristan yang sibuk melamun entah kemana.
pukh..........
"eh?!" kagetnya,pria manis itu tersentak saat tepukan keras pada bahunya terasa,menoleh dan mendapati senyum bengis Rion dan saat itu juga, Tristan tau! ini saatnya untuk turun.
"kau bisa pergi mengejar cintamu sesuka hati,namun selesaikan satu tugas mudah! habisi Baron....Habisi pria sampah itu!!" Arkansas terkekeh dan menggeleng geli melihat senyum iblis Tristan yang terlihat antusias mendengar tugas baru untuknya.
"kau mau cara biasa,atau cara ekstrim Tan?" Ryu bertanya setelah meletakkan gelas anggur yang baru saja ia teguk.
"hehehe....... ngomong-ngomong,sudah lama tidak membawa demon dan saudara-saudaranya jalan-jalan!!" Arkansas terkekeh dan sungguh bulu kuduk James yang duduk tak jauh darinya langsung berdiri.sialan memang manusia es satu ini! James mendesah frustasi.
"baiklah jika kau bisa membuat tiga penjaga neraka itu patuh padaku,kurasa membawa demon tidak masalah,Boss!!" Tristan mengangguk dan tersenyum penuh semangat.
"right!!"
Axel sudah selesai menggiring mobil Baron kearah jalan yang menuju perbatasan kota,kini sepanjang jalan terlihat tak ada lagi rumah atau toko dan keramaian kota malam,namun hanya pohon besar yang entah apa terjejer menyeramkan.
sepertinya Sang pengemudi mangsa mereka belum juga sadar.Axel semakin menggila dengan mematikan navigasi mobil Baron dengan begitu mudahnya.benar-benar Hacker iblis! Bahkan Nixon mengakui kehebatan Axel yang bisa membobol apa saja tanpa ketahuan.
"all right!! saatnya bekerja demi cinta!!" James berseru heboh dan mulai mematik korek menyalakan rokoknya.
Gabril mengeryit,menatap James tajam.
"hei!! kau bilang akan berhenti merokok?!!" Gabril menyembur James dengan sebuah bantal sofa melayang hendak menghantam wajah James, sayang! pria driver sky itu terlalu mudah mengelak!.
"hah....aku sedang gusar Ril!! kau tau....hah....aku sudah puasa lama oleh Freya!! dia tak mau aku manjakan dan memintaku sabar sampai bulan merahnya pergi!!" Desah James putus asa.
PUFT.........
suara tawa tertahan terdengar menjengkelkan,hingga........
"BWAHAHAHAHHA....MAM*US!!"
Lihat! setan laknat tak berotak lah yang tertawa paling keras kini.dan tebak siapa? Nixon! .
pria yang sedari tadi diam bermain rubik kini justru menertawakan seorang James paling keras! bolehkah James memutilasi pria gila itu saja?. sayangnya ia tak akan berani menghadapi Cristal,nasib malang!.
"right Brother!! aku pergi !!" Tristan bangkit dan setelah menghubungi silver agar membawa ketiga serigala buas penjaga markas menuju lokasi yang sudah Axel bagikan.
"tunggu......."seru Rion tiba-tiba.
Tristan berbalik dan menatap penuh tanya mimik wajah Rion yang kini berubah.
"bawa pria itu ke Markas aku akan membunuhnya dengan caraku sendiri!!"
Tristan dan yang lainya mengeryit , ada-apa? kenapa aura Rion tiba-tiba berubah?!.
"kenapa Rion?!" Ryu bertanya heran.
"manusia itu telah menyentuh istriku,dan aku rasa.......akulah yang harus bermain-main! Tristan,tugasmu hanya membawanya padaku!!' Rion menatap wajah kaget Axel dan seketika suami dari Amber itu terkekeh canggung! sial,darimana Rion bisa tahu hal itu? Axel merutuki kesialannya.
"baiklah!!" Tristan akhirnya pergi meninggalkan keheningan dingin diruang kontrol Axel.
"Ryu......." panggil Rion setelah bayang Tristan tak terlihat lagi.
Ryu menoleh dan melihat sosok serius Rion dengan binggung.
"wanita itu....Erika! bawa dia ketempat dimana Baron akan dibawa Tristan!" Titah Rion,ada kedinginan dalam didalam matanya.siapapun yang mengganggu keluarganya terutama istrinya akan mati! dengan cara paling sadis yang pernah dilakukan manusia.
tertawa dan bangkit dengan wajah datarnya,Ryu meraih kerah James yang sibuk membuka kulit kacang.
"e.....e....e....kau kenapa sih?!! lepaskan bodoh!! kau mencekik leherku!!" James memekik tertahan,sialan si Dewa Yama tak berakhlak itu.
"cepat kau ikut aku!!" Ryu tak perduli dan James hanya bisa terus memaki sumpah serapah pada pria tidak berprikemanusiaan seperti Ryuiji.
............💠............
Baron menghentikan mobilnya tiba-tiba,ia keluar dengan perlahan karena kakinya belum sembuh total.
"brengs*k!! ini dimana lagi?!!" Baron memaki,ia melihat sekeliling.pohon-pohon besar menjulang sepanjang jalan.
AUUUUUUUUU...........
"damn it!! suara serigala?!! sebenarnya dimana aku?!!" Baron meringkuk memepet bodi mobilnya.
hingga.....
krakhhhh.......
suara patahan ranting dan jejak kaki berlari kencang kearahnya membuat keringat dingin pria itu mengucur deras.
wushhhh
takhhhhh......
Deg.........
kaki Baron lemas seketika,entah dari mana datangnya.sebuah belati panjang nan tajam mengarah tepat kearah dimana ia berada dan menacap telak disamping kepalanya dan menusuk body mobilnya.
"hahahaha...selamat malam tuan Baron! senang kita bisa bertemu!!"
Baron menoleh cepat kearah samping tubuhnya,dari sana seorang pria muda mendekat dengan tiga ekor serigala berjalan tenang dikanan kiri pria itu .
"si...siapa kau?!!" meski ketakutan setengah mati,Baron tetap bertanya.walau bagaimana ia merasa tak mengenal pria muda itu.
Tristan,yah! pria manis itu kini tengah menjalankan tugas terakhir sebelum bebas pergi mencari gadis cantik yang sudah meninggalkan jejak dihatinya.
tertawa dan menatap Baron Lucu.
"hah.... well?! kau tak perlu tau siapa aku,yang perlu kau tahu adalah sebentar lagi hidupmu akan habis!!" Tristan meraih sebuah belati lagu dari kantung jaketnya.
Manik Baron membola ketakutan,ia berusaha membuka pintu mobil namun entah bagaimana pintu itu terkunci dan macet.
Taphhhh....... Taphhhh.....
langkah semakin dekat,dan.....
Jleb....
"ARKHHHHH........" Baron menjerit saat tanpa aba-aba sebuah belati menusuk bahu kirinya telak.
"APA YANG KAU LAKUKAN?!! APA MASALAHMU?!!" Baron memekik murka.takut,marah dan dirinya terancam saat ini.
" hahahaha....kids!! waktunya berburu! tangkap dia!!" seru Tristan riang.para serigala itu melolong buas dan Baron tanpa berfikir panjang langsung melangkah cepat ketakutan menghantui dirinya.
Wush......
"ARKHHHHHH!!!" Jeritan kesakitan Baron terdengar saat seekor serigala yang terlihat paling besar menerjang dan mencengkram kakinya dengan gigi-gigi tajam itu.
binatang buas itu begitu agresif dan Baron berusaha melepaskan diri dengan menendang wajah serigala itu dengan satu kakinya yang bebas.
"Demon take off!!" Seru Tristan santai dengan kekehan dingin diwajahnya.
Baron menyeret langkah kakinya mati-matian menjauh dari pria psikopat itu,ia tak pernah mengalami hal mengerikan seperti ini sebelumnya dan kini benar-benar seperti ia tengah menuju gerbang kematian.dan beberapa langkah seretan menyakitkan, akhirnya pria itu tumbang jatuh dalam kegelapan.
HAHAHHAHA......
langkah kakinya terasa berat disertai suara tawa mengerikan dari belakang dan para serigala itu berhenti perlahan seakan puas mempermainkannya.Tristan tertawa riang dan mulai memberi kode dari earphone agar anggotanya mendekat membawa pergi tubuh Baron.
lolongan suara binatang buas itu terdengar sangat menakutkan memecah malam.
pria muda berwajah tampan bak malaikat nitu benar-benar tak pantas akan kekejaman yang tengah ia lakukan kini
"well... sebenarnya kalau tidak menghabisi langsung tidak seru juga!! tapi sudahlah.....yang penting semua demi cinta hehehehe...." Tristan terkekeh riang melihat beberapa anggota Delta menyeret tubuh Baron kedalam mini Van dan membakar mobil Baron yang tertinggal.
.........💠.........
Erika terbangun dengan kepala pusing dan mata berkunang-kunang.
Deg......
setelah sadar sepenuhnya,ia begitu terkejut saat mendapati tangan dan kakinya terikat dengan sosok naas Baron yang berbaring disampingnya dalam keadaan kaki yang terus mengeluarkan darah segar.
"sudah bangun heh?! " suara maskulin dengan kedinginan yang mampu membuat seluruh tubuh bergetar terdengar ditengah kebingungan dirinya,Erika menoleh cepat kearah samping dan mendapati sosok pria yang masih memiliki tempat dihatinya kini terduduk angkuh menatap kearahnya dingin.
wajahnya begitu datar,tanpa ekspresi dan aura kedinginan yang begitu pekat.mata tajamnya menatap Erika bak ribuan pisau yang menusuk.
disamping pria itu berdiri dua orang pria dan yang membuat tubuh Erika mengigil ketakutan adalah,tiga ekor serigala yang duduk diam disamping seorang pria yang kini terlihat menyerigai licik.
"engghhh....ishhh.....ARKHHHHH!!!" Erika menoleh dari semua ketakutannya saat suara Baron terdengar menyakitkan.kini kedua manusia berbeda gender itu telah sadar sepenuhnya.dan semua itu terlihat jelas oleh pria yang duduk menatap jijik kearah korban mereka selanjutnya.
AUUUUUUUUU.........
"Ba...Baron!!" Erika terpekik saat suara lolongan serigala itu terdengar begitu mengerikan.keduanya menoleh cepat .
Deg....
ketiga binatang buas itu menatap gelap pada mereka,seakan menikmati pandangan akan hidangan yang akan memuaskan lapar ketiga peliharaan sang tiran.lolongan semakin mengerikan,dan para inti yang berdiri disisi Rion mundur perlahan tak mampu menahan lagi tekanan berat atmosfer buas dari kebuasan para serigala,Rion terkekeh dingin dan para serigala menunduk merasakan kekejaman setara dari majikan utama mereka dari sosok Rion.
"kau benar-benar tak berprikemanusiaan tuan muda Arion !! bagaimana kau bisa menculik ku seperti ini?! dan Baron.....? kau juga yang melukainya bukan?!! kau bedebah kejam!!' maki Erika sakit hati dan amarah yang membakar akal sehatnya mulai menyala .
"heh....? kemanusiaan?!! mulut kotormu tak pantas bicara seperti itu padaku!! jangan lupa kau buang dimana kemanusiaanmu dan keluargamu itu!!" hardik Rion jengah.
"dan sekarang kau bicara kemanusiaan padaku? dasar ja*lang!!" sinis Rion pedas.Erika bungkam,air matanya mengalir deras mendengar langsung penghinaan seperti itu dari pria yang sudah menjadi obsesinya seumur hidup.
"ck.....jangan buang waktu brother! aku harus menjemput sakura!!" Pria dikiri Rion berucap malas dan tidak sabar,Erika melirik sekilas dan meringkuk menjauh saat seekor serigala berbulu putih itu bergerak aneh.
kilatan putus asa terlihat dari mata erika saat Rion bangkit dan tak menoleh sama sekali saat para serigala itu bangkit dengan air liur menetes mengerikan.
"Baron......Ki...kita harus bagaimana?!" Erika mengigil ketakutan,kini mereka ditinggalkan berdua saja ditengah ruangan remang dengan tiga ekor serigala lapar yang mulai berjalan perlahan .
AUUUUUUUUU....
"TIDAK.... MENJAUH.... PERGI!!!" Erika bangkit dan meloncat-loncat menuju pintu dimana Rion keluar tadi.
para serigala begitu bersemangat.
"ARKHHHHHH..... KAKIKU!!!" baron menjerit tak bisa bergerak saat dua ekor serigala menarik kakinya dengan gigi dan cakar tajam yang berhasil menembus kulit dan daging.
"ARKHHH....."Erika menjerit saat melihat bagaimana kaki Baron dikoyak dan terputus dari tubuh pria itu.srigala itu benar-benar buas mencabik dan mengoyak tubuh pria malang itu.
Brakhhhh.......Brakhhhh.....
"RION..... RION...BUKA PINTUNYA!! BUKA.....BEDEBAH!! " Erika menggedor pintu besi itu dengan tangan yang masih terikat .
"E...Erika" Baron memanggil putus asa,ia menangis dan para serigala itu menarik tangannya satu persatu dengan gigi-gigi tajam yang merobek kulit dan dagingnya.
Srakhhhh......
Erika meringkuk menurut wajahnya pada lutut yang bergetar,ia mendengar suara tubuh Baron yang disantap dengan koyakan brutal dan liar.
darah, daging tercecer dimana-mana.
Erika menengadah dan menatap serigala besar berbulu putih yang kini berdiri angkuh didepan ya dengan mata gelap dan air liur menetes.
"ARKHHHH!!!" Erika menjerit saat tanpa aba-aba binatang itu menerkam salah satu kakinya.
suara Baron sudah tak terdengar saat lehernya digigit dan mulai dikoyak ganas oleh seekor serigala berbulu abu-abu.mulut dan wajah para serigala itu telah dipenuhi oleh darah Baron.pria itu sudah meregang nyawa ditangan dua ekor serigala lapar yang memang berpuasa sebelum santapan besar akan tubuh Baron mereka terima.bukankah para BE itu sangat pengertian? betapa lucunya!.
Erika meraung akan kesakitan luar biasa yang ia rasakan,serigala besar itu menarik kakinya buas hingga darah dan dagingnya sendiri dapat ia lihat tercecer keluar dari luka mengerikan itu.
serigala itu tidak memakan tubuhnya.dia! binatang itu ingin membunuhnya saja!.
Krakhhhh......srakhhhh.....
"ARKHHHHHH........YA TUHAN!!!" Erika menjerit saat serigala itu melompat dan menarik simpul tanganya dan menerkam salah satu tanganya kemudian.waktu seakan bergerak slow motion.Erika melihat mata gelap yang kini membuat tangan putus dari tubuhnya
Suara Geraman terdengar,dan saat darah begitu banyak terkuras dari tubuhnya.ia menengadah melihat sebuah Cctv dari sudut ruangan.
"kau...kau sangat kejam Arion!!" gumam Erika berurai air mata .
Srakhhhh.....
dan saat gigi serta cakar-cakar tajam itu mengoyak organ tubuhnya kemudian,Erika tewas dengan begitu mengenaskan.
tubuhnya terkoyak dengan kepala Baron yang putus dan perut dengan organ tercecer dimana-mana.
Blood Eagle sangat kejam,tak kenal pengampunan saat kemarahan sudah menguasai.
dan setiap mata yang menyaksikan itu dari ruang kontrol bergidik ngeri,sungguh pemandangan yang begitu menjijikkan nan sadis!.
"that's my Brother!!" Arkansas tertawa dingin menepuk pundak Rion bangga.
...TBC...