PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
For you



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya......⭐


Happy Reading...🌹



tak pernah lelah menjadi seperti yang kau inginkan...


ingin berguna tanpa hilang tenggelam...


ingin menjadi seperti harapanmu...


ketahui apa keinginanmu dan coba ikuti...


terbawa dalam arus....


apapun yang ku lakukan,lihatlah dengan hatimu...


aku tau betapa mati rasamu...


namun lihatlah aku yang coba bangkitkan mu...


lelah aku tahu...


namun karena mu aku bertahan...


berubah lah genggam erat tanganku...


jangan berfikir ini mengekang...


namun ini hanyalah ungkapan cintaku...


berbeda cara inilah caraku...


kudekap kau erat tak ingin kehilangan...


karna apapun yang selalu menghantuiku adalah dirimu...


akan kubuktikan...


rasa cinta ini akan membawamu lagi...


tiap detik yang kau jalani...


waktu yang tak bisa kau tahan lagi...


berbalik lah dan diriku selalu bersamamu...


meski kau tak percaya...


akan janji meski terjatuh...


akan ku simpan rasa sakit ini darimu...


hanya gadis manis yang tertelan kecewa sepi...


namun kau telah merasuki seluruh relung hati...


..........🥀🥀.........


Dua orang wanita paruh baya yang nampak sangat bersemangat tengah beradu kemampuan dalam sebuah dapur yang cukup besar,bahkan para koki dan para maid telah diusir oleh wanita paruh baya cantik yang kini tengah sibuk dengan adonan kuenya.


"hahaha...astaga Gi,apa ini beneran kita usir semua pelayanmu??" suara gelak tawa wanita yang kini sibuk mengaduk tepung dan telur itu bergema ramai mengisi waktu sore di mansion utama Wiguna.


"hahahaha..ya benarlah RI,kamu tau aku kangen sekali sama kamu.biarlah kita quality time dulu,lagipula Rafendra sedang sibuk semenjak Arkansas pergi ke Denmark sedang Rion entah tiba-tiba beli Apartemen dan katanya mau tinggal sendiri! lama-lama kesal juga sama anak-anak nakal itu,tega nya meninggalkan ibu dan adiknya sendiri" dumel Anggi yang kini terlihat asik dengan buah kiwi ditangannya.


"hahahaha...aku bahkan belum melihat si kembar dan Ara dua hari ini? kemana mereka?" tanya Rianty,yah Rianti telah tiba di London selama dua hari yang lalu.


"hah......aku saja pusing mengurusi anak-anak nakal itu,kalau si kembar.mereka sedang sibuk dengan pabrik dan perusahaan baru Arkansas sedang Ara,anak nakal itu pasti sedang di mansion Kansas menemani calon kakak iparnya ,anak itu lengket sekali dengan kekasih Arkansas itu" jelas Anggi semangat,putri bungsunya itu sangat dekat dengan liora dan Anggi sangat bahagia untuk itu mengingat Ara adalah anak yang memang sulit dekat dengan orang asing.namun entah bagaimana sekali bertemu dengan liora,putrinya itu langsung menempel seperti permen karet.


"hahahaha...syukurlah kalau begitu.ini aku sedikit bingung dengan Freya,katanya akan menyusul tapi entah mengapa belum sampai juga? aku harap semoga anak nakal itu tidak bohong padaku" ucap Rianti mengingat putri bungsunya itu.


"lagian mengapa kamu tidak ajak sekalian sih RI? kenapa perginya sendiri-sendiri?" tanya Anggi penasaran.


"entah,anak itu memang suka aneh-aneh kelakuannya" ucap Rianti gemas sendiri.tak lama pembicaraan seru keduanya terhenti saat seorang maid datang dan memberi tahukan ada seorang gadis yang sedang bersiteru dengan para penjaga dan ingin masuk mencari ibunya.


"aduh jangan-jangan itu Freya!!" panik Rianti,Anggi mengangguk cepat dan segera menarik tangan Rianti keluar dan melihat situasi dan tamu yang katanya membuat ribut.


sementara itu di gerbang mansion......


"ihhh...paman ini kenapa tidak percaya sih?!! Freya lagi cari mama,Freya mau masuk titik!!" gadis cantik dengan rambut dicepol asal itu nampak berkaca-kaca dan menatap memohon pada para penjaga yang menatapnya tanpa ekspresi.hei!! ini mansion besar Tuan Rafendra Wiguna dan tidak sembarang orang bisa masuk.


"ck....maaf gadis kecil, pulang lah cuci kaki cuci tangan lalu tidur dan pergilah dari sini"


Freya merengut dan mulai menatap kesal para pria tinggi besar dengan pakaian serba hitam itu.gadis ini lelah dan ia hanya ingin menemui ibunya,salahkan saja pencopet gila yang membuatnya kehilangan tas berisi ponsel dan seluruh kartu pentingnya,beruntung ia mengingat alamat tempat ibunya berada dan sedikit uang yang terselip di kantung celananya.


"hiks....hiks...hiks....mamaaaaaa!! paman kok jahat sih,Freya ini mau ketemu mama hiks...." bencana sudah,gadis mungil dengan wajah imut itu menangis keras sembari berjongkok menutupi wajah memerahnya.para penjaga itu tersentak kala sebuah mobil sport berhenti tepat disisi gerbang.


"wah....wah...wah...paman anaknya nangis malah dibiarkan!! ck...ck...ck...kalau mommy Veleri tau bisa ngamuk itu!!" seorang pria berambut pirang keluar dan bersidekap dada memandang aneh gadis mungil yang tengah berjongkok sembari menangis kencang dihadapannya.


"jangan sembarang tuan muda James!! gadis ini bukan anak saya.lagipula ada apa kemari? tuan besar sedang tidak dirumah" jelas kepala penjaga mansion kesal,bagaimana tidak kesal .James datang dan menuduhnya sembarangan mana wajah tampan itu nampak biasa saja lagi,santai tak berdosa.


"ck....santai paman,saya hanya datang mengambil berkas di minta big bos" jelas James santai,pria itu berjongkok dan menatap gadis mungil dihadapannya dalam.


"hey anak kecil,pulang sana disini orang tuamu tidak ada"goda James santai dan percayalah gadis itu justru semakin terisak tanpa mau mengangkat wajahnya.


plak.......


"ADUH!! SIAPA INI BERANI SEKALI MAU MA-"


seketika James bungkam dan menyengir bodoh kala melihat tatapan membunuh sang Ratu Wiguna,Anggi berdiri sembari berkacak pinggang menatap putra Jeremi itu buas.seketika James merasa sendi tubuhnya melemas.


"hehehehe...ampun mom tidak sengaja" cengiran bodoh James disambut pelototan garang istri Rafendra itu.


"kamu lihat seorang gadis menangis bukanya ditenangkan ini justru kamu ejek,kamu mau mommy panggil banci perempatan hah!!" sembur Anggi pedas.


James melongo dengan suara semburan tawa tak berdosa dari dalam mobil sport yang ia kendarai tadi.


"dia memang banci perempatan mommy!!" celetukan tak berdosa Tristan terdengar merdu ditelinga para makhluk gaib diluar sana.baiklah,Tristan yang semula tertidur lelap didalam mobil terbangun kaget saat mendengar suara tangis seorang gadis dan percayalah pria manis itu menatap bak sedang melihat sebuah pertunjukkan Opera disana.


Double kill!!!


James lemas seketika saat tatapan mata semua orang seakan menyalahkan dirinya.


"kenapa nangis sayang,kasih tau mama" suara lembut seorang wanita paruh baya menyentak Freya ,dan seketika gadis itu bangkit dan memeluk sang ibu sembari menyembunyikan wajahnya di dada sang ibu.gadia manja memang.


"hiks...pria itu memarahi Freya dan mengusir Freya pulang " adu Freya tanpa mau melihat wajah James yang kini nampak pias.


HAHAHAHAH......


Tristan terbahak nista sembari mendoakan kedamaian James dan percayalah James merasa ingin sekali mencabik wajah manis Kawanya itu,bukanya menolong ini justru menambah deritanya.


"awas kamu James,mommy akan suruh Arkansas kirim kamu ke Afrika biar dimakan binatang buas sekalian"


Triple kill.....


James menatap memelas wajah Cantik Anggi dan percayalah rasanya ia menyesal telah menggoda gadis cengeng itu.


"jangan lah mom....aduh sungguh James hanya bergurau saja,please jangan marah mom....bisa habis James sama Bos tiran nanti...tolong lah mommy Veleri yang cantik baik hati dan tidak sombong, jangan lapor sama bos ya...ya...ya" baiklah cukup!! sungguh Tristan dan semua orang pria disana ingin muntah melihat wajah memelas si palyboy cap kadal ini.


"jangan mau mom,masa anak gadis orang dibuat menangis !! hukum saja dia mom biar jera!!" kompor Tristan tanpa dosa.


"diam kau anak Dajjal,mulutmu itu pedas seperti wasabi beracun!!" maki James kesal.tidak sadar kedua wanita paruh baya itu telah melenggang masuk membawa seorang gadis yang menatap mereka aneh.


"yang sabar ya James,mom sudah tidak ada dan kau bicara dengan angin lalu hahaha.....ma*pus!!" ejek Tristan tanpa dosa.james menghela nafas dan ikut berlalu masuk,mengambil dokumen adalah tujuannya lalu pergi dan menenangkan diri.


🖤🖤🖤


sementara itu disebuah taman kota,seorang pria tampan tengah membujuk seorang gadis manis yang terlihat marah karna sedari tadi nampak diam tak membalas ucapan sang pria.


"baby please don't be mad....aku minta maaf sudah tidak kasih kabar ke kamu,sumpah ini bukan keinginanku tapi pekerjaan ku benar-benar padat" pria tampan itu mendesah frustasi melihat kebungkaman pujaan hatinya.


baiklah Arkansas bukan pria romantis yang tau bagaimana cara meluluhkan hati seorang gadis,bagaimanapun Liora adalah wanita pertama dalam hidupnya.liora masih betah dalam diam,bagaimana dirinya tidak kesal saat Arkansas hampir dua Minggu tidak memberi kabar begitu pria itu berangkat ke Denmark.


"jangan marah lagi baby" bujuk Arkansas sembari mengangkup wajah manis liora dan menatapnya sayang.


Liora memalingkan wajah dan berdiri dengan cepat hendak berlaku.ayolah gadis mana yang tidak marah saat pria yang ia cintai tak memberi kabar?


greph.......


tangan kekar itu menarik tangan liora dan kini tubuh liora terhempas jatuh kedalam pelukan hangat Arkansas.pria itu telah lama mati-matian menahan rindu pada gadisnya dan saat pulang bukan wajah marah liora yang ingin Arkansas lihat.


"tolong jangan diam saja baby.kamu boleh marah,kamu boleh pukul aku untuk meredakan rasa marahmu,aku janji tidak akan mengulanginya lagi.tolong maafkan aku baby dan jangan diamkan aku seperti ini" lirih Arkansas membuang semua arogansinya.


Greph.....


hiks....


Arkansas terdiam mematung saat sebuah pelukan hangat melingkupi dirinya,isakan lirih liora menyadarkan keterpakuannya.pria tampan itu tersenyum lebar dan membalas pelukan rindu Liora tak kalah erat.


"maaf telah menyakiti hatimu baby,maaf membuatmu menunggu"bisik Arkansas sayang,Liora terisak pelan dibalik dada bidang Arkansas tanpa mau melepaskan pelukan hangat pria itu.


"hiks...jangan pernah tinggalkan aku hiks...cukup mereka,aku tak sanggup lagi jika harus merasakan sakit kembali hiks...aku...aku" Isak liora semakin memeluk erat tubuh pria yang sangat ia rindukan.


"Shuttt.....i'm here baby,i'm here with you.look at me" bisik Arkansas sembari mengangkat wajah manis Liora dengan lembut.manik coklat itu nampak berkaca-kaca menatap manik tajam Arkansas dalam.


cup.....


Arkansas mengecup singkat bibir bergetar liora dan meraih tubuh gadis itu lalu memangkunya tak perduli dimana mereka berada sekarang.


"i'm promise not to leave you,forever with you alive and dead!!" tegas Arkansas dengan memberi kecupan-kecupan sayang pada pucuk rambut liora.dan gadis itu hanya mampu terdiam memeluk erat Arkansas.


cup....cup...cup...


"hiks...hihihi sudah jangan cium-cium terus...hihi...geli tau..mau dilihat orang" Liora tergelak pelan merasa geli saat bibir hangat pria tiran itu terus mengecup wajah nya tanpa celah.


"kita pulang ya baby,aku tidak mau kamu sakit.lihat sebentar lagi mau gelap" ucap Arkansas lembut,liora mengangguk dan dengan mudah pria itu menggendong tubuhnya ala bridal menuju mobil yang terparkir rapi tak perduli tatapan serta pekikan heboh para pejalan kaki yang melintas .


"kyaaaa pria itu romantis sekali!!"


"astagaaaa...itu..itu tuan muda Wiguna sama siapa?? mau juga digendong seperti itu!!"


"Tampan,mapan,romantis lagi....aaa...calon suami idaman"


Liora mendengus dan merutuk dalam hati,mengapa kekasihnya ini begitu sempurna dengan wajah yang rupawan dan latar keluarga yang luar biasa!! liora merasa kecil seketika.


"hei....jangan dengarkan mereka,kamu adalah satu-satunya bagi seorang Arkansas dan bagiku tiada yang lain! paham baby?" ucap Arkansas lembut dengan menatap manik Liora penuh damba.sorot mata yang selalu kejam,bengis dan buas itu seketika berubah melembut penuh cinta saat menatap liora,dan gadis itu sungguh bersyukur mendapat cinta dari sang Tiran


TBC.........