
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....⭐
happy reading.....🌹
ruang tamaram itu nampak penuh dengan layar-layar monitor dari beberapa komputer dengan Axel yang kini tengah sibuk berkutat dengan urusannya.
"bagaimana,sudah dapat?" tanya Arkansas begitu masuk kedalam ruang kerja pribadi Axel,pria berkaca mata itu terus terfokus pada layar komputer miliknya.Ryu,Tristan,Gabril dan Marsel kini duduk santai disebuah set sofa disana.tak perduli urusan si Tiran dengan sang mata dewa.
Rion kembali kemansion mengantar Ara dan James yang pergi entah kemana.
"hm....dari model peluru yang mereka gunakan,sepertinya mereka adalah anggota gangster dari Belanda.kau tahu Hansen Borneo,pria pemilik Club Malam Night love. sepertinya seseorang menyewa jasa para gangster pria itu untuk menyerang Arabela" terang Axel dengan memperlihatkan foto profile seorang pria berkewarganegaraan Belanda.Arkansas tersenyum remeh dengan seringai buas diwajahnya ,pria itu menjilat bibirnya dengan ketukan cepat jari pada mejanya.baiklah jiwa pembunuh nya kembali.
"jelaskan!" titah Arkansas dingin,Ryu, Tristan,Gabril dan Marsel sudah memasang telinga baik-baik mendengar informasi apa yang didapat sang mata dewa.
"Hansen Borneo,pria asal belanda.pemilik sebuah club malam terbesar dinegara itu dengan bisnis gelap seperti penjualan orang,penyelundup obat-obatan terlarang,penyedia jasa para jal*ng dan pengiriman senjata ilegal. dan pria itu juga memiliki sebuah organisasi gangster yang bisa dibayar demi melenyapkan nyawa seseorang,namanya kalau dari informasi yang kudapat ialah Dood Gaan artinya mati!"jelas Axel dengan wajah tegas dan seringai puas nya.
"hm....Dood Gaan ya? baiklah mari ku buat mereka memakan arti nama gangster mereka sendiri!" smirk Arkansas dengan menatap bengis pada teman-teman nya yang juga membalas menyeringai buas.
"jangan sampai dad turun tangan atau dia akan menertawakan kita nanti" ucap Tristan sembari terkekeh bak psikopat haus darah.
Brak........
James masuk dengan wajah marah dengan bibir sedikit mengeluarkan darah dan sedikit bengkak.
"BAJIN*AN.....BIBIRMU HABIS NYIUM BERAPA PEREMPUAN !!" pekik Marsel heboh,James masa bodoh.pria berambut pirang itu memilih menghempaskan tubuhnya dan merebut bir kaleng milik Ryu.Ryu mengelus dada dan berusaha sabar atas sikap kurang ajar kawannya itu.
"biasa kena tamparan sayang dari wanita " James terkekeh dengan ingatannya akan kemalangan dirinya tadi,saat melaju dengan mobilnya setelah bertemu Cristal akan urusan helikopter baru BE,James tak sengaja bertemu dengan seorang wanita yang tengah berdiri dipinggir jalan dan terlihat bahwa mobil wanita itu tengah mogok.niat hati ingin bermain-main dan sedikit menggoda,justru kesialan yang ia dapat.wanita itu tidak terima akan godaan James yang kala itu bersiul nakal,alhasil.satu tamparan sayang mendarat di pipi pria pirang itu,bahkan begitu kuat hingga bibirnya sobek.poor James!.
Ryu,Tristan,Axel,Marsel bahkan Arkansas terdiam dengan ekspresi masing-masing.
"sumpah demi apa kau ditampar wanita James? wah...kurasa ketampanan dirimu sudah luntur dan jiwa Playboy mu sudah tidak mempan lagi hahaha...." ejek Marsel puas melihat wajah suram James.
"Bangs*t!!" maki James kesal dengan jengkel pria pirang itu bersiap menendang tulang kering Marsel,namun pria blasteran Korea itu berhasil menghindar dengan mulus hingga akhirnya hanya decakan kesal yang terdengar dari mulut putra Jeremi itu.
"kenapa ditampar,kau tidak langsung main ia-ia kan sama wanita itu" tuding Ryu menyelidik.
"jangankan ia-ia , bibir seksiku baru saja bersiul sudah ditampar duluan.memang gila itu perempuan!!" kesal James sembari mengeram kesal.
Grep.......
"AKHHHH... TRISTAN...ANAK DAJJAL KENAPA KAU MENJAMBAK RAMBUTKU!!"teriak James kaget,bahkan Ryu sampai tersedak bir miliknya sedang Axel dan Marsel tertawa dengan nistanya.dan sang tiran hanya menggeleng masa bodoh!.
"KAU ADA MASALAH APA DENGANKU? KAU MAU DUEL? AYO.... KUPATAHKAN SEKALIAN KEPALA POLOSMU INI!!" geram James meringis sembari mengusap kepalanya akibat tarikan pada rambutnya tadi.Tristan berdecak sembari menggeleng kepala bak seorang ayah yang menatap kasihan pada putranya.
"ck...ck...ck....James...James...kau tidak perlu marah kepadaku, lagipula aku sedang melaksanakan titah dari Bunda Alika dan Mommy Veleri" santai Tristan sembari menguap dan bersandar pada sofa bersiap tidur.
"eh...eh...eh...titah apa Tristan? coba jelaskan?" desak Marsel penuh keinginan tahuan.
"hm...begini,kata bunda dan mommy.kalau kalian ada yang berani main ia-ia sama wanita dan tidak mau langsung menikah,maka aku harus MENJAMBAK rambut kalian,agar isi otak mesum kalian berkurang" James mengangga diikuti marsel yang sudah melotot horor, well!! si babyface polos telah menjadi mata-mata para ibu suri BE.dan Arkansas? pria itu tanpa sadar menegang,well.jika begini bisa-bisa ia tidak bisa lagi mencuri ciuman manis liora,sungguh hebat sekali para ibu itu!.
"kenapa begitu?" pancing Axel cepat.
"kalian terlalu sering main ke club dan jalan dengan wanita-wanita tidak jelas,so...mommy Veleri marah dan mengancam aku untuk memberi kalian peringatan,hebat bukan!" celetuk Tristan girang.Marsel dan James mengangga,karna sungguh merekalah yang paling parah jiwa Playboy ya.maka katakan selamat tinggal pada wanita-wanita cantik berdada besar.
"jangan lah Tan,itu si James saja yang lain main aman! jangan pakai acara laporan segala ya Tan,bisa abis juniorku disunat lagi sama mami" racau Marsel mengiba.tristan menggeleng acuh dan berucap santai.
"no...no...no...kalau aku tidak lapor,jatah minyak telon dan es krim buatan mommy Veleri dikasih ke Ara semua,terus nanti aku dapat apa?" tolak Tristan masa bodoh,what the hell!! hanya demi minyak telon dan es krim kau membuat teman-temanmu tersiksa akan godaan wanita cantik! matilah kau anak Jeremi!.
"nanti ku belikan sama pabriknya sekalian lah Tan" tawar Marsel.
"tidak mau,kau kira mommy tidak bisa membelikan ku? masa bodoh lah aku mengantuk jangan ganggu lagi kalian dasar pria - pria kurang belaian" ejek Tristan dengan santainya.sudah dipastikan habislah masa kebebasan para BE setelah ini.no women no life.
"diam kau bang*at!!" maki James kesal.sedang Marsel hanya bisa melirik sinis tak punya tenaga membalas ejekan Axel.
kini ke lima pria tampan itu hanya menatap Tristan kesal,well ! dunia tanpa wanita bagai sayur tanpa garam.
🖤🖤🖤
sementara itu.....
"jadi!!" geram wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu melirik buas pada putri dan juga suaminya.
"hiks...maaf mommy,Ara...Ara janji tidak buat lagi hiks...ampun mommy" tangis Arabela,remaja manis itu menatap takut pada wajah gelap sang ibu,sedang sang ayah hanya bisa menghela nafas gusar.sudah dipastikan istrinya itu benar-benar marah kali ini.
"kan sudah mommy bilang jangan keluar pakai mobil!!" yah,kini semua telingan setiap orang yang berada di mansion utama Wiguna itu terasa berdengung akibat amukan sang ratu.
"maaf mom hiks...Ara hanya bosan" Isak Arabela yang kini bersembunyi tepat dibelangkang tubuh sang kakak Arion.
"kau lagi rafen! sudah aku bilang kasih kado Ara itu jangan mobil!! haishhh.... lama-lama mommy bisa gila" amuk Anggi pada Rafendra yang kini melirik sang istri sabar.oh ayolah istrinya jika tengah mengamuk seperti seekor singa betina saja.
"sabar sayang,mana aku tahu kalau nanti akan seperti ini.lagipula bukan salah mobilnya,Ara kenapa bikin Daddy juga ikutan kena Omelan mommymu" desah Rafendra frustasi,kini mereka bertiga seperti terkena sidang saja.
"sabar....sabar...mana bisa sabar! kalau putriku terluka,junior kau ku potong sampai habis!!" amuk Anggi ,Rion meringis ngilu sambil menutup telinga sang adik dari kata-kata frontal ibu mereka.
Rafendra terbelalak horor dan tanpa sadar menutup pusakanya cepat,hell!! istrinya ini kalau ngomong seenak hatinya saja.
"pokoknya malam ini kau tidur diluar sayang.selama satu minggu,dan kamu Ara,mommy sita semua kartu kredit dan juga kunci mobilmu.mulai hari ini diam dirumah dan jangan harap keluar sampai hukuman kalian selesai!" mutlak Anggi sadis.rafendra segera menoleh menatap sang istri cepat,damn! bisa layu pusakanya nanti jika tidak diservis sang istri.benar-benar luar biasa bukan istri Rafendra ini.
"jangan bercanda sweety,masa aku tidur diluar?.bisa sakit adikku nanti" Rafendra sudah kebakaran jenggot mendengar ultimatum sadis dari sang istri.
"adik? sejak kapan Daddy punya adik? dan apa hubungannya adik Daddy dengan Daddy yang tidur diluar?wah...Daddy mabuk" racau Ara memandang kedua orang tuanya binggung.anggi tersedak air liurnya sendiri sedang Rafendra sudah gelagapan sendiri.sungguh kepolosan putri mereka sangat berbahaya.Rion mendengus jengkel akan kelakuan kedua orangtuanya itu. sabar,sabar.
"sudahlah mommy mau kedapur bikin cookie,dan kalian jangan membuat ulah yang bikin mommy pusing!!" Anggi berlalu dengan meninggalkan wajah melongo suaminya serta tatapan binggung putrinya.sedang Rion,pria tampan itu sudah pergi beberapa menit yang lalu.
Anggi berdiri namun panggilan dari salah seorang maid menghentikan langkahnya.
"Nyonya Veleri,ada telpon dari seorang wanita yang bernama Rianti.dan ia ingin berbicara dengan Nyonya" ucap maiid itu sopan.anggi terkejut dengan telapak tangan menutup mulutnya sendiri.wanita paruh baya itu berjalan cepat menuju telpon dan segera mengangkatnya.
"hallo,ini yang benar Rianti?" ucap Anggi dengan senyum antusias nya.
"Anggi.....ya ampun apa kabar kamu!!" suara pekikan antusias terdengar membalas sapaan Anggi.
wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan anggun itu tersenyum haru begitu mendengar suara saudari angkatnya itu
"Hiks...Rianti...astaga aku sangat merindukanmu,bagaimana kabar kalian sekeluarga disana?" Isak haru Anggi terdengar.
deg....
Anggi tersentak kala sepasang lengan kekar kini memeluk erat dirinya dari belakang.aroma Rafendra kini begitu terasa menyelimuti dirinya.wanita itu tersenyum dan mengecup bibir suaminya sekilas kemudian lanjut pada obrolan bersama rianti tanpa memperdulikan kelakuan suaminya.
"baik gi,oh ia aku ingin memberi tahu,mungkin dua hari lagi kami akan datang ke London untuk berkunjung.apa boleh?" tanya Rianti cepat setelah mengutarakan niatnya.
"ya ampun rianti,tentu saja boleh.baikalah, hubungi aku jika kalian sudah tiba.akan kuminta anak-anak menjemput di bandara" jawab Anggi cepat,begitu bahagianya hingga kelakuan mesum Rafendra pada tubuhnya tidak dihiraukan oleh wanita itu.sungguh membuat kesal saja.
"baiklah gi,aku tutup dulu ya soalnya lagi packing " ucap Rianti terdengar sedikit menyesal.
"tidak apa rianti,sampai jumpa di London"
Sambungan terputus dengan senyum cerah terpatri dari wajah cantik itu, Rafendra tersenyum bahagia melihat kebahagiaan sang istri.
TBC........