PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Hate or love



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.......⭐



selamat membaca.....🌹


pria manis itu berjalan mendekat dengan langkah riang,sorot matanya terlihat jenaka dan Arkansas melihat itu dengan seringai penuh kepuasan .kini anggotanya bukan lagi anak bawang sama seperti apa yang sang ayah katakan dulu.dan kini mereka tak lebih dari mesin pembunuh berdarah dingin,bahkan Tristan sekalipun,tak akan ada yang menyangka dibalik wajah manis nan polos pria itu.telah terbentuk sosok kaki tangan iblis yang sama kejinya.


Axel mulai menyalakan kamera dan mulai mengambil tempat santai demi merekam kesadisan anggota bungsu BE itu,Ryu dan James mulai duduk santai sembari menyecap segelas anggur ditangan mereka,Rion dan Gabril sudah siap dengan berbagai peralatan medis demi menghapus jejak kekejaman mereka.dan Arkansas? pria tampan itu lebih memilih duduk bak seorang raja menatap bengis korbannya.


Tristan kini telah membungkuk rendah demi melihat raut wajah ketakutan wanita paruh baya yang telah memercik api kemarahan sang bos.telapak tangan pria manis itu membelai sayang wajah wanita yang kira-kira akan seumuran sang ibu jika ibunya memang masih hidup.


"sayang sekali wanita seperti ini harus menjadi ibu tiri yang jahat, sebenarnya aku tak tega melukai wajah keriputmu! tapi sayangnya perintah bos ku lebih berbahaya jika tidak dilaksanakan" ucap Tristan girang,pria ini benar-benar babyface iblis yang mengerikan.Monika menggeleng ketakutan saat sebuah pisau belati nampak berkilat tajam mulai membelai wajahnya.


"tidak...tidak! le...lepaskan aku " sungguh Monika sangat ketakutan,dengan sekuat tenaga wanita itu berusaha menjauhkan wajahnya dari belati yang sedang dimainkan tristan.pria manis itu terkekeh geli, lihatlah betapa bahagia wajah manis itu? wah bolehkah para inti BE bertepuk tangan?.


Srethhh........


tes.....tes.....tes...


"ARKKKKHHHH" suara jeritan Monika kala belati itu mulai merobek kulitnya.william berteriak murka,pria itu marah pada dirinya sendiri yang bahkan tak mampu menolong sang istri.


"astaga!! darah ini baunya busuk sekali" celoteh Tristan yang kini sibuk mengelap tanganya yang terciprat noda merah berbau anyir itu.axel terkekeh dengan camera yang terus menyala.


"BAJI*GAN LEPASKAN ISTRIKU!!"pekik William geram,pria itu mulai berusaha bangkit dikala pening menghantam kepala akibat suntikan yang diberikan Rion saat pria itu mulai melawan.bikin repot saja!!


tab....tab...tab....


Semua mengerjap heran saat Arkansas tiba-tiba bangkit dan kini berjalan angkuh menuju Tristan yang masih menggerutu akibat noda darah yang menodai pakaiannya.benar-benar tidak bisa diharapkan.


Arkansas berbalik dan menatap tajam nan dingin kearah William yang menatapnya sayu penuh kemarahan sekaligus permohonan.wajah datar Arkansas benar-benar sulit ditebak.


Tristan melotot horor saat tiba-tiba Arkansas merebut belatinya.pria itu berjongkok sebentar dan tak lama.


Jleb.......


"ARKKKHHHH.......SAKIT......LEPASKAN AKU....APA SALAHKU?!!!" jerit Monika saat belati itu menusuk dalam lengan kanannya dengan bringas.belati itu masuk dengan telak dan menembus daging,cairan kental berwarna merah pekat itu mengalir deras.


Axel dan Ryu menyeringai tipis.inilah sang Hades ,Rion menggeleng takjub dan tak lama ikut bergabung bersama Ryu dan Axel.


"lihat ini tuan William yang terhormat! kau berani menampar wajah gadisku,sekarang ku tancapkan belati ini ditangan istrimu,bagaimana adil bukan?!!" ucap Arkansas dengan wajah datarnya.pria itu tersenyum sinis sembari menatap Monika yang kini terus meraung dan William yang menagis bersimpuh memohon ampun.biarkah harga dirinya jatuh selama dia dan istrinya bisa lepas dari putra iblis itu.


"ku...kumohon maafkan aku Tuan muda Wiguna,sungguh a...aku menyesal telah menampar gadismu,aku..aku mohon demi hubunganku dengan putriku tolong lepaskan kami, sudah...sudah cukup" William terisak penuh penyesalan dan ketakutan luar biasa.istrinya bisa mati jika pria iblis itu tidak melepaskan mereka.namun lihatlah pria itu justru terkekeh dan menggeleng santai.


"kau bercanda? tidak...tidak ini belum cukup,kau fikir berapa harga dari setiap luka yang kalian torehkan? aku akan membuat kalian merasakan neraka dunia!!" ucapan terakhir penuh penekanan dengan intonasi penuh kemarahan terdengar mengerikan ditelinga pasangan paruh baya itu.


"karna kau adalah ayah kandung gadisku,maka kau hanya perlu melihat bagaimana semua dosamu akan ditanggung oleh istrimu" benar-benar perkataan santai Arkansas bagai melody kematian bagi William dan Monika yang telah lemas dengan deraian air mata penuh dendam.


Srakh..... jleb...


dengan kasar,belati itu ditarik dari lengan Monika dan kini menancap di paha kiri wanita itu.


"ARKHHH OH...TUHAN....BUNUH SAJA AKU!!" pekik Monika menjerit kesakitan saat belati itu kembali menancap ditubuhnya.tangan pria itu bahkan memutar benda tajam itu hingga membuat para inti BE dan anggota mereka meringis ngilu.


noda merah berbau anyir itu kini memenuhi seluruh lengan hingga pakaian depan dan menetes hingga mengenai celana dan sepatu kulit mahal Arkansas.kekehan puas Arkansas terdengar mengerikan hingga membuat William merasa mual.pria ini tidak waras? seorang psikopat gila!.


"aku tak akan mengambil nyawamu sekarang,tapi lihat saja jika kau masih berani bermain-main dengan milikku.hidup kalian semua berada ditangan ku!!" tegas Arkansas sembari menjilat bibirnya sendiri dengan binar lapar akan darah.


"Gabril,Rion selesaikan tugas kalian.buat mereka tetap hidup dan bereskan tempat ini" titah Arkansas dan segera membuang belati yang telah berlumur darah itu dan melangkah pergi tak sabar melihat wajah gadisnya.gadisnya? bolehkah seorang iblis pembunuh seperti dirinya berharap?. Arkansas berjalan dengan hati penuh harap.ayah dan ibunya saja bisa berbahagia hingga kini,lalu mengapa dirinya tidak!.Arkansas akan melakukan apapun demi kebahagiaan yang selama ini ia tunggu,bahkan meski harus mengurung liora didalam sangkar emasnya sekalipun.


⚜️⚜️⚜️


Liora tengah mengendarai mobil mewah milik Arkansas dengan mood yang buruk,bagaimana tidak.kini ia merasa seakan terkekang saat Arkansas selalu memantau kegiatan melalu Cctv setiap sudut tempat dinegara ini.


entahlah pria itu hanya bersiap dengan keadaan yang tidak terkendali nanti.


liora tanpa disengaja melihat seorang wanita paruh baya yang terlihat tengah berusaha melawan dua orang pria yang kini menarik sebuah tas dari tangan wanita paruh baya itu.liora tersentak dan memberhentikan mobilnya cepat.gadis berlari cepat dan menerjang para berandal tersebut.


duakh.....


liora menendang pinggang kedua pria itu dari belakang hingga tersungkur.kedua pria yang nampak seperti berandalan itu menggeram marah.keduanya berbalik dan mulai menerjang liora tanpa ampun.


liora terus melawan ,namun tenaganya tak cukup kuat menghadapi kedua pria berbadan besar itu.


grep.......


salah seorang dari mereka menangkap dan mengunci pergerakan tubuh liora dan.


Bugh....


pria itu menghantam perut liora dengan tinjunya.liora meringis dengan darah yang telah keluar dari mulut nya.


"TOLONG....TOLONG....."wanita paruh baya itu berteriak keras saat melihat liora sudah akan tumbang.bagaimana bisa seorang gadis mungil dengan wajah manis melawan dua orang pria berbadan besar dan berwajah sangar.


"sial!!! urusan kita belum selesai nona kaya,tunggu jika kita bertemu lagi.akan kami habisi kau!!" desis pria itu geram dan mulai berlari menyusul Kawanya saat melihat orang-orang mulai berdatangan hendak mengeroyok mereka .


begitu situasi mulai tenang,wanita itu mulai mendekati liora dengan senyum lembut penuh kasih sayang.liora tak mampu menyembunyikan senyum lembut nan tenang miliknya,wanita ini mengingatkannya akan sosok sang ibu.


"kau tidak apa-apa nak,maafkan saya ya.karna menolong saya kamu jadi korban begini" wanita paruh baya itu tersenyum kecut.jemarinya mulai mengambil tisu basah dan anti septik yang sebelumnya telah diambilnya dari dalam mobil yang terparkir tak jauh dari sana.


mengusap lembut luka disudut bibir liora dan merapikan rambut panjang liora yang terlihat berantakan.liora mengigit bibir bawahnya menahan air mata yang hendak keluar.sungguh perlakuan lembut wanita itu mengingat kan liora akan mendiang Alisya.


liora menggeleng dan tersenyum lembut sembari menggenggam telapak tangan wanita itu erat.


"tidak apa-apa Mrs,melihat anda saya jadi mengingat mendiang mama saya dan tidak mungkinkan saya diam saja melihat anda kesusahan" ucap liora berusaha tersenyum cerah.


"maaf,kau boleh memanggilku Mrs. Beca"wanita itu tersenyum manis menatap intens wajah liora yang tengah menatapnya lekat.


"melihatmu membuat saya mengingat putri saya yang kini berada di rumah sakit memulihkan diri" ucap wanita itu tersenyum sendu.


"memangnya putri anda kenapa Mrs Beca? jika saya boleh tahu?" tanya liora ingin tahu.


"hah....saya sangat mencintai putri saya,saya sangat sedih saat putri saya harus menderita akibat seorang pria yang dia cintai justru mencinta gadis lain dan malah menyiksa putri saya hingga harus dioperasi karena wajahnya rusak" helaan nafas berat wanita paruh baya itu membuat liora terbungkam seribu bahasa.


"kau tau aku sangat sedih melihat keadaan putriku kini,dia mencintai pria itu sedari mereka masih anak-anak dan putriku telah menolak semua pria yang mendekatinya hanya untuk bisa mengetuk hati pria yang dicintainya,namun sayangnya pria itu justru tertarik pada gadis lain.putriku sebenarnya adalah gadis yang baik,namun kau pasti mengerti mengapa seorang wanita bisa berubah apabila cinta tulusnya tidak berbalas,maaf sayang.saya malah curhat sama kamu,boleh Tante peluk kamu sebentar.saya rindu dengan putri saya setelah melihatmu" wanita itu tersenyum penuh arti saat melihat guratan kesedihan liora,tanpa bisa menolak.kini wanita itu telah merengkuh tubuh liora kedalam pelukannya,dan tanpa liora ketahui senyum sinis wanita paruh baya itu begitu lebar penuh kemenangan.mari lihat rencana mereka.


tes....tes....tes.....


wanita itu bahkan menangis pilu dibalik tubuh liora,sungguh benar-benar acting yang memukau.liora bahkan tak menyadari.


"sudah Mrs Beca tak perlu terlalu sedih akan hal itu,putri anda pasti suatu saat bisa bersama pria yang ia cintai jika Tuhan mengizinkan.dan saya yakin semua pasti kembali pada tempatnya masing-masing" lirih liora tanpa sadar mengingat kisah cinta pertamanya dulu.cinta yang bertepuk sebelah tangan .liora semakin memeluk erat tubuh wanita yang sebaya dengan mendiang sang ibu.liora turut merasakan kesedihan putri dari wanita itu,dimana dulu juga ia pernah merasakan kesakitan karena cinta tak terbalas dan justru cinta pria itu berlabuh pada gadis lain .


"kuharap gadis itu mengerti bahwa pria yang berbicara cinta padanya akan sadar bahwa ada hati lain yang telah lama menaruh cinta dan harapan pada pria itu.kuharap gadis itu rela meninggalkan pria itu demi putriku" lirih Wanita paruh baya itu dengan menatap dalam manik coklat bening liora.tanpa sadar gadis itu mengangguk mengiyakan ucapan wanita dihadapannya yang kini telah tersenyum lebar.


"kau gadis yang baik,semoga kita bisa bertemu lagi" setelah mengusap pucuk rambut liora,wanita itu berjalan pergi dengan senyum penuh kemenangan.dan disana liora tengah merasakan gejolak dalam hatinya,entah mengapa perasaanya menjadi tak menentu?.


"yah,semoga putrimu mendapatkan kebahagiaan setelah derita yang ia lalui" gumam liora sembari menatap langit yang nampak menghitam.


"putriku,jika cara kasar tidak berhasil.maka mami akan buat cara halus namun mematikan.biarkan saja semua mengatakan betapa egois diri kita,namun bagi mami.kau ,putriku harus mendapatkan yang terbaik di dunia" batin wanita paruh baya yang menatap tajam sosok liora yang masih setia duduk termenung di kursi taman.


🖤🖤🖤


"apa yang akan dilakukan Rebecca pada calon menantu ku? Rafen...aku takut" Wanita cantik yang masih terlihat anggun meski tak muda itu menatap lirih pada sosok suaminya.sedang sang suami hanya tersenyum tipis sembari mengelus pipi sang istri sayang.


"tenang lah sayang,biarkan putra kita menanganinya dengan caranya sendiri.jika seorang Wiguna tak mampu ,maka tidak ada lagi yang bisa.yakinlah sayang,semua akan berjalan semestinya" Rafendra memeluk tubuh sang istri posesive.bibir hangat pria itu mengecup singkat bibir tipis Anggi.dan wanita itu hanya memejamkan sembari mengangguk samar.semoga ucapan suaminya benar.


"ya semoga..." balas Anggi tak lama mulai merapat dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Rafendra,kedua pasangan itu semakin terlarut dalam kemesraan mereka yang tak lekang oleh zaman.


TBC....


semoga suka dan bagikan juga cerita ini di akun sosial kalianya guys🤗